Tim Jurusan Teknik Polije Ciptakan Smart Bin Berbasis IoT untuk Pilah Sampah Otomatis - Politeknik Negeri Jember
Archived: 2026-04-23 17:20
Tim Jurusan Teknik Polije Ciptakan Smart Bin Berbasis IoT untuk Pilah Sampah Otomatis - Politeknik Negeri Jember
Tim Jurusan Teknik Polije Ciptakan Smart Bin Berbasis IoT untuk Pilah Sampah Otomatis
Tim
Jurusan Teknik
Politeknik Negeri Jember (Polije) menciptakan
smart bin
berbasis IoT guna mempermudah pengelolaan limbah kampus. Tim yang beranggotakan dosen dan mahasiswa Jurusan Teknik ini menyebut perangkat cerdas ini mampu memilah sampah secara otomatis dan mengirimkan data secara
real-time
.
Muhammad Ar Rafi’, mahasiswa pengembang, menjelaskan bahwa inovasi ini bertujuan menekan pencemaran lingkungan. Sistem tersebut mengandalkan sensor canggih untuk mengenali jenis sampah yang masuk.
“Proyek ini mengembangkan
smart bin
yang memiliki sensor otomatis untuk memisahkan tiga jenis sampah,” ujar Ar Rafi’.
Kemudian, ia menyebut mikrokontroler ESP32 sebagai kunci utama kecerdasan alat ini. Teknologi tersebut menghubungkan tempat sampah fisik dengan jaringan digital secara efisien.
“Sistem ini menggunakan kontrol ESP32 sebagai dasar integrasi dengan
Internet of Things
(IoT),” jelas Ar Rafi’.
Selain itu, Ar Rafi’ memastikan sistem notifikasi akan mempercepat kerja petugas kebersihan. Pemantauan jarak jauh ini mencegah sampah meluap dari wadahnya.
“Melalui IoT, petugas memantau kondisi tempat sampah secara
real-time
dan menerima notifikasi saat penuh,” tambahnya.
Sementara itu, dosen pembimbing
Wendy Triadji Nugroho
memuji kemampuan alat ini dalam memilah sampah organik dan anorganik. Saat ini, kampus berencana memperluas penggunaan
smart bin
ke seluruh unit Polije.
“Mahasiswa mengembangkan inovasi
smart bin
yang menggunakan sensor untuk membuka dan menutup secara otomatis,” tutur Wendy.
Selanjutnya, ia merancang aplikasi ponsel untuk mempercepat respon pengelolaan limbah. Dengan demikian, pihak pengelola dapat memantau kondisi lapangan kapan saja melalui ponsel.
“Ke depan, kami mengintegrasikan sistem ini agar mengirim notifikasi ke ponsel saat kapasitas sampah penuh,” ungkap Wendy.
Terakhir, Wendy menargetkan kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mengimplementasikan teknologi ini di masyarakat. Langkah ini menjadi wujud nyata pengabdian Polije bagi lingkungan Kabupaten Jember.
“Target jangka panjang kami adalah menyelesaikan masalah sampah di kampus serta menjalin kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup,” pungkas Wendy.
Tim Jurusan Teknik Polije Ciptakan Smart Bin Berbasis IoT untuk Pilah Sampah Otomatis
Tim
Jurusan Teknik
Politeknik Negeri Jember (Polije) menciptakan
smart bin
berbasis IoT guna mempermudah pengelolaan limbah kampus. Tim yang beranggotakan dosen dan mahasiswa Jurusan Teknik ini menyebut perangkat cerdas ini mampu memilah sampah secara otomatis dan mengirimkan data secara
real-time
.
Muhammad Ar Rafi’, mahasiswa pengembang, menjelaskan bahwa inovasi ini bertujuan menekan pencemaran lingkungan. Sistem tersebut mengandalkan sensor canggih untuk mengenali jenis sampah yang masuk.
“Proyek ini mengembangkan
smart bin
yang memiliki sensor otomatis untuk memisahkan tiga jenis sampah,” ujar Ar Rafi’.
Kemudian, ia menyebut mikrokontroler ESP32 sebagai kunci utama kecerdasan alat ini. Teknologi tersebut menghubungkan tempat sampah fisik dengan jaringan digital secara efisien.
“Sistem ini menggunakan kontrol ESP32 sebagai dasar integrasi dengan
Internet of Things
(IoT),” jelas Ar Rafi’.
Selain itu, Ar Rafi’ memastikan sistem notifikasi akan mempercepat kerja petugas kebersihan. Pemantauan jarak jauh ini mencegah sampah meluap dari wadahnya.
“Melalui IoT, petugas memantau kondisi tempat sampah secara
real-time
dan menerima notifikasi saat penuh,” tambahnya.
Sementara itu, dosen pembimbing
Wendy Triadji Nugroho
memuji kemampuan alat ini dalam memilah sampah organik dan anorganik. Saat ini, kampus berencana memperluas penggunaan
smart bin
ke seluruh unit Polije.
“Mahasiswa mengembangkan inovasi
smart bin
yang menggunakan sensor untuk membuka dan menutup secara otomatis,” tutur Wendy.
Selanjutnya, ia merancang aplikasi ponsel untuk mempercepat respon pengelolaan limbah. Dengan demikian, pihak pengelola dapat memantau kondisi lapangan kapan saja melalui ponsel.
“Ke depan, kami mengintegrasikan sistem ini agar mengirim notifikasi ke ponsel saat kapasitas sampah penuh,” ungkap Wendy.
Terakhir, Wendy menargetkan kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mengimplementasikan teknologi ini di masyarakat. Langkah ini menjadi wujud nyata pengabdian Polije bagi lingkungan Kabupaten Jember.
“Target jangka panjang kami adalah menyelesaikan masalah sampah di kampus serta menjalin kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup,” pungkas Wendy.