Sejarah Universitas Nasional – Universitas Nasional

Source: https://www.unas.ac.id/sejarah-universitas-nasional

Archived: 2026-04-23 17:14

Sejarah Universitas Nasional – Universitas Nasional
Skip to content
SEJARAH
Universitas Nasional
Universitas Nasional (selanjutnya disebut UNAS) adalah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) tertua di Jakarta dan kedua tertua di Indonesia. Didirikan pada tanggal 15 Oktober 1949 atas prakarsa tokoh-tokoh terkemuka yang berhimpun dalam Perkumpulan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (PMIK). Para pendiri terdiri dari: R. Teguh Suhardjo Sastrosuwingnyo, Mr. Sutan Takdir Alisjahbana, Mr. Soedjono Hardjosoediro, Prof. Sarwono Prawirohardjo, Mr. Prajitno Soewondo, Hazil, Kwari Katjabrata, Dr. Djoehana, R.M. Soebagio, Mr. Adam Bachtiar, Ny. Noegroho , Drs. Adam Bachtiar, Dr. Bahder Djohan, Dr. Leimena, Ir. Abd Karim, Prof. Dr. Soetomo Tjokronegoro, Mr. Ali Budiharjo, Poerwodarminta, Mr. Soetikno, Ir. TH. A. Resink, DR. Soemitro Djojohadikusumo, Noegroho, Soejatmiko, H.B. Jassin, Mochtar Avin, L. Damais, A. Djoehana, Nona Boediardjo dan Nona Roekmini Singgih.
Target
Pendirian UNAS saat itu ditujukan untuk menampung lulusan SLTA di Jakarta yang tidak mau memasuki Universitas Van Indonesia milik Pemerintah Kolonial-Belanda. Bahkan, ditengah revolusi fisik perjuangan kemerdekaan, UNAS juga menjadi “Benteng terdepan” perjuangan rakyat Indonesia di Jakarta. Atas dedikasi tersebut, maka pada lustrum UNAS yang kedua, 1959, Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno menganugerahkan gelar “UNIVERSITAS PERJUANGAN”.
Pada awal dirintisnya UNAS pada 1946, dibentuklah 2 (dua) panitia. Panitia pertama bertugas menyelidiki bagaimana dapat menggiatkan kehidupan ilmu dalam masyarakat Indonesia dengan susunan sebagai berikut :
Dr. Leimena
IR. Abd. Karim
Prof. Dr. Soetomo Tjokronegoro
Mr. Ali Budihardjo
Ir. Th. A. Resink
Dr. Soemitro Djojohadikusumo
Sedangkan panitia kedua bertugas memotivasi usaha menggairahkan kegiatan kehidupan kebudayaan yang beranggotakan :
Nugroho
Soejatmoko
H.B.Jassin
Muchtar Avin
A. Djoehana
Nona Budihardjo
Nona Rukmini Singgih
Usaha yang mula-mula dilakukan adalah penyeleggaraan kursus yang meliputi bidang- bidang ekonomi, sosiologi, politik dan filsafat yang dipimpin oleh Drs. Adam Bachtiar. Kursus-kursus tersebut bertujuan memberi dasar pemahaman ilmu pengetahuan bagi setiap warga negara dalam tanggung jawabnya mengisi kemerdekaan. Pada tahun yang sama, 1946, diadakan juga SMA sore untuk memberi kesempatan bagi mereka yang bekerja pagi. Dalam perkembangannya, kursus-kursus tersebut bertambah. Oleh karena itu pada Oktober 1949, atas desakan 400 lulusan SMA Republik Indonesia, PMIK kemudian mengumumkan dibukanya AKADEMI NASIONAL yang membawahi 5 (lima) Fakultas, yakni: Fakultas Sosial, Ekonomi dan Politik; Fakultas Biologi; Fakultas Matematika dan Fisika; Fakultas Sastra Indonesia dan; Fakultas Sastra Inggris.
