BAB II Hasil Evaluasi Kinerja dan Realisasi Keuangan RKPD XXXXX XXXXX Tahun 2018 Triwulan IV 2.1 Hasil Evaluasi 1. DINAS PENDIDIKAN Pada tahun 2018 Dinas Pendidikan XXXXX melaksanakan 8 (delapan) program dan 188 kegiatan dengan total anggaran Rp4.504.537.984.485. Secara umum rata-rata realisasi anggaran Dinas Pendidikan masuk dalam kategori sedang, sementara itu rata-rata realisasi indikator kinerja program (outcome) masuk dalam kategori sangat tinggi. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program Peningkatan dan Pengelolaan… Tinggi 78% Program Pengelolaan Kendaraan… Rendah 51% Program Peningkatan Sarana dan Prasarana… Tinggi 87% Program Pengembangan Guru dan Tenaga… Sangat Tinggi 93% Program Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi 76% Program Pendidikan Khusus dan Layanan… Tinggi 77% Program Wajib Belajar 12 Tahun Tinggi 81% Program Pendidikan Anak Usia Dini dan… Sangat Rendah 36% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90%100% Realisasi Anggaran Program Dinas Pendidikan dan Penilaian Realisasi Kinerja Grafik 2.1 Realisasi Anggaran Program Dinas Pendidikan Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan Grafik 2.1, dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran per Program pada Dinas Pendidikan masuk dalam kategori sedang (66% ≤ 75%). Kondisi tersebut dipengaruhi oleh realisasi anggaran dengan kategori rendah dari (1) Program Pengelolaan KDO dan (2) Program Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat. II-1 Untuk program administrasi umum/penunjang, yakni Program Pengelolaan KDO yang tidak secara langsung mewujudkan sasaran indikator kinerja outcome, sifat dari penggunaan anggarannya adalah menyesuaikan dengan kebutuhan operasional instansi, sehingga program ini tidak dapat dituntut terealisasi 100%. Sementara itu Program Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat merupakan program prioritas dari Dinas Pendidikan yang realisasi anggaran nya berpengaruh terhadap tercapainya target indikator program/outcomes, sehingga realisasi perlu mencapai target yang direncanakan. Adapun penyebab realisasi anggaran Program Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyar tidak mencapai target dipengaruhi oleh kegiatan dengan anggaran besar yang tidak mencapai target, antara lain : 1. Kegiatan Penyediaan Alat Peraga Edukatif (APE) PAUD yang memiliki anggaran Rp9.475.785.000, namun tidak terealisasi (0%) disebabkan waktu yang tersedia untuk produksi dan distribusi tidak memenuhi. Selanjutnya untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program/outcome Dinas Pendidikan disajikan pada tabel di bawah ini. Tabel 2.1 Realisasi Kinerja Program Dinas Pendidikan XXXXX Tahun 2018 Realisasi Persentase Penilaian Program Indikator Program Target 2018 2018 Realisasi Realisasi Program Pendidikan Persentase Angka Partisipasi 86,35 % 74.28% 86% tinggi Anak Usia Dini dan Kasar PAUD (3-6 Tahun) Pendidikan Masyarakat Jumlah lembaga kursus dan 800 sangat 249 lembaga 321% pelatihan terakreditasi lembaga tinggi Program Wajib Belajar Persentase Angka Partisipasi sangat 12 Tahun Murni SMP/MTs 86,73% 83,27% 96% tinggi Persentase Angka Partisipasi sangat 74,65% 76,83% 102% Murni SMA/SMK/MA tinggi Rata-rata lama sekolah 11,02 sangat 11,1 Tahun 99,27% penduduk usia diatas 15 tahun tahun tinggi Persentase Angka Putus 0,29 % 1,01 72% sedang Sekolah Jenjang SMA/MA/SMK Rata-rata lama sekolah sangat 11,1 tahun 11,02 99,27% penduduk XXXX tinggi Persentase Angka Putus sangat 0,01 % 0,08% 7% Sekolah Jenjang SD/MI rendah Persentase Angka Putus Sangat 0,09 % 0,45% 36% Sekolah Jenjang SMP/MTs rendah Persentase penerima Kartu 100 % 100% 100% sangat II-2 Realisasi Persentase Penilaian Program Indikator Program Target 2018 2018 Realisasi Realisasi XXXX XXX (XXX) XXX yang tinggi bersekolah Program Pendidikan Persentase sekolah yang Khusus dan Layanan memenuhi syarat pendidikan 0% 82,34% Na Na Khusus inklusi Persentase sekolah yang sudah sangat menerima peserta didik 61,8 % 86,02 139% tinggi berkebutuhan khusus Program Peningkatan Persentase kelulusan SD, SMP, sangat 100 % 100% 100% Mutu Pendidikan SMA, SMK tinggi Rata-rata nilai Ujian Nasional/Ujian Sekolah sangat 66,04 poin 6,09 poin 9,22% Madrasah Berbasis Daerah SD, rendah SMP, SMA, SMK Persentase Sekolah sangat 70,03% 67,45 96% terakreditasi A tinggi Persentase SD/SDLB 0% 19.31 Na Na berakreditasi Minimal B Persentase SMP/SMPLB Na 0% 29.58 Na berakreditasi Minimal B Persentase SMA/SMALB Na 0% 16.26 Na berakreditasi Minimal B Persentase paket keahlian SMK Na 0% 42.41 Na berakreditasi minimal B Persentase SD/SDLB yang Na 0% 95.91 Na memenuhi SPM Persentase SMP/SMPLB yang Na 0% 96.23 Na memenuhi SPM Persentase Kelulusan Jenjang 100% sangat 100 % 100 % SD/MI tinggi Persentase Kelulusan Jenjang 100% sangat 100 % 100 % SMP/MTs tinggi Persentase Kelulusan Jenjang 100% sangat 100 % 100 % SMA/MA tinggi Persentase Kelulusan Jenjang sangat 100 % 100 % 100% SMK tinggi Rata-rata Nilai Ujian Nasional / Ujian Sekolah / Madrasah 66,85 sangat 68.43 102% Berbasis Daerah Jenjang poin tinggi SMP/MTs Rata-rata Nilai Ujian Nasional / 66,04 sangat Ujian Sekolah / Madrasah 65.5 99% poin tinggi Berbasis Daerah Jenjang SMK Rata-rata Nilai Ujian Nasional / sangat Ujian Sekolah / Madrasah 72 poin 65.43 90% tinggi Berbasis Daerah Jenjang SD/MI Rata-rata Nilai Ujian Nasional / Ujian Sekolah / Madrasah 66,25 sangat 72,37 109% Berbasis Daerah Jenjang poin tinggi SMA/MA Program Persentase guru yang Pengembangan Guru kompeten sangat 77,72% 78,87 101% dan Tenaga tinggi Kependidikan Program Peningkatan Persentase sekolah yang sangat Sarana dan Prasarana memiliki sarana dan prasarana 85,04% 83,07 97,68% tinggi Pendidikan sesuai Standar Nasional II-3 Realisasi Persentase Penilaian Program Indikator Program Target 2018 2018 Realisasi Realisasi Pendidikan (SNP) Program Pengelolaan indeks kepuasan pelayanan sangat Kendaraan Operasional kendaraan operasional 4 index 4 indeks 100% tinggi Urusan Pendidikan Program Peningkatan dan Pengelolaan indeks kepuasan pelayanan sangat 4 indeks 4 indeks 100% Kantor Urusan kantor tinggi Pendidikan Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata realisasi indikator kinerja program Dinas Pendidikan masuk dalam kategori Sangat tinggi (91% ≤ 100%). Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Dinas Pendidikan yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. Tabel 2.2 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan Dinas Pendidikan Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Indikator Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) Program Pendidikan Persentase Angka Kombinasi 1 Anak Usia Dini dan Partisipasi Kasar 1. Cenderung Tidak Efektif dalam Pendidikan PAUD (3-6 Tahun) perencanaan target indikator Masyarakat (ambisius) 86% 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan anggaran (kurang realisastis) 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan/kelebihan anggaran 36% Jumlah lembaga Kombinasi 7 kursus dan 1. Cenderung tidak efektif dalam pelatihan perencanaan target indikator terakreditasi (pesimis) 321% 2. Cenderung sangat tidak efisien dalam perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Program Wajib Belajar Persentase Angka Kombinasi 4 12 Tahun Partisipasi Murni 1. Cenderung efektif dalam SMP/MTs 96% 81% perencanaan target indikator 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan anggaran (kurang II-4 Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Indikator Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Persentase Angka Kombinasi 4 Partisipasi Murni 1. Cenderung efektif dalam SMA/SMK/MA perencanaan target indikator 2. Cenderung tidak efisien dalam 102% perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Rata-rata lama Kombinasi 4 sekolah penduduk 1. Cenderung efektif dalam usia diatas 15 perencanaan target indikator tahun 2. Cenderung tidak efisien dalam 99,27% perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Persentase Angka Kombinasi 1 Putus Sekolah 1. Cenderung Tidak Efektif dalam Jenjang perencanaan target indikator SMA/MA/SMK (ambisius) 72% 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan anggaran (kurang realisastis) 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan/kelebihan anggaran Rata-rata lama Kombinasi 4 sekolah penduduk 1. Cenderung efektif dalam XXXX perencanaan target indikator 2. Cenderung tidak efisien dalam 99,27% perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Persentase Angka Kombinasi 1 Putus Sekolah 1. Cenderung Tidak Efektif dalam Jenjang SD/MI perencanaan target indikator (ambisius) 7% 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan anggaran (kurang realisastis) 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan/kelebihan anggaran Persentase Angka Kombinasi 1 Putus Sekolah 1. Cenderung Tidak Efektif dalam Jenjang SMP/MTs perencanaan target indikator (ambisius) 36% 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan anggaran (kurang realisastis) 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan/kelebihan anggaran Persentase Kombinasi 4 100% penerima Kartu 1. Cenderung efektif dalam II-5 Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Indikator Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) XXXX XXX (XXX) perencanaan target indikator XXXX yang 2. Cenderung tidak efisien dalam bersekolah perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Program Pendidikan Persentase Khusus dan Layanan sekolah yang Na Na Khusus memenuhi syarat pendidikan inklusi Persentase Kombinasi 7 sekolah yang 1. Cenderung tidak efektif dalam sudah menerima 77% perencanaan target indikator peserta didik (pesimis) berkebutuhan 139% 2. Cenderung sangat tidak efisien khusus dalam perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Program Peningkatan Persentase Kombinasi 4 Mutu Pendidikan kelulusan SD, SMP, 1. Cenderung efektif dalam SMA, SMK perencanaan target indikator 2. Cenderung tidak efisien dalam 100% perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Rata-rata nilai Kombinasi 1 Ujian 1. Cenderung Tidak Efektif dalam Nasional/Ujian perencanaan target indikator Sekolah Madrasah (ambisius) Berbasis Daerah 9,22% 2. Cenderung tidak efisien dalam SD, SMP, SMA, perencanaan anggaran (kurang SMK realisastis) 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan/kelebihan anggaran Persentase Kombinasi 4 Sekolah 76% 1. Cenderung efektif dalam terakreditasi A perencanaan target indikator 2. Cenderung tidak efisien dalam 96% perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Persentase SD/SDLB Na Na berakreditasi Minimal B Persentase Na SMP/SMPLB Na berakreditasi Minimal B Persentase Na SMA/SMALB Na berakreditasi Minimal B II-6 Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Indikator Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) Persentase paket Na keahlian SMK Na berakreditasi minimal B Persentase Na SD/SDLB yang Na memenuhi SPM Persentase Na SMP/SMPLB yang Na memenuhi SPM Persentase 100% Kombinasi 4 Kelulusan Jenjang 1. Cenderung efektif dalam SD/MI perencanaan target indikator 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Persentase 100% Kombinasi 4 Kelulusan Jenjang 1. Cenderung efektif dalam SMP/MTs perencanaan target indikator 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Persentase 100% Kombinasi 4 Kelulusan Jenjang 1. Cenderung efektif dalam SMA/MA perencanaan target indikator 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Persentase Kombinasi 4 Kelulusan Jenjang 1. Cenderung efektif dalam SMK perencanaan target indikator 2. Cenderung tidak efisien dalam 100% perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Rata-rata Nilai Kombinasi 4 Ujian Nasional / 1. Cenderung efektif dalam Ujian Sekolah / perencanaan target indikator Madrasah Berbasis 2. Cenderung tidak efisien dalam 102% Daerah Jenjang perencanaan anggaran (kurang SMP/MTs realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Rata-rata Nilai Kombinasi 4 Ujian Nasional / 1. Cenderung efektif dalam Ujian Sekolah / perencanaan target indikator 99% Madrasah Berbasis 2. Cenderung tidak efisien dalam Daerah Jenjang perencanaan anggaran (kurang SMK realistis) II-7 Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Indikator Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Rata-rata Nilai Kombinasi 4 Ujian Nasional / 1. Cenderung efektif dalam Ujian Sekolah / perencanaan target indikator Madrasah Berbasis 2. Cenderung tidak efisien dalam 90% Daerah Jenjang perencanaan anggaran (kurang SD/MI realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Rata-rata Nilai Kombinasi 4 Ujian Nasional / 1. Cenderung efektif dalam Ujian Sekolah / perencanaan target indikator Madrasah Berbasis 2. Cenderung tidak efisien dalam 109% Daerah Jenjang perencanaan anggaran (kurang SMA/MA realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Program Persentase guru Kombinasi 5 Pengembangan Guru yang kompeten 1. Cenderung efektif dalam dan Tenaga 101% 93% perencanaan target indikator Kependidikan 2. Cenderung efisien Perencanaan anggaran Program Peningkatan Persentase Kombinasi 4 Sarana dan Prasarana sekolah yang 1. Cenderung efektif dalam Pendidikan memiliki sarana perencanaan target indikator dan prasarana 2. Cenderung tidak efisien dalam 97,68% 87% sesuai Standar perencanaan anggaran (kurang Nasional realistis) Pendidikan (SNP) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Program Pengelolaan indeks kepuasan Kombinasi 4 Kendaraan pelayanan 1. Cenderung efektif dalam Operasional Urusan kendaraan perencanaan target indikator Pendidikan operasional 2. Cenderung tidak efisien dalam 100% 51% perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Program Peningkatan Kombinasi 4 dan Pengelolaan indeks kepuasan 1. Cenderung efektif dalam Kantor Urusan pelayanan kantor perencanaan target indikator Pendidikan 2. Cenderung tidak efisien dalam 100% 78% perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Sumber : Hasil Analisis Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa secara umum Dinas Pendidikan didominasi Kombinasi 4 II-8 yang bermakna perencanaan target indikator cenderung efektif, namun perencanaan anggaran kurang efektif. Meskipun demikian pada beberapa indikator masih ditemukan indikator program dengan realisasi >100% namun realisasi anggarannya <85%, hal ini dapat bermakna penetapan target indikator program terlalu pesimis, atau perencanaan anggaran terlampau tinggi. Sehingga dalam perspektif perencanaan tahun selanjutnya perlu penelaahan kembali target indikator program agar ditingkatkan, kemudian perlu dilakukan pemutakhiran standar harga untuk menciptakan perencanaan yang efektif dan efisien. Untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Dinas Pendidikan disajikan sample lima kegiatan yang memiliki anggaran tertinggi sebagaimana disajikan dalam Tabel 2.3 bawah ini. II-9 Tabel 2.3 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Dinas Pendidikan Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 Sangat Sangat Rehab Total Gedung Sekolah di XXXXX 1.833.046.465.858 100% 91,94% 100 lokasi 100% 93,4% Tinggi Tinggi KETERANGAN : 1 Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Terwujudnya saran prasaran yang memenuhi stansar Nasional BSN di 100 lokasi Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - 232.875 Penyediaan Bantuan Operasional Sekolah 251.913.308.822 100% 85,09% Tinggi peserta 100% 74% Sedang (BOS) SMPN/SMPLBN didik KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 2 Terlaksanyanya pendidikan yang berkualitas Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : - Solusi : - 631.237 Penyediaan Bantuan Operasional Sekolah Sangat 530.115.171.658 100% 87,30% Tinggi peserta 100% 100% (BOS) SDN/SDLBN Tinggi didik KETERANGAN : 3 Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 631.237 peserta didik Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - Peningkatan Kesejahteraan Tenaga Pendidik Sangat 11.957 Sangat 599.641.290.127 100% 94,60% 100% 100% Non PNS di Sekolah Negeri Tinggi orang Tinggi KETERANGAN : 4 Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Jumlah Pendidik Non PNS di Sekolah Negeri yang menjadi KKI Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - Peningkatan Kesejahteraan Tenaga Sangat 8.645 Sangat 433.545.116.095 100% 90,50% 100% 100% 5 Kependidikan Non PNS di Sekolah Negeri Tinggi orang Tinggi KETERANGAN : II-10 Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Jumlah Tenaga Kependidikan Non PNS di Sekolah Negeri yang menjadi KKI. (Pembayaran Gaji setiap bulan, Pembayaran BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan dan Asuransi Kesehatan untuk PHL Tenaga Kependidikan Non PNS di Sekolah Negeri Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - Sumber : Emonev 2018 dan Hasil DDW Dinas Pendidikan (diolah) II-11 Berdasarkan tabel di atas terdapat kegiatan Penyediaan BOS SD/SDLBN dengan serapan anggaran 87,30% namun realisasi fisik 100%. Kondisi tersebut dapat terjadi karena perbedaan persepsi mengenai realisasi anggaran. Pada prosesnya bidang memberikan anggaran ke sekolah, kemudian sekolah mempertanggungjawabkan dengan SPJ, namun sekolah tidak membuat SPJ 100%. Sementara itu bidang menganggap bahwa dengan diberikan uang ke sekolah, maka realisasi fisik mencapai 100%. Lebih lanjut terdapat pula perbedaan persepsi mengenai realisasi fisik versi XXXXX dengan versi Permendagri 86/2017. Versi XXXXX perhitungan realisasi fisik diperoleh dari alur proses kegiatan yang dilaksanakan, tanpa mengacu pada realisasi anggaran, sebagai contoh proses penyusunan TOR, Persiapan Lelang, dan seterusnya meskipun proses tersebut belum menggunakan anggaran namun secara otomatis perhitungan realisasi fisik meningkat (mengacu pada paragraf sebelumnya, ketika uang telah diberikan ke sekolah, maka realisasi fisik dianggap 100%). Sementara itu versi Permendagri 86/2017 perhitungan realisasi fisik mengacu pada besaran anggaran yang dikeluarkan, bobotnya disesuaikan dengan progres ketercapaian sasaran kegiatan yang ditargetkan. Adapun terdapat kelemahan penilaian realisasi fisik versi XXXXX karena berpotensi terjadi kekeliruan perhitungan, sebagai contoh suatu kegiatan memiliki target fisik 2 unit, proses kegiatan untuk mencapai target 2 unit tersebut telah dilaksanakan dan telah dikonversi menjadi bobot perhitungan realisasi fisik, namun karena suatu hal target fisik hanya terealisasi 1 unit. Karena perhitungan mengacu pada proses pelaksanaan kegiatan (bukan pada target “fisik 2 unit”) maka sangat berpotensi mengakibatkan tercatatnya persentase realisasi fisik 100%, meskipun target fisik kegiatan yang tercapai hanya 1 unit. II-12 Lebih lanjut, potensi kekeliruan pencatatan realisasi fisik maupun keuangan dapat diakibatkan dari aspek human error yang tidak tepat waktu dalam penginputan, atau tidak melakukan input sesuai kondisi real. 2. DINAS KESEHATAN Pada Tahun 2018 Dinas Kesehatan XXXXX melaksanakan 7 (tujuh) program dan 115 kegiatan dengan total anggaran program Rp1.966.543.416.712. Secara umum rata- rata realisasi anggaran Dinas Kesehatan masuk dalam kategori tinggi, begitu pula dengan rata-rata realisasi indikator kinerja program (outcome) yang masuk dalam kategori tinggi. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan Rendah 64.2 Program Pembinaan Upaya Kesehatan Tinggi 76.1 Program Kesehatan Masyarakat, Pencegahan… Sedang 74.5 Program Pengelolaan Kendaraan… Rendah 59.0 Program Peningkatan dan Pengelolaan… Tinggi 82.9 Program Pengembangan dan Pemberdayaan… Sangat Tinggi 91.7 Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan… Tinggi 86.3 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Realisasi Anggaran Program Dinas Pendidikan dan Penilaian Realisasi Kinerja Grafik 2.2 Realisasi Anggaran Dinas Kesehatan Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan Grafik 2.2 dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran program Dinas Kesehatan masuk dalam kategori tinggi (76% ≤ 90%). Selanjutnya untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program Dinas Kesehatan disajikan pada tabel di bawah ini. II-13 Tabel 2.4 Realisasi Indikator Kinerja Program Dinas Kesehatan Program Indikator Program Target Realisasi Persentase Interpretasi 2018 2018 Realisasi Program Jaminan Jumlah Peserta Penerima 5.732.908 5.167.929 90% tinggi Pemeliharaan Bantuan Iuran (PBI) Penduduk Penduduk Kesehatan Daerah Persentase penduduk XXXXX yang memiliki jaminan kesehatan sangat 95% 98% 96% melalui Sistem Jaminan tinggi Sosial Nasional (SJSN) Bidang Kesehatan Program Persentase SDM Pengembangan dan kesehatan yang sangat Pemberdayaan kompeten 100% 100% 100% tinggi Sumber Daya Kesehatan Program indeks kepuasan Peningkatan dan pelayanan kantor 4 indeks 3 indeks 75% sedang Pengelolaan Kantor Urusan Kesehatan Program indeks kepuasan Pengelolaan pelayanan kendaraan Kendaraan operasional 4 indeks 3 indeks 75% sedang Operasional Urusan Kesehatan Program Kesehatan Jumlah balita gizi buruk 274 balita 317 balita 84% tinggi Masyarakat, Persentase pemenuhan sangat 100% 44,44% 44,44% Pencegahan dan SPM kesehatan rendah Penanggulangan Jumlah kasus penyakit 1.555 1.157alert sangat Penyakit 125% potensial wabah alert kasus kasus tinggi Program Pembinaan Persentase fasilitas Upaya Kesehatan kesehatan dengan indeks 3,8 Poin 2,76 poin 72% sedang layanan > 3 Persentase fasilitas sangat kesehatan yang 27% 34,79% 128% tinggi memenuhi standar Persentase kota/kabupaten yang 6 Kota/Ka 6 Kota/Ka sangat 100% melaporkan data bupaten bupaten tinggi kesehatan Program Persentase fasilitas Kefarmasian dan kesehatan yang sangat Alat Kesehatan memberikan pelayanan 85% 87,01% 102% tinggi kefarmasian sesuai standar Persentase penyalur alat sangat kesehatan yang dipakai 80% 12,05% 15% rendah memenuhi standar Persentase ketersediaan sangat 100% 100% 100% obat dan vaksin tinggi Sumber : Emonev 2018 (diolah) II-14 Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata realisasi indikator kinerja program Dinas Kesehatan masuk dalam kategori kategori tinggi (76% ≤ 90%). Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Dinas Kesehatan yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. Tabel 2.5 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan Dinas Kesehatan Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Program Program Program Perencanaan (%) (%) Program Jumlah Peserta Kombinasi 4 Jaminan Penerima 1. Cenderung efektif dalam perencanaan Pemeliharaan Bantuan Iuran target indikator Kesehatan (PBI) 90% 2. Cenderung tidak efisien dalam Daerah perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Persentase Kombinasi 4 86,3% penduduk XXXXX 1. Cenderung efektif dalam perencanaan yang memiliki target indikator jaminan 2. Cenderung tidak efisien dalam kesehatan 96% perencanaan anggaran (kurang realistis) melalui Sistem 3. Kemungkinan terdapat kelebihan Jaminan Sosial anggaran Nasional (SJSN) Bidang Kesehatan Program Persentase SDM Kombinasi 5 Pengembangan kesehatan yang 1. Cenderung efektif dalam perencanaan dan kompeten target indikator 100% 91,7% Pemberdayaan 2. Cenderung efisien Perencanaan Sumber Daya anggaran Kesehatan Program indeks kepuasan Kombinasi 1 Peningkatan pelayanan kantor 1. Cenderung Tidak Efektif dalam dan perencanaan target indikator (ambisius) Pengelolaan 2. Cenderung tidak efisien dalam Kantor Urusan 75% 82,9 perencanaan anggaran (kurang Kesehatan realisastis) 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan/kelebihan anggaran Program indeks kepuasan Kombinasi 1 Pengelolaan pelayanan 75% 59% 1. Cenderung Tidak Efektif dalam Kendaraan kendaraan perencanaan target indikator (ambisius) II-15 Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Program Program Program Perencanaan (%) (%) Operasional operasional 2. Cenderung tidak efisien dalam Urusan perencanaan anggaran (kurang Kesehatan realisastis) 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan/kelebihan anggaran Program Jumlah balita gizi Kombinasi 1 Kesehatan buruk 1. Cenderung Tidak Efektif dalam Masyarakat, perencanaan target indikator (ambisius) Pencegahan dan 2. Cenderung tidak efisien dalam 84% Penanggulangan perencanaan anggaran (kurang Penyakit realisastis) 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan/kelebihan anggaran Persentase Kombinasi 1 pemenuhan SPM 1. Cenderung Tidak Efektif dalam kesehatan perencanaan target indikator (ambisius) 74,5% 2. Cenderung tidak efisien dalam 44,44% perencanaan anggaran (kurang realisastis) 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan/kelebihan anggaran Jumlah kasus Kombinasi 7 penyakit 1. Cenderung tidak efektif dalam potensial wabah perencanaan target indikator (pesimis) 125% 2. Cenderung sangat tidak efisien dalam perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Program Persentase Kombinasi 1 Pembinaan fasilitas 1. Cenderung Tidak Efektif dalam Upaya kesehatan perencanaan target indikator (ambisius) Kesehatan dengan indeks 2. Cenderung tidak efisien dalam 72% layanan > 3 perencanaan anggaran (kurang realisastis) 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan/kelebihan anggaran Persentase Kombinasi 7 fasilitas 1. Cenderung tidak efektif dalam kesehatan yang perencanaan target indikator (pesimis) 76,1% memenuhi 128% 2. Cenderung sangat tidak efisien dalam standar perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Persentase Kombinasi 4 kota/kabupaten 1. Cenderung efektif dalam perencanaan yang melaporkan target indikator data kesehatan 100% 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Program Persentase Kombinasi 4 102% 64,2% Kefarmasian fasilitas 1. Cenderung efektif dalam perencanaan II-16 Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Program Program Program Perencanaan (%) (%) dan Alat kesehatan yang target indikator Kesehatan memberikan 2. Cenderung tidak efisien dalam pelayanan perencanaan anggaran (kurang realistis) kefarmasian 3. Kemungkinan terdapat kelebihan sesuai standar anggaran Persentase Kombinasi 1 penyalur alat 1. Cenderung Tidak Efektif dalam kesehatan yang perencanaan target indikator (ambisius) dipakai 2. Cenderung tidak efisien dalam 15% memenuhi perencanaan anggaran (kurang standar realisastis) 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan/kelebihan anggaran Persentase Kombinasi 4 ketersediaan 1. Cenderung efektif dalam perencanaan obat dan vaksin target indikator 100% 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Sumber : Hasil Analisis Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa secara umum Dinas Kesehatan cenderung tidak efektif dalam perencanaan target indikator dan cenderung tidak efisien dalam perencanaan anggaran. Dengan demikian dalam perspektif perencanaan selanjutnya perlu ditelaah kembali penyusunan target indikator program (outcome) serta perlu ditelaah kembali target anggaran atau dilakukan pemutakhiran standar harga agar tercipta perencanaan yang efektif dan efisien. Untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Dinas Kesehatan disajikan sample lima kegiatan yang memiliki anggaran tertinggi sebagaimana disajikan dalam tabel di bawah ini. II-17 Tabel 2.6 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Dinas Kesehatan Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Realisasi Target Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Penilaian Indikator Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output 2018 output 2018 2018 2018 2018 1 Pelaksanaan Layanan Kesehatan di RSUD XXX 44.511.225.195 100% 59,16% rendah 1 tahun 100% 95% sangat tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Tersedianya pelayanan kesehatan di RSUD XXX : 4 layanan Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : 1. Proses rekrutmen pegawai yang lama, 2. Estimasi penggunaan obat terlalu besar, 3. Bahan pangan tidak terserap karena belum bisa membuka layanan rawat inap (terkait ketersediaan dokter spesialis). 2 Pelaksanaan Layanan Kesehatan di RSUD XXX 44.484.411.770 100% 61,80% rendah 1 tahun 100% 95% sangat tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Tersedianya pelayanan kesehatan di RSUD XXX : 3 layanan Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : - Solusi : - 3 Pembiayaan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan di luar sangat 100.000.000.000 100% 33,70% 1 tahun 100% 100% sangat tinggi Kuota dan Manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) rendah KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Terlaksananya Pembiayaan Jaminan Kesehatan diluar Kuota dan Manfaat Jaminan KeseEhatan nasional (JKN) Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Untuk KLB tidak bisa di Prediksi, Visum sudah dilakukan sosialisasi namun tagihan baru 1 rumah sakit, untuk MCU belum maksimal karena baru mulai dillaksnakan pada bulan 25 Oktober 2018. Solusi : - 4 Penilaian Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat XXXXX 248.100.000 100% 75,24 sedang 9 profesi 100% 100% sangat tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Terpilihnya 9 tenaga kesehatan teladan tingkat XXXXX Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : - Solusi : 5 Pembiayaan Premi Peserta Penerima Bantuan Iuran 100% 89,52% tinggi 12 bulan 100% 96% sanga tinggi (PBI) Daerah 1.582.282.608.000 KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : II-18 Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Realisasi Target Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Penilaian Indikator Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output 2018 output 2018 2018 2018 2018 Terbayarnya Premi Peserta PBI Daerah Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : - Solusi : - Sumber : Emonev 2018 dan Hasil DDW Dinas Kesehatan II-19 3. DINAS BINA MARGA Pada Tahun 2018 Dinas Bina Marga XXXXX melaksanakan 5 (lima) program dan 62 kegiatan dengan total anggaran program Rp 2.268.473.839.395. Secara umum rata- rata realisasi anggaran Dinas Bina Marga masuk dalam kategori sedang, sementara itu rata-rata realisasi indikator kinerja program (outcome) masuk dalam kategori sangat tinggi. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program Pengelolaan Kendaraan Operasional Rendah 52.68 Urusan pekerjaan umum dan penataan… Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor Rendah 58.66 Urusan pekerjaan umum dan penataan… Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Tinggi 85.88 Pekerjaan Umum Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Tinggi 87.62 Jembatan Program Pembangunan/Peningkatan Jalan dan Sangat Tinggi 92.66 Jembatan 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Realisasi Anggaran Program Dinas Bina Marga (%) Grafik 2.3 Realisasi Anggaran Dinas Bina Marga Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan Grafik 2. dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran program Dinas Bina Marga masuk dalam kategori sedang (66% ≤ 75%). Kondisi ini terjadi karena terdapat Program Pengelolaan KDO dan Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor yang memiliki realisasi rendah. Kedua program tersebut merupakan program administrasi umum/penunjang, yang tidak secara langsung mewujudkan sasaran indikator kinerja outcome, sifat dari penggunaan anggarannya adalah menyesuaikan dengan kebutuhan operasional instansi, sehingga program ini tidak dapat dituntut terealisasi 100%. II-20 Selanjutnya untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program Dinas Bina Marga disajikan pada tabel di bawah ini. Tabel 2.7 Realisasi Indikator Kinerja Program Dinas Bina Marga Indikator Target Realisasi Persentase Program Realisasi Interpretasi Program 2018 2018 Penambahan 0,0032% 0.0036% 112% sangat tinggi Program Road Ratio Pembangunan/Peningkatan Penambahan Jalan dan Jembatan Luas jalur 146400 m2 146400 m2 100% sangat tinggi pejalan kaki Presentase Program Kondisi Jalan Rehabilitasi/Pemeliharaan 96% 96,16% 100% sangat tinggi mantap pada Jalan dan Jembatan Jaringan Jalan Persentase Panjang Jalan Program Peningkatan Sarana yang memiliki dan Prasarana Pekerjaan 30000 m 48125 m 160% sangat tinggi Prasarana Umum jaringan Utilitas Program Peningkatan dan Indeks Pengelolaan Kantor Urusan kepuasan 4 (Indeks) 3 indeks 74% sedang pekerjaan umum dan penataan pelayanan ruang SKPD/XXX Bina Marga kantor Indeks Program Pengelolaan kepuasan Kendaraan Operasional Urusan pelayanan 3 (Indeks) 3 indeks 100% sangat tinggi pekerjaan umum dan penataan kendaraan ruang SKPD/XXX Bina Marga operasional Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata realisasi indikator kinerja program Dinas Bina Marga masuk dalam kategori kategori sangat tinggi (91% ≤ 100%). Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Dinas Bina Marga yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. II-21 Tabel 2.8 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan Dinas Bina Marga Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Indikator Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) Kombinasi 5 1. Cenderung efektif dalam Penambahan Road 112% perencanaan target indikator Ratio Program 2. Cenderung efisien Perencanaan Pembangunan/Pening anggaran 92,66% katan Jalan dan Kombinasi 5 Jembatan 1. Cenderung efektif dalam Penambahan Luas 100% perencanaan target indikator jalur pejalan kaki 2. Cenderung efisien Perencanaan anggaran Kombinasi 4 1. Cenderung efektif dalam Program perencanaan target indikator Presentase Kondisi Rehabilitasi/Pemelihar 2. Cenderung tidak efisien dalam Jalan mantap pada 100% 87,62% aan Jalan dan perencanaan anggaran (kurang Jaringan Jalan Jembatan realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 7 1. Cenderung tidak efektif dalam perencanaan target indikator Persentase Program Peningkatan (pesimis) Panjang Jalan yang Sarana dan Prasarana 160% 85,88% 2. Cenderung sangat tidak efisien memiliki Prasarana Pekerjaan Umum dalam perencanaan anggaran jaringan Utilitas (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 1 1.Cenderung Tidak Efektif dalam Program Peningkatan perencanaan target indikator dan Pengelolaan (ambisius) Kantor Urusan Indeks kepuasan 74% 58,66% 2.Cenderung tidak efisien dalam pekerjaan umum dan pelayanan kantor perencanaan anggaran (kurang penataan ruang realisastis) SKPD/XXX Bina Marga 3.Kemungkinan Terdapat kekurangan/kelebihan anggaran Kombinasi 4 Program Pengelolaan 1. Cenderung efektif dalam Kendaraan Indeks kepuasan perencanaan target indikator Operasional Urusan pelayanan 2. Cenderung tidak efisien dalam 100% 52,68% pekerjaan umum dan kendaraan perencanaan anggaran (kurang penataan ruang operasional realistis) SKPD/XXX Bina Marga 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Sumber : Hasil Analisis II-22 Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa secara umum Dinas Bina Marga cenderung efektif dalam perencanaan target indikator, namun cenderung tidak efisien dalam perencanaan anggaran, sehingga dalam perspektif perencanaan berikutnya dapat dipertimbangkan untuk melakukan pemuthakiran standar harga sehingga perencanaan anggaran tidak terlalu ambisius. Untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Dinas Bina Marga disajikan sample delapan kegiatan yang memiliki anggaran tertinggi sebagaimana disajikan dalam Tabel 2.9 di bawah ini. II-23 Tabel 2.9 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Dinas Bina Marga Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 1 Pengadaan Tanah Bina Marga di XXXXX 800.016.950.000 sangat sangat 100% 98,91 0 100% 97,60% XXXXX tinggi tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Pengadaan Tanah Kebinamargaan seluas 51.219 di lima wilayah XXXX. Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - 2 Pembangunan/Peningkatan Jalan-Jalan sangat 217.840 sangat 315.240.335.965 100% 90,34 100 100 Strategis di XXXXX XXXXX tinggi m2 tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Pekerjaan Aspal (Hot mix) di 36 lokasi seluas 414.691,16 m2 dengan panjang 59.117,28 m dan pekerjan beton di 21 Lokasi seluas 33.731,81 m2 dengan panjang 4.151,13 m dilengkapi marka. Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - 3 sangat 20.000 sangat Peningkatan Jalur XXX di XXXXX XXXXX 103.370.258.800 100% 95,24 100% 100% tinggi m2 tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Peningkatan jalur XXXy dengan Beton Cepat Keras di 31 Lokasi dengan luas 47.660 m2 dengan panjang 13.617,14 m yang tersebar di setiap XXX. Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - 4 Pembangunan trotoar dan bangunan sangat 31.100 sangat 100.000.000.000 100% 98,57 100% 100% pelengkap jalan XXXX Xxxx tinggi m2 tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Pembangunan Trotoar di 13 lokasi seluas 9.906,59 m2 dengan panjang 18.132,24 m dilengkapi dengan pelengkap jalan. Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - 5 Pembangunan trotoar dan bangunan sangat 31,100 sangat 100.000.000.000 100% 96,99 100% 100% pelengkap jalan XXXX XXXX tinggi m2 tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Pembangunan Trotoar di 28 lokasi seluas 59.023,66 m2 dengan panjang 17.282 m dilengkapi dengan pelengkap jalan. Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : II-24 Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 - 6 sangat sangat Pembangunan JPO di XXXXX XXXXX 68.303.604.400 100% 18,07 10 JPO 100% 19,85% rendah rendah KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 2 JPO Terlaksana yaitu JPO dan JPO . Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Sebagian lokasi belum mendapatkan rekomendasi dari Dishub, serta membutuhkan pembebasan tanah untuk kaki JPO. Solusi : Mendapatkan rekomendasi titiklokasi dari dishub dan melakukan pembebsan tanah terlebih dahulu untuk JPO yang membutuhkan lahan. 7 Pemeliharaan Simpang dan Jalan Tak 37,270 67.155.771.589 100% 72,47 sedang 100% 76% tinggi Sebidang di XXXXX XXXXX m2 KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Pekerjaan Aspal (hotmix) di 14 Lokasi seluas 166.109,49 m2, pekerjan beton 2 lokasi seluas 54,48 m2 dan perbaikan expansion join di 25 lokasi sepanjang 3.510,76 m dan pekerjaan marka jalan. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Penambhan Anggaran 20M pada perubahan tidak terserap maksimal karena waktu terbatas. Solusi : - 8 Pemeliharaan Trotoar dan Bangunan sangat sangat 50.000.000.000 100% 24,68 10 Lokasi 100% 30,70% Pelengkap Jalan di XXXXX XXXXX rendah rendah KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Pemeliharaan Trotoar di 2 lokasi, pemeliharaan JPO 10 Lokasi dan Pmeliharaan halte 10 Lokasi. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Terdapat paket yang agagl lelang berupa Pemeliharaan JPO karena tidak ada penyedia jasa yang memenuhi Kualifikasi. Solusi : Segera melakukan lelang di awal tahun agar tersedia waktu untuk mendapat penyedia yang sesuai kualifikasi. Sumber : Emonev 2018 dan Hasil DDW Dinas Bina Marga (diolah) II-25 4. DINAS CIPTA KARYA, TATA RUANG DAN PERTANAHAN Pada Tahun 2018 Dinas Cipta Karya, Tata Ruang Dan Pertanahan XXXXX melaksanakan 5 (lima) program dan 60 kegiatan dengan total anggaran program Rp 265.089.152.420. Secara umum rata-rata realisasi anggaran Dinas Cipta Karya, Tata Ruang Dan Pertanahan masuk dalam kategori sedang, sementara itu rata-rata realisasi indikator kinerja program (outcome) masuk dalam kategori sangat tinggi. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program Penyiapan Akuisisi Tanah Tinggi 90.29 Program Pembangunan dan Rendah 53.15 Pemeliharaan Gedung Pemda Program Pengelolaan Kendaraan Sangat Rendah 38.38 Operasional Urusan pekerjaan umum… Program Peningkatan dan Pengelolaan Tinggi 88.66 Kantor Urusan pekerjaan umum dan… Program Penataan Ruang Tinggi 86.48 0 20 40 60 80 100 Realisasi Anggaran Program Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (%) Grafik 2.4 Realisasi Anggaran Dinas Cipta Karya, Tata Ruang Dan Pertanahan Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan Grafik 2.4 dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran program Dinas Cipta Karya, Tata Ruang Dan Pertanahan masuk dalam kategori sedang (66% ≤ 75%). Program yang berkontribusi signifikan terhadap rata-rata realisasi anggaran tersebut adalah : II-26 1. Program Pembangunan dan Pemeliharaan Gedung Pemda, karena terdapat kegiatan yang secara signifikan memiliki realisasi anggaran rendah, antara lain : a. Pembangunan gedung Kantor XX Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Xxx XXXX Xxxxx yang memiliki anggaran 70 miliar namun tidak terealisasi (0%), dikarenakan kontrak tidak dilaksanakan karena lokasi pembangunan masih dihuni masyarakat (sengketa); b. Kegiatan Penyelesaian Pembangunan Gedung BPMPKB XXXXX XXXXX yang memiliki anggaran 65 miliar, namun hanya terealisasi 62,22%, dikarenakan persentase progres fisik telah 100% (perencanaan anggaran terlalu tinggi); c. Kegiatan Penyelesaian Pembangunan Gedung PMI XXXX Xxxxx, yang memiliki anggaran 10 miliar, namun hanya terealisasi 72% dikarenakan progres fisik telah 100% (perencanaan anggaran terlalu tinggi); 2. Program Pengelolaan KDO yang memiliki serapan sangat rendah, namun demikian program ini adalah program administrasi umum/penunjang yang tidak secara langsung mewujudkan sasaran indikator kinerja outcome, dan juga penggunaan anggarannya menyesuaikan dengan kebutuhan operasional instansi, sehingga program ini bersifat tidak ideal jika dituntut untuk terealisasi 100%. Selanjutnya untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program Dinas Cipta Karya, Tata Ruang Dan Pertanahan disajikan pada tabel di bawah ini. Tabel 2.10 Realisasi Indikator Kinerja Program Dinas Cipta Karya, Tata Ruang Dan Pertanahan Target Realisasi Persentase Program Indikator Program Realisasi Interpretasi 2018 2018 Rasio kesesuaian Program Penataan 58% 71% 122% Sangat tinggi rencana tata ruang Ruang Persentase 90% 108,19% 120% Sangat tinggi II-27 Target Realisasi Persentase Program Indikator Program Realisasi Interpretasi 2018 2018 pelanggaran tata ruang yang ditangani Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor Urusan pekerjaan umum dan indeks kepuasan 4 4 indeks 100% Sangat tinggi penataan ruang pelayanan kantor (indeks) SKPD/XXX Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Program Pengelolaan Kendaraan Operasional Urusan indeks kepuasan pekerjaan umum dan 4 pelayanan kendaraan 2 indeks 50% Rendah penataan ruang (indeks) operasional SKPD/XXX Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Program Persentase Pembangunan dan pembangunan 52% 53,71% 101% Sangat tinggi Pemeliharaan Gedung gedung pemda yang Pemda memenuhi standar Persentase Program Penyiapan penyelesaian 73.26% 73,02% 99,67% Sangat tinggi Akuisisi Tanah administrasi pertanahan Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata realisasi indikator kinerja program Dinas Cipta Karya, Tata Ruang Dan Pertanahan masuk dalam kategori kategori Sangat tinggi (91% ≤ 100%). Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang Dan Pertanahan yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. II-28 Tabel 2.11 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang Dan Pertanahan Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Indikator Program Program Program Perencanaan (%) (%) Kombinasi 7 1. Cenderung tidak efektif dalam perencanaan target indikator (pesimis) Rasio kesesuaian 122% 2. Cenderung sangat tidak efisien dalam rencana tata ruang perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan Program anggaran 86,48% Penataan Ruang Kombinasi 7 1. Cenderung tidak efektif dalam perencanaan target indikator Persentase (pesimis) pelanggaran tata 120% 2. Cenderung sangat tidak efisien dalam ruang yang ditangani perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Program Peningkatan dan Kombinasi 4 Pengelolaan 1. Cenderung efektif dalam perencanaan Kantor Urusan target indikator pekerjaan umum indeks kepuasan 2. Cenderung tidak efisien dalam 100% 88,66% dan penataan pelayanan kantor perencanaan anggaran (kurang ruang SKPD/XXX realistis) Cipta Karya, Tata 3. Kemungkinan terdapat kelebihan Ruang dan anggaran Pertanahan Program Kombinasi 1 Pengelolaan 1. Cenderung Tidak Efektif dalam Kendaraan perencanaan target indikator Operasional indeks kepuasan (ambisius) Urusan pekerjaan pelayanan 2. Cenderung tidak efisien dalam 50% 38,38% umum dan kendaraan perencanaan anggaran (kurang penataan ruang operasional realisastis) SKPD/XXX Cipta 3. Kemungkinan Terdapat Karya, Tata Ruang kekurangan/kelebihan anggaran dan Pertanahan Kombinasi 4 1. Cenderung efektif dalam perencanaan Program Persentase target indikator Pembangunan pembangunan 2. Cenderung tidak efisien dalam 101% 53,15% dan Pemeliharaan gedung pemda yang perencanaan anggaran (kurang Gedung Pemda memenuhi standar realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Program Persentase Kombinasi 5 99,67% 90,29% Penyiapan penyelesaian 1. Cenderung efektif dalam II-29 Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Indikator Program Program Program Perencanaan (%) (%) Akuisisi Tanah administrasi perencanaan target indikator pertanahan 2. Cenderung efisien Perencanaan anggaran Sumber : Hasil Analisis Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa secara umum Dinas Cipta Karya, Tata Ruang Dan Pertanahan didominasi perencanaan target indikator yang cenderung tidak efektif (target pesimis) dan perencanaan anggaran yang kurang realistis. Sehingga dalam perspektif perencanaan tahun selanjutnya perlu penelaahan kembali target indikator program agar ditingkatkan, kemudian perlu dilakukan pemutakhiran standar harga untuk menciptakan perencanaan anggaran yang efektif dan efisien. Untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang Dan Pertanahan disajikan sample lima kegiatan yang memiliki anggaran tertinggi sebagaimana disajikan dalam tabel di bawah ini. II-30 Tabel 2.12 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang Dan Pertanahan Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 1 Pembangunan gedung Kantor XX Pemadam Kebakaran sangat 1 sangat 70.793.806.222 100% 0% 100% 15% dan Penyelamatan Xxx XXXX Xxxxx rendah bangunan rendah KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : tidak terlaksana Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Kontrak tidak dilaksanakan karena lokasi pembangunan masih dihuni masyarakat (sengketa) Solusi : - 2 Penyelesaian Pembangunan Gedung BPMPKB XXXXX 1 65.307.125.615 100% 62,22% rendah 100% 90% tinggi XXXXX bangunan KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 1 unit bangunan gedung BPMPKB XXXXX XXXXX yang sudah selesai 90 % Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : Efisiensi kontrak hasil lelang 3 Lanjutan Pembangunan Asrama Perwira dan Bintara sangat 28.096.480.546 100% 87,93% tinggi 1 gedung 100% 100% serta Prasarana Pendukung Sekolah Polisi Wanita tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 1 unit bangunan gedung Asrama Perwira dan Bintara serta Prasarana Pendukung Sekolah Polisi Wanita yang sudah selesai 100 % Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - 4 Lanjutan Pembangunan Kantor XX Tenaga Kerja dan 19.340.284.226 100% 82,35% tinggi 1 gedung 100% 90% tinggi Transmigrasi XXXX Xxxxx KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 1 unit bangunan gedung Kantor XX Tenaga Kerja dan Transmigrasi XXXX Xxxxx yang sudah selesai 90 % Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - 5 1 Penyelesaian Pembangunan Gedung PMI XXXX Xxxxx 10.216.214.293 100% 72,04% sedang 100% 90% tinggi bangunan KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 1 unit bangunang gedung PMI XXXX Xxxxx yang sudah selesai 90 % II-31 Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : efisiensi kontrak lelang Sumber : Emonev 2018 dan Hasil DDW Dinas Cipta Karya, Tata Ruang Dan Pertanahan (diolah) II-32 5. DINAS PERUMAHAN RAKYAT DAN KAWASAN PERMUKIMAN Pada Tahun 2018 Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman XXXXX melaksanakan 5 (lima) program dan 100 kegiatan dengan total anggaran program Rp 2.396.725.454.769. Secara umum rata-rata realisasi anggaran Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman masuk dalam kategori rendah, sedangkan rata- rata realisasi indikator kinerja program (outcome) masuk dalam kategori sangat tinggi. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program Penataan Kawasan Sangat Rendah 49.75 Permukiman Program Pengelolaan Kendaraan Sangat Rendah 45.46 Operasional Urusan perumahan… Program Peningkatan dan Pengelolaan Sedang 74.01 Kantor Urusan perumahan rakyat dan… Program Pelayanan Penghuni Rumah Rendah 59.50 Susun Program Penyediaan dan Pemeliharaan Tinggi 87.70 Perumahan Rakyat 0 20 40 60 80 100 Realisasi Anggaran Program Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota (%) Grafik 2.5 Realisasi Anggaran Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan Grafik 2. dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran program Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman masuk dalam kategori rendah (51% ≤ 65%). Program yang berkontribusi signifikan mengakibatkan realisasi anggaran kategori rendah tersebut adalah : II-33 1. Program Penataan Kawasan Permukiman karena terdapat kegiatan yang secara signifikan memiliki realisasi anggaran rendah, antara lain : Kegiatan Pembangunan Shelter di XX yang memiliki anggaran 2,1 miliar namun hanya terealisasi 4,10% dikarenakan (1) terbatasnya waktu pelaksanaan, dimana anggaran tersebut baru keluar pada APBDP dan (2) dalam timeline pelaksanaan akan melampaui tahun anggaran. 2. Program Pelayanan Penghuni Rumah Susun karena terdapat kegiatan yang secara signifikan memiliki realisasi anggaran rendah, antara lain : Kegiatan Pendampingan Relokasi Warga yang terkena program penataan Kota ke Rusunawa yang memiliki anggaran 243 juta, namun hanya terealisasi 23,25% dikarenakan anggaran dipergunakan sewaktu- waktu. Tidak adanya kegiatan relokasi akibat penataan kota yang dilaksanakan tahun 2018 sehingga tidak dapat diserap; Kegiatan Penyusunan Pedoman Pengelolaan Perumahan dan Permukiman yang memiliki anggaran 143 juta, namun tidak terlaksana (0%) dikarenakan Pergub telah di terbitkan tanpa menggunakan DPA (swakelola); Kegiatan Pengembangan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Bagi Penghuni Rusunawa yang memiliki anggaran 141 juta, namun hanya terealisasi 64% dikarenakan realisasi berdasarkan kontrak kajian konsultan. 3. Untuk Program Pengelolaan KDO yang memiliki realisasi anggaran 45% dan Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor yang memiliki realisasi 74%, kedua program tersebut merupakan program administrasi umum/program penunjang yang tidak secara langsung mewujudkan sasaran indikator kinerja outcome, sifat dari penggunaan anggarannya adalah menyesuaikan dengan II-34 kebutuhan operasional instansi, sehingga program ini tidak dapat dituntut terealisasi 100%. Selanjutnya untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program/outcome Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman disajikan pada tabel di bawah ini. Tabel 2.13 Realisasi Indikator Kinerja Program Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Target Realisasi Persentase Program Indikator Program Interpretasi 2018 2018 Realisasi Persentase unit Sangat perumahan rakyat yang 2.5% 2,5% 100% tinggi terbangun Program Penyediaan Persentase Perumahan Sangat dan Pemeliharaan yang lengkap sarana 17% 52,17% 306% tinggi Perumahan Rakyat prasarana Persentase unit Sangat perumahan yang 13% 12,78% 98% tinggi terpelihara Program Pelayanan Indeks Kepuasan 0 0 N/a N/a Penghuni Rumah Susun Penghuni Rumah Susun (indeks) Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor Indeks kepuasan 4 Urusan perumahan 3 indeks 75% sedang pelayanan kantor (indeks) rakyat dan kawasan permukiman Program Pengelolaan Kendaraan Operasional Indeks kepuasan 4 sangat Urusan perumahan pelayanan kendaraan 2 indeks 50% (indeks) rendah rakyat dan kawasan operasional permukiman Jumlah kawasan/ Program Penataan 10 Rw 6 Rw fasilitas permukiman 60% rendah Kawasan Permukiman Kumuh Kumuh yang ditata Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata realisasi indikator kinerja program Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman masuk dalam kategori Sangat tinggi (91% ≤ 100%). Namun demikian masih terdapat indikator yang tidak terisi, yakni indeks kepuasan penghuni rumah susun, hal ini perlu menjadi catatan II-35 terkait komitmen perangkat daerah dalam berkontribusi terhadap terwujudnya akuntabilitas dalam pemerintahan yang mutlak diwujudkan dalam ketaatan penginputan data dan informasi pembangunan seperti data realisasi ini. Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. Tabel 2.14 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Program Program Program Perencanaan (%) (%) Kombinasi 4 Persentase 1. Cenderung efektif dalam perencanaan target unit indikator perumahan 100% 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan rakyat yang anggaran (kurang realistis) terbangun 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Persentase Kombinasi 7 Program Perumahan 1. Cenderung tidak efektif dalam perencanaan Penyediaan dan yang target indikator (pesimis) 306% 87,70% Pemeliharaan lengkap 2. Cenderung sangat tidak efisien dalam Perumahan Rakyat sarana perencanaan anggaran (kurang realistis) prasarana 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 4 Persentase 1. Cenderung efektif dalam perencanaan target unit indikator perumahan 98% 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan yang anggaran (kurang realistis) terpelihara 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Indeks Program Pelayanan Kepuasan Penghuni Rumah Penghuni N/a 59,50% N/a Susun Rumah Susun Program Kombinasi 1 Indeks Peningkatan dan 1. Cenderung Tidak Efektif dalam perencanaan kepuasan Pengelolaan Kantor 75% 74,01% target indikator (ambisius) pelayanan Urusan perumahan 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan kantor rakyat dan kawasan anggaran (kurang realisastis) II-36 Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Program Program Program Perencanaan (%) (%) permukiman 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan/kelebihan anggaran Program Kombinasi 1 Pengelolaan Indeks 1. Cenderung Tidak Efektif dalam perencanaan Kendaraan kepuasan target indikator (ambisius) Operasional Urusan pelayanan 50% 45,46% 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan perumahan rakyat kendaraan anggaran (kurang realisastis) dan kawasan operasional 3. Kemungkinan Terdapat permukiman kekurangan/kelebihan anggaran Kombinasi 1 Jumlah 1. Cenderung Tidak Efektif dalam perencanaan Program Penataan kawasan/ target indikator (ambisius) Kawasan fasilitas 60% 49,75% 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan Permukiman permukiman anggaran (kurang realisastis) yang ditata 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan/kelebihan anggaran Sumber : Hasil Analisis Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa secara umum Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman cenderung tidak efektif dalam perencanaan target indikator (beberapa pesimis dan beberapa ambisius), serta cenderung tidak efisien dalam perencanaan anggaran (kurang realistis). Dalam perspektif perencanaan selanjutnya dapat dipertimbangkan untuk menelaah kembali target indikator program, atau mengusulkan perubahan standar harga agar perencanaan lebih efektif dan efisien. Untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman disajikan sample lima kegiatan yang memiliki anggaran tertinggi sebagaimana disajikan dalam tabel di bawah ini. II-37 Tabel 2.15 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 1 Pembangunan rumah susun Lokasi Binaan sangat (Lokbin) XX Tower 3, Tower 4 dan Tower 5 98.014.442.661 100% 59,56% rendah 420 unit 100% 100% tinggi (Penyelesaian) KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Pembangunan Rusun 3 Tower, 16 lantai, 420 unit. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Secara kontraktual pekerjaan selesai 100%, deviasi antara anggaran dengan realisasi keuangan terjadi karena efisiensi nilai Engineering Estimate (EE) dalam Harga Perhitungan Sendiri (HPS) dan efisiensi dari nilai penawaran penyedia. Solusi : - 2 Pembangunan rumah susun Balai Latihan sangat 68.512.798.836 100% 58,52% rendah 346 unit 100% 100% Kerja (BLK) XXX (Penyelesaian) tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Pembangunan Rusun 2 Tower, 12 Lantai, 346 unit. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Secara kontraktual pekerjaan selesai 100%, deviasi antara anggaran dengan realisasi keuangan terjadi karena efisiensi nilai Engineering Estimate (EE) dalam Harga Perhitungan Sendiri (HPS) dan efisiensi dari nilai penawaran penyedia. Solusi : - 3 Revitalisasi Rusun PXX, XXXX Xxxxx sangat sangat 50.012.880.937 100% 33,01% 393 unit 100% 100% (Penyelesaian) rendah tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Pembangunan Rusun 2 Tower, 17 lantai, 394 unit. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Secara kontraktual pekerjaan selesai 100%, deviasi antara anggaran dengan realisasi keuangan terjadi karena efisiensi nilai Engineering Estimate (EE) dalam Harga Perhitungan Sendiri (HPS) dan efisiensi dari nilai penawaran penyedia. Solusi : - 4 2.128.088.57 sangat Pembangunan Shelter di XXX 100% 4,10% 1 kegiatan 100% 57,50% rendah 9 rendah II-38 Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Dokumen Perencanaan. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : 1.Terbatasnya waktu pelaksanaan , dimana anggaran tersebut baru keluar APBDP; 2. Dalam timeline pelaksanaan akan melampaui tahun anggaran. Solusi : Agar dapat diusulkan kembali di tahun 2019 sehingga sisa pekerjaan dapat terselesaikan. 5 sangat Pemeliharaan berkala rumah susun XXX 16.198.798.686 100% 84,35% tinggi 1 tahun 100% 95,75% tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Pembangunan Kanopi Parkir Motor. Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : 1. Perencanaan anggaran sesuai kebutuhan; 2. Perencanaan dan pengawasan dilakukan secara swakelola; 3. Efisiensi wkatu pelaksanaan dan nilai anggaran dilakukan penunjukan langsung (PL). Sumber : Emonev 2018 dan Hasil DDW Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman (diolah) II-39 6. SATUAN POLISI PAMONG PRAJA Pada Tahun 2018 Satuan Polisi Pamong Praja XXXXX melaksanakan 4 (empat) program dan 38 kegiatan dengan total anggaran program Rp351.244.597.777. Secara umum rata-rata realisasi anggaran Satuan Polisi Pamong Praja masuk dalam kategori sedang, sedangkan rata-rata realisasi indikator kinerja program (outcome) masuk dalam kategori sangat tinggi. Berdasarkan kondisi tersebut, dapat dipertimbangkan untuk menetapkan target indikator kinerja program (outcome) lebih tinggi pada tahun berikutnya. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program Pengelolaan Kendaraan Operasional Urusan Ketenteraman dan ketertiban umum Rendah 56.73 serta perlindungan masyarakat SKPD/UKPD… Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor Urusan Ketenteraman dan ketertiban umum Sedang 67.36 serta perlindungan masyarakat SKPD/UKPD… Program Penegakan Perda dan/atau Perkada Tinggi 82.63 Secara Yustisial Program Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum Serta Perlindungan Sedang 74.86 Masyarakat 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Realisasi Anggaran Program Satpol PP (%) Grafik 2.6 Realisasi Anggaran Satuan Polisi Pamong Praja Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan Grafik 2.6 dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran program Satuan Polisi Pamong Praja masuk dalam kategori sedang (66% ≤ 75%). Kondisi tersebut dipengaruhi oleh realisasi anggaran dengan kategori rendah dari (1) Program Pengelolaan KDO Urusan Ketentraman dan Ketertiban Umum Serta Linmas dan (2) Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor Urusan Ketentraman dan II-40 Ketertiban Umum Serta Linmas, serta realisasi anggaran dengan kategori sedang dari (3) program Ketentraman Ketertiban Umum serta Linmas. Untuk kedua program administrasi umum/penunjang, yakni Program Pengelolaan KDO dan Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor yang tidak secara langsung mewujudkan sasaran indikator kinerja outcome, sifat dari penggunaan anggarannya adalah menyesuaikan dengan kebutuhan operasional instansi, sehingga program ini tidak dapat dituntut terealisasi 100%. Sementara itu Program Ketentraman Ketertiban Umum serta Linmas merupakan program prioritas dari Satuan Polisi Pamong Praja yang realisasi anggaran nya berpengaruh terhadap tercapainya target indikator program/outcomes, sehingga realisasi perlu mencapai target yang direncanakan. Adapun penyebab realisasi anggaran Program Ketentraman Ketertiban Umum serta Linmas tidak mencapai target dipengaruhi oleh beberapa kegiatan dengan anggaran besar yang tidak mencapai target, antara lain : 1. Kegiatan Bantuan Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat di Tingkat Kelurahan yang memiliki anggaran Rp37.220.492.076, namun hanya terealisasi 14% disebabkan gaji/honorarium PJLP Satpol PP bulan Oktober s.d Desember 2018 tidak dapat dibayarkan karena Perda APBD Perubahan 2018 baru ditandatangani pada akhir Oktober 2018 sehingga proses rekrutmen baru bisa dilakukan pada bulan November - Desember 2018; 2. Kegiatan Penyediaan Pakaian Dinas Satpol PP dan Kelengkapannya yang memiliki anggaran Rp15.310.037.589, namun tidak terealisasi disebabkan penyedia tidak sanggup menyediakan jumlah kebutuhan pakaian dinas Satpol PP (Sampai dengan akhir tahun hanya mampu menyediakan 2000 stel II-41 dari jumlah 4000 stel yang diminta), sehingga proses pembayaran tidak dilakukan; 3. Kegiatan Penyelenggaraan Penertiban Bagi Pelanggar Peraturan Daerah dan Peraturan Lainnya yang memiliki anggaran Rp4.491.832.422, namun hanya terealisasi 31% disebabkan (1) adanya proses transfer rekening anggota TNI/Polri yang bermasalah sehingga tidak terserap; (2) Adanya pembatalan dari SKPD / UKP mengusulkan penertiban; dan (3) lokasi penertiban bangunan yang tidak dapat digunakan sewa alat berat; 4. Kegiatan Penyelenggaraan Bantuan Pengamanan yang memiliki anggaran Rp3.450.000.000, namun hanya terealisasi 41% disebabkan (1) permintaan bantuan personel pengamanan yang terlalu mendadak dan (2) penyedia yang tidak bersedia menyediakan konsumsi (makanan dan minuman) karena waktu yang tidak dapat diprediksi; Selanjutnya untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program/outcome Satuan Polisi Pamong Praja disajikan pada tabel di bawah ini. Tabel 2.16 Realisasi Indikator Kinerja Program Satuan Polisi Pamong Praja Program Indikator Program Target Realisasi Persentase Interpretasi 2018 2018 Realisasi Program Penyelenggaraan Persentase Ketenteraman dan Penyelesaian Ketertiban Umum Serta Pelanggaran Perda Sangat 55% 99% 180% Perlindungan Masyarakat dan/atau Perkada Tinggi terkait Ketenteraman dan Ketertiban Umum Program Penegakan Perda Persentase Berkas dan/atau Perkada Secara Perkara Kasus Yustisial Pelanggaran Perda Sangat 5% 88% 1.760% dan/ Perkada yang Tinggi dilimpahkan ke JPU dengan Kategori P21 Program Peningkatan dan indeks kepuasan Pengelolaan Kantor Urusan pelayanan kantor Ketenteraman dan 3 Sangat 3 indeks 100% ketertiban umum serta (indeks) Tinggi perlindungan masyarakat SKPD/XXX SATPOL PP II-42 Program Indikator Program Target Realisasi Persentase Interpretasi 2018 2018 Realisasi Program Pengelolaan indeks kepuasan Kendaraan Operasional pelayanan kendaraan Urusan Ketenteraman dan operasional 3 Sangat 3 indeks 100% ketertiban umum serta (indeks) Tinggi perlindungan masyarakat SKPD/XXX SATPOL PP Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata realisasi indikator kinerja program Satuan Polisi Pamong Praja masuk dalam kategori Sangat tinggi (91% ≤ 100%). Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Satuan Polisi Pamong Praja yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. Tabel 2.17 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan Satuan Polisi Pamong Praja Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Indikator Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) Program Persentase Kombinasi 7 Penyelenggaraan Penyelesaian 1. Cenderung tidak efektif dalam Ketenteraman dan Pelanggaran Perda perencanaan target indikator Ketertiban Umum dan/atau Perkada (pesimis) Serta Perlindungan terkait 180% 74.86 2. Cenderung sangat tidak efisien Masyarakat Ketenteraman dan dalam perencanaan anggaran Ketertiban Umum (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Program Penegakan Persentase Berkas Kombinasi 7 Perda dan/atau Perkara Kasus 1. Cenderung tidak efektif dalam Perkada Secara Pelanggaran Perda perencanaan target indikator Yustisial dan/ Perkada yang 1.760% 82.63 (pesimis) dilimpahkan ke 2. Cenderung sangat tidak efisien JPU dengan dalam perencanaan anggaran Kategori P21 (kurang realistis) II-43 Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Indikator Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Program Peningkatan indeks kepuasan Kombinasi 4 dan Pengelolaan pelayanan kantor 1. Cenderung efektif dalam Kantor Urusan perencanaan target indikator Ketenteraman dan 2. Cenderung tidak efisien dalam 100% 67.36 ketertiban umum serta perencanaan anggaran (kurang perlindungan realistis) masyarakat SKPD/XXX 3. Kemungkinan terdapat kelebihan SATPOL PP anggaran Program Pengelolaan indeks kepuasan Kombinasi 4 Kendaraan pelayanan 1. Cenderung efektif dalam Operasional Urusan kendaraan perencanaan target indikator Ketenteraman dan operasional 2. Cenderung tidak efisien dalam 100% 56.73 ketertiban umum serta perencanaan anggaran (kurang perlindungan realistis) masyarakat SKPD/XXX 3. Kemungkinan terdapat kelebihan SATPOL PP anggaran Sumber : Hasil Analisis Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa terdapat beberapa indikator program dengan realisasi >100% namun realisasi anggarannya <85%, hal ini dapat bermakna penetapan target indikator program terlalu pesimis, sehingga dalam perspektif perencanaan selanjutnya dapat dipertimbangkan untuk menyusun target indikator program lebih tinggi. Lebih jauh lagi, kondisi demikian dapat pula bermakna kurang tepatnya penentuan indikator program, sehingga tidak adanya korelasi antara kegiatan yang dilaksanakan dengan indikator programnya (alat ukur keberhasilan kegiatan-kegiatan dalam suatu program), dengan kata lain dapat saja realisasi suatu indikator program sangat tinggi tanpa ada kegiatan-kegiatan yang berkontribusi secara signifikan terhadap realisasi program tersebut (karena kurang tepatnya penentuan indikator program) sehingga dalam perspektif perencanaan selanjutnya dapat dipertimbangkan untuk menelaah II-44 kembali apakah indikator-indikator program relevan dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan (apakah telah terbentuk kerangka logis pada setiap arsitektur kinerja perangkat daerah). Secara skematik disajikan ilustrasi penjelasan di bawah ini. Program Indikator Realisasi Kegiatan Realisasi Fisik Persentase Peningkatan Kapasitas 100% Berkas PPNS Perkara Program Kasus Penegaka Pelanggaran n Perda Penyelidikan dan Perda dan/ 15% dan/atau 1.760% Penyidikan Terhadap Perkada Perkada Pelanggar Perda/Perkada yang Secara Yustisial dilimpahkan ke JPU dengan Penyediaan Kendaraan 100% Kategori P21 Tahanan Kegiatan yang paling berkontribusi terhadap realisasi indikator program di atas adalah kegiatan penyelidikan dan penyidikan, namun kegiatan ini hanya memiliki realisasi fisik 15%, sementara persentase realisasi indikator program persentase berkas perkara kasus pelanggaran mencapai 1.760% (seribu tujuh ratus enam puluh persen). Untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Satuan Polisi Pamong Praja disajikan sample lima kegiatan yang memiliki anggaran tertinggi sebagaimana disajikan dalam Tabel 2.18 di bawah ini. II-45 Tabel 2.18 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Satuan Polisi Pamong Praja Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 1 Bantuan Penyelenggaraan Ketertiban Umum 156.739.413.19 1646 Sangat Sangat dan Ketentraman Masyarakat Oleh Pegawai 8 100% 97,12 pegawai 100% 100% TInggi Tinggi Tidak Tetap (PTT) Satpol PP KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Terbayarkan honorarium 1624 orang Pegawai Tidak Tetap Satpol PP Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : Penerbitan listing honorarium PTT yang tepat waktu. 2 108.802.138.22 Penyediaan Kendaraan Dinas Operasional Sangat 5 100% 80,88% Tinggi 1 tahun 100% 100% Satpol PP TInggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Tersedianya KDO dengan rincian: 1) 261 unit KDO single kabin 2) 4 Unit KDO SUV & Mikro Bus 3) 6 Unit KDO Double Cabin 4) 261 unit KDO Motor Patroli Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Beberapa barang seperti motor Patwal gagal dibeli karena tidak dapat menemukan penyedia yang dapat menyediakan kendaraan sekaligus aksesoris "sirine"nya. Solusi : Melakukan survei pasar terlebih dahulu sebelum merencanakan untuk pengadaan KDO di tahun yang akan datang. 3 Bantuan Penyelenggaraan Ketertiban Umum Sangat dan Ketentraman Masyarakat di Tingkat 37.220.492.076 100% 14,46 1 Paket 100% 76% Tinggi Rendah Kelurahan KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 1) Terekrutnya PJLP Satpol PP Sebanyak 787 orang 2) Tersedianya PC AIO sebanyak 267 unit 3) Tersedianya Printer sebanyak 267 unit 4) Tersedianya mesin absensi sebanyak 267 unit Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Gaji/honorarium PJLP Satpol PP bulan Oktober s.d Desember 2018 tidak dapat dibayarkan karena Perda APBD Perubahan 2018 baru ditandatangani pada akhir Oktober 2018 sehingga proses rekrutmen baru bisa dilakukan pada bulan November - Desember 2018. Solusi : Pelaksanaan rekrutmen dapat dilakukan secara mandiri. II-46 Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 4 Penyediaan Pakaian Dinas Satpol PP dan Sangat Sangat 15.310.037.589 100% 0% 1 Tahun 100% 31% Kelengkapannya Rendah Rendah KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Tidak dapat dilaksanakan Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Penyedia tidak sanggup memenuhi jumlah kebutuhan pakaian dinas Satpol PP (Sampai dengan akhir tahun hanya mampu memenuhi 2000 stel dari jumlah 4000 stel yang diminta). Solusi : 1. Di usulkan untuk dapat dimasukan komponen uji lap di dalam sistem e budgeting TA 2020; 2. Pelaksanaan pengadaan pakaian dinas Satpol PP dilakukan lebih awal agar penyedia dapat memenuhi jumlah kebutuhan pakaian dinas yang diinginkan. 5 Penyelenggaraan Penertiban Bagi Pelanggar Sangat Sangat 4.491.832.422 100% 31,39 12 bulan 100% 100% Peraturan Daerah dan Peraturan Lainnya Rendah TInggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 9 kali kegiatan penertiban yang terdiri dari: 1) TIB Kawasan xx sebanyak 2 giat 2) Penertiban Bangunan (Hotel xx) 3) Pengawasan, monitoring dan penegakan langsung gangguan ketentraman & ketertiban umum di kawasan xx 4) Penertiban Jl. xxx 5) Penertiban XXXX Xxxxx 6) Penertiban 7) Pengamanan dan Penertiban terhadap bangunan yang melanggar pemanfaatan ruang dan/atau pelanggaran penyelenggaraan bangunan gedung 8) Operasi Praja Wibawa 2018 Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : 1. Transfer Rekening Anggota TNI/Polri yang bermasalah; 2. SKPD / UKP yang meminta penertiban tidak jadi dilaksanakan; 3. Lokasi penertiban bangunan yg tidak dapat digunakan sewa alat berat. Solusi : Dibuatkan regulasi terkait pembayaran honor TNI/POLRI agar bisa ditransfer ke rekening instansi/lembaga. Sumber : Emonev 2018 dan Hasil DDW Satuan Polisi Pamong Praja (diolah) II-47 Berdasarkan tabel di atas ditemukan bahwa terdapat kegiatan Penyediaan Pakaian Dinas Satpol PP dan Kelengkapannya yang tidak terlaksana (realisasi anggaran 0%) namun pada realisasi fisik tercatat 31%. Kondisi demikian dikarenakan adanya perbedaan penilaian realisasi fisik versi XXXXX dengan versi Permendagri 86/2017. Versi XXXXX perhitungan realisasi fisik diperoleh dari alur proses kegiatan yang dilaksanakan, tanpa mengacu pada realisasi anggaran, sebagai contoh proses penyusunan TOR, Persiapan Lelang, dan seterusnya meskipun proses tersebut belum menggunakan anggaran namun secara otomatis perhitungan realisasi fisik meningkat. Sementara itu versi Permendagri 86/2017 perhitungan realisasi fisik mengacu pada besaran anggaran yang dikeluarkan, bobotnya disesuaikan dengan progres ketercapaian sasaran kegiatan yang ditargetkan. Adapun terdapat kelemahan penilaian realisasi fisik versi XXXXX karena berpotensi terjadi kekeliruan perhitungan, sebagai contoh suatu kegiatan memiliki target fisik 2 unit, proses kegiatan untuk mencapai target 2 unit tersebut telah dilaksanakan dan telah dikonversi menjadi bobot perhitungan realisasi fisik, namun karena suatu hal target fisik hanya terealisasi 1 unit. Karena perhitungan mengacu pada proses pelaksanaan kegiatan (bukan pada target “fisik 2 unit”) maka sangat berpotensi mengakibatkan tercatatnya persentase realisasi fisik 100%, meskipun target fisik kegiatan yang tercapai hanya 1 unit. Lebih lanjut, potensi kekeliruan pencatatan realisasi fisik maupun keuangan dapat diakibatkan dari aspek human error yang tidak tepat waktu dalam penginputan, atau tidak melakukan input sesuai kondisi real. II-48 7. DINAS PENANGGULANGAN KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN Pada Tahun 2018 Dinas Penanggulangan Kebakaran Dan Penyelamatan XXXXX melaksanakan 5 (lima) program dan 63 kegiatan dengan total anggaran program Rp211.419.171.066. Secara umum rata-rata realisasi anggaran Dinas Penanggulangan Kebakaran Dan Penyelamatan masuk dalam kategori tinggi, sementara itu rata-rata realisasi indikator kinerja program (outcome) masuk dalam kategori sangat tinggi. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program Pengelolaan Kendaraan Operasional Sedang 69.59 Urusan Ketenteraman dan ketertiban umum… Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor Tinggi 76.76 Urusan Ketenteraman dan ketertiban umum… Program Peningkatan Kualifikasi Petugas Sedang 68.91 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Program Peningkatan Pencegahan Kebakaran Tinggi 89.84 Program Penanggulangan Kebakaran dan Tinggi 83.53 penyelamatan 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Realisasi Anggaran Program Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (%) Grafik 2.7 Realisasi Anggaran Dinas Penanggulangan Kebakaran Dan Penyelamatan Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan Grafik 2.7 dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran program Dinas Penanggulangan Kebakaran Dan Penyelamatan masuk dalam kategori tinggi (76% ≤ 90%). Kondisi ini dipengaruhi oleh realisasi anggaran dengan kategori sedang dari (1) Program Peningkatan Kualifikasi Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta (3) Program Pengelolaan KDO. II-49 3. Adapun penyebab Program Peningkatan Kualifikasi Petugas Pemadam Kebakaran memiliki kategori sedang karena terdapat kegiatan dengan anggaran tinggi, namun memiliki realisasi anggaran rendah, yakni Kegiatan Penyediaan Pakaian Dinas dan Perlengkapannya dengan anggaran Rp12.229.093.800 dan realisasi hanya 68,62%. Kondisi tersebut terjadi disebabkan adanya tender ulang sebanyak dua kali karena adanya kesalahan dalam hasil uji lab yang disampaikan oleh penyedia pemenang tender; 4. Untuk program administrasi umum/penunjang, yakni Program Pengelolaan KDO yang tidak secara langsung mewujudkan sasaran indikator kinerja outcome, sifat dari penggunaan anggarannya adalah menyesuaikan dengan kebutuhan operasional instansi, sehingga program ini tidak dapat dituntut terealisasi 100%. Selanjutnya untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program Dinas Penanggulangan Kebakaran Dan Penyelamatan disajikan pada tabel di bawah ini. Tabel 2.19 Realisasi Kinerja Program Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan XXXXX Tahun 2018 Target Realisasi Persentase Program Indikator Program Realisasi Interpretasi 2018 2018 Program Penanggulangan Persentase Kebakaran dan penanggulangan 82.5 86,92% 105% sangat tinggi penyelamatan kebakaran yang berhasil Persentase Operasi Penyelamatan yang 78.5 92,52 117% sangat tinggi Berhasil Program Peningkatan Tingkat kerawanan 4.9 4,9 100% sangat tinggi Pencegahan Kebakaran kebakaran (Indeks) indeks Program Peningkatan Persentase petugas Kualifikasi Petugas pemadam kebakaran 44.64 46,93% sangat tinggi Pemadam Kebakaran dan yang kompeten 105% Penyelamatan Program Peningkatan dan indeks kepuasan 3 Pengelolaan Kantor Urusan pelayanan kantor 3 indeks 100% sangat tinggi (Indeks) Ketenteraman dan II-50 Target Realisasi Persentase Program Indikator Program Realisasi Interpretasi 2018 2018 ketertiban umum serta perlindungan masyarakat SKPD/XXX PENANGGULANGAN KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN Program Pengelolaan indeks kepuasan Kendaraan Operasional pelayanan kendaraan Urusan Ketenteraman dan operasional ketertiban umum serta 3 perlindungan masyarakat 3 indeks 100% sangat tinggi (Indeks) SKPD/XXX PENANGGULANGA N KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata realisasi indikator kinerja program Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan masuk dalam kategori kategori Sangat tinggi (91% ≤ 100%). Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. Tabel 2.20 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Indikator Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) Program Persentase Kombinasi 4 Penanggulangan penanggulangan 1. Cenderung efektif dalam 105% 83,53% Kebakaran dan kebakaran yang perencanaan target penyelamatan berhasil indikator II-51 Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Indikator Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Persentase Kombinasi 7 Operasi 1. Cenderung tidak efektif Penyelamatan dalam perencanaan target yang Berhasil indikator (pesimis) 117% 2. Cenderung sangat tidak efisien dalam perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Program Tingkat Kombinasi 4 Peningkatan kerawanan 1. Cenderung efektif dalam Pencegahan kebakaran perencanaan target Kebakaran indikator 100% 89,84% 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Program Persentase Kombinasi 4 Peningkatan petugas pemadam 1. Cenderung efektif dalam Kualifikasi Petugas kebakaran yang perencanaan target Pemadam kompeten indikator Kebakaran dan 105% 68,91% 2. Cenderung tidak efisien Penyelamatan dalam perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Program indeks kepuasan Kombinasi 4 Peningkatan dan pelayanan kantor 1. Cenderung efektif dalam Pengelolaan Kantor perencanaan target Urusan indikator Ketenteraman dan 2. Cenderung tidak efisien ketertiban umum dalam perencanaan 100% 76,76 serta perlindungan anggaran (kurang realistis) masyarakat 3. Kemungkinan terdapat SKPD/XXX kelebihan anggaran PENANGGULANGAN KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN Program indeks kepuasan Kombinasi 4 100% 69,59 Pengelolaan pelayanan 1. Cenderung efektif dalam II-52 Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Indikator Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) Kendaraan kendaraan perencanaan target Operasional Urusan operasional indikator Ketenteraman dan 2. Cenderung tidak efisien ketertiban umum dalam perencanaan serta perlindungan anggaran (kurang realistis) masyarakat 3. Kemungkinan terdapat SKPD/XXX kelebihan anggaran PENANGGULANGA N KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN Sumber : Hasil Analisis Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa secara umum kondisi yang terjadi adalah perencanaan target indikator cenderung efektif namun perencanaan anggaran cenderung tidak efisien (kurang realistis), sehingga dalam perspektif perencanaan selanjutnya dapat dipertimbangkan untuk menelaah kembali apakah perencanaan anggaran telah sesuai dengan target indikator program yang akan dicapai. Untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan disajikan sample lima kegiatan yang memiliki anggaran tertinggi sebagaimana disajikan dalam tabel di bawah ini. II-53 Tabel 2.21 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 1 Penyediaan Mobil Tangga Hidroulik 104 m 64.109.100.000 100% 90,91 Tinggi 1 unit 100% 92% Sangat tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Tersedianya Mobil Tangga Hidraulik 104m sebagai kebutuhan dalam Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Gedung Bertingkat di XXXXX XXXXX (Eksisting 1 Unit). Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Keterlambatan pengiriman (shipping) dari negara produsen (Finlandia) dikarenakan adanya kebijakan Shipping di Darmaga Singapura. Solusi : Melakukan koordinasi secara terus menerus dengan Pihak Penyedia terkait dengan keterlambatan pengiriman. 2 Sangat Sangat Penyediaan Mobil Heavy Foam 34.980.000.000 100% 0% 2 unit 100% 92% Rendah TInggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : tidak terlaksana Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Penyediaan Unit Heavy Foam tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan Kontrak Nomor 2068/-077.322 Tanggal 2 Mei 2018 (masa pelasanaan 214 hari kalender). Pihak penyedia sd Desember 2018 tidak dapat melaksanakan kegiatan tersebut (WanPrestasi). Solusi : 1. Menerbitkan Surat teguran tertulis kepada penyedia; 2. Mengusulkan kepada LKPP untuk pengenaan sanksi Daftar Hitam bagi penyedia. 3 Sangat Penyediaan Mobil Pompa 4.000 Liter 24.631.200.000 100% 90,91 Tinggi 10 unit 100% 92% tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Tersedianya Mobil Pompa 4.000 Liter sebagai Penunjang Operasional dalam Penanggulangan Kebakaran dan tugas operasional lainnya sebanyak 10 Unit. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Terjadi Deviasi antara Realisasi Fisik dengan Realisasi Pelaksanaan Pekerjaan, dikarenakan keterlambatan dalam proses Input/ Update pada Sistem. Solusi : Penyampaian Surat keterlambatan penginputan pada Sistem Monev kepada Bappeda XXXXX XXXXX. 4 Sangat Pembangunan Hidran Mandiri (Pilot Project) 11.353.377.889 100% 81,87 Tinggi 5 titik 100% 31% rendah KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Tersedianya Hidran Mandiri (Pilot Project) sebagai pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan kebakaran awal pada 5 Lokasi Kawasan Rawan Kebakaran, antara lain : 1. x XXXX XXXX, 2. xXXXX Xxxxx, II-54 Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 3. x XXXX Xxxxx, 4. x Xxxx XXXX Xxxx, 5. x XXXX Xxxxx Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Terjadi Deviasi antara Realisasi Fisik dengan Realisasi Pelaksanaan Pekerjaan, dikarenakan keterlambatan dalam proses Input/ Update pada Sistem. Solusi : Penyampaian Surat keterlambatan penginputan pada Sistem MoNev untuk kegiatan Hidran Mandiri (Pilot Project) ke Bappeda XXXXX XXXXX. 5 Sangat Penyediaan Pakaian Dinas dan Kelengkapannya 12.229.093.800 100% 68,62 Sedang 22 item 100% 100% Tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Tersedianya Pakaian Dinas dan Perlengkapannya untuk Petugas Pemadam sebanyak 22 Jenis (PDH, PDL, Pakaian Olah raga, Jaket, Kaos Kaki, Sepatu, Ikat Pinggang, Jas Hujan, Topi) masing-masing sebanyak 1.756 Buah. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Terjadinya tender ulang sebanyak 2 kali dikarenakan adanya kesalahan dalam hasil Uji Lab yang disampaikan oleh penyedia pemenang tender. Solusi : Melakukan koordinasi secara kontinue dengan pihak BPBJ XXXXX XXXXX. Sumber : Emonev 2018 dan Hasil DDW Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan II-55 Berdasarkan tabel di atas ditemukan bahwa terdapat kegiatan yang tidak terlaksana (realisasi anggaran 0%) namun pada realisasi fisik tercatat 92%. Kondisi tersebut dapat terjadi dikarenakan adanya perbedaan penilaian realisasi fisik versi XXXXX dengan versi Permendagri 86/2017. Versi XXXXX perhitungan realisasi fisik diperoleh dari alur proses kegiatan yang dilaksanakan, tanpa mengacu pada realisasi anggaran, sebagai contoh proses penyusunan TOR, Persiapan Lelang, dan seterusnya meskipun proses tersebut belum menggunakan anggaran namun secara otomatis perhitungan realisasi fisik meningkat. Sementara itu versi Permendagri 86/2017 perhitungan realisasi fisik mengacu pada besaran anggaran yang dikeluarkan, bobotnya disesuaikan dengan progres ketercapaian sasaran kegiatan yang ditargetkan. Adapun terdapat kelemahan penilaian realisasi fisik versi XXXXX karena berpotensi terjadi kekeliruan perhitungan, sebagai contoh suatu kegiatan memiliki target fisik 2 unit, proses kegiatan untuk mencapai target 2 unit tersebut telah dilaksanakan dan telah dikonversi menjadi bobot perhitungan realisasi fisik, namun karena suatu hal target fisik hanya terealisasi 1 unit. Karena perhitungan mengacu pada proses pelaksanaan kegiatan (bukan pada target “fisik 2 unit”) maka sangat berpotensi mengakibatkan tercatatnya persentase realisasi fisik 100%, meskipun target fisik kegiatan yang tercapai hanya 1 unit. Lebih lanjut, potensi kekeliruan pencatatan realisasi fisik maupun keuangan dapat diakibatkan dari aspek human error yang tidak tepat waktu dalam penginputan, atau tidak melakukan input sesuai kondisi real. II-56 8. DINAS SOSIAL Pada Tahun 2018 Dinas Sosial XXXXX melaksanakan 7 (tujuh) program dan 52 kegiatan dengan total anggaran program Rp46.297.136.087. Secara umum rata-rata realisasi anggaran Dinas Sosial masuk dalam kategori tinggi, sedangkan rata-rata realisasi indikator kinerja program (outcome) masuk dalam kategori sangat tinggi. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program Peningkatan Layanan, Sedang 72.02 Prasarana dan Sarana Kesejahteraan… Program Pemberdayaan Sosial Tinggi 88.34 Program Pengelolaan Kendaraan Tinggi 86.04 Operasional Urusan Sosial Program Peningkatan dan Pengelolaan Tinggi 86.50 Kantor Urusan Sosial Program Penanganan Fakir Miskin Sedang 66.95 Program Perlindungan Sosial Tinggi 82.39 Program Rehabilitasi Sosial Tinggi 88.14 0 20 40 60 80 100 Realisasi Anggaran Program Dinas Sosial (%) Grafik 2.8 Realisasi Anggaran Dinas Sosial Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran per program pada Dinas Sosial masuk dalam kategori tinggi (76% ≤ 90%). Namun demikian masih terdapat program yang masuk dalam kategori sedang, hal ini dikarenakan terdapat beberapa kegiatan dengan anggaran besar yang memiliki realisasi kecil. Adapun program tersebut adalah : II-57 1. Program Penanganan Fakir Miskin yang dipengaruhi oleh kegiatan dengan anggaran tinggi namun realisasi memiliki realisasi yang kecil, antara lain : Kegiatan Pemutakhiran Mandiri Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin yang memiliki anggaran 6,4 miliar namun hanya terealisasi 58% disebabkan sistem pendukung data yang masih belum maksimal karena dari data sebanyak 116.386 ruta yang bisa terinput hanya sebanyak 105.998 ruta. 2. Program Peningkatan Layanan, Prasaran dan Sarana Kesejahteraan yang dipengaruhi oleh kegiatan dengan anggaran tinggi namun realisasi memiliki realisasi yang kecil, antara lain : Kegiatan Rehab Berat Gedung Panti x (PSBL) Harapan x yang memiliki anggaran 4,4 miliar namun kegiatan tersebut tidak terlaksana disebabkan gagal lelang (tidak ada perusahaan yang lulus proses tender dan tidak tersedia waktu untuk pengajuan lelang ulang). Selanjutnya untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program/outcome Dinas Sosial disajikan pada tabel di bawah ini. Tabel 2.22 Realisasi Indikator Kinerja Program Dinas Sosial Target Realisasi Persentase Program Indikator Program Realisasi Interpretasi 2018 2018 Persentase (%) PMKS Sangat yang terpenuhi hak 14,9 % 26.05% 174% tinggi dasarnya Program Rehabilitasi Persentase (%) lokasi Sosial strategis di wilayah Sangat 89 % 89% 100% XXXXX XXXXX yang tinggi bersih PMKS jalanan Persentase pemenuhan Program Sangat kebutuhan dasar korban 100% 100% 100% Perlindungan Sosial tinggi bencana Jumlah fakir miskin Program Penanganan 890 Sangat (perorangan, keluarga, 890KPM 100% Fakir Miskin KPM tinggi kelompok) yang mandiri Program Peningkatan indeks kepuasan 4 Sangat 4 indeks 100% dan Pengelolaan pelayanan kantor (indeks) tinggi II-58 Target Realisasi Persentase Program Indikator Program Realisasi Interpretasi 2018 2018 Kantor Urusan Sosial Program Pengelolaan indeks kepuasan Kendaraan 4 Sangat pelayanan kendaraan 4 indeks 100% Operasional Urusan (indeks) tinggi operasional Sosial Jumlah tenaga kesejahteraan sosial 2744 2744 Sangat masyarakat yang aktif 100% Orang orang tinggi dalam penyelenggaraan Program kesejahteraan sosial Pemberdayaan Sosial Jumlah lembaga kesejahteraan sosial 863 863 Sangat masyarakat yang aktif Lemba 100% lembaga tinggi dalam penyelenggaraan ga kesejahteraan sosial Presentase prasarana Program Peningkatan dan sarana Layanan, Prasarana Sangat kesejahteraan sosial 51% 50% 98% dan Sarana tinggi yang memenuhi standar Kesejahteraan Sosial pelayanan Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata realisasi indikator kinerja program Dinas Sosial masuk dalam kategori kategori Sangat tinggi (91% ≤ 100%). Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Dinas Sosial yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. Tabel 2.23 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan Dinas Sosial Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Program Program Program Perencanaan (%) (%) Kombinasi 7 1. Cenderung tidak efektif dalam Persentase (%) perencanaan target indikator Program Rehabilitasi PMKS yang 174% 88,14 (pesimis) Sosial terpenuhi hak 2. Cenderung sangat tidak efisien dasarnya dalam perencanaan anggaran (kurang realistis) II-59 Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Program Program Program Perencanaan (%) (%) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 4 Persentase (%) 1. Cenderung efektif dalam lokasi strategis di perencanaan target indikator wilayah XXXXX 2. Cenderung tidak efisien dalam 100% XXXXX yang perencanaan anggaran (kurang bersih PMKS realistis) jalanan 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 4 1. Cenderung efektif dalam Persentase perencanaan target indikator Program Perlindungan pemenuhan 2. Cenderung tidak efisien dalam 100% 82,39 Sosial kebutuhan dasar perencanaan anggaran (kurang korban bencana realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 1 1. Cenderung Tidak Efektif dalam Jumlah fakir perencanaan target indikator miskin (ambisius) Program Penanganan (perorangan, 100% 66,95 2. Cenderung tidak efisien dalam Fakir Miskin keluarga, perencanaan anggaran (kurang kelompok) yang realisastis) mandiri 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan/kelebihan anggaran Kombinasi 4 1. Cenderung efektif dalam perencanaan target indikator Program Peningkatan indeks kepuasan 2. Cenderung tidak efisien dalam dan Pengelolaan pelayanan 100% 86,50 perencanaan anggaran (kurang Kantor Urusan Sosial kantor realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 4 1. Cenderung efektif dalam indeks kepuasan perencanaan target indikator Program Pengelolaan pelayanan 2. Cenderung tidak efisien dalam Kendaraan Operasional 100% 86,04 kendaraan perencanaan anggaran (kurang Urusan Sosial operasional realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Jumlah tenaga Kombinasi 4 kesejahteraan 1. Cenderung efektif dalam sosial perencanaan target indikator masyarakat yang 2. Cenderung tidak efisien dalam Program 100% aktif dalam 88,34 perencanaan anggaran (kurang Pemberdayaan Sosial penyelenggaraan realistis) kesejahteraan 3. Kemungkinan terdapat kelebihan sosial anggaran Jumlah lembaga 100% Kombinasi 4 II-60 Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Program Program Program Perencanaan (%) (%) kesejahteraan 1. Cenderung efektif dalam sosial perencanaan target indikator masyarakat yang 2. Cenderung tidak efisien dalam aktif dalam perencanaan anggaran (kurang penyelenggaraan realistis) kesejahteraan 3. Kemungkinan terdapat kelebihan sosial anggaran Presentase Kombinasi 4 prasarana dan 1. Cenderung efektif dalam Program Peningkatan sarana perencanaan target indikator Layanan, Prasarana dan kesejahteraan 2. Cenderung tidak efisien dalam 98% 72,02 Sarana Kesejahteraan sosial yang perencanaan anggaran (kurang Sosial memenuhi realistis) standar 3. Kemungkinan terdapat kelebihan pelayanan anggaran Sumber : Hasil Analisis Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa secara umum Dinas Sosial cenderung efektif dalam perencanaan target indikator, namun cenderung tidak efisien dalam perencanaan anggaran. Dalam persektif kedepan perlu penelaahan kembali target anggaran atau melakukan pemutakhiran standar harga agar perencanaan lebih efektif dan efisien. Untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Dinas Sosial disajikan sample lima kegiatan yang memiliki anggaran tertinggi sebagaimana disajikan dalam tabel di bawah ini. II-61 Tabel 2.24 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Dinas Sosial Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 1 sangat sangat Rehab Berat Gedung x (PSBL) Harapan x 4.440.514.442 100% 2,37% 0 100% 20% rendah rendah KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : penambahan asrama dan perbaikan asrama. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Tidak ada perusahaan yang lulus proses tender dan tidak tersedia waktu untuk pengajuan lelang ulang. Solusi : Memajukan jadwal pelelangan untuk kegiatan sejenis. 2 sangat Rehab Berat Gedung Panti x 4.505.142.508 100% 80,77 tinggi 1 lokasi 100% 100% tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Pembangunan Gedung Asrama 2 Lantai, Pembuatan Ruang Jemur dan Perbaikan Bangunan Asrama Wanita 2 Lantai. Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : Pelaksanaan yang sesuai jadwal serta adanya kerjasama yang baik antara konsultan perencana, pelaksana dan pengawas. 3 sangat Rehab Berat Gedung Panti Sosial x 3.673.341.586 100% 82,58 tinggi 1 lokasi 100% 100% tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Pembangunan Rumah Dinas, Pembangunan Ruang Poliklinik, Pembangunan Ruang Cuci Jemur dan Perbaikan Asrama 2 Lantai. Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : Pelaksanaan yang sesuai jadwal serta adanya kerjasama yang baik antara konsultan perencana, pelaksana dan pengawas. 4 sangat sangat Rehab Total Gedung x 1,918,922,368 100% 15% 1 gedung 100% 0% rendah rendah KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Perbaikan Total atap, dinding, palafond, kusen pintu, jendela, lantai, dan kelistrikan serta air pam. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Lelang gagal Solusi : Dilakukan lelang kembali di Tahun 2019 5 sangat sangat Perawatan dan Pemeliharaan Gedungx 809.721.445 100% 26% 12 bulan 100% 95% rendah tinggi KETERANGAN : II-62 Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Terlaksananya pemeliharaan gedung SKKT sehingga kebersihan gedung terjaga. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : korek kegiatan tidak sesuai dengan harapan pelaksanaan kegiatan. Solusi : tindakan dilaksankannya kegiatan pembelian sarana prasarana SKKT Sumber : Emonev 2018 dan Hasil DDW Dinas Sosial II-63 Berdasarkan tabel di atas ditemukan bahwa terdapat Perawatan dan Pemeliharaan Gedung x dengan realisasi keuangan sangat rendah (26%) namun memiliki realisasi fisik 95%. Kondisi ini dapat terjadi dikarenakan adanya perbedaan penilaian realisasi fisik versi XXXXX dengan versi Permendagri 86/2017. Versi XXXXX perhitungan realisasi fisik diperoleh dari alur proses kegiatan yang dilaksanakan, tanpa mengacu pada realisasi anggaran, sebagai contoh proses penyusunan TOR, Persiapan Lelang, dan seterusnya meskipun proses tersebut belum menggunakan anggaran namun secara otomatis perhitungan realisasi fisik meningkat. Sementara itu versi Permendagri 86/2017 perhitungan realisasi fisik mengacu pada besaran anggaran yang dikeluarkan, bobotnya disesuaikan dengan progres ketercapaian sasaran kegiatan yang ditargetkan. Adapun terdapat kelemahan penilaian realisasi fisik versi XXXXX karena berpotensi terjadi kekeliruan perhitungan, sebagai contoh suatu kegiatan memiliki target fisik 2 unit, proses kegiatan untuk mencapai target 2 unit tersebut telah dilaksanakan dan telah dikonversi menjadi bobot perhitungan realisasi fisik, namun karena suatu hal target fisik hanya terealisasi 1 unit. Karena perhitungan mengacu pada proses pelaksanaan kegiatan (bukan pada target “fisik 2 unit”) maka sangat berpotensi mengakibatkan tercatatnya persentase realisasi fisik 100%, meskipun target fisik kegiatan yang tercapai hanya 1 unit. Lebih lanjut, potensi kekeliruan pencatatan realisasi fisik maupun keuangan dapat diakibatkan dari aspek human error yang tidak tepat waktu dalam penginputan, atau tidak melakukan input sesuai kondisi real. II-64 9. DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI Pada Tahun 2018 Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi XXXXX melaksanakan 5 (lima) program dan 35 kegiatan dengan total anggaran program Rp5.698.571.356. Secara umum rata-rata realisasi anggaran Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi masuk dalam kategori tinggi, sementara itu rata-rata realisasi indikator kinerja program (outcome) masuk dalam kategori sangat tinggi. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program Pengelolaan Kendaraan Sedang 75.87 Operasional Urusan Tenaga Kerja Program Peningkatan dan Pengelolaan Tinggi 84.87 Kantor Urusan Tenaga Kerja Program Peningkatan kepatuhan Tinggi 90.30 terhadap ketentuan perundangan di… Program Penciptaan Hubungan Sangat Tinggi 99.54 Industrial yang harmonis Program Pembinaan dan Penempatan Tinggi 81.40 Tenaga Kerja 0 20 40 60 80 100 Realisasi Anggaran Program Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (%) Grafik 2.9 Realisasi Anggaran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran per program pada Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi masuk dalam kategori tinggi (76% ≤ 90%). Meskipun demikian, masih terdapat program dengan kategori realisasi anggaran sedang, yakni pada Program Pengelolaan Kendaraan Operasional Urusan Tenaga Kerja. Program tersebut merupakan program administrasi umum/penunjang yang tidak secara langsung mewujudkan sasaran indikator kinerja outcome, sifat dari II-65 penggunaan anggarannya adalah menyesuaikan dengan kebutuhan operasional instansi, sehingga program ini tidak dapat dituntut terealisasi 100%. Selanjutnya untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program/outcome Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi disajikan pada tabel di bawah ini. Tabel 2.25 Realisasi Indikator Kinerja Program Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Target Realisasi Persentase Program Indikator Program Realisasi Interpretasi 2018 2018 Jumlah pencari kerja 21000 24.042 yang berhasil 114% Sangat tinggi orang orang ditempatkan Program Jumlah tenaga kerja 1.152 Pembinaan dan 0 na na yang berwirausaha orang Penempatan Persentase Tenaga Kerja Peningkatan 2,5% 14,52% 580% Sangat tinggi Produktivitas Tenaga Kerja Daerah Program Jumlah kasus Penciptaan hubungan industrial Hubungan yang masuk ke tingkat 100 kasus 282 kasus 282% Sangat tinggi Industrial yang Perjanjian Bersama harmonis (PB) Program Jumlah perusahaan 3700 Peningkatan yang menjalankan 3.872 perusa 104% sangat tinggi kepatuhan norma perusahaan haan terhadap ketenagakerjaan ketentuan jumlah perusahaan 1380 perundangan di 2.617 yang menjalankan perusa 189% sangat tinggi bidang perusahaan norma K3 haan Ketenagakerjaan Program Peningkatan dan indeks kepuasan Pengelolaan 4 (indeks) 4 indeks 100% sangat tinggi pelayanan kantor Kantor Urusan Tenaga Kerja Program Pengelolaan indeks kepuasan Kendaraan pelayanan kendaraan 4 (indeks) 4 indeks 100% sangat tinggi Operasional operasional Urusan Tenaga Kerja Sumber : Emonev 2018 (diolah) II-66 Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata realisasi indikator kinerja program Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi masuk dalam kategori Sangat tinggi (91% ≤ 100%). Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. Tabel 2.26 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Indikator Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) Kombinasi 7 1. Cenderung tidak efektif dalam perencanaan target indikator Jumlah pencari kerja (pesimis) yang berhasil 114% 2. Cenderung sangat tidak efisien ditempatkan dalam perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Program Pembinaan Jumlah tenaga kerja dan Penempatan na 81,40% na yang berwirausaha Tenaga Kerja Kombinasi 7 1. Cenderung tidak efektif dalam perencanaan target indikator Persentase (pesimis) Peningkatan 580% 2. Cenderung sangat tidak efisien Produktivitas Tenaga dalam perencanaan anggaran Kerja Daerah (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 8 1. Cenderung tidak efektif dalam Jumlah kasus perencanaan target indikator Program Penciptaan hubungan industrial (pesimis) Hubungan Industrial yang masuk ke 282% 99,54 2. Cenderung tidak efisien dalam yang harmonis tingkat Perjanjian perencanaan anggaran (kurang Bersama (PB) realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan II-67 Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Indikator Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) anggaran Kombinasi 5 Jumlah perusahaan 1. Cenderung efektif dalam yang menjalankan 104% perencanaan target indikator norma 2. Cenderung efisien Perencanaan Program ketenagakerjaan anggaran Peningkatan Kombinasi 7 kepatuhan terhadap 1. Cenderung tidak efektif dalam ketentuan 90,30% perencanaan target indikator perundangan di jumlah perusahaan (pesimis) bidang yang menjalankan 189% 2. Cenderung sangat tidak efisien Ketenagakerjaan norma K3 dalam perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 4 1. Cenderung efektif dalam Program perencanaan target indikator Peningkatan dan indeks kepuasan 2. Cenderung tidak efisien dalam 100% 84,87% Pengelolaan Kantor pelayanan kantor perencanaan anggaran (kurang Urusan Tenaga Kerja realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 4 1. Cenderung efektif dalam Program perencanaan target indikator Pengelolaan indeks kepuasan 4. Cenderung tidak efisien dalam Kendaraan pelayanan kendaraan 100% 75,87 perencanaan anggaran (kurang Operasional Urusan operasional realistis) Tenaga Kerja 5. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Sumber : Hasil Analisis Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa terdapat beberapa indikator program dengan realisasi indikator program >110% sementara realisasi anggaran <95%, hal ini dapat bermakna penetapan target indikator program terlalu pesimis, sehingga dalam perspektif perencanaan selanjutnya dapat dipertimbangkan untuk menyusun target indikator program lebih tinggi. II-68 Untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi disajikan sample lima kegiatan yang memiliki anggaran tertinggi sebagaimana disajikan dalam Tabel 2.27 di bawah ini. II-69 Tabel 2.27 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 1 1000 Pelatihan dan Sertifikasi Penyedia Jasa Sangat 360.000.000 100% 77,81% tinggi orang 100% 100% Lainnya Perorangan (PJLP) tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 240 orang Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Perubahan APBDP 2018 TARGET DARI 1000 Orang menjadi 240 orang. Solusi : - 2 700 sangat Sangat Perluasan Jejaring Kios 3in1 dan Pemagangan 194.628.000 100% 97,65% Perusahaa 100% 100% tinggi TInggi n KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : - Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - 3 Pemberdayaan Tenaga Kerja Pemuda dan sangat 158.312.888 100% 99,47 75 Orang 100% 100% Tinggi Wanita tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : - Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - 4 Peningkatan Peran dan Fungsi Dewan sangat 12 Sangat 142.800.000 100% 100% 100% 100% Pengupahan Prov. XXXXX tinggi dokumen tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : - Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - 5 Peningkatan Peran dan Fungsi LKS Tripartit sangat 12 Sangat 84.000.000 100% 100% 100% 100% XXXXX XXXXX tinggi dokumen TInggi II-70 Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : - Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - Sumber : Emonev 2018 dan Hasil DDW Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (diolah) II-71 Berdasarkan tabel di atas ditemukan bahwa terdapat kegiatan yang memiliki target output peserta pelatihan dan sertifikasi penyedia jasa lainnya perorangan (PJLP) sebanyak 1.000 orang, namun hanya tercapai 240 orang, sementara itu dalam sistem tercatat realisasi fisik 100%. Seharusnya realisasi fisik mengacu pada target jumlah peserta, jika 240 orang artinya realisasi fisik hanya 24%. Kondisi demikian dikarenakan adanya perbedaan penilaian realisasi fisik versi XXXXX dengan versi Permendagri 86/2017. Versi XXXXX perhitungan realisasi fisik diperoleh dari alur proses kegiatan yang dilaksanakan, tanpa mengacu pada realisasi anggaran, sebagai contoh proses penyusunan TOR, Persiapan Lelang, dan seterusnya meskipun proses tersebut belum menggunakan anggaran namun secara otomatis perhitungan realisasi fisik meningkat. Sementara itu versi Permendagri 86/2017 perhitungan realisasi fisik mengacu pada besaran anggaran yang dikeluarkan, bobotnya disesuaikan dengan progres ketercapaian sasaran kegiatan yang ditargetkan. Adapun terdapat kelemahan penilaian realisasi fisik versi XXXXX karena berpotensi terjadi kekeliruan perhitungan, sebagai contoh suatu kegiatan memiliki target fisik 2 unit, proses kegiatan untuk mencapai target 2 unit tersebut telah dilaksanakan dan telah dikonversi menjadi bobot perhitungan realisasi fisik, namun karena suatu hal target fisik hanya terealisasi 1 unit. Karena perhitungan mengacu pada proses pelaksanaan kegiatan (bukan pada target “fisik 2 unit”) maka sangat berpotensi mengakibatkan tercatatnya persentase realisasi fisik 100%, meskipun target fisik kegiatan yang tercapai hanya 1 unit. Lebih lanjut, potensi kekeliruan pencatatan realisasi fisik maupun keuangan dapat diakibatkan dari aspek human error yang tidak tepat waktu dalam penginputan, atau tidak melakukan input sesuai kondisi real. II-72 10. DINAS PEMBERDAYAAN, PERLINDUNGAN ANAK DAN PENGENDALIAN PENDUDUK Pada Tahun 2018 Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak Dan Pengendalian Penduduk XXXXX melaksanakan 10 program dan 62 kegiatan dengan total anggaran program Rp21.190.641.440. Secara umum rata-rata realisasi anggaran Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak Dan Pengendalian Penduduk masuk dalam kategori sangat tinggi, begitu pula dengan rata-rata realisasi indikator kinerja program (outcome) yang masuk dalam kategori sangat tinggi. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program Pengelolaan Kendaraan… Tinggi 86.88 Program Peningkatan dan Pengelolaan… Sangat Tinggi 92.24 Program Pengendalian Penduduk Sangat Tinggi 99.58 Program Pengelolaan Kendaraan… Sangat Tinggi 94.94 Program Peningkatan dan Pengelolaan… Tinggi 88.68 Program Pemberdayaan Masyarakat Sangat Tinggi 93.23 Program Pengelolaan Kendaraan… Tinggi 85.78 Program Peningkatan dan Pengelolaan… Sangat Tinggi 93.91 Program kesetaraan gender dan… Sangat Tinggi 96.06 Program Perlindungan Perempuan dan Anak Sangat Tinggi 96.37 75 80 85 90 95 100 Realisasi Anggaran Program Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan pengendalian Penduduk (%) Grafik 2.10 Realisasi Anggaran Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak Dan Pengendalian Penduduk Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) II-73 Berdasarkan Grafik 2.10 dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran program Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak Dan Pengendalian Penduduk masuk dalam kategori Sangat tinggi (91% ≤ 100%). Selanjutnya untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program/outcome Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak Dan Pengendalian Penduduk disajikan pada tabel di bawah ini. Tabel 2.28 Realisasi Indikator Kinerja Program Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak Dan Pengendalian Penduduk Indikator Realisasi Persentase Program Target 2018 Realisasi Interpretasi Program 2018 Persentase korban kekerasan yang mendapat 74,34% 74,34% 100% Sangat tinggi layanan komprehensif Jumlah Kekerasan Program Perempuan dan 2.973 orang 2.973 orang 100% Sangat tinggi Perlindungan Anak Perempuan dan Jumlah Kekerasan Anak 677 orang 911 orang 65% Rendah Anak Jumlah Kekerasan 2.296 orang 858 orang 162% Sangat tinggi Perempuan Jumlah Anak Usia 1.050 1.430 Sekolah yang 63% Rendah keluarga keluarga Tidak Bersekolah Persentase Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang melaksanakan 12 % 27,27% 227,25% Sangat tinggi Perencanaan dan Program Penganggaran kesetaraan Responsif Gender gender dan (PPRG) pemberdayaan Jumlah Lembaga perempuan yang Melaksanakan Kebijakan 5 lembaga 12 lembaga 240% Sangat tinggi Pengarusutamaa n Gender dan Pemberdayaan Perempuan Program indeks kepuasan 4 (indeks) 4 indeks 100% Sangat tinggi II-74 Indikator Realisasi Persentase Program Target 2018 Realisasi Interpretasi Program 2018 Peningkatan pelayanan kantor dan Pengelolaan Kantor Urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Program Pengelolaan Kendaraan indeks kepuasan Operasional pelayanan Urusan 4 (indeks) 4 indeks 100% Sangat tinggi kendaraan pemberdayaan operasional perempuan dan perlindungan anak Persentase Lembaga Kemasyarakatan 40% 40,72% 101,8% Sangat tinggi yang aktif dalam pemberdayaan Program masyarakat Pemberdayaan Jumlah Masyarakat Masyarakat yang 644 orang 1.320 orang 204% Sangat tinggi Berhasil Diberdayakan Sangat Jumlah xxAktif 46 lokasi 22 lokasi 49% Rendah Program Peningkatan dan Pengelolaan indeks kepuasan 4 (indeks) 4 indeks 100% Sangat tinggi Kantor Urusan pelayanan kantor pemberdayaan masyarakat dan Desa Program Pengelolaan Kendaraan indeks kepuasan Operasional pelayanan 4 (indeks) 4 indeks 100% Sangat tinggi Urusan kendaraan pemberdayaan operasional masyarakat dan Desa Program Total Fertility Pengendalian 2,18 TFR 2,2 TFR 99% Sangat tinggi Rate (TFR) Penduduk Program Peningkatan indeks kepuasan dan 4 (indeks) 4 indeks 100% Sangat tinggi pelayanan kantor Pengelolaan Kantor Urusan II-75 Indikator Realisasi Persentase Program Target 2018 Realisasi Interpretasi Program 2018 pengendalian penduduk dan keluarga berencana Program Pengelolaan Kendaraan indeks kepuasan Operasional pelayanan Urusan 4 (indeks) 4 indeks 100% Sangat tinggi kendaraan pengendalian operasional penduduk dan keluarga berencana Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata realisasi indikator kinerja program Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak Dan Pengendalian Penduduk masuk dalam kategori Sangat tinggi (91% ≤ 100%). Namun demikian masih terdapat tiga indikator yang <65% yakni Indikator Jumlah Kekerasan Anak, Indikator Jumlah Anak Usia Sekolah yang Tidak Bersekolah dan Indikator Jumlah XXX Aktif. Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak Dan Pengendalian Penduduk yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. Tabel 2.29 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak Dan Pengendalian Penduduk Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Indikator Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) Persentase korban Kombinasi 5 Program Perlindungan kekerasan yang 1. Cenderung efektif dalam 100% 96,37% Perempuan dan Anak mendapat layanan perencanaan target indikator komprehensif 2. Cenderung efisien Perencanaan II-76 Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Indikator Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) anggaran Kombinasi 5 Jumlah Kekerasan 1. Cenderung efektif dalam Perempuan dan 100% perencanaan target indikator Anak 2. Cenderung efisien Perencanaan anggaran Kombinasi 2 1. Cenderung Tidak Efektif dalam perencanaan target indikator (ambisius) Jumlah Kekerasan 65% 2. Cenderung tidak efisien dalam Anak perencanaan anggaran (kurang realisastis) 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan anggaran Kombinasi 8 1. Cenderung tidak efektif dalam perencanaan target indikator (pesimis) Jumlah Kekerasan 162% 2. Cenderung tidak efisien dalam Perempuan perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 2 1. Cenderung Tidak Efektif dalam perencanaan target indikator Jumlah Anak Usia (ambisius) Sekolah yang Tidak 63% 2. Cenderung tidak efisien dalam Bersekolah perencanaan anggaran (kurang realisastis) 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan anggaran Persentase Kombinasi 8 Organisasi 1. Cenderung tidak efektif dalam Perangkat Daerah perencanaan target indikator (OPD) yang (pesimis) melaksanakan 227,25% 2. Cenderung tidak efisien dalam Perencanaan dan perencanaan anggaran (kurang Penganggaran realistis) Program kesetaraan Responsif Gender 3. Kemungkinan terdapat kelebihan gender dan (PPRG) anggaran 96,06% pemberdayaan Kombinasi 8 Jumlah Lembaga perempuan 1. Cenderung tidak efektif dalam yang perencanaan target indikator Melaksanakan (pesimis) Kebijakan 240% 2. Cenderung tidak efisien dalam Pengarusutamaa n perencanaan anggaran (kurang Gender dan realistis) Pemberdayaan 3. Kemungkinan terdapat kelebihan Perempuan anggaran Program Peningkatan indeks kepuasan 100% 93,91% Kombinasi 5 II-77 Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Indikator Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) dan Pengelolaan pelayanan kantor 1. Cenderung efektif dalam Kantor Urusan perencanaan target indikator pemberdayaan 2. Cenderung efisien Perencanaan perempuan dan anggaran perlindungan anak Kombinasi 4 Program Pengelolaan 1. Cenderung efektif dalam Kendaraan indeks kepuasan perencanaan target indikator Operasional Urusan pelayanan 2. Cenderung tidak efisien dalam 100% 85,78% pemberdayaan kendaraan perencanaan anggaran (kurang perempuan dan operasional realistis) perlindungan anak 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 4 Persentase 1. Cenderung efektif dalam Lembaga perencanaan target indikator Kemasyarakatan 2. Cenderung tidak efisien dalam 101,8% yang aktif dalam perencanaan anggaran (kurang pemberdayaan realistis) masyarakat 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 8 1. Cenderung tidak efektif dalam perencanaan target indikator Jumlah (pesimis) Program Masyarakat yang 204% 2. Cenderung tidak efisien dalam Pemberdayaan Berhasil 93,23% perencanaan anggaran (kurang Masyarakat Diberdayakan realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 2 1. Cenderung Tidak Efektif dalam perencanaan target indikator (ambisius) Jumlah XXX Aktif 49% 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan anggaran (kurang realisastis) 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan anggaran Kombinasi 4 1. Cenderung efektif dalam Program Peningkatan perencanaan target indikator dan Pengelolaan indeks kepuasan 2. Cenderung tidak efisien dalam Kantor Urusan 100% 88,68% pelayanan kantor perencanaan anggaran (kurang pemberdayaan realistis) masyarakat dan Desa 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Program Pengelolaan Kombinasi 5 indeks kepuasan Kendaraan 1. Cenderung efektif dalam pelayanan Operasional Urusan 100% 94,94% perencanaan target indikator kendaraan pemberdayaan 2. Cenderung efisien Perencanaan operasional masyarakat dan Desa anggaran II-78 Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Indikator Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) Kombinasi 5 1. Cenderung efektif dalam Program Pengendalian Total Fertility Rate 99% 99,58% perencanaan target indikator Penduduk (TFR) 2. Cenderung efisien Perencanaan anggaran Program Peningkatan Kombinasi 5 dan Pengelolaan 1. Cenderung efektif dalam Kantor Urusan indeks kepuasan perencanaan target indikator 100% 92,24% pengendalian pelayanan kantor 2. Cenderung efisien Perencanaan penduduk dan anggaran keluarga berencana Kombinasi 4 Program Pengelolaan 1. Cenderung efektif dalam Kendaraan indeks kepuasan perencanaan target indikator Operasional Urusan pelayanan 2. Cenderung tidak efisien dalam 100% 86,88% pengendalian kendaraan perencanaan anggaran (kurang penduduk dan operasional realistis) keluarga berencana 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Sumber : Hasil Analisis Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa secara umum rata rata didominasi Kombinasi 5 yang bermakna cenderung efektif dalam perencanaan target indikator dan cenderung efisien dalam perencanaan anggaran. Namun demikian masih terdapat beberapa indikator yang memiliki realisasi <65% namun memiliki serapan anggaran >91%. Hal ini dapat bermakna penetapan target indikator program terlalu ambisius, sehingga dalam perspektif perencanaan selanjutnya perlu penelaahan target indikator outcome program. Lebih jauh lagi, kondisi demikian dapat pula bermakna kurang tepatnya penentuan kegiatan-kegiatan dalam mewujudkan target indikator program, sehingga tidak adanya korelasi antara kegiatan yang dilaksanakan dengan indikator programnya (alat ukur keberhasilan kegiatan-kegiatan dalam suatu program), dengan kata lain dapat saja realisasi suatu indikator program sangat rendah, sementara realisasi fisik II-79 kegiatan-kegiatan dalam program tersebut sangat tinggi, artinya tidak terdapat kegiatan yang berkontribusi secara signifikan terhadap indikatot program tersebut. Oleh karena itu dalam perspektif perencanaan selanjutnya dapat dipertimbangkan untuk menelaah kembali apakah indikator-indikator program relevan dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan (apakah telah terbentuk kerangka logis pada setiap arsitektur kinerja perangkat daerah). Secara skematik disajikan ilustrasi penjelasan di bawah ini. Program Indikator Realisasi Kegiatan Realisasi Fisik Pembentukan percontohan 100% Jumlah pencegahan kekerasan Kekerasan 65% terhadap anak Anak Progra Penguatan gugus tugas m tindak pidana 100% Perlind perdagangan orang ungan Peremp Jumlah Pengasuhan terhadap uan dan Anak Usia Keluarga yang memiliki 100% Anak Sekolah anak usia sekolah tdk yang Tidak 63% bersekolah Bersekola Pemantapan gugus tugas h 100% KLA Jika diamati, seluruh kegiatan pada Program di atas memiliki realisasi fisik 100%, namun kedua indikator di atas memiliki realisasi rendah. Hal ini bermakna kegiatan di atas tidak memiliki kontribusi terhadap realisasi indikator program. Untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak Dan Pengendalian Penduduk disajikan II-80 sample lima kegiatan yang memiliki anggaran tertinggi sebagaimana disajikan dalam tabel di bawah ini. II-81 Tabel 2.30 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak Dan Pengendalian Penduduk Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 1 sangat sangat Pelayanan KB gratis 9.742.506.000 100% 100% 0 100% 100% tinggi tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : pelayanan selama 12 bulan. Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - 2 Penguatan Kelembagaan PKK dalam sangat sangat 1.080.806.453 100% 97,16% 0 100% 100% Mensejahterakan Keluarga Tingkat XXXXX tinggi tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 12 bulan Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - 3 sangat sangat Pemetaan Sosial XXX 272.125.000 100% 91,63% 0 100% 100% tinggi tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 644 orang Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - 4 Penggalangan Gelar Kreativitas 10 Program sangat sangat 247.800.000 100% 100% 0 100% 100% Pokok PKK di Rusunawa dan XXX tinggi tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 644 orang Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - 5 Gelar Teknologi Tepat Guna Tingkat Nasional 333.780.750 sangat 100% 75,88% sedang 0 100% 100% 2018 tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 1 kegiatan II-82 Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - Sumber : Emonev 2018 dan Hasil DDW Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak Dan Pengendalian Penduduk (diolah) II-83 11. DINAS KETAHANAN PANGAN, KELAUTAN DAN PERTANIAN Pada Tahun 2018 Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan Dan Pertanian XXXXX melaksanakan 9 (sembilan) program dan 70 kegiatan dengan total anggaran program Rp139.017.320.648. Secara umum rata-rata realisasi anggaran Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian masuk dalam kategori tinggi, sementara itu rata-rata realisasi indikator kinerja program (outcome) masuk dalam kategori sangat tinggi. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program Pengelolaan Kendaraan… Rendah 61.76 Program Peningkatan dan Pengelolaan… Sangat Tinggi 96 Program Pengembangan Pertanian,… Tinggi 78.48 Program Pengelolaan Kendaraan… Tinggi 86.43 Program Peningkatan dan Pengelolaan… Tinggi 88.81 Program Pengelolaan Kelautan dan Perikanan Tinggi 84.24 Program Pengelolaan Kendaraan… Tinggi 79.75 Program Peningkatan dan Pengelolaan… Tinggi 86.65 Program Peningkatan Ketahanan Pangan… Tinggi 87.32 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Realisasi Anggaran Program Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (%) Grafik 2.11 Realisasi Anggaran Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran per program pada Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian masuk dalam kategori tinggi (79% ≤ 90%). Meskipun demikian, masih terdapat program dengan kategori realisasi anggaran sedang, yakni pada Program Pengelolaan Kendaraan Operasional urusan pertanian. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh adanya kegiatan Penyediaan BBM KDO/KDO Khusus yang hanya mencapai realisasi anggaran 15,18%, II-84 hal ini dikarenakan kegiatan penyediaan BBM merupakan kegiatan penunjang yang bersifat rutin sehingga penggunaanya sangat dinamis menyesuaikan dengan kebutuhan, lebih lanjut kegiatan tersebut ada pada program administrasi umum yang tidak secara langsung berkontribusi pada pencapaian kinerja indikator outcomes. Selanjutnya untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian disajikan pada tabel di bawah ini. Tabel 2.31 Realisasi Indikator Kinerja Program Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Target Realisasi Persentase Program Indikator Program Realisasi Interpretasi 2018 2018 Persentase ketersediaan sangat Program Peningkatan 100 % 100% 100% pangan tinggi Ketahanan Pangan Persentase pangan yang 100% sangat Masyarakat 95% 95% bebas bahan berbahaya tinggi Program Peningkatan 100% indeks kepuasan pelayanan sangat dan Pengelolaan Kantor 4 (Indeks) 4 indeks kantor tinggi Urusan Pangan Program Pengelolaan 100% indeks kepuasan pelayanan sangat Kendaraan Operasional 4 (indeks) 4 indeks kendaraan operasional tinggi Urusan Pangan 703.786 114.279 sangat Jumlah produksi perikanan 16,23% ton ton rendah jumlah pelanggaran 83 65 Program Pengelolaan pemanfaatan sumberdaya Pelang Pelangga 78% tinggi Kelautan dan Perikanan kelautan dan perikanan garan ran luas kawasan ekosistem laut 141,4 141,4 sangat dan pesisir yang berhasil 100% Ha. Ha. tinggi direhabilitasi Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor indeks kepuasan pelayanan 4 sangat 4 (indeks) 100% Urusan kelautan dan kantor (indeks) tinggi perikanan Program Pengelolaan Kendaraan Operasional indeks kepuasan pelayanan 4 sangat 4 (indeks) 100% Urusan kelautan dan kendaraan operasional (indeks) tinggi perikanan Jumlah Produksi Pertanian 69229 47892 Program 69% sedang dan Peternakan ton ton Pengembangan Jumlah kasus penyakit Pertanian, Peternakan 12 kasus 10 kasus 83% tinggi menular strategis dan Kesehatan Hewan Jumlah pelanggaran bidang 10 kasus 8 kasus 80% tinggi II-85 Target Realisasi Persentase Program Indikator Program Realisasi Interpretasi 2018 2018 pertanian dan peternakan Program Peningkatan indeks kepuasan pelayanan Sangat dan Pengelolaan Kantor 4 (indeks) 4 indeks 100% kantor tinggi Urusan Pertanian Program Pengelolaan indeks kepuasan pelayanan Sangat Kendaraan Operasional 4 (indeks) 3 indeks 100% kendaraan operasional tinggi Urusan Pertanian Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata realisasi indikator kinerja program Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian masuk dalam kategori kategori sangat tinggi (91% ≤ 100%). Namun demikian masih terdapat 1 (satu) indikator yang masuk dalam kategori sangat rendah yakni Jumlah Produksi Perikanan dan juga masih terdapat 1 (satu) indikator dengan kategori sedang yakni Jumlah Produksi Pertanian dan Peternakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa realisasi indikator Jumlah Produksi Perikanan bersifat paradoks, karena seluruh kegiatan dalam Program Pengelolaan Kelautan dan Perikanan yang secara langsung berkontribusi terhadap peningkatan produksi perikanan memiliki realisasi tinggi atau >85% (baik realisasi fisik maupun realisasi anggaran), sehingga idealnya realisasi indikator Jumlah Produksi Perikanan tidak berada pada kategori sangat rendah. Untuk indikator Jumlah Produksi Pertanian dan Peternakan juga menunjukkan paradoks, karena kegiatan yang secara langsung berkontribusi terhadap peningkatan produksi pertanian dan peternakan dalam Program Pengembangan Pertanian, Peternakan dan Kesehatan Hewan memiliki realisasi tinggi (>85%), sehingga idealnya realisasi indikator Jumlah Produksi Pertanian dan Peternakan tidak berada pada kategori sangat rendah. II-86 Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. Tabel 2.32 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Program Program Program Perencanaan (%) (%) Kombinasi 4 1. Cenderung efektif dalam perencanaan Persentase target indikator ketersediaan 100% 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan Program pangan anggaran (kurang realistis) Peningkatan 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Ketahanan 87,32% Kombinasi 4 Pangan Persentase 1. Cenderung efektif dalam perencanaan Masyarakat pangan yang target indikator 100% bebas bahan 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan berbahaya anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Program Kombinasi 4 Peningkatan indeks 1. Cenderung efektif dalam perencanaan dan kepuasan target indikator 100% 86,65% Pengelolaan pelayanan 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan Kantor Urusan kantor anggaran (kurang realistis) Pangan 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 4 Program indeks 1. Cenderung efektif dalam perencanaan Pengelolaan kepuasan target indikator Kendaraan pelayanan 100% 79,75% 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan Operasional kendaraan anggaran (kurang realistis) Urusan Pangan operasional 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 1 1. Cenderung Tidak Efektif dalam Jumlah perencanaan target indikator (ambisius) produksi 16,23% 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan Program perikanan anggaran (kurang realisastis) Pengelolaan 3. Kemungkinan Terdapat 84,24% Kelautan dan kekurangan/kelebihan anggaran Perikanan jumlah Kombinasi 1 pelanggaran 1. Cenderung Tidak Efektif dalam pemanfaatan 78% perencanaan target indikator (ambisius) sumberdaya 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan kelautan dan anggaran (kurang realisastis) II-87 Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Program Program Program Perencanaan (%) (%) perikanan 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan/kelebihan anggaran luas kawasan Kombinasi 4 ekosistem 1. Cenderung efektif dalam perencanaan laut dan target indikator 100% pesisir yang 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan berhasil anggaran (kurang realistis) direhabilitasi 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Program Kombinasi 4 Peningkatan 1. Cenderung efektif dalam perencanaan indeks dan target indikator kepuasan Pengelolaan 100% 88,81% 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan pelayanan Kantor Urusan anggaran (kurang realistis) kantor kelautan dan 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran perikanan Program Kombinasi 4 Pengelolaan indeks 1. Cenderung efektif dalam perencanaan Kendaraan kepuasan target indikator Operasional pelayanan 100% 86,43% 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan Urusan kendaraan anggaran (kurang realistis) kelautan dan operasional 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran perikanan Kombinasi 1 1. Cenderung Tidak Efektif dalam Jumlah perencanaan target indikator (ambisius) Produksi 69% 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan Pertanian dan anggaran (kurang realisastis) Peternakan 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan/kelebihan anggaran Kombinasi 1 Program 1. Cenderung Tidak Efektif dalam Pengembangan Jumlah kasus perencanaan target indikator (ambisius) Pertanian, penyakit 83% 78,48 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan Peternakan menular anggaran (kurang realisastis) dan Kesehatan strategis 3. Kemungkinan Terdapat Hewan kekurangan/kelebihan anggaran Kombinasi 1 Jumlah 1. Cenderung Tidak Efektif dalam pelanggaran perencanaan target indikator (ambisius) bidang 80% 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan pertanian dan anggaran (kurang realisastis) peternakan 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan/kelebihan anggaran Program Kombinasi 5 Peningkatan indeks 1. Cenderung efektif dalam perencanaan dan kepuasan target indikator 100% 96 Pengelolaan pelayanan 2. Cenderung efisien Perencanaan anggaran Kantor Urusan kantor Pertanian Program indeks Kombinasi 4 Pengelolaan kepuasan 100% 61,76 1. Cenderung efektif dalam perencanaan Kendaraan pelayanan target indikator II-88 Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Program Program Program Perencanaan (%) (%) Operasional kendaraan 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan Urusan operasional anggaran (kurang realistis) Pertanian 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Sumber : Hasil Analisis Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa secara umum perencanaan indikator cenderung efektif, sementara perencanaan anggaran cenderung kurang efisien. Meskipun demikian masih terdapat satu indikator program dengan realisasi 16,23% sementara realisasi anggarannya mencapai 82,24%. Hal ini dapat bermakna penetapan target indikator program terlalu ambisius, atau penetapan anggaran terlalu tinggi sehingga dalam perspektif perencanaan selanjutnya dapat dipertimbangkan menelaah kembali target indikator program maupun penetapan anggaran. Lebih jauh lagi, kondisi demikian dapat pula bermakna kurang tepatnya penentuan indikator program, sehingga tidak adanya korelasi antara kegiatan yang dilaksanakan dengan indikator programnya (alat ukur keberhasilan kegiatan-kegiatan dalam suatu program), atau kurang tepat-nya penetapan kegiatan-kegiatan yang tidak mampu berkontribusi terhadap pencapaian target indikator program. Dalam perspektif perencanaan selanjutnya dapat dipertimbangkan untuk menelaah kembali apakah terdapat relevansi antara indikator-indikator program dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan (apakah telah terbentuk kerangka logis pada setiap arsitektur kinerja perangkat daerah). Secara skematik disajikan ilustrasi penjelasan di bawah ini. II-89 Program Indikator Realisasi Kegiatan Realisasi Fisik Pengadaan Sarana 100% Penangkapan Ikan Penyediaan Sarana dan Program 100% Prasarana Perikanan Pengelolaan Jumlah Budidaya Kelautan produksi 16,23% dan perikanan Perikanan Transplantasi Karang 100% Pembayaran Premi 100% asuransi Nelayan Pembayaran Premi 100% asuransi Nelayan Program di atas memiliki 26 kegiatan, namun berdasarkan telaahan, maka diketahui hanya terdapat kurang dari enam kegiatan yang berkontribusi signifikan terhadap realisasi indikator Jumlah Produksi Perikanan yang memiliki persentase realisasi hanya sebesar 16,23%. Dalam perspektif kedepan perlu pemetaan siklus bisnis setiap indikator untuk mengarahkan penyusunan kegiatan kegiatan yang benar-benar dapat berkontribusi tershadap indikator yang ditetapkan dan perlu penelaahan kembali target output setiap kegiatan disesuaikan dengan target outcome program. Untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian disajikan sample lima kegiatan yang memiliki anggaran tertinggi sebagaimana disajikan dalam tabel di bawah ini. II-90 Tabel 2.33 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 1 Penyediaan Sarana dan Prasarana Perikanan sangat sangat 21.354.915.250 100% 96,32 4 Jenis 100% 100% Budidaya tinggi tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Pengadaan Dermaga Rumah Apung sebanyak 8 Unit ; Keramba Jaring Apung sebanyak 101 Unit ; Benih Kerapu Macan sebanyak 51.013 ekor ; Bak Fiber sebanyak 100 Unit ; Pompa Air Celup sebanyak 100 Unit ; Rumput Laut sebanyak 10.000 Kg. Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - 2 sangat Pengawasan Keamanan Pangan Terpadu 8.728.337.014 100% 79,97 tinggi 152 lokasi 100% 100% tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Terlaksananya pengawasan keamanan pangan terpadu di 152 lokasi dalam 1 tahun dengan pengambilan 44.131 sampel, sampel positiv bahan kimia sebanyak 134 sampel, negativ 43.996 sampel . Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Pengadaan Alat Laboratorium, Bahan Laboratorium, dan Bahan Kimia sedang dalam proses ulang di UPPBJ XXX XXXX XXXX. Dalam Proses Penetapan Pemenang di UPPBJ Solusi : - 3 sangat sangat Pengadaan Lahan Cagar 6.434.674.000 100% 0,59 2180 M2 100% 100% rendah tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Telah dilaksanakan penilaian Appraisal, Sosialisasi dan Pengumuman di media masa. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Tidak dapat dilanjutkan pembayaran lahannya mengingat dokumen Girik yang menjelaskan sejarah tanah tersebut hanya ada 1 asli dan copy 1 dari 8 bidang lahan yang ada (5 girik). Solusi : - 4 sangat Pengadaan Sarana Display X 9.998.458.389 100% 83,45 tinggi 8 Jenis 100 95,50% tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Tersedianya pembangunan pelengkap lainnya untuk Gedung X antara lain : Pagar keliling bangunan, gerbang, diorama, ruang audio visual, menara pandang, rumah genset, kolam ikan, , interior dan ornamen di dalam gedungPengadaan barang untuk menunjang fungsi X II-91 Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - 5 Pembangunan Tanggul / Sheet pile arah laut sangat 4.315.741.200 100% 87,97 tinggi 45 m 100% 100% di X tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Pembangunan tanggul lanjutan sepanjang 45 m' arah laut di sebelah xxxxx pasar grosir di kawasan pelabuhan perikanan nusantara X untuk mencegah air pasang. Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - Sumber : Emonev 2018 dan Hasil DDW Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian II-92 Berdasarkan tabel di atas ditemukan bahwa terdapat kegiatan Pengadaan Lahan X yang hanya memiliki realisasi anggaran 0,59% namun pada realisasi fisik tercatat 100%. Kondisi tersebut dapat terjadi dikarenakan adanya perbedaan penilaian realisasi fisik versi XXXXX dengan versi Permendagri 86/2017. Versi XXXXX perhitungan realisasi fisik diperoleh dari alur proses kegiatan yang dilaksanakan, tanpa mengacu pada realisasi anggaran, sebagai contoh proses penyusunan TOR, Persiapan Lelang, dan seterusnya meskipun proses tersebut belum menggunakan anggaran namun secara otomatis perhitungan realisasi fisik meningkat. Sementara itu versi Permendagri 86/2017 perhitungan realisasi fisik mengacu pada besaran anggaran yang dikeluarkan, bobotnya disesuaikan dengan progres ketercapaian sasaran kegiatan yang ditargetkan. Adapun terdapat kelemahan penilaian realisasi fisik versi XXXXX karena berpotensi terjadi kekeliruan perhitungan, sebagai contoh suatu kegiatan memiliki target fisik 2 unit, proses kegiatan untuk mencapai target 2 unit tersebut telah dilaksanakan dan telah dikonversi menjadi bobot perhitungan realisasi fisik, namun karena suatu hal target fisik hanya terealisasi 1 unit. Karena perhitungan mengacu pada proses pelaksanaan kegiatan (bukan pada target “fisik 2 unit”) maka sangat berpotensi mengakibatkan tercatatnya persentase realisasi fisik 100%, meskipun target fisik kegiatan yang tercapai hanya 1 unit. Lebih lanjut, potensi kekeliruan pencatatan realisasi fisik maupun keuangan dapat diakibatkan dari aspek human error yang tidak tepat waktu dalam penginputan, atau tidak melakukan input sesuai kondisi real. II-93 12. DINAS LINGKUNGAN HIDUP Dinas Lingkungan Hidup XXXXX XXXXX pada Tahun 2018 melaksanakan 4 (empat) program dan 114 kegiatan dengan anggaran sebesar Rp233.543.137.766. Secara umum rata-rata realisasi anggaran Dinas Lingkungan Hidup masuk dalam kategori sedang, sedangkan rata-rata realisasi indikator kinerja program (outcome) masuk dalam kategori sangat tinggi. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program Pengendalian Pencemaran dan Sedang 73.56 Perusakan Lingkungan Hidup Program Pengelolaan Kendaraan Rendah 60.87 Operasional Urusan Lingkungan Hidup Program Peningkatan dan Pengelolaan Rendah 65.65 Kantor Urusan Lingkungan Hidup Program Pengelolaan Persampahan Tinggi 82.47 0 20 40 60 80 100 Realisasi Anggaran Program Dinas Lingkungan Hidup (%) Grafik 2.12 Realisasi Anggaran Dinas Lingkungan Hidup Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan Grafik 2.12 dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran program Dinas Lingkungan Hidup masuk dalam kategori sedang (66% ≤ 75%). Kondisi tersebut dipengaruhi oleh realisasi anggaran dengan kategori rendah dari (1) Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor dan (2) Program Pengelolaan Kendaraan Operasional, serta dipengaruhi oleh realisasi anggaran dengan kategori sedang dari (3) Program Pengendalian dan Pencemaran Lingkungan Hidup. II-94 Untuk kedua program administrasi umum/penunjang, yakni Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor dan Program Pengelolaan KDO yang tidak secara langsung mewujudkan sasaran indikator kinerja outcome, sifat dari penggunaan anggarannya adalah menyesuaikan dengan kebutuhan operasional instansi, sehingga program ini tidak dapat dituntut terealisasi 100%. Sementara itu Program Pengendalian dan Pencemaran Lingkungan Hidup merupakan program prioritas dari Dinas Lingkungan Hidup yang realisasi anggaran nya berpengaruh terhadap tercapainya target indikator program/outcomes, sehingga realisasi perlu mencapai target yang direncanakan. Adapun penyebab realisasi anggaran Program Pengendalian dan Pencemaran Lingkungan Hidup tidak mencapai target dipengaruhi oleh beberapa kegiatan dengan anggaran besar yang tidak mencapai target, antara lain : 1. Kegiatan Pengadaan Alat Angkut Limbah B3 Gerobak Motor yang memiliki anggaran Rp1.866.062.000, namun tidak terealisasi disebabkan penyedia yang memiliki Surat Keputusan Rancang Bangun (SKRB) sesuai kebutuhan hanya satu dan terbit pada bulan oktober 2018, sehingga menghambat proses pelaksanaan lelang dan produksi; 2. Kegiatan Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pengendalian Lingkungan (Lembaga/Forum Masyarakat, Kalpataru dan Saka Kalpataru) yang memiliki anggaran Rp 1.260.822.855, namun hanya terealisasi 66,86% disebabkan tidak dimungkinkan penyerapan anggaran biaya perjalanan kegiatan rapat dalam kota (XXXXX) untuk diberikan ke masyarakat; 3. Kegiatan Pembangunan TPS Limbah B3 Skala Kota dan Sarana Penunjangnya yang memiliki anggaran Rp1.433.732.379, namun hanya terealisasi 47,42% disebabkan penyedia jasa konstruksi wanprestasi dan adanya penolakan warga pada akhir-akhir pekerjaan di salah satu lokasi yaitu di X II-95 4. Kegiatan Pembangunan TPS Limbah B3 Skala Kecamatan dan Sarana Penunjangnya yang memiliki anggaran Rp1.175.320.470, namun hanya terealisasi 62,28% disebabkan penyedia jasa konstruksi wanprestasi dan adanya penolakan warga pada akhir-akhir pekerjaan di salah satu lokasi yaitu di Asrama X Selanjutnya untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program/outcome Dinas Lingkungan Hidup disajikan pada tabel di bawah ini. Tabel 2.34 Realisasi Indikator Kinerja Program Dinas Lingkungan Hidup Indikator Persentase Program Target 2018 Realisasi 2018 Interpretasi Program Realisasi Program Pengurangan 6.551,89 7.196,75 Pengelolaan sampah yang 109% Sangat Tinggi ton/hari ton/hari Persampahan dikirim ke TPA Program Peningkatan indeks dan kepuasan Pengelolaan 4 (indeks) 3 75% Sedang pelayanan Kantor Urusan kantor Lingkungan Hidup Program Pengelolaan indeks Kendaraan kepuasan Operasional pelayanan 4 (indeks) 3 75% Sedang Urusan kendaraan Lingkungan operasional Hidup Penurunan Tingkat 34.55 indeks 31.43 indeks 90,96% Tinggi Pencemaran Air Penurunan Tingkat Program 40.43 indeks 66.57 indeks 164% Sangat Tinggi Pencemaran Pengendalian Udara Pencemaran Presentase dan Perusakan Pelayanan Lingkungan 10% 18.35% 183,5% Sangat tinggi Pengelolaan Hidup Limbah B3 Presentase Kepatuhan Pelaksanaan 40% 35,05% 87,62% Tinggi Dokumen Lingkungan II-96 Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa secara rata-rata realisasi indikator kinerja program Dinas Lingkungan Hidup masuk dalam kategori Sangat tinggi (91% ≤ 100%). Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Dinas Lingkungan Hidup yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. Tabel 2.35 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan Dinas Lingkungan Hidup Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Program Program Program Perencanaan (%) (%) Kombinasi 4 Pengurangan 1. Cenderung efektif dalam perencanaan target Program sampah yang indikator Pengelolaan 109% 82.47 dikirim ke 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan Persampahan TPA anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 1 Program 1. Cenderung Tidak Efektif dalam perencanaan Peningkatan dan indeks target indikator (ambisius) Pengelolaan kepuasan 75% 65.65 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan Kantor Urusan pelayanan anggaran (kurang realisastis) Lingkungan kantor 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan/kelebihan Hidup anggaran Program Kombinasi 1 Pengelolaan indeks 1. Cenderung Tidak Efektif dalam perencanaan Kendaraan kepuasan target indikator (ambisius) Operasional pelayanan 75% 60.87 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan Urusan kendaraan anggaran (kurang realisastis) Lingkungan operasional 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan/kelebihan Hidup anggaran Program Kombinasi 4 Pengendalian Penurunan 1. Cenderung efektif dalam perencanaan target Pencemaran dan Tingkat indikator 90,96% 73.56 Perusakan Pencemaran 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan Lingkungan Air anggaran (kurang realistis) Hidup 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran II-97 Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Program Program Program Perencanaan (%) (%) Kombinasi 7 Penurunan 1. Cenderung tidak efektif dalam perencanaan Tingkat target indikator (pesimis) 164% Pencemaran 2. Cenderung sangat tidak efisien dalam Udara perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 7 Presentase 1. Cenderung tidak efektif dalam perencanaan Pelayanan target indikator (pesimis) 183,5% Pengelolaan 2. Cenderung sangat tidak efisien dalam Limbah B3 perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 1 Presentase 1. Cenderung Tidak Efektif dalam perencanaan Kepatuhan target indikator (ambisius) Pelaksanaan 87,62% 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan Dokumen anggaran (kurang realisastis) Lingkungan 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan/kelebihan anggaran Sumber : Hasil Analisis Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa terdapat beberapa indikator program dengan realisasi >100% namun realisasi anggarannya <75%, hal ini dapat bermakna penetapan target indikator program terlalu pesimis, sehingga dalam perspektif perencanaan selanjutnya dapat dipertimbangkan untuk menyusun target indikator program lebih tinggi. Untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Dinas Lingkungan Hidup disajikan sample lima kegiatan yang memiliki anggaran tertinggi sebagaimana disajikan dalam tabel di bawah ini. II-98 Tabel 2.36 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Dinas Lingkungan Hidup Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 1 Pemeliharaan Kendaraan Operasional sangat 4.499.367.516 100% 6,65 1 tahun 100% 80% tinggi Bermotor Truck (ATPM) rendah KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 47 Unit Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : Capaian kinerja pemeliharaan kendaraan bukan berdasarkan serapan anggaran, tetapi berdasarkan kondisi kendaraan dan jumlah unit yang dilakukan pemeliharaan (at cost). 2 sangat 43.200 sangat Pengadaan Kantong Sampah Plastik 1.663.200.000 100% 0% 100% 8% rendah roll rendah KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : - Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Tidak dapat dilaksanakan dikarenakan gagal lelang pada kegiatan pengadaan tempat sampah pilah jepit (satu kesatuan antara tempat sampah pilah jepit dan kantong plastik sampah). Solusi : - Perencanaan dan persiapan lebih matang - Pelaksanaan pekerjaan lebih awal - Mengusulkan dalam katalog lokal 3 sangat sangat Pengadaan Tempat Sampah Pilah Jepit 1.361.250.000 100% 0% 1000 unit 100% 9% rendah rendah KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : - Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Gagal lelang BPPBJ Solusi : - Perencanaan dan persiapan lebih matang - Pelaksanaan pekerjaan lebih awal - Mengusulkan dalam katalog lokal 4 Pengadaan Toilet Portable sangat 1.804.000.000 100% 62,90% rendah 20 unit 100% 100% tinggi II-99 Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 36 unit Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan: Efisiensi anggaran (dari HPS ditambah harga hasil negosiasi) 5 Pengadaan Alat Angkut Limbah B3 Gerobak sangat sangat 1.866.062.000 100% 0% 44 unit 100% 8% Motor rendah rendah KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : - Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Penyedia yg memiliki SKRB sesuai kebutuhan hanya satu dan terbit pada bulan oktober 2018, sehingga menghambat proses pelaksanaan lelang dan produksi Solusi : Perubahan komponen Sumber : Emonev 2018 dan Hasil DDW Dinas Lingkungan Hidup (diolah) II-100 Berdasarkan tabel di atas ditemukan bahwa terdapat kegiatan Pengadaan Kantong Sampah Plastik yang realisasi anggarannya 0% namun memiliki realisasi fisik 8%, dan kegiatan Pengadaan Tempat Sampah Pilah Jepit yang realisasi anggarannya 0% namun memiliki realisasi fisik 9%, serta kegiatan Pengadaan Alat Angkut Limbah B3 Gerobak Motor yang realisasi anggarannya 0% nemun memiliki realisasi fisik 8%. Kondisi tersebut dapat terjadi dikarenakan adanya perbedaan penilaian realisasi fisik versi XXXXX dengan versi Permendagri 86/2017. Versi XXXXX perhitungan realisasi fisik diperoleh dari alur proses kegiatan yang dilaksanakan, tanpa mengacu pada realisasi anggaran, sebagai contoh proses penyusunan TOR, Persiapan Lelang, dan seterusnya meskipun proses tersebut belum menggunakan anggaran namun secara otomatis perhitungan realisasi fisik meningkat. Sementara itu versi Permendagri 86/2017 perhitungan realisasi fisik mengacu pada besaran anggaran yang dikeluarkan, bobotnya disesuaikan dengan progres ketercapaian sasaran kegiatan yang ditargetkan. Adapun terdapat kelemahan penilaian realisasi fisik versi XXXXX karena berpotensi terjadi kekeliruan perhitungan, sebagai contoh suatu kegiatan memiliki target fisik 2 unit, proses kegiatan untuk mencapai target 2 unit tersebut telah dilaksanakan dan telah dikonversi menjadi bobot perhitungan realisasi fisik, namun karena suatu hal target fisik hanya terealisasi 1 unit. Karena perhitungan mengacu pada proses pelaksanaan kegiatan (bukan pada target “fisik 2 unit”) maka sangat berpotensi mengakibatkan tercatatnya persentase realisasi fisik 100%, meskipun target fisik kegiatan yang tercapai hanya 1 unit. Lebih lanjut, potensi kekeliruan pencatatan realisasi fisik maupun keuangan dapat diakibatkan dari aspek human error yang tidak tepat waktu dalam penginputan, atau tidak melakukan input sesuai kondisi real. II-101 13. DINAS PERHUBUNGAN Pada Tahun 2018 Dinas Perhubungan XXXXX melaksanakan 6 (enam) program dan 49 kegiatan dengan total anggaran program Rp255.207.272.173. Secara umum rata- rata realisasi anggaran Dinas Perhubungan masuk dalam kategori tinggi, begitu pula dengan rata-rata realisasi indikator kinerja program (outcome) yang masuk dalam kategori tinggi. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program Pengelolaan Kendaraan Operasional Tinggi 87.06 Urusan Perhubungan Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor Sedang 73.77 Urusan Perhubungan Program Peningkatan Keselamatan Lalu Lintas Tinggi 84.56 dan Angkutan Program Pembinaan dan Penyelenggaraan Tinggi 85.37 Angkutan Perairan dan Kepelabuhanan Program Pembinaan dan Penyelenggaraan Sangat Tinggi 91.55 Angkutan Umum Program Pengendalian dan Penertiban Lalu Tinggi 86.05 Lintas dan angkutan 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Realisasi Anggaran Program Dinas Perhubungan (%) Grafik 2.13 Realisasi Anggaran Dinas Perhubungan Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan Grafik 2.13 dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran program Dinas Perhubungan masuk dalam kategori tinggi (76% ≤ 90%). Meskipun demikian, masih terdapat program dengan kategori realisasi anggaran sedang, yakni pada Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor (program administrais umum). Kondisi tersebut dipengaruhi oleh adanya kegiatan penyediaan Jasa Telepon, Air, Listrik dan Internet yang hanya mencapai realisasi anggaran 58,43% dan Kegiatan Pemeliharaan dan Penggantian suku cadang KDO yang hanya mencapai realisasi anggaran 57,39%. Lebih lanjut, program administrasi umum/penunjang, tidak secara II-102 langsung mewujudkan sasaran indikator kinerja outcome, sifat dari penggunaan anggarannya adalah menyesuaikan dengan kebutuhan operasional instansi, sehingga program ini tidak dapat dituntut terealisasi 100%. Selanjutnya untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program/outcome Dinas Perhubungan disajikan pada tabel di bawah ini. Tabel 2.37 Realisasi Indikator Kinerja Program Dinas Perhubungan Indikator Realisasi Persentase Program Target 2018 Realisasi Interpretasi Program 2018 persentase ruas jalan yang tidak macet 5% 5,66% 113% Sangat TInggi Program (kecepatan Pengendalian dan rata-rata 35 Penertiban Lalu Km/jam) Lintas dan Persentase angkutan pelanggaran oleh operator 40 % 40% 100% Sangat Tinggi angkutan perairan Jumlah penumpang angkutan 493.021 umum sesuai Penum Standar 544.297 110% Sangat Tinggi pang Program Pelayanan per hari Pembinaan dan Prima yang Penyelenggaraan terlayani per Angkutan Umum hari Persentase Kendaraan Angkutan 20% 21,33% 106% Sangat Tinggi Umum yang Terintegrasi Persentase armada angkutan Program perairan yang Pembinaan dan memenuhi 30% 30% 100% Sangat Tinggi Penyelenggaraan standar Angkutan Perairan berdasarkan dan peraturan Kepelabuhanan perundangan Persentase Operator 5% 5% 100% Sangat Tinggi Angkutan II-103 Indikator Realisasi Persentase Program Target 2018 Realisasi Interpretasi Program 2018 Perairan yang Memenuhi Peraturan Jumlah 626 251 kecelakaan lalu 159% Sangat Tinggi kejadian kejadian lintas per tahun Program Presentase Peningkatan kecelakaan Keselamatan Lalu angkutan Lintas dan umum yang 0.26% 0,24% 107% Sangat Tinggi Angkutan mengakibatkan korban jiwa pertahun Program indeks Peningkatan dan kepuasan Pengelolaan 4 (indeks) 3 indeks 75% Sedang pelayanan Kantor Urusan kantor Perhubungan Program indeks Pengelolaan kepuasan Kendaraan pelayanan 4 (indeks) 4 indks 100% Sangat Tinggi Operasional kendaraan Urusan operasional Perhubungan Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata realisasi indikator kinerja program Dinas Perhubungan masuk dalam kategori kategori Sangat tinggi (91% ≤ 100%). Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Dinas Perhubungan yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. Tabel 2.38 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan Dinas Perhubungan Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Indikator Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) Program Pengendalian persentase ruas 113% 86.05 Kombinasi 7 II-104 Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Indikator Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) dan Penertiban Lalu jalan yang tidak 1. Cenderung tidak efektif dalam Lintas dan angkutan macet (kecepatan perencanaan target indikator rata-rata 35 (pesimis) Km/jam) 2. Cenderung sangat tidak efisien dalam perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 5 Persentase 1. Cenderung efektif dalam pelanggaran oleh 100% perencanaan target indikator operator angkutan 2. Cenderung efisien Perencanaan perairan anggaran Jumlah Kombinasi 5 penumpang 1. Cenderung efektif dalam angkutan umum perencanaan target indikator sesuai Standar 110% 91.55 2. Cenderung efisien Perencanaan Pelayanan Prima anggaran Program Pembinaan yang terlayani per dan Penyelenggaraan hari Angkutan Umum Kombinasi 5 Persentase 1. Cenderung efektif dalam Kendaraan 106% perencanaan target indikator Angkutan Umum 2. Cenderung efisien Perencanaan yang Terintegrasi anggaran Kombinasi 4 Persentase 1. Cenderung efektif dalam armada angkutan perencanaan target indikator perairan yang 2. Cenderung tidak efisien dalam memenuhi standar 100% perencanaan anggaran (kurang berdasarkan realistis) peraturan Program Pembinaan 3. Kemungkinan terdapat kelebihan perundangan dan Penyelenggaraan anggaran 85.37 Angkutan Perairan dan Kombinasi 4 Kepelabuhanan 1. Cenderung efektif dalam Persentase perencanaan target indikator Operator 2. Cenderung tidak efisien dalam Angkutan Perairan 100% perencanaan anggaran (kurang yang Memenuhi realistis) Peraturan 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 7 1. Cenderung tidak efektif dalam perencanaan target indikator Jumlah kecelakaan (pesimis) Program Peningkatan lalu lintas per 159% 2. Cenderung sangat tidak efisien Keselamatan Lalu tahun 84.56 dalam perencanaan anggaran Lintas dan Angkutan (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Presentase Kombinasi 4 107% kecelakaan 1. Cenderung efektif dalam II-105 Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Indikator Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) angkutan umum perencanaan target indikator yang 2. Cenderung tidak efisien dalam mengakibatkan perencanaan anggaran (kurang korban jiwa realistis) pertahun 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 1 1. Cenderung Tidak Efektif dalam perencanaan target indikator Program Peningkatan (ambisius) dan Pengelolaan indeks kepuasan 75% 73.77 2. Cenderung tidak efisien dalam Kantor Urusan pelayanan kantor perencanaan anggaran (kurang Perhubungan realisastis) 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan/kelebihan anggaran Kombinasi 4 1. Cenderung efektif dalam Program Pengelolaan indeks kepuasan perencanaan target indikator Kendaraan pelayanan 2. Cenderung tidak efisien dalam 100% 87.06 Operasional Urusan kendaraan perencanaan anggaran (kurang Perhubungan operasional realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Sumber : Hasil Analisis Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa terdapat beberapa indikator program dengan realisasi >100% namun realisasi anggarannya <90%, hal ini dapat bermakna penetapan target indikator program terlalu pesimis, atau penetapan anggaran terlalu tinggi sehingga dalam perspektif perencanaan selanjutnya dapat dipertimbangkan untuk menyusun target indikator program lebih tinggi, atau mengusulkan perubahan standar harga agar perencanaan lebih efektif dan efisien. Untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Dinas Perhubungan disajikan sample lima kegiatan yang memiliki anggaran tertinggi sebagaimana disajikan dalam tabel di bawah ini . II-106 Tabel 2.39 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Dinas Perhubungan Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 1 Pembangunan Prasarana Rekayasa Lalu Lintas Sangat Sangat di XXX XXX 4.589.445.316 100% 30,41% 12 bulan 100% 100% Rendah Tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Terpasangnya 50 unit rambu tiang f, 50 unit rambu lalin, 100 bh rambu portable. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Gagal Lelang, untuk dilakukan lelang ulang lagi, waktu pelaksanaan fisik tidak mencukupi. Solusi : Kegiatan akan dianggarkan kembali tahun selanjutnya dengan manajemen waktu yang lebih baik. 2 2 event Sangat Sangat Pengendalian dan Pemanduan Lalu Lintas X 4.723.085.713 100% 43,27% internasio 100% 100% Rendah tinggi nal KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Dukungan pelaksanaan X Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Kebutuhan belum sesuai dengan perencanaan. Solusi : Perhitungan perencanaan yang lebih akurat. 3 Sangat Pembangunan X 10.813.287.215 100% 68,47% sedang 1 tahun 100% 100% Tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Terpasangnya 150 unit Rambu RPPJ, 150 unit rambu lalin, road barrier 500 unit, 5.126 m2 marka putih, 9.962 m2 marka merah, dan tersedianya 1.000 bh traffic cone. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Efisiensi HPS dan Harga Penawaran. Solusi : Melakukan survey pasar saat perencanaan dengan lebih akurat. 4 Penyusunan Naskah Akademis Rencana Induk Sangat 1 sangat 2.078.585.493 100% 0% 100% 95% Transportasi XXXXX rendah dokumen tinggi II-107 Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : - Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Pemenang lelang/penyedia tidak berkompeten, untuk lelang waktu pelaksanaan sudah tidak memungkinkan. Solusi : Seleksi penyedia di tahun selanjutnya dengan lebih tepat sesuai dengan persyaratan dalam TOR 5 Pengadaan Prasarana Penunjang Keselamatan 2.435.115.871 Sangat 100% 65,63% rendah 1 kegiatan 100% 100% Lalu Lintas di XXX XXX tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Tersedianya 255 unit MCB, 800 bh traffic cone, 2 unit mesin cutting striker, 6 org PJLP MRLL, terpasangnya 75 unit cermin lalin dan 1.006 bh road stud. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Efisiensi HPS dan Harga Penawaran. Solusi : Melakukan survey pasar saat perencanaan dengan lebih akurat. Sumber : Emonev 2018 dan Hasil DDW Dinas Perhubungan (diolah) II-108 Berdasarkan tabel di atas ditemukan bahwa terdapat kegiatan Penyusunan Naskah Akademis Rencana Induk Transportasi XXXXX yang tidak terlaksana (realisasi anggaran 0%) namun pada realisasi fisik tercatat 95%. Kondisi tersebut dapat terjadi dikarenakan adanya perbedaan penilaian realisasi fisik versi XXXXX dengan versi Permendagri 86/2017. Versi XXXXX perhitungan realisasi fisik diperoleh dari alur proses kegiatan yang dilaksanakan, tanpa mengacu pada realisasi anggaran, sebagai contoh proses penyusunan TOR, Persiapan Lelang, dan seterusnya meskipun proses tersebut belum menggunakan anggaran namun secara otomatis perhitungan realisasi fisik meningkat. Sementara itu versi Permendagri 86/2017 perhitungan realisasi fisik mengacu pada besaran anggaran yang dikeluarkan, bobotnya disesuaikan dengan progres ketercapaian sasaran kegiatan yang ditargetkan. Adapun terdapat kelemahan penilaian realisasi fisik versi XXXXX karena berpotensi terjadi kekeliruan perhitungan, sebagai contoh suatu kegiatan memiliki target fisik 2 unit, proses kegiatan untuk mencapai target 2 unit tersebut telah dilaksanakan dan telah dikonversi menjadi bobot perhitungan realisasi fisik, namun karena suatu hal target fisik hanya terealisasi 1 unit. Karena perhitungan mengacu pada proses pelaksanaan kegiatan (bukan pada target “fisik 2 unit”) maka sangat berpotensi mengakibatkan tercatatnya persentase realisasi fisik 100%, meskipun target fisik kegiatan yang tercapai hanya 1 unit. Lebih lanjut, potensi kekeliruan pencatatan realisasi fisik maupun keuangan dapat diakibatkan dari aspek human error yang tidak tepat waktu dalam penginputan, atau tidak melakukan input sesuai kondisi real. II-109 14. DINAS KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH SERTA PERDAGANGAN Pada Tahun 2018 Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah Serta Perdagangan XXXXX melaksanakan 6 (enam) program dan 42 kegiatan dengan total anggaran program Rp22.503.793.588. Secara umum rata-rata realisasi anggaran Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah Serta Perdagangan masuk dalam kategori tinggi, begitu pula dengan rata-rata realisasi indikator kinerja program (outcome) yang masuk dalam kategori tinggi. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor Sangat Tinggi 96.17 Urusan Perdagangan Program pengawasan dan pelayanan perdagangan Tinggi 90.99 Program Pengelolaan Kendaraan Operasional Sedang 73.91 Urusan koperasi, usaha kecil, dan menengah Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor Tinggi 85.78 Urusan koperasi, usaha kecil, dan menengah Program Pembinaan dan Pengembangan UKM Tinggi 82.86 Program Pembinaan dan Pengembangan Koperasi Sangat Tinggi 92.86 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Realisasi Anggaran Program Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (%) Grafik 2.14 Realisasi Anggaran Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah Serta Perdagangan Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan Grafik 2.14 dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran program Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah Serta Perdagangan masuk dalam kategori tinggi (76% ≤ 90%). Meskipun demikian, masih terdapat program dengan kategori realisasi anggaran sedang, yakni pada Program Pengelolaan Kendaraan Operasional. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh adanya kegiatan Penyediaan BBM KDO/KDO Khusus yang hanya mencapai realisasi anggaran 71,76%, hal ini II-110 dikarenakan kegiatan penyediaan BBM merupakan kegiatan penunjang yang bersifat rutin sehingga penggunaanya sangat dinamis menyesuaikan dengan kebutuhan, lebih lanjut kegiatan tersebut ada pada program administrasi umum yang tidak secara langsung berkontribusi pada pencapaian kinerja indikator outcomes. Selanjutnya untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah Serta Perdagangan disajikan pada tabel di bawah ini. Tabel 2.40 Realisasi Indikator Kinerja Program Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah Serta Perdagangan Indikator Persentase Program Target 2018 Realisasi 2018 Realisasi Interpretasi Program Program 4.986.712. Pembinaan dan Jumlah Volume 1.637.350. 500.000 32,83% Sangat Rendah Pengembangan Usaha Koperasi 549.224 Rupiah Rupiah Koperasi Program Pertumbuhan Pembinaan dan Jumlah Usaha 10000 9071 UMKM 90,71% Tinggi Pengembangan Mikro, Kecil, UMKM UKM Dan Menengah Program Peningkatan dan Indeks Pengelolaan Kantor Kepuasan 4 4 100% Sangat Tinggi Urusan koperasi, Pelayanan indeks indeks usaha kecil, dan Kantor menengah Program Pengelolaan Indeks Kendaraan Kepuasan 4 3 indeks Operasional Urusan Pelayanan 75% Sedang indeks koperasi, usaha Kendaraan kecil, dan Operasional menengah Jumlah Pasar Yang Menjual 16 pasar Produk Ber SNI 16 Pasar modern dan 100% Sangat Tinggi (Standar tradisional Program Nasional pengawasan dan Indonesia) pelayanan Persentase perdagangan Keluhan/Temua 100% (5 n Konsumen 100 % 100% Sangat Tinggi keluhan dari Yang CRM) Ditindaklanjuti Persentase 96% 157% 163% Sangat Tinggi II-111 Indikator Persentase Program Target 2018 Realisasi 2018 Realisasi Interpretasi Program Cakupan Alat UTTP (Ukuran, Takaran, Timbangan, Dan Perlengkapanny a) Yang Ditera Dan Ditera Ulang Jumlah Ekspor 4.084.357.380 Yang Dilakukan 606.258.400 14,84% Sangat Rendah USD UKM XXXXX USD Program Indeks Peningkatan dan Kepuasan Pengelolaan Kantor 4 indeks 4 indeks 100% Sangat TInggi Pelayanan Urusan Kantor Perdagangan Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata realisasi indikator kinerja program Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah Serta Perdagangan masuk dalam kategori kategori tinggi (76% ≤ 90%). Namun demikian masih terdapat 2 (dua) indikator yang masuk dalam kategori sangat rendah yakni Jumlah Volume Usaha Koperasi dan Jumlah Ekspor Yang Dilakukan UKM XXXXX. Hasil analisis menunjukkan bahwa indikator Jumlah Volume Usaha Koperasi bersifat paradoks, karena seluruh kegiatan dalam Program Pembinaan dan Pengembangan Koperasi memiliki realisasi sangat tinggi (baik realisasi fisik maupun realisasi anggaran), sehingga idealnya realisasi indikator program tidak berada pada kategori sangat rendah. Untuk indikator Jumlah Ekspor Yang Dilakukan UKM XXXXX juga menunjukkan paradoks, karena seluruh realisasi fisik kegiatan dalam Program pengawasan dan pelayanan perdagangan memiliki realisasi sangat tinggi, sehingga idealnya realisasi indikator program tidak berada pada kategori sangat rendah. II-112 Dalam perspektif perencanaan tahun berikutnya perlu ditelaah kembali apakah penentuan indikator-indikator program telah didukung dengan kegiatan-kegiatan yang berkontribusi terhadap pencapaian indikator tersebut, kemudian perlu dikalkulasi kembali penetapan target tahunan dari indikator tersebut apakah visible untuk dicapai atau sulit untuk dicapai (menghindari target yang terlalu ambisius). Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah Serta Perdagangan yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. Tabel 2.41 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah Serta Perdagangan Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Program Program Program Perencanaan (%) (%) Kombinasi 2 1. Cenderung Tidak Efektif dalam Program perencanaan target indikator (ambisius) Pembinaan Jumlah Volume 2. Cenderung tidak efisien dalam dan 32,83 92.86 Usaha Koperasi perencanaan anggaran (kurang Pengembangan realisastis) Koperasi 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan anggaran Kombinasi 4 Program 1. Cenderung efektif dalam perencanaan Pertumbuhan Pembinaan target indikator Jumlah Usaha dan 90,71 82.86 2. Cenderung tidak efisien dalam Mikro, Kecil, Dan Pengembangan perencanaan anggaran (kurang realistis) Menengah UKM 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Program Kombinasi 4 Peningkatan 1. Cenderung efektif dalam perencanaan dan target indikator Pengelolaan Indeks Kepuasan 2. Cenderung tidak efisien dalam 100 85.78 Kantor Urusan Pelayanan Kantor perencanaan anggaran (kurang realistis) koperasi, 3. Kemungkinan terdapat kelebihan usaha kecil, anggaran dan menengah Program Indeks Kepuasan 75 73.91 Kombinasi 1 II-113 Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Program Program Program Perencanaan (%) (%) Pengelolaan Pelayanan 1. Cenderung Tidak Efektif dalam Kendaraan Kendaraan perencanaan target indikator (ambisius) Operasional Operasional 2. Cenderung tidak efisien dalam Urusan perencanaan anggaran (kurang koperasi, realisastis) usaha kecil, 3. Kemungkinan Terdapat dan menengah kekurangan/kelebihan anggaran Program Jumlah Pasar Kombinasi 5 pengawasan Yang Menjual 1. Cenderung efektif dalam perencanaan dan pelayanan Produk Ber SNI 100 target indikator perdagangan (Standar Nasional 2. Cenderung efisien Perencanaan Indonesia) anggaran Persentase Keluhan/Temuan 100 Konsumen Yang Ditindaklanjuti Persentase Kombinasi 8 Cakupan Alat 1. Cenderung tidak efektif dalam UTTP (Ukuran, perencanaan target indikator (pesimis) 90.99 Takaran, 2. Cenderung tidak efisien dalam 163 Timbangan, Dan perencanaan anggaran (kurang realistis) Perlengkapannya) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan Yang Ditera Dan anggaran Ditera Ulang Kombinasi 2 1. Cenderung Tidak Efektif dalam perencanaan target indikator (ambisius) Jumlah Ekspor 2. Cenderung tidak efisien dalam Yang Dilakukan 14,84 perencanaan anggaran (kurang UKM XXXXX realisastis) 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan anggaran Program Kombinasi 5 Peningkatan 1. Cenderung efektif dalam perencanaan dan Indeks Kepuasan target indikator 100 96.17 Pengelolaan Pelayanan Kantor 2. Cenderung efisien Perencanaan Kantor Urusan anggaran Perdagangan Sumber : Hasil Analisis Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa terdapat indikator program dengan realisasi <35% namun realisasi anggarannya >91%, hal ini dapat bermakna penetapan target indikator program terlalu ambisius, atau penetapan anggaran terlalu tinggi sehingga dalam perspektif II-114 perencanaan selanjutnya dapat dipertimbangkan menelaah kembali target indikator program maupun penetapan anggaran. Lebih jauh lagi, kondisi demikian dapat pula bermakna kurang tepatnya penentuan indikator program, sehingga tidak adanya korelasi antara kegiatan yang dilaksanakan dengan indikator programnya (alat ukur keberhasilan kegiatan-kegiatan dalam suatu program), atau kurang tepat-nya penetapan kegiatan-kegiatan yang tidak mampu berkontribusi terhadap pencapaian target indikator program. Dalam perspektif perencanaan selanjutnya dapat dipertimbangkan untuk menelaah kembali apakah indikator-indikator program relevan dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan (apakah telah terbentuk kerangka logis pada setiap arsitektur kinerja perangkat daerah). Secara skematik disajikan ilustrasi penjelasan di bawah ini. Program Indikator Realisasi Kegiatan Realisasi Fisik Partisipasi Harkopnas 100% Program Pembinaa Jumlah Audit laporan keuangan n dan Volume 100% 32,83% UPDB Pengemb usaha angan koperasi Koperasi Penilaian Koperasi 100% Berprestasi Akta Pendirian Koperasi 100% Seluruh kegiatan pada program di atas memiliki realisasi fisik 100%, namun realisasi indikator program hanya 32,83%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pelaksanaan kegiatan tidak ada yang berkontribusi terhadap indikator program. II-115 Untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah Serta Perdagangan disajikan sample lima kegiatan yang memiliki anggaran tertinggi sebagaimana disajikan dalam Tabel 2.42. II-116 Tabel 2.42 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah Serta Perdagangan Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 1 Sangat Pembangunan X dan X 3.456.869.534 100% 80,16% Tinggi 2 Lokasi 100% 100% TInggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Terlaksananya pembangunan X dan X Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : Dukungan dari seluruh unit pada Dinas Koperasi, UKM serta Perdagangan sehingga pelaksanaan pembangunan X serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung lainnya dapat terealisasi. 2 Sangat Pengelolaan XXXX X 2.195.916.778 100% 74% Sedang 1 tahun 100% 100% Tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Terlaksananya pengelolaan X dengan dukungan anggaran pada penyediaan 11 orang tenaga ahli, 10 orang PJLP, penyediaan sarana dan prasarana kantor dan biaya operasionalisasi selama 1 tahun. Dengan pengelolaan tersebut, terselenggara 385 workshop/event dengan 1.086 peserta yang mendukung pembinaan dan pengembangan UMKM. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Lokasi XXXX X yang sedang dikerjasamakan pemanfaatan asetnya, sehingga mekanisme pembiayaan operasional seperti Belanja Telepon, Air, Listrik dan Internet mengalami beberapa hambatan diawal pemasangan. Solusi : 1. Koordinasi yang lebih intensif dengan pengelola gedung saat ini; 2. Lebih banyak membuka ruang komunikasi dengan komunitas-komunitas kreatif yang ada di XXXX untuk berperan aktif mendukung pembinaan dan pengembangan UMKM serta memberikan fasilitas yang diperlukan oleh para komunitas kreatif tersebut untuk terus berkembang. 3 Sangat Sangat Pengadaan Sarana Dagang Bagi PKL 1.977.785.216 100% 44,79% 592 Unit 100% 100% Rendah Tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Terlaksananya pengadaan 362 etalase (dari target 592 unit etalase) yang diserahkan kepada para PKL binaan sebagai bentuk bantuan sosial untuk mendukung pengembangan dan peningkatan usaha. II-117 Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Proses pemilihan penyedia etalase melalui mekanisme lelang melebihi timeline yang telah disusun, sehingga waktu pelaksanaan pengadaan dimaksud hanya 70 hari. Solusi : Proses pengadaan dilaksanakan lebih awal pada tahun berjalan, sehingga kendala seperti yang telah terjadi dapat diantisipasi dengan waktu yang masih panjang. 4 Sangat Pameran Promosi Dalam Kota 1.589.749.252 100% 68,65% Sedang 12 Kali 100% 100% Tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Memfasilitasi 20 UKM untuk berpartisipasi pada pameran dalam kota. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Belum ada kurator untuk melakukan kurasi terhadap produk UKM. Solusi : Dapat tersedianya anggaran kurator. 5 Sangat Sangat Partisipasi Event X XXXX 2018 1.166.594.880 100% 0% 1 paket 100% 0% Rendah Rendah KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Tidak terlaksana. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Tidak terlaksana karena izin penyelenggara tidak lengkap. Solusi : Memastikan lebih cermat lagi untuk dokumen perizinan penyelenggara. Sumber : Emonev 2018 dan Hasil DDW Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah Serta Perdagangan II-118 Berdasarkan tabel di atas ditemukan bahwa terdapat kegiatan Pengadaan Sarana Dagang Bagi PKL yang memiliki target output 595 unit etalase, namun hanya tercapai 362 unit etalase, sementara itu dalam sistem tercatat realisasi fisik 100%. Seharusnya realisasi fisik mengacu pada target jumlah unit etalase, jika 362 unit etalase artinya realisasi fisik hanya 60%. Kondisi tersebut dapat terjadi dikarenakan adanya perbedaan penilaian realisasi fisik versi XXXXX dengan versi Permendagri 86/2017. Versi XXXXX perhitungan realisasi fisik diperoleh dari alur proses kegiatan yang dilaksanakan, tanpa mengacu pada realisasi anggaran, sebagai contoh proses penyusunan TOR, Persiapan Lelang, dan seterusnya meskipun proses tersebut belum menggunakan anggaran namun secara otomatis perhitungan realisasi fisik meningkat. Sementara itu versi Permendagri 86/2017 perhitungan realisasi fisik mengacu pada besaran anggaran yang dikeluarkan, bobotnya disesuaikan dengan progres ketercapaian sasaran kegiatan yang ditargetkan. Adapun terdapat kelemahan penilaian realisasi fisik versi XXXXX karena berpotensi terjadi kekeliruan perhitungan, sebagai contoh suatu kegiatan memiliki target fisik 2 unit, proses kegiatan untuk mencapai target 2 unit tersebut telah dilaksanakan dan telah dikonversi menjadi bobot perhitungan realisasi fisik, namun karena suatu hal target fisik hanya terealisasi 1 unit. Karena perhitungan mengacu pada proses pelaksanaan kegiatan (bukan pada target “fisik 2 unit”) maka sangat berpotensi mengakibatkan tercatatnya persentase realisasi fisik 100%, meskipun target fisik kegiatan yang tercapai hanya 1 unit. Lebih lanjut, potensi kekeliruan pencatatan realisasi fisik maupun keuangan dapat diakibatkan dari aspek human error yang tidak tepat waktu dalam penginputan, atau tidak melakukan input sesuai kondisi real. II-119 15. DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU Pada Tahun 2018 Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu XXXXX melaksanakan 4 (empat) program dan 30 kegiatan dengan total anggaran program Rp215.177.727.121. Secara umum rata-rata realisasi anggaran Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu masuk dalam kategori sedang, sementara itu rata-rata realisasi indikator kinerja program (outcome) masuk dalam kategori sangat tinggi. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program Pengelolaan Kendaraan… Tinggi 78.05 Program Peningkatan dan Pengelolaan… Tinggi 75.16 Program Peningkatan Kualitas Pelayanan… Tinggi 90.07 Program Peningkatan Penanaman Modal Rendah 50.05 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Realisasi Anggaran Program Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (%) Grafik 2.15 Realisasi Anggaran Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan Grafik 2.15 dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran program Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu masuk dalam kategori sedang (66% ≤ 75%). Program yang berkontribusi signifikan terhadap rata-rata realisasi anggaran tersebut adalah : 1. Program Peningkatan Penanaman Modal, karena terdapat kegiatan yang secara signifikan memiliki realisasi anggaran rendah, antara lain : a. Kegiatan Penyiapan Proyek Infrastruktur Strategis Daerah Yang Akan Dikerjasamakan Dengan Badan Usaha yang memiliki anggaran 3 miliar namun hanya terealisasi 23,60% dikarenakan kontrak tidak dilaksanakan II-120 karena (1) proses penyediaan dana pada APBD-P yang mengalami sedikit keterlambatan sehingga kurang cukup waktu untuk mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan, dan (2) ada beberapa proyek yang batal di KPDBU kan sehingga anggaran tidak bisa terpakai. b. Kegiatan Pelaksanaan Promosi Penanaman Modal yang memiliki anggaran 3 miliar, namun hanya terealisasi 73,46% dikarenakan harga satuan tiket yang tinggi di e-budgeting. Selanjutnya untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu disajikan pada tabel di bawah ini. Tabel 2.43 Realisasi Kinerja Program Dinas PTSP XXXXX Tahun 2018 Target Realisasi Persentase Program Indikator Program Interpretasi 2018 2018 Realisasi Jumlah Realisasi Program Peningkatan 93.1 114,2 sangat Investasi Penanaman 122% Penanaman Modal Triliun triliun tinggi Modal di XXXXX XXXXX Persentase Tingkat 85.50% na na na Program Peningkatan Kepuasaan Masyarakat Kualitas Pelayanan Persentase Layanan Terpadu Satu Pintu Perizinan dan Non 100% na na na Perizinan secara online Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor indeks kepuasan 4 Indeks 3 indeks 75% sedang Urusan Penanaman pelayanan kantor Modal Program Pengelolaan indeks kepuasan Kendaraan Operasional sangat pelayanan kendaraan 4 Indeks 4 indeks 100% Urusan Penanaman tinggi operasional Modal Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata realisasi indikator kinerja program Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu masuk dalam kategori kategori Sangat tinggi (91% ≤ 100%). Namun demikian masih terdapat indikator yang tidak terisi pada Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Terpadu Satu Pintu, yakni (1) indikator Persentase Tingkat Kepuasan Masyarakat dan (2) II-121 indikator Persentase layanan Perizinan dan Non Perizinan Secara Online, hal ini perlu menjadi catatan terkait komitmen perangkat daerah dalam berkontribusi terhadap terwujudnya akuntabilitas dalam pemerintahan yang mutlak diwujudkan dalam ketaatan penginputan data dan informasi pembangunan seperti data realisasi ini. Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Badan Pajak dan Retribusi Daerah yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. Tabel 2.44 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Indikator Program Program Program Perencanaan (%) (%) Kombinasi 7 1. Cenderung tidak efektif dalam Program Jumlah Realisasi perencanaan target indikator (pesimis) Peningkatan Investasi 2. Cenderung sangat tidak efisien dalam 122% 50,05% Penanaman Penanaman Modal perencanaan anggaran (kurang Modal di XXXXX XXXXX realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Persentase Tingkat Program Kepuasaan na na Peningkatan Masyarakat Kualitas Persentase Layanan 90,07 Pelayanan Perizinan dan Non Terpadu Satu na na Perizinan secara Pintu online Kombinasi 1 Program 1. Cenderung Tidak Efektif dalam Peningkatan perencanaan target indikator dan (ambisius) indeks kepuasan Pengelolaan 75% 75,16% 2. Cenderung tidak efisien dalam pelayanan kantor Kantor Urusan perencanaan anggaran (kurang Penanaman realisastis) Modal 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan/kelebihan anggaran Program indeks kepuasan Kombinasi 4 100% 78,05% Pengelolaan pelayanan 1. Cenderung efektif dalam perencanaan II-122 Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Indikator Program Program Program Perencanaan (%) (%) Kendaraan kendaraan target indikator Operasional operasional 2. Cenderung tidak efisien dalam Urusan perencanaan anggaran (kurang Penanaman realistis) Modal 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Sumber : Hasil Analisis Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa secara umum Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu cenderung tidak efektif dalam perencanaan target indikator dan cenderung tidak efisien dalam perencanaan anggaran. Dengan demikian dalam perspektif perencanaan selanjutnya perlu ditelaah kembali penyusunan target indikator program (outcome) serta perlu ditelaah kembali target anggaran atau dilakukan pemutakhiran standar harga agar tercipta perencanaan yang efektif dan efisien. Untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu disajikan sample lima kegiatan yang memiliki anggaran tertinggi sebagaimana disajikan dalam tabel di bawah ini . II-123 Tabel 2.45 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 1 Penyediaan Jasa dan Peralatan Pendukung Penelitian Sangat 35.487.897.331 100% 80,55 Tinggi 1 tahun 100% 100% Teknis Tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 100% pemenuhan SDM Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Penyediaan alat ukur sebesar Rp. 1.462.782.750 sudah dua kali diajukan lelang ke X namun mengalami kegagalan. Kegagalan lelang disebabkan spesifikasi yang diajukan oleh pemenang lelang tidak sesuai dengan dokumen pengadaan Solusi : Agar dilakukan lelang pada awal tahun 2 Pengelolaan dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Sangat Sangat 24.016.891.290 100% 97,97% 1 tahun 100% 100% Perizinan dan Non Perizinan Tinggi Tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 300 orang Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : Rekrutmen petugas CRO yang secara terbuka mendukung terpenuhinya kualifikasi yang diharapkan 3 Sangat Sangat Peningkatan Pelayanan AdministrasiX 16.607.988.720 100% 98,30 1 tahun 100% 100% Tinggi Tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 200 orang Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : Rekrutmen petugas AJIB yang secara terbuka mendukung terpenuhinya kualifikasi yang diharapkan 4 Penelitian dan Uji Fisik Terhadap Permohonan Perizinan Sangat 13.723.454.912 100% 89,42% Tinggi 1 tahun 100% 100% dan Non Perizinan Tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 4 rumpun Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : 1.Anggaran TABG tidak terserap secara maksimal dikarenakan frekuensi kehadiran yang kurang. 2.Belanja Tenaga Ahli/instruktur/nara Sumber Penyediaan Peta Perizinan Pemanfaatan Ruang tidak terserap dikarenakan tenaga ahli pada PSTIK dapat melakukan pekerjaan tersebut sehingga apabila dilaksanakan dikhawatirkan terdapat duplikasi anggaran II-124 Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 Solusi : Lebih meningkatkan frekuensi kehadiran untuk sidang TABG 5 Pengembangan Sistem Teknologi Informasi Pelayanan Sangat 12.204.384.387 100% 89,94% Tinggi 1 tahun 100% 100% Publik Tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 100% Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan :Adanya tenaga ahli yang kompeten dalam pengembangan sistem Teknoligi informasi pelayanan publik, tersedianya sarana dan prasarana yang memadai Sumber : Emonev 2018 dan Hasil DDW Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu II-125 Berdasarkan tabel di atas ditemukan bahwa terdapat kegiatan Penelitian dan Uji Fisik Terhadap Permohonan Perizinan dan Non Perizinan yang memiliki realisasi anggaran 89,42% dan pada keterangan tertulis bahwa realisasi anggaran tidak terserap karena frekuensi kehadiran peserta sidang kurang, namun realisasi fisik tertulis 100%. Kondisi tersebut dapat terjadi dikarenakan adanya perbedaan penilaian realisasi fisik versi XXXXX dengan versi Permendagri 86/2017. Versi XXXXX perhitungan realisasi fisik diperoleh dari alur proses kegiatan yang dilaksanakan, tanpa mengacu pada realisasi anggaran, sebagai contoh proses penyusunan TOR, Persiapan Lelang, dan seterusnya meskipun proses tersebut belum menggunakan anggaran namun secara otomatis perhitungan realisasi fisik meningkat. Sementara itu versi Permendagri 86/2017 perhitungan realisasi fisik mengacu pada besaran anggaran yang dikeluarkan, bobotnya disesuaikan dengan progres ketercapaian sasaran kegiatan yang ditargetkan. Adapun terdapat kelemahan penilaian realisasi fisik versi XXXXX karena berpotensi terjadi kekeliruan perhitungan, sebagai contoh suatu kegiatan memiliki target fisik 2 unit, proses kegiatan untuk mencapai target 2 unit tersebut telah dilaksanakan dan telah dikonversi menjadi bobot perhitungan realisasi fisik, namun karena suatu hal target fisik hanya terealisasi 1 unit. Karena perhitungan mengacu pada proses pelaksanaan kegiatan (bukan pada target “fisik 2 unit”) maka sangat berpotensi mengakibatkan tercatatnya persentase realisasi fisik 100%, meskipun target fisik kegiatan yang tercapai hanya 1 unit. Lebih lanjut, potensi kekeliruan pencatatan realisasi fisik maupun keuangan dapat diakibatkan dari aspek human error yang tidak tepat waktu dalam penginputan, atau tidak melakukan input sesuai kondisi real. II-126 16. DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA Pada Tahun 2018 Dinas Pemuda dan Olahraga XXXXX melaksanakan 4 (empat) program dan 104 kegiatan dengan total anggaran program Rp369.988.861.030. Secara umum rata-rata realisasi anggaran Dinas Pemuda dan Olahraga masuk dalam kategori tinggi, sedangkan rata-rata realisasi indikator kinerja program (outcome) masuk dalam kategori sangat tinggi. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program Pengelolaan Kendaraan Sedang 67.89 Operasional Urusan kepemudaan dan… Program Peningkatan dan Pengelolaan Sedang 75.30 Kantor Urusan kepemudaan dan olah… Program Pengembangan dan Pembinaan Tinggi 78.08 Olahraga Program Penyadaran, Pemberdayaan, Tinggi 87.94 Pengembangan Pemuda dan Pramuka 0 20 40 60 80 100 Realisasi Anggaran Program Dinas Pemuda dan Olahraga (%) Grafik 2.16 Realisasi Anggaran Dinas Pemuda dan Olahraga Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan Grafik 2.16 dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran program Dinas Pemuda dan Olahraga masuk dalam kategori tinggi (76% ≤ 90%). Meskipun demikian, masih terdapat program dengan kategori realisasi anggaran sedang, yakni pada Program Pengelolaan Kendaraan Operasional dan Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor. Hal ini terjadi dikarenakan kedua program tersebut merupakan program administrasi umum/ program penunjang yang bersifat rutin sehingga penggunaanya sangat dinamis menyesuaikan dengan kebutuhan dan tidak secara II-127 langsung berkontribusi pada pencapaian kinerja sasaran perangkat daerah. Sehingga kedua program ini tidak dapat dituntut terealisasi 100%. Selanjutnya untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program Dinas Pemuda dan Olahraga disajikan pada tabel di bawah ini. Tabel 2.46 Realisasi Indikator Kinerja Program Dinas Pemuda dan Olahraga Target Realisasi Persentase Program Indikator Program Interpretasi 2018 2018 Realisasi Program Penyadaran, Jumlah pemuda Pemberdayaan, 33.104 77.995 yang berhasil 235% sangat tinggi Pengembangan orang Orang dibina Pemuda dan Pramuka Jumlah 860.871 13.215.777 masyarakat aktif 1.535% sangat tinggi 4 orang Orang berolahraga Jumlah prestasi Program 1.808 6.442 olahraga yang 356% sangat tinggi Pengembangan dan medali Medali diperoleh Pembinaan Olahraga Persentase pemenuhan 64,36 80,83 kebutuhan sarana 125% sangat tinggi persen persen dan prasarana olahraga Program Peningkatan dan Pengelolaan indeks kepuasan Kantor Urusan 65 NIK N/a N/a N/a pelayanan kantor kepemudaan dan olah raga Program Pengelolaan indeks kepuasan Kendaraan pelayanan Operasional Urusan 80 NIK N/a N/a N/a kendaraan kepemudaan dan operasional olah raga Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata realisasi indikator kinerja program Dinas Pemuda dan Olahraga masuk dalam kategori kategori Sangat tinggi (91% ≤ 100%). Namun demikian terdapat program yang tidak memiliki realisasi II-128 indikator, yakni program Peningktan dan Pengelolaan Kantor serta Program Pengelolaan KDO yang merupakan program administrasi umum/program penunjang, hal ini perlu menjadi catatan terkait komitmen perangkat daerah dalam berkontribusi terhadap terwujudnya akuntabilitas dalam pemerintahan yang mutlak diwujudkan dalam ketaatan penginputan data dan informasi pembangunan seperti data realisasi ini. Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Dinas Pemuda dan Olahraga yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. Tabel 2.47 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan Dinas Pemuda dan Olahraga Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Program Program Program Perencanaan (%) (%) Kombinasi 7 Jumlah Program Penyadaran, 1. Cenderung tidak efektif dalam pemuda Pemberdayaan, perencanaan target indikator (pesimis) yang 235% 87,94% Pengembangan 2. Cenderung sangat tidak efisien dalam berhasil Pemuda dan Pramuka perencanaan anggaran (kurang realistis) dibina 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 7 Jumlah 1. Cenderung tidak efektