Beranda DISPUSIP DKI Jakarta
Source: http://dispusip.jakarta.go.id
Archived: 2026-04-23 15:34
Beranda DISPUSIP DKI Jakarta
Layanan Kearsipan
Depot Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta
Jl. Perintis Kemerdekaan No.1, Kayu Putih, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13260
Senin - Jumat: 08.00 - 16.00 WIB
Lihat di Google Maps
Selengkapnya
Agenda
Literasi
Temukan beragam agenda kegiatan literasi dan kearsipan yang diselenggarakan untuk
meningkatkan wawasan, keterampilan, dan partisipasi masyarakat dalam membangun
budaya baca dan pengelolaan informasi yang baik.
Jadwal Agenda Literasi -
Hari Ini
Besok
Minggu Ini
Semua Agenda
Hari Ini
Besok
Minggu Ini
Semua Agenda
Layanan Digital
Melalui transformasi digital, kami menghadirkan beragam layanan perpustakaan dan kearsipan yang
dapat
diakses kapan saja dan di mana saja.
Jaklitera
Aplikasi pendukung layanan perpustakaan stationer
berbasis
web
Jaklitera iOS
Aplikasi pendukung layanan perpustakaan stationer
berbasis
iOS
Jaklitera Android
Aplikasi pendukung layanan perpustakaan stationer
berbasis
android
Siapjak
Aplikasi pendukung layanan perpustakaan digital
i-Jakarta
Aplikasi pendukung layanan perpustakaan digital
Pengumuman
REKRUTMEN TENAGA AHLI PENELUSURAN ARSIP DAN TENAGA AHLI PENGOLAHAN ARSIP MENJADI INFORMASI
Fitri Juni Astuti
•
Kamis, 23 April 2026
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan membuka kesempatan bagi anda yang memiliki latar belakang di bidang Sejarah dan/atau memiliki pengalaman dalam penelitian kesejarahan, penelitian sosial, dan penulisan untuk bergabung sebagai Tenaga Ahli dalam kegiatan Penelusuran Arsip dan Pengolahan Arsip menjadi Informasi.Adapun posisi yang dibutuhkan pada masing-masing kegiatan adalah: 1. Peneliti (1 orang) dengan kualifikasi min. S2 dan pengalaman pada bidang yang relevan minimal 2 tahun untuk Kegiatan Penelusuran Arsip2. Penulis (1 orang) dengan kualifikasi min. S2 dan pengalaman pada bidang yang relevan minimal 2 tahun untuk Kegiatan Penelusuran Arsip 3. Editor (1 orang) dengan kualifikasi min. S1 dan pengalaman pada bidang yang relevan minimal 3 tahun untk kegiatan Penelusuran Arsip
4. Peneliti (1 orang) dengan kualifikasi min. S2 dan pengalaman pada bidang yang relevan minimal 2 tahun untuk Kegiatan Pengolahan Arsip Menjadi Informasi5. Penulis (1 orang) dengan kualifikasi min. S2 dan pengalaman pada bidang yang relevan minimal 2 tahun untuk Kegiatan Pengolahan Arsip Menjadi Informasi6. Editor (1 orang) dengan kualifikasi min. S1 dan pengalaman pada bidang yang relevan minimal 3 tahun untk kegiatan Pengolahan Arsip Menjadi Informasi Untuk informasi lebih lanjut terkait persyaratan, kualifikasi, dan tata cara rekrutmen, dapat diakses pada dokumen yang terlampir di bawah.
Baca Pengumuman
Pengumuman Lainnya
Pengumuman
PENGUMUMAN HASIL WAWANCARA TENAGA AHLI PENYUSUNAN BUKU NASKAH SUMBER DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN ANGGARAN 2026
Haris Budiman
•
Selasa, 17 Maret 2026
Setelah dilakukan tahapan seleksi wawancara Tenaga Ahli Penyusun Naskah Sumber
Sehubungan dengan penerimaan Tenaga Ahli (TA) di Bidang Pengelolaan Arsip dan Layanan untuk posisi Tenaga Ahli Penyusun Naskah Sumber Tahun Anggaran 2026 dan telah dilaksanakannya proses seleksi wawancara pada Senin 16 Maret 2026, disampaikan nama-nama peserta yang dinyatakan lulus sebagai berikut:
1. Bondan Kanumoyoso
2. Muhammad Gibran Humam
3. Yogi Susatyo
4. Zalfaa Rizqi Nuraulia
Selamat kepada nama-nama peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi wawancara Tenaga Ahli Penyusun Naskah Sumber Tahun Anggaran 2026. Semoga keberhasilan ini menjadi langkah awal dalam memberikan kontribusi terbaik bagi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta.
Baca Pengumuman
Pengumuman Lainnya
Pengumuman
PENGUMUMAN SELEKSI ADMINSITRASI
PENERIMAAN TENAGA AHLI PENYUSUNAN BUKU NASKAH SUMBER DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN PROVINSI DKI JAKARTA
TAHUN ANGGARAN 2026
Haris Budiman
•
Sabtu, 14 Maret 2026
Sehubungan dengan penerimaan Tenaga Ahli (TA) di Bidang Pengelolaan Arsip dan Layanan untuk posisi Penyusun Naskah Sumber Tahun Anggaran 2026, berikut ini disampaikan nama-nama peserta yang dinyatakan lulus Seleksi Administrasi:
Bondan Kanumoyoso
Muhammad Gibran Humam
Yogi Susatyo
Zalfaa Rizqi Nuraulia
Untuk selanjutnya nama-nama yang lolos Seleksi Administrasi agar menghadiri tahapan Seleksi Wawancara yang akan dilaksanakan pada:
Tanggal: Senin, 16 Maret 2026
Waktu: 10.00 WIB - Selesai
Lokasi: Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Provinsi DKI Jakarta.
Adapun nama-nama peserta yang lulus seleksi administrasi terlampir pada surat pengumuman ini, diharapkan hadir tepat waktu serta membawa perlengkapan yang diperlukan sesuai pada lampiran pengunguman resmi.
Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta
Lampiran :
Baca Pengumuman
Pengumuman Lainnya
Berita
RINGKASAN EKSEKUTIF KAJIAN INDEKS PEMBANGUNAN LITERASI MASYARAKAT (IPLM) PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2025
Administrator
•
Selasa, 21 April 2026
Provinsi DKI Jakarta mencatat nilai IPLM sebesar 95,03 pada tahun 2025, meningkat dari 94,16 pada tahun 2024. Capaian ini menunjukkan kategori sangat tinggi dan mencerminkan keberhasilan pembangunan literasi masyarakat yang didukung oleh layanan perpustakaan, koleksi, tenaga, kunjungan, keterlibatan masyarakat, dan keanggotaan. Wilayah dengan nilai tertinggi adalah Kota Jakarta Timur (99,21), sedangkan wilayah yang memerlukan perhatian khusus adalah Kabupaten Kepulauan Seribu (89,79).
Capaian UPLM Provinsi
No
Unsur Pembangunan Literasi Masyarakat
Nilai
1
Pemerataan Layanan Perpustakaan (UPLM 1)
0,0051
2
Ketercukupan Koleksi (UPLM 2)
1,2048
3
Ketercukupan Tenaga Perpustakaan (UPLM 3)
0,0077
4
Tingkat Kunjungan Masyarakat/Hari (UPLM 4)
0,4035
5
Perpustakaan Ber-SNP (UPLM 5)
3,7217
6
Keterlibatan Masyarakat (UPLM 6)
0,4190
7
Anggota Perpustakaan (UPLM 7)
0,8904
Perbandingan Nilai IPLM Kabupaten/Kota
Wilayah
Nilai IPLM
Provinsi DKI Jakarta
95,03
Jakarta Pusat
95,12
Jakarta Utara
95,22
Jakarta Barat
95,03
Jakarta Selatan
95,81
Jakarta Timur
99,21
Kepulauan Seribu
89,79
Secara umum, indikator UPLM 4, 5, 6, dan 7 menunjukkan performa yang baik dan melampaui standar minimal. Namun demikian, indikator ketercukupan koleksi dan pemerataan layanan masih memerlukan penguatan pada beberapa wilayah. Fokus kebijakan diarahkan pada peningkatan koleksi berbasis kebutuhan masyarakat, perluasan titik layanan, serta akselerasi pembinaan perpustakaan sesuai SNP. Rekomendasi strategis berdasarkan hasil kajian IPLM Provinsi DKI Jakarta tahun 2025 meliputi penguatan koleksi perpustakaan berbasis segmentasi wilayah dan kelompok usia, perluasan layanan perpustakaan digital dan layanan keliling, peningkatan pembinaan perpustakaan menuju standar SNP, serta penguatan program keanggotaan dan engagement masyarakat.
Baca Berita
Berita Lainnya
Berita
Lebaran Betawi 2026: Merawat Tradisi di Tengah Transformasi Global
Noor Muchyadi
•
Jumat, 17 April 2026
Perayaan Lebaran Betawi 2026 yang digelar pada 10–12 April 2026 di Lapangan Banteng tampil bukan sekadar sebagai ajang budaya tahunan, melainkan momen penting untuk memperkuat identitas lokal di tengah arus globalisasi. Mengusung tema utama “Lebaran Betawi untuk Jakarta: Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Jakarta Kota Global”, perayaan ini menegaskan bahwa modernisasi kota tidak harus menggerus akar budaya, tetapi justru dapat berjalan beriringan.Di tengah kemeriahan pertunjukan seni, kuliner khas, dan tradisi Betawi, kehadiran Dispusip Provinsi DKI Jakarta diwujudkan melalui pameran arsip yang mengangkat wajah Jakarta tempo dulu. Beragam koleksi ditampilkan, mulai dari pameran buku-buku Kejakartaan, buku sastra dan kliping dari Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, arsip foto, hingga dokumentasi visual perkembangan kota dari masa ke masa. Pameran ini menjadi ruang penting untuk memahami perjalanan Jakarta—dari kota tradisional hingga menuju kota global. Melalui arsip-arsip tersebut, pengunjung diajak menyadari bahwa transformasi Jakarta tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan dinamika sosial, budaya, dan politik. Di sinilah peran Dispusip Provinsi DKI Jakarta menjadi krusial yaitu menjaga ingatan kolektif sekaligus mengedukasi masyarakat agar tidak tercerabut dari sejarahnya. Dispusip hadir sebagai penghubung antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Arsip menjadi sumber pembelajaran, sementara literasi menjadi alat transformasi. Keduanya berpadu dalam upaya memperkuat persatuan masyarakat melalui pemahaman sejarah dan budaya bersama.Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) Jakarta Pusat juga menjadi salah satu elemen yang memberi kedalaman makna pada acara ini. Tidak sekadar meramaikan, Sudin Pusip Jakarta Pusat menghadirkan pendekatan edukatif yang menghubungkan masyarakat dengan sejarah Jakarta secara lebih dekat dan reflektif melalui layanan Perpustakaan Keliling yang menjadi pusat aktivitas literasi interaktif. Program ini dirancang untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga yang hadir dalam perayaan.Kegiatan membaca menjadi pintu masuk untuk mengenalkan nilai-nilai budaya Betawi secara ringan namun bermakna. Sementara itu, aktivitas menggambar dan mewarnai ondel-ondel menghadirkan pengalaman kreatif yang menyenangkan sekaligus edukatif. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak harus kaku, tetapi dapat dikemas secara inklusif dan menarik bagi generasi muda.Lebaran Betawi 2026 membuktikan bahwa perayaan budaya dapat menjadi ruang kolaborasi lintas sektor. Dukungan Dispusip Provinsi DKI Jakarta menunjukkan bahwa pelestarian tradisi tidak hanya menjadi tanggung jawab pelaku budaya, tetapi juga institusi yang bergerak di bidang pengetahuan dan dokumentasi.Melalui pameran arsip dan kegiatan literasi, Dispusip tidak hanya memeriahkan acara, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam memperkokoh persatuan masyarakat Jakarta. Upaya ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa di tengah transformasi menuju kota global, Jakarta tetap berpijak pada akar budayanya. Dengan demikian, Lebaran Betawi 2026 tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga refleksi kolektif—bahwa merawat tradisi adalah langkah strategis untuk melangkah maju sebagai kota dunia yang berkarakter.
Baca Berita
Berita Lainnya
Berita
Tumbuhkan Minat Baca Sejak Dini, Sudin Pusip Jakarta Utara Gelar Layanan "Bercerita" di BKB Paud Rosella
Fajar Andi Nugroho
•
Kamis, 2 April 2026
JAKARTA UTARA – Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) Kota Administrasi Jakarta Utara terus berinovasi dalam mendekatkan literasi kepada anak-anak. Melalui layanan "Jemput Bola", Sudin Pusip menyelenggarakan kegiatan Read Aloud dan Dongeng bagi para murid di BKB Paud Rosella, Semper Timur, pada Jumat (06/03/2026).
Kegiatan edukatif ini dilaksanakan langsung di lingkungan sekolah yang beralamat di Jl. Kebantenan 2, RT.11/RW.5, Semper Timur, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Sebanyak 25 murid tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
Kolaborasi Strategis Demi Literasi
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara satuan pendidikan dan Sudin Pusip Jakarta Utara. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan minat baca dan kecintaan terhadap dunia literasi sejak usia sedini mungkin. Dengan menghadirkan suasana belajar yang berbeda, diharapkan anak-anak tidak hanya mengenal buku sebagai kewajiban, tetapi sebagai jendela dunia yang menyenangkan.
Keseruan Bersama Kak Ali
Bagaimana jalannya kegiatan tersebut? Pihak sekolah memanfaatkan layanan "Storytelling" dengan mengundang tim pendongeng profesional dari Sudin Pusip. Pada kesempatan kali ini, Kak Ali hadir sebagai sosok sentral yang memandu jalannya acara.
Dengan teknik Read Aloud (membacakan nyaring) dan metode mendongeng yang interaktif, Kak Ali berhasil menghidupkan suasana. Cerita-cerita yang dibawakan tidak hanya menarik secara visual dan auditori, tetapi juga disisipi dengan pesan-pesan moral yang mudah dipahami oleh anak-anak usia dini. Para peserta diajak berinteraksi aktif, menjawab pertanyaan, dan tertawa bersama mengikuti alur cerita yang inspiratif.
Dampak Positif Bagi Siswa
Melalui kegiatan ini, pihak BKB Paud Rosella berharap para siswa mendapatkan pengalaman literasi yang berkesan. Kehadiran tim perpustakaan langsung ke sekolah membuktikan bahwa akses terhadap ilmu pengetahuan dan hiburan edukatif kini semakin mudah dijangkau oleh masyarakat.
Baca Berita
Berita Lainnya
Artikel
Bilik Perpus Podcast: Bincang Perpustakaan antara Gen Milenial vs Gen Z
Suhaena
•
Selasa, 24 Februari 2026
Perpustakaan Jakarta Barat kembali menghadirkan inovasi literasi melalui program podcast bertema “Bincang Perpustakaan antar Generasi: Gen Milenial vs Gen Z”. Program ini menjadi ruang diskusi yang mempertemukan pengalaman lintas generasi dalam melihat peran dan perkembangan perpustakaan dari masa ke masa.
Podcast ini menghadirkan dua narasumber inspiratif yang telah lama berkecimpung dalam dunia literasi dan dongeng, yaitu Kak Palupi Mutiasih dan Kak Tuti Setiawaty. Kak Palupi Mutiasih dikenal sebagai pegiat literasi yang aktif mengembangkan budaya baca melalui kegiatan mendongeng. Ia merupakan Co-Founder Fun Garden of Literacy (FGL), sebuah komunitas yang berfokus pada penguatan literasi anak melalui pendekatan kreatif dan menyenangkan. Selain itu, beliau juga berprofesi sebagai dosen, kerap dipercaya menjadi juri dalam berbagai lomba di bidang literasi, serta produktif menulis buku dan lagu anak yang menghadirkan pesan pembelajaran dan penguatan karakter.
Sementara itu, Kak Tuti Setiawaty merupakan pendongeng sekaligus guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang aktif dalam berbagai komunitas penggiat literasi. Melalui pengalaman mengajarnya, ia konsisten mendorong minat baca dan keterampilan bercerita pada peserta didik serta terlibat aktif dalam berbagai komunitas yang dapat meningkatkan literasi di masyarakat.
Kehadiran keduanya dalam podcast ini menjadi istimewa karena mereka mewakili dua generasi yang berbeda. Perbedaan latar belakang pengalaman dan perjalanan literasi tersebut menghadirkan beragam pandangan mengenai peran dan perkembangan perpustakaan dari masa ke masa. Dialog yang terbangun pun menjadi lebih dinamis, reflektif, dan kaya perspektif, sehingga mampu memberikan gambaran yang lebih luas tentang bagaimana perpustakaan dimaknai oleh tiap generasi.
Perpustakaan dalam Lintasan Generasi
Dalam diskusi tersebut, para narasumber berbagi cerita tentang pengalaman mereka berinteraksi dengan perpustakaan sejak masa sekolah hingga saat ini. Mereka juga membahas bagaimana perubahan zaman, teknologi, serta kebiasaan membaca memengaruhi cara generasi berbeda memanfaatkan perpustakaan.
Tidak hanya membahas nostalgia, podcast ini juga menyoroti pentingnya perpustakaan sebagai ruang literasi yang adaptif terhadap kebutuhan generasi muda. Perpustakaan kini tidak hanya menyediakan koleksi bacaan, tetapi juga menghadirkan berbagai program kreatif yang terbuka bagi masyarakat.
Ruang Diskusi Literasi di Era Digital
Podcast ini dipublikasikan melalui kanal resmi YouTube Perpustakaan Jakarta Barat sebagai bentuk pemanfaatan media digital untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Melalui platform ini, perpustakaan berharap dapat menghadirkan konten literasi yang relevan, inspiratif, dan mudah diakses oleh berbagai kalangan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa perpustakaan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Dengan menghadirkan dialog lintas generasi, Perpustakaan Jakarta Barat berupaya memperkuat perannya sebagai ruang belajar, ruang berbagi cerita, sekaligus ruang tumbuh bagi seluruh lapisan masyarakat.
Penulis : Putra Ananda Rajagukguk, Luse Dotrika Aruan, Evlin Nehemia HarianjaEditor : Norma Tridiana
Baca Artikel
Artikel Lainnya
Artikel
Perpustakaan Jakarta Barat Kenalkan Literasi Melalui Program KECAPI (Kreasi, Eksplorasi, dan Cakap Berliterasi)
Suhaena
•
Selasa, 24 Februari 2026
Perpustakaan Jakarta Barat menghadirkan program wisata literasi bertajuk KECAPI (Kreasi, Eksplorasi, dan Cakap Berliterasi) sebagai upaya menumbuhkan minat baca dan kreativitas anak sejak dini. Program ini dirancang sebagai kegiatan edukatif yang menyenangkan, sekaligus memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang ramah dan inspiratif bagi masyarakat.
KECAPI menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengenal dunia literasi melalui berbagai aktivitas interaktif. Tidak hanya sekadar membaca, peserta diajak untuk memahami bahwa literasi dapat dikembangkan melalui pengalaman yang menyenangkan dan penuh eksplorasi. KECAPI dapat diikuti oleh siswa jenjang TK/PAUD, SD, SMP dan SMA di Jakarta Barat.
Mengenal Perpustakaan dengan Cara yang Seru
Kegiatan diawali dengan pengenalan layanan dan fasilitas Perpustakaan Jakarta Barat. Anak-anak diajak untuk mengenal koleksi buku, ruang baca, serta layanan yang ada di Perpustakaan Jakarta Barat. Salah satu koleksi spesial yang dimiliki Perpustakaan Jakarta Barat adalah buku pop up dan koleksi braille (buku untuk tuna netra). Melalui sesi ini, anak-anak diharapkan semakin dekat dengan perpustakaan dan menjadikannya sebagai tempat belajar yang menyenangkan dan ramah untuk disabilitas.
Salah satu kegiatan yang paling dinantikan adalah sesi read aloud dan mendongeng. Dalam suasana yang hangat dan interaktif, peserta mendengarkan cerita yang dibacakan dengan ekspresif, kemudian diajak berdiskusi ringan tentang pesan moral dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Metode ini tidak hanya melatih kemampuan menyimak, tetapi juga membangun imajinasi dan keberanian anak untuk berpendapat.
Kreasi dan Eksplorasi Literasi
Sesuai dengan namanya, KECAPI juga menghadirkan berbagai kegiatan kreatif seperti mewarnai bersama, membuat jurnal membaca, serta aktivitas kreasi lainnya yang mendorong anak mengekspresikan pemahamannya terhadap buku yang telah dibaca. Kegiatan ini membantu anak mengembangkan keterampilan motorik halus sekaligus memperkuat daya ingat terhadap isi bacaan.
Pada sesi eksplorasi literasi, peserta diberikan kesempatan untuk memilih dan membaca buku koleksi Perpustakaan Jakarta Barat secara mandiri. Dengan pendampingan yang tepat, anak-anak belajar menemukan buku sesuai minatnya, sehingga kegiatan membaca terasa lebih personal dan menyenangkan.
Perpustakaan sebagai Ruang Tumbuh Literasi
Melalui program KECAPI, Perpustakaan Jakarta Barat menegaskan perannya sebagai pusat pembelajaran yang adaptif di tengah perkembangan zaman. Perpustakaan tidak lagi hanya menjadi tempat meminjam buku, tetapi juga ruang tumbuh yang mendorong kreativitas, eksplorasi, dan kecakapan berliterasi sejak usia dini.
Program ini diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan yang memperkuat budaya baca di masyarakat, sekaligus menciptakan pengalaman literasi yang berkesan bagi setiap peserta yang berkunjung.Penulis : Putra Ananda Rajagukguk, Luse Dotrika Aruan, Evlin Nehemia HarianjaEditor : Norma Tridiana
Baca Artikel
Artikel Lainnya
Artikel
1 dari 12 Warga Jakarta Senang Membaca
Administrator
•
Kamis, 29 Januari 2026
Hasil pengukuran Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Provinsi DKI Jakarta yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta menunjukkan bahwa 82,26% warga DKI Jakarta merasa senang saat membaca buku. Hal ini selaras dengan kecenderungan 89,99% responden yang mengaku bahwa mereka membaca atas kemauan pribadi tanpa ada paksaan dari pihak lain.
Sumber: Laporan Akhir Hasil Pengukuran Tingkat Kegemaran Membaca Tahun 2025
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta kembali melakukan pengukuran Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) dan terus mencatat peningkatan indeks literasi dari tahun ke tahun. Secara keseluruhan, tingkat kegemaran membaca di DKI Jakarta memperoleh skor 73,26 atau meningkat 0,33 poin dari tahun sebelumnya yaitu 72,93. Angka tersebut mencerminkan kuatnya budaya literasi dan partisipasi aktif masyarakat dalam aktivitas membaca. Dari 2.538 responden yang menjadi sampel, 82,26% responden merasa senang saat membaca buku dan mengaku bahwa aktivitas tersebut dilakukan atas kemauan pribadi tanpa ada paksaan dari pihak lain. Kesenangan akan membaca ini dapat menjadi fondasi terciptanya budaya literasi masyarakat.
Pengukuran TKM kali ini mengacu pada Peraturan Perpusnas RI Nomor 9 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengukuran Tingkat Kegemaran Membaca. Berdasarkan peraturan tersebut, terdapat perubahan signifikan terhadap dimensi yang membentuk tingkat kegemaran membaca masyarakat. Sebelumnya, pengukuran dilakukan dengan menggunakan 5 dimensi yaitu frekuensi membaca, durasi membaca, jumlah bahan bacaan, frekuensi akses internet, dan durasi akses internet. Tahun ini, pengukuran dilakukan dengan 3 dimensi saja, yaitu fase pra membaca, fase saat membaca, dan fase pasca membaca. Masing-masing dimensi tersebut terdiri dari berbagai variabel dan indikator yang dibentuk untuk memberi gambaran kegemaran membaca masyarakat secara lebih komprehensif.
Aktivitas Membaca Buku di Taman Menteng dalam Kegiatan Kolaborasi Dispusip bersama Baca Bareng SBC Jakarta
Dimensi pra membaca terbentuk dari 4 varibel yaitu motivasi membaca, model akses dan kebiasaan membaca, pembelajaran sosial, serta konsep budaya literasi. Dimensi ini berusaha menangkap ketersediaan akses dan dorongan masyarakat sebelum melakukan aktivitas membaca. Dengan skor 65,05, dimensi ini menunjukkan bahwa masyarakat DKI Jakarta memiliki dorongan membaca yang tinggi dengan akses buku dan lingkungan membaca yang mendukung.
Dimensi selanjutnya, saat membaca, memperoleh skor yang lebih tinggi yaitu 71,24 yang terbentuk dari 2 variabel yaitu perilaku membaca dan literasi sosial. Fase ini berupaya menangkap perilaku membaca masyarakat, termasuk pola interaksi untuk memahami bacaan. Interaksi yang dimaksud tidak terbatas pada interaksi terhadap bacaan, namun juga interaksi dengan masyarakat sekitarnya dalam rangka pengembangan pemahaman.
Fase terakhir diukur dalam dimensi setelah membaca yang terdiri dari dampak membaca dan nilai tambah yang diharapkan. Dimensi ini mencoba menangkap hasil yang diperoleh masyarakat setelah aktivitas membaca. Berdasarkan hasil pengukuran TKM dengan 79,67 poin, masyarakat memperoleh dampak yang signifikan dari aktivitas membaca. Mulai dari bertambahnya pengetahuan, meningkatnya kemampuan membaca dan komunikasi, hingga perasaan senang dan bahagia usai membaca.
Seorang Ayah tampak membacakan buku saat mengikuti Piknik Baca dalam Festival Literasi Jakarta 2025 di Taman Ismail Marzuki.
Dari sekian indikator yang membentuk variabel pengukuran TKM, beberapa indikator nampak memperlihatkan peran penting lingkungan sekitar dalam membentuk kesenangan membaca. Dimensi pra membaca menggambarkan adanya dorongan yang signifikan dari tokoh keluarga, tokoh publik, dan teman dalam membentuk kegemaran membaca. 60,15% responden menyatakan terinspirasi untuk membaca karena sering melihat anggota keluarga membaca. Hal itu didukung dengan adanya rekomendasi buku dari teman (65,01%) dan tokoh publik (57,21%) seperti penulis, influencer, akademisi, atau figur di media sosial.
Aktivitas Membaca di Perpustakaan Jakarta Cikini
Dimensi saat membaca juga menunjukkan hal serupa. Terbukti dari 76,74% responden menyatakan bahwa mereka cenderung tertarik untuk berdiskusi dengan orang lain tentang isi sebuah buku. Berakhir pada 90,45% responden yang mengaku dapat berkomunikasi dengan lebih baik dalam dimensi setelah membaca, sekaligus adanya peningkatan perasaan senang dan bahagia usai membaca (89,15 responden).
Kesenangan masyarakat akan membaca ini tentu menjadi fondasi yang kokoh untuk pengembangan literasi kota. Kondisi tersebut perlu diperkuat dengan membentuk ekosistem literasi yang terdiri dari pemerintah, akademisi, komunitas, dan dunia usaha yang saling bersinergi dalam berbagai kegiatan literasi.
Baca Artikel
Artikel Lainnya
Belum Ada Postingan
Tetap terhubung untuk mendapatkan postingan terbaru dari kami.
Layanan Kearsipan
Depot Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta
Jl. Perintis Kemerdekaan No.1, Kayu Putih, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13260
Senin - Jumat: 08.00 - 16.00 WIB
Lihat di Google Maps
Selengkapnya
Agenda
Literasi
Temukan beragam agenda kegiatan literasi dan kearsipan yang diselenggarakan untuk
meningkatkan wawasan, keterampilan, dan partisipasi masyarakat dalam membangun
budaya baca dan pengelolaan informasi yang baik.
Jadwal Agenda Literasi -
Hari Ini
Besok
Minggu Ini
Semua Agenda
Hari Ini
Besok
Minggu Ini
Semua Agenda
Layanan Digital
Melalui transformasi digital, kami menghadirkan beragam layanan perpustakaan dan kearsipan yang
dapat
diakses kapan saja dan di mana saja.
Jaklitera
Aplikasi pendukung layanan perpustakaan stationer
berbasis
web
Jaklitera iOS
Aplikasi pendukung layanan perpustakaan stationer
berbasis
iOS
Jaklitera Android
Aplikasi pendukung layanan perpustakaan stationer
berbasis
android
Siapjak
Aplikasi pendukung layanan perpustakaan digital
i-Jakarta
Aplikasi pendukung layanan perpustakaan digital
Pengumuman
REKRUTMEN TENAGA AHLI PENELUSURAN ARSIP DAN TENAGA AHLI PENGOLAHAN ARSIP MENJADI INFORMASI
Fitri Juni Astuti
•
Kamis, 23 April 2026
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan membuka kesempatan bagi anda yang memiliki latar belakang di bidang Sejarah dan/atau memiliki pengalaman dalam penelitian kesejarahan, penelitian sosial, dan penulisan untuk bergabung sebagai Tenaga Ahli dalam kegiatan Penelusuran Arsip dan Pengolahan Arsip menjadi Informasi.Adapun posisi yang dibutuhkan pada masing-masing kegiatan adalah: 1. Peneliti (1 orang) dengan kualifikasi min. S2 dan pengalaman pada bidang yang relevan minimal 2 tahun untuk Kegiatan Penelusuran Arsip2. Penulis (1 orang) dengan kualifikasi min. S2 dan pengalaman pada bidang yang relevan minimal 2 tahun untuk Kegiatan Penelusuran Arsip 3. Editor (1 orang) dengan kualifikasi min. S1 dan pengalaman pada bidang yang relevan minimal 3 tahun untk kegiatan Penelusuran Arsip
4. Peneliti (1 orang) dengan kualifikasi min. S2 dan pengalaman pada bidang yang relevan minimal 2 tahun untuk Kegiatan Pengolahan Arsip Menjadi Informasi5. Penulis (1 orang) dengan kualifikasi min. S2 dan pengalaman pada bidang yang relevan minimal 2 tahun untuk Kegiatan Pengolahan Arsip Menjadi Informasi6. Editor (1 orang) dengan kualifikasi min. S1 dan pengalaman pada bidang yang relevan minimal 3 tahun untk kegiatan Pengolahan Arsip Menjadi Informasi Untuk informasi lebih lanjut terkait persyaratan, kualifikasi, dan tata cara rekrutmen, dapat diakses pada dokumen yang terlampir di bawah.
Baca Pengumuman
Pengumuman Lainnya
Pengumuman
PENGUMUMAN HASIL WAWANCARA TENAGA AHLI PENYUSUNAN BUKU NASKAH SUMBER DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN ANGGARAN 2026
Haris Budiman
•
Selasa, 17 Maret 2026
Setelah dilakukan tahapan seleksi wawancara Tenaga Ahli Penyusun Naskah Sumber
Sehubungan dengan penerimaan Tenaga Ahli (TA) di Bidang Pengelolaan Arsip dan Layanan untuk posisi Tenaga Ahli Penyusun Naskah Sumber Tahun Anggaran 2026 dan telah dilaksanakannya proses seleksi wawancara pada Senin 16 Maret 2026, disampaikan nama-nama peserta yang dinyatakan lulus sebagai berikut:
1. Bondan Kanumoyoso
2. Muhammad Gibran Humam
3. Yogi Susatyo
4. Zalfaa Rizqi Nuraulia
Selamat kepada nama-nama peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi wawancara Tenaga Ahli Penyusun Naskah Sumber Tahun Anggaran 2026. Semoga keberhasilan ini menjadi langkah awal dalam memberikan kontribusi terbaik bagi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta.
Baca Pengumuman
Pengumuman Lainnya
Pengumuman
PENGUMUMAN SELEKSI ADMINSITRASI
PENERIMAAN TENAGA AHLI PENYUSUNAN BUKU NASKAH SUMBER DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN PROVINSI DKI JAKARTA
TAHUN ANGGARAN 2026
Haris Budiman
•
Sabtu, 14 Maret 2026
Sehubungan dengan penerimaan Tenaga Ahli (TA) di Bidang Pengelolaan Arsip dan Layanan untuk posisi Penyusun Naskah Sumber Tahun Anggaran 2026, berikut ini disampaikan nama-nama peserta yang dinyatakan lulus Seleksi Administrasi:
Bondan Kanumoyoso
Muhammad Gibran Humam
Yogi Susatyo
Zalfaa Rizqi Nuraulia
Untuk selanjutnya nama-nama yang lolos Seleksi Administrasi agar menghadiri tahapan Seleksi Wawancara yang akan dilaksanakan pada:
Tanggal: Senin, 16 Maret 2026
Waktu: 10.00 WIB - Selesai
Lokasi: Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Provinsi DKI Jakarta.
Adapun nama-nama peserta yang lulus seleksi administrasi terlampir pada surat pengumuman ini, diharapkan hadir tepat waktu serta membawa perlengkapan yang diperlukan sesuai pada lampiran pengunguman resmi.
Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta
Lampiran :
Baca Pengumuman
Pengumuman Lainnya
Berita
RINGKASAN EKSEKUTIF KAJIAN INDEKS PEMBANGUNAN LITERASI MASYARAKAT (IPLM) PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2025
Administrator
•
Selasa, 21 April 2026
Provinsi DKI Jakarta mencatat nilai IPLM sebesar 95,03 pada tahun 2025, meningkat dari 94,16 pada tahun 2024. Capaian ini menunjukkan kategori sangat tinggi dan mencerminkan keberhasilan pembangunan literasi masyarakat yang didukung oleh layanan perpustakaan, koleksi, tenaga, kunjungan, keterlibatan masyarakat, dan keanggotaan. Wilayah dengan nilai tertinggi adalah Kota Jakarta Timur (99,21), sedangkan wilayah yang memerlukan perhatian khusus adalah Kabupaten Kepulauan Seribu (89,79).
Capaian UPLM Provinsi
No
Unsur Pembangunan Literasi Masyarakat
Nilai
1
Pemerataan Layanan Perpustakaan (UPLM 1)
0,0051
2
Ketercukupan Koleksi (UPLM 2)
1,2048
3
Ketercukupan Tenaga Perpustakaan (UPLM 3)
0,0077
4
Tingkat Kunjungan Masyarakat/Hari (UPLM 4)
0,4035
5
Perpustakaan Ber-SNP (UPLM 5)
3,7217
6
Keterlibatan Masyarakat (UPLM 6)
0,4190
7
Anggota Perpustakaan (UPLM 7)
0,8904
Perbandingan Nilai IPLM Kabupaten/Kota
Wilayah
Nilai IPLM
Provinsi DKI Jakarta
95,03
Jakarta Pusat
95,12
Jakarta Utara
95,22
Jakarta Barat
95,03
Jakarta Selatan
95,81
Jakarta Timur
99,21
Kepulauan Seribu
89,79
Secara umum, indikator UPLM 4, 5, 6, dan 7 menunjukkan performa yang baik dan melampaui standar minimal. Namun demikian, indikator ketercukupan koleksi dan pemerataan layanan masih memerlukan penguatan pada beberapa wilayah. Fokus kebijakan diarahkan pada peningkatan koleksi berbasis kebutuhan masyarakat, perluasan titik layanan, serta akselerasi pembinaan perpustakaan sesuai SNP. Rekomendasi strategis berdasarkan hasil kajian IPLM Provinsi DKI Jakarta tahun 2025 meliputi penguatan koleksi perpustakaan berbasis segmentasi wilayah dan kelompok usia, perluasan layanan perpustakaan digital dan layanan keliling, peningkatan pembinaan perpustakaan menuju standar SNP, serta penguatan program keanggotaan dan engagement masyarakat.
Baca Berita
Berita Lainnya
Berita
Lebaran Betawi 2026: Merawat Tradisi di Tengah Transformasi Global
Noor Muchyadi
•
Jumat, 17 April 2026
Perayaan Lebaran Betawi 2026 yang digelar pada 10–12 April 2026 di Lapangan Banteng tampil bukan sekadar sebagai ajang budaya tahunan, melainkan momen penting untuk memperkuat identitas lokal di tengah arus globalisasi. Mengusung tema utama “Lebaran Betawi untuk Jakarta: Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Jakarta Kota Global”, perayaan ini menegaskan bahwa modernisasi kota tidak harus menggerus akar budaya, tetapi justru dapat berjalan beriringan.Di tengah kemeriahan pertunjukan seni, kuliner khas, dan tradisi Betawi, kehadiran Dispusip Provinsi DKI Jakarta diwujudkan melalui pameran arsip yang mengangkat wajah Jakarta tempo dulu. Beragam koleksi ditampilkan, mulai dari pameran buku-buku Kejakartaan, buku sastra dan kliping dari Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, arsip foto, hingga dokumentasi visual perkembangan kota dari masa ke masa. Pameran ini menjadi ruang penting untuk memahami perjalanan Jakarta—dari kota tradisional hingga menuju kota global. Melalui arsip-arsip tersebut, pengunjung diajak menyadari bahwa transformasi Jakarta tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan dinamika sosial, budaya, dan politik. Di sinilah peran Dispusip Provinsi DKI Jakarta menjadi krusial yaitu menjaga ingatan kolektif sekaligus mengedukasi masyarakat agar tidak tercerabut dari sejarahnya. Dispusip hadir sebagai penghubung antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Arsip menjadi sumber pembelajaran, sementara literasi menjadi alat transformasi. Keduanya berpadu dalam upaya memperkuat persatuan masyarakat melalui pemahaman sejarah dan budaya bersama.Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) Jakarta Pusat juga menjadi salah satu elemen yang memberi kedalaman makna pada acara ini. Tidak sekadar meramaikan, Sudin Pusip Jakarta Pusat menghadirkan pendekatan edukatif yang menghubungkan masyarakat dengan sejarah Jakarta secara lebih dekat dan reflektif melalui layanan Perpustakaan Keliling yang menjadi pusat aktivitas literasi interaktif. Program ini dirancang untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga yang hadir dalam perayaan.Kegiatan membaca menjadi pintu masuk untuk mengenalkan nilai-nilai budaya Betawi secara ringan namun bermakna. Sementara itu, aktivitas menggambar dan mewarnai ondel-ondel menghadirkan pengalaman kreatif yang menyenangkan sekaligus edukatif. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak harus kaku, tetapi dapat dikemas secara inklusif dan menarik bagi generasi muda.Lebaran Betawi 2026 membuktikan bahwa perayaan budaya dapat menjadi ruang kolaborasi lintas sektor. Dukungan Dispusip Provinsi DKI Jakarta menunjukkan bahwa pelestarian tradisi tidak hanya menjadi tanggung jawab pelaku budaya, tetapi juga institusi yang bergerak di bidang pengetahuan dan dokumentasi.Melalui pameran arsip dan kegiatan literasi, Dispusip tidak hanya memeriahkan acara, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam memperkokoh persatuan masyarakat Jakarta. Upaya ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa di tengah transformasi menuju kota global, Jakarta tetap berpijak pada akar budayanya. Dengan demikian, Lebaran Betawi 2026 tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga refleksi kolektif—bahwa merawat tradisi adalah langkah strategis untuk melangkah maju sebagai kota dunia yang berkarakter.
Baca Berita
Berita Lainnya
Berita
Tumbuhkan Minat Baca Sejak Dini, Sudin Pusip Jakarta Utara Gelar Layanan "Bercerita" di BKB Paud Rosella
Fajar Andi Nugroho
•
Kamis, 2 April 2026
JAKARTA UTARA – Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) Kota Administrasi Jakarta Utara terus berinovasi dalam mendekatkan literasi kepada anak-anak. Melalui layanan "Jemput Bola", Sudin Pusip menyelenggarakan kegiatan Read Aloud dan Dongeng bagi para murid di BKB Paud Rosella, Semper Timur, pada Jumat (06/03/2026).
Kegiatan edukatif ini dilaksanakan langsung di lingkungan sekolah yang beralamat di Jl. Kebantenan 2, RT.11/RW.5, Semper Timur, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Sebanyak 25 murid tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
Kolaborasi Strategis Demi Literasi
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara satuan pendidikan dan Sudin Pusip Jakarta Utara. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan minat baca dan kecintaan terhadap dunia literasi sejak usia sedini mungkin. Dengan menghadirkan suasana belajar yang berbeda, diharapkan anak-anak tidak hanya mengenal buku sebagai kewajiban, tetapi sebagai jendela dunia yang menyenangkan.
Keseruan Bersama Kak Ali
Bagaimana jalannya kegiatan tersebut? Pihak sekolah memanfaatkan layanan "Storytelling" dengan mengundang tim pendongeng profesional dari Sudin Pusip. Pada kesempatan kali ini, Kak Ali hadir sebagai sosok sentral yang memandu jalannya acara.
Dengan teknik Read Aloud (membacakan nyaring) dan metode mendongeng yang interaktif, Kak Ali berhasil menghidupkan suasana. Cerita-cerita yang dibawakan tidak hanya menarik secara visual dan auditori, tetapi juga disisipi dengan pesan-pesan moral yang mudah dipahami oleh anak-anak usia dini. Para peserta diajak berinteraksi aktif, menjawab pertanyaan, dan tertawa bersama mengikuti alur cerita yang inspiratif.
Dampak Positif Bagi Siswa
Melalui kegiatan ini, pihak BKB Paud Rosella berharap para siswa mendapatkan pengalaman literasi yang berkesan. Kehadiran tim perpustakaan langsung ke sekolah membuktikan bahwa akses terhadap ilmu pengetahuan dan hiburan edukatif kini semakin mudah dijangkau oleh masyarakat.
Baca Berita
Berita Lainnya
Artikel
Bilik Perpus Podcast: Bincang Perpustakaan antara Gen Milenial vs Gen Z
Suhaena
•
Selasa, 24 Februari 2026
Perpustakaan Jakarta Barat kembali menghadirkan inovasi literasi melalui program podcast bertema “Bincang Perpustakaan antar Generasi: Gen Milenial vs Gen Z”. Program ini menjadi ruang diskusi yang mempertemukan pengalaman lintas generasi dalam melihat peran dan perkembangan perpustakaan dari masa ke masa.
Podcast ini menghadirkan dua narasumber inspiratif yang telah lama berkecimpung dalam dunia literasi dan dongeng, yaitu Kak Palupi Mutiasih dan Kak Tuti Setiawaty. Kak Palupi Mutiasih dikenal sebagai pegiat literasi yang aktif mengembangkan budaya baca melalui kegiatan mendongeng. Ia merupakan Co-Founder Fun Garden of Literacy (FGL), sebuah komunitas yang berfokus pada penguatan literasi anak melalui pendekatan kreatif dan menyenangkan. Selain itu, beliau juga berprofesi sebagai dosen, kerap dipercaya menjadi juri dalam berbagai lomba di bidang literasi, serta produktif menulis buku dan lagu anak yang menghadirkan pesan pembelajaran dan penguatan karakter.
Sementara itu, Kak Tuti Setiawaty merupakan pendongeng sekaligus guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang aktif dalam berbagai komunitas penggiat literasi. Melalui pengalaman mengajarnya, ia konsisten mendorong minat baca dan keterampilan bercerita pada peserta didik serta terlibat aktif dalam berbagai komunitas yang dapat meningkatkan literasi di masyarakat.
Kehadiran keduanya dalam podcast ini menjadi istimewa karena mereka mewakili dua generasi yang berbeda. Perbedaan latar belakang pengalaman dan perjalanan literasi tersebut menghadirkan beragam pandangan mengenai peran dan perkembangan perpustakaan dari masa ke masa. Dialog yang terbangun pun menjadi lebih dinamis, reflektif, dan kaya perspektif, sehingga mampu memberikan gambaran yang lebih luas tentang bagaimana perpustakaan dimaknai oleh tiap generasi.
Perpustakaan dalam Lintasan Generasi
Dalam diskusi tersebut, para narasumber berbagi cerita tentang pengalaman mereka berinteraksi dengan perpustakaan sejak masa sekolah hingga saat ini. Mereka juga membahas bagaimana perubahan zaman, teknologi, serta kebiasaan membaca memengaruhi cara generasi berbeda memanfaatkan perpustakaan.
Tidak hanya membahas nostalgia, podcast ini juga menyoroti pentingnya perpustakaan sebagai ruang literasi yang adaptif terhadap kebutuhan generasi muda. Perpustakaan kini tidak hanya menyediakan koleksi bacaan, tetapi juga menghadirkan berbagai program kreatif yang terbuka bagi masyarakat.
Ruang Diskusi Literasi di Era Digital
Podcast ini dipublikasikan melalui kanal resmi YouTube Perpustakaan Jakarta Barat sebagai bentuk pemanfaatan media digital untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Melalui platform ini, perpustakaan berharap dapat menghadirkan konten literasi yang relevan, inspiratif, dan mudah diakses oleh berbagai kalangan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa perpustakaan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Dengan menghadirkan dialog lintas generasi, Perpustakaan Jakarta Barat berupaya memperkuat perannya sebagai ruang belajar, ruang berbagi cerita, sekaligus ruang tumbuh bagi seluruh lapisan masyarakat.
Penulis : Putra Ananda Rajagukguk, Luse Dotrika Aruan, Evlin Nehemia HarianjaEditor : Norma Tridiana
Baca Artikel
Artikel Lainnya
Artikel
Perpustakaan Jakarta Barat Kenalkan Literasi Melalui Program KECAPI (Kreasi, Eksplorasi, dan Cakap Berliterasi)
Suhaena
•
Selasa, 24 Februari 2026
Perpustakaan Jakarta Barat menghadirkan program wisata literasi bertajuk KECAPI (Kreasi, Eksplorasi, dan Cakap Berliterasi) sebagai upaya menumbuhkan minat baca dan kreativitas anak sejak dini. Program ini dirancang sebagai kegiatan edukatif yang menyenangkan, sekaligus memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang ramah dan inspiratif bagi masyarakat.
KECAPI menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengenal dunia literasi melalui berbagai aktivitas interaktif. Tidak hanya sekadar membaca, peserta diajak untuk memahami bahwa literasi dapat dikembangkan melalui pengalaman yang menyenangkan dan penuh eksplorasi. KECAPI dapat diikuti oleh siswa jenjang TK/PAUD, SD, SMP dan SMA di Jakarta Barat.
Mengenal Perpustakaan dengan Cara yang Seru
Kegiatan diawali dengan pengenalan layanan dan fasilitas Perpustakaan Jakarta Barat. Anak-anak diajak untuk mengenal koleksi buku, ruang baca, serta layanan yang ada di Perpustakaan Jakarta Barat. Salah satu koleksi spesial yang dimiliki Perpustakaan Jakarta Barat adalah buku pop up dan koleksi braille (buku untuk tuna netra). Melalui sesi ini, anak-anak diharapkan semakin dekat dengan perpustakaan dan menjadikannya sebagai tempat belajar yang menyenangkan dan ramah untuk disabilitas.
Salah satu kegiatan yang paling dinantikan adalah sesi read aloud dan mendongeng. Dalam suasana yang hangat dan interaktif, peserta mendengarkan cerita yang dibacakan dengan ekspresif, kemudian diajak berdiskusi ringan tentang pesan moral dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Metode ini tidak hanya melatih kemampuan menyimak, tetapi juga membangun imajinasi dan keberanian anak untuk berpendapat.
Kreasi dan Eksplorasi Literasi
Sesuai dengan namanya, KECAPI juga menghadirkan berbagai kegiatan kreatif seperti mewarnai bersama, membuat jurnal membaca, serta aktivitas kreasi lainnya yang mendorong anak mengekspresikan pemahamannya terhadap buku yang telah dibaca. Kegiatan ini membantu anak mengembangkan keterampilan motorik halus sekaligus memperkuat daya ingat terhadap isi bacaan.
Pada sesi eksplorasi literasi, peserta diberikan kesempatan untuk memilih dan membaca buku koleksi Perpustakaan Jakarta Barat secara mandiri. Dengan pendampingan yang tepat, anak-anak belajar menemukan buku sesuai minatnya, sehingga kegiatan membaca terasa lebih personal dan menyenangkan.
Perpustakaan sebagai Ruang Tumbuh Literasi
Melalui program KECAPI, Perpustakaan Jakarta Barat menegaskan perannya sebagai pusat pembelajaran yang adaptif di tengah perkembangan zaman. Perpustakaan tidak lagi hanya menjadi tempat meminjam buku, tetapi juga ruang tumbuh yang mendorong kreativitas, eksplorasi, dan kecakapan berliterasi sejak usia dini.
Program ini diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan yang memperkuat budaya baca di masyarakat, sekaligus menciptakan pengalaman literasi yang berkesan bagi setiap peserta yang berkunjung.Penulis : Putra Ananda Rajagukguk, Luse Dotrika Aruan, Evlin Nehemia HarianjaEditor : Norma Tridiana
Baca Artikel
Artikel Lainnya
Artikel
1 dari 12 Warga Jakarta Senang Membaca
Administrator
•
Kamis, 29 Januari 2026
Hasil pengukuran Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Provinsi DKI Jakarta yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta menunjukkan bahwa 82,26% warga DKI Jakarta merasa senang saat membaca buku. Hal ini selaras dengan kecenderungan 89,99% responden yang mengaku bahwa mereka membaca atas kemauan pribadi tanpa ada paksaan dari pihak lain.
Sumber: Laporan Akhir Hasil Pengukuran Tingkat Kegemaran Membaca Tahun 2025
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta kembali melakukan pengukuran Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) dan terus mencatat peningkatan indeks literasi dari tahun ke tahun. Secara keseluruhan, tingkat kegemaran membaca di DKI Jakarta memperoleh skor 73,26 atau meningkat 0,33 poin dari tahun sebelumnya yaitu 72,93. Angka tersebut mencerminkan kuatnya budaya literasi dan partisipasi aktif masyarakat dalam aktivitas membaca. Dari 2.538 responden yang menjadi sampel, 82,26% responden merasa senang saat membaca buku dan mengaku bahwa aktivitas tersebut dilakukan atas kemauan pribadi tanpa ada paksaan dari pihak lain. Kesenangan akan membaca ini dapat menjadi fondasi terciptanya budaya literasi masyarakat.
Pengukuran TKM kali ini mengacu pada Peraturan Perpusnas RI Nomor 9 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengukuran Tingkat Kegemaran Membaca. Berdasarkan peraturan tersebut, terdapat perubahan signifikan terhadap dimensi yang membentuk tingkat kegemaran membaca masyarakat. Sebelumnya, pengukuran dilakukan dengan menggunakan 5 dimensi yaitu frekuensi membaca, durasi membaca, jumlah bahan bacaan, frekuensi akses internet, dan durasi akses internet. Tahun ini, pengukuran dilakukan dengan 3 dimensi saja, yaitu fase pra membaca, fase saat membaca, dan fase pasca membaca. Masing-masing dimensi tersebut terdiri dari berbagai variabel dan indikator yang dibentuk untuk memberi gambaran kegemaran membaca masyarakat secara lebih komprehensif.
Aktivitas Membaca Buku di Taman Menteng dalam Kegiatan Kolaborasi Dispusip bersama Baca Bareng SBC Jakarta
Dimensi pra membaca terbentuk dari 4 varibel yaitu motivasi membaca, model akses dan kebiasaan membaca, pembelajaran sosial, serta konsep budaya literasi. Dimensi ini berusaha menangkap ketersediaan akses dan dorongan masyarakat sebelum melakukan aktivitas membaca. Dengan skor 65,05, dimensi ini menunjukkan bahwa masyarakat DKI Jakarta memiliki dorongan membaca yang tinggi dengan akses buku dan lingkungan membaca yang mendukung.
Dimensi selanjutnya, saat membaca, memperoleh skor yang lebih tinggi yaitu 71,24 yang terbentuk dari 2 variabel yaitu perilaku membaca dan literasi sosial. Fase ini berupaya menangkap perilaku membaca masyarakat, termasuk pola interaksi untuk memahami bacaan. Interaksi yang dimaksud tidak terbatas pada interaksi terhadap bacaan, namun juga interaksi dengan masyarakat sekitarnya dalam rangka pengembangan pemahaman.
Fase terakhir diukur dalam dimensi setelah membaca yang terdiri dari dampak membaca dan nilai tambah yang diharapkan. Dimensi ini mencoba menangkap hasil yang diperoleh masyarakat setelah aktivitas membaca. Berdasarkan hasil pengukuran TKM dengan 79,67 poin, masyarakat memperoleh dampak yang signifikan dari aktivitas membaca. Mulai dari bertambahnya pengetahuan, meningkatnya kemampuan membaca dan komunikasi, hingga perasaan senang dan bahagia usai membaca.
Seorang Ayah tampak membacakan buku saat mengikuti Piknik Baca dalam Festival Literasi Jakarta 2025 di Taman Ismail Marzuki.
Dari sekian indikator yang membentuk variabel pengukuran TKM, beberapa indikator nampak memperlihatkan peran penting lingkungan sekitar dalam membentuk kesenangan membaca. Dimensi pra membaca menggambarkan adanya dorongan yang signifikan dari tokoh keluarga, tokoh publik, dan teman dalam membentuk kegemaran membaca. 60,15% responden menyatakan terinspirasi untuk membaca karena sering melihat anggota keluarga membaca. Hal itu didukung dengan adanya rekomendasi buku dari teman (65,01%) dan tokoh publik (57,21%) seperti penulis, influencer, akademisi, atau figur di media sosial.
Aktivitas Membaca di Perpustakaan Jakarta Cikini
Dimensi saat membaca juga menunjukkan hal serupa. Terbukti dari 76,74% responden menyatakan bahwa mereka cenderung tertarik untuk berdiskusi dengan orang lain tentang isi sebuah buku. Berakhir pada 90,45% responden yang mengaku dapat berkomunikasi dengan lebih baik dalam dimensi setelah membaca, sekaligus adanya peningkatan perasaan senang dan bahagia usai membaca (89,15 responden).
Kesenangan masyarakat akan membaca ini tentu menjadi fondasi yang kokoh untuk pengembangan literasi kota. Kondisi tersebut perlu diperkuat dengan membentuk ekosistem literasi yang terdiri dari pemerintah, akademisi, komunitas, dan dunia usaha yang saling bersinergi dalam berbagai kegiatan literasi.
Baca Artikel
Artikel Lainnya
Belum Ada Postingan
Tetap terhubung untuk mendapatkan postingan terbaru dari kami.