Dipilihnya nama Akademi, bukan Universitas, dimaksudkan untuk menghindari peraturan kolonial yang ketika itu masih berlaku untuk Jakarta. Langkah maju PMIK ini mendapat sambutan positif secara luas segenap lapisan masyarakat. Kuliah pertama yang dilakukan sederhana pada tanggal 15 Oktober 1949 adalah momentum historis yang mengawali perjuangan dan perjalanan UNAS, sehingga tanggal tersebut ditetapkan sebagai HARI JADI UNIVERSITAS NASIONAL.Pada 22 Desember 1949, Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang berkedudukan di Yogyakarta memberikan pengakuan dan persamaan penuh kepada Akademi Nasional dengan surat No. 548/S. Berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku, pada 1 September 1954 melalui Notaris Mr. R. Soewandi maka Perkumpulan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan berubah menjadi Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK).
YMIK
merupakan lembaga nirlaba yang bertujuan untuk mendukung dan memperkuat Universitas Nasional, dengan fokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Sebagai lembaga non-profit, YMIK berperan dalam menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk mendukung kegiatan akademik, penelitian, dan pengembangan di Universitas Nasional, dengan harapan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan negara.
Perkembangan UNAS selanjutnya membentuk sejumlah lembaga dan pusat pengkajian yang dikoordinir Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM). Lembaga ini bertujuan untuk :
Melakukan pembinaan, pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, teknologi dan seni melalui kegiatan penelitian. Mengamalkan ilmu, teknologi, dan seni melalui peningkatan relevansi program Universitas dengan kebutuhan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Pengembangan lain juga dilakukan lewat penataan kembali kedudukan Fakultas- fakultas yang ada di lingkungan Universitas Nasional dengan berpedoman pada aturan-aturan pemerintah yang telah digariskan, baik dengan penggabungan atau pemekaran Fakultas serta kurikulum yang digunakan. Sejak 2003 Universitas Nasional membawahi 7 (tujuh) Fakultas dengan 18 Jurusan. Disamping itu terdapat pula tiga Akademi dan Program Pascasarjana Ilmu Politik yang di masa mendatang akan dimekarkan.
Alumni Universitas Nasional
Ribuan alumni UNAS telah tersebar di berbagai bidang seperti politisi, pejabat pemerintahan, pakar ilmu pengetahuan, peneliti, professional bisnis, artis dan pengusaha. Sebagian diantaranya telah menempati tokoh nasional. Dalam era tiga presiden terakhir, alumni UNAS selalu berkiprah sebagai menteri, terakhir adalah Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, H. Syaifullah Yusuf, S.IP, selaku menteri termuda di Kabinet Indonesia Bersatu. Ada alumni yang menjadi pakar diplomasi seraya pernah menjabat menteri luar negeri adalah Mochtar Kusumaatmaja. Ada alumni yang pernah menjabat Duta Besar Indonesia untuk Malaysia yaitu Hadi Wayarabi. Ada alumni yang menjadi Doktor Ilmu Politik pertama di Indonesia yaitu Prof. Dr. Deliar Noer. Ada alumni yang menjadi pakar ilmu biologi yaitu Dr. Endang Suhara, APU atau Dr M Kasim Moosa, APU. Ada alumni yang menjadi peneliti ahli di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia yaitu Dr. Syarif Hidayat, APU dan Syamsuddin Haris, M.Si, APU. Ada alumni yang berprofesi sebagai artis dan pelawak legendaris seperti Ateng, Jimmy Gideon atau Unang serta banyak tokoh lainnya.
Tantangan & Peluang
Di era millennium ketiga saat ini, tantangan persaingan dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia semakin ketat. Komitmen untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan suprastruktur akademik menjadi tolak ukur masyarakat untuk memilih perguruan tinggi mana yang dapat menunjang prospek cerah masa depan calon mahasiswa. Sebagian anggota masyarakat bahkan menemui kendala biaya untuk meraih pendidikan tinggi bermutu. Terlebih setelah pemerintah mengurangi subsidi bagi perguruan tinggi negeri melalui program privatisasi, hal itu mengakibatkan peningkatan biaya sehingga sulit dijangkau masyarakat berpenghasilan terbatas.
Dalam tantangan tersebut,UNAS berupa terus konsisten dalam mempertahankan kualitas akademik dan kapasitas infrastruktur demi peningkatan kepercayaan masyarakat. Kurikulum UNAS kini berbasiskan kompetensi yang membekali alumni dengan skill, knowledge dan attitude yang siap dipertanggung jawabkan kiprah dan karirnya di masyarakat setelah lulus. UNAS juga meningkatkan kapasitas sistem informasi manajemen secara online sehingga civitas akademika dan masyarakat global dapat lebih mudah dan cepat berinteraksi dengan UNAS melalui media internet. Meski demikian pesatnya pengembangan yang dilakukan, UNAS tetap berkomitmen untuk mencerdaskan bangsa. Komitmen itu diwujudkan dengan menetapkan biaya kuliah yang berlandaskan falsafah: memberi kesempatan seluas-luasnya pada masyarakat untuk meraih pendidikan tinggi bermutu tinggi.
Sejak didirikannya UNAS, sejumlah tokoh yang memimpin UNAS adalah:
Prof. Soedjadi Setjonegoro 1949 -1951
Prof. Dr. Soekirno 1951-1965
Dr. Muh Sukmadi 1965-1968
Prof. Dr. Mr. Sutan Takdir Alisjahbana 1968-1992
Prof. Achmad Baiquni, MSc., Ph.D. 1993-1997
Prof. Drs. Umar Basalim, DES 1997-2009
Dr. El Amry Bermawi Putera, M.A. 2009-Sekarang
| HUBUNGI KAMI
Jl. Sawo Manila, Pejaten
Ps. Minggu Jakarta 12520
Telp: (021) 7806700
Faks: (021) 7802718
Email: info@unas.ac.id
| Fakultas
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Fakultas Hukum
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Fakultas Bahasa dan Sastra
Fakultas Teknik dan Sains
Fakultas Biologi dan Pertanian
Fakultas Teknologi Komunikasi dan Informatika
Fakultas Ilmu Kesehatan
| Badan / Biro - UPT
Biro Administrasi Akademik
Biro SDM
Biro Administrasi Keuangan
Biro Administrasi Umum
Biro Kemahasiswaan
Biro Penelitian dan Pengabdian
Biro Kerjasama
Badan Penjaminan Mutu
Badan Pengembangan Profesi
Badan Pengelola Sistem Informasi
Badan Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi
Badan Pengembangan Kurikulum
Marketing and Public Relations
Wirausaha Mandiri
Kantor Kerjasama Internasional (KKI)
Komisi Disiplin (Komdis)
| P2M
POPULIS
SIPPM UNAS
Open Journal System
Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Pusat Pengajian Islam
Pusat Pengkajian Politik dan Pengembangan Masyarakat
Journal of Social Political Sciences
Pusat studi energi berkelanjutan dan sumberdaya (CSERM)
| Twitter
| Layanan
Perpustakaan
Pendaftaran Mhs Baru
Pengumuman Camaru
Akademik Online
Web Kuliah
Webmail Unas
Webmail Civitas
Unas Weblog
| Tautan Lainnya
Informasi Loker
Tracer Study
Google-plus-g
Facebook
Twitter
Instagram
Youtube
Tiktok
Copyright © 2022 Universitas Nasional | Design by
BPSI Universitas Nasional
Pendaftaran Jalur Reguler
Pendaftaran Jalur RPL
Portofolio Fakultas
Jadwal pelaksanaan PLBA T.A 2025/2026
Hari : RABU
SESI : 1
Tanggal : 24 September 2025
Pukul : 07.00 – 12.00 WIB
Auditorium Universitas Nasional
FAKULTAS
FISIP
FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
FAKULTAS TEKNOLOGI  KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
SESI : 2
Pukul : 13.00 – 16.00 WIB
Tempat : Auditorium Universitas Nasional
FAKULTAS
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
FAKULTAS HUKUM
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
FAKULTAS BIOLOGI DAN PERTANIAN
Tempat : Auditorium Universitas Nasional
Hari : Kamis
Tanggal 25 September 2025
Pukul : 07.00 – 16.00 WIB
FISIP
FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
FAKULTAS TEKNOLOGI  KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
FAKULTAS HUKUM
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
FAKULTAS BIOLOGI DAN PERTANIAN
Tempat : Auditorium Universitas Nasional
Chat with Us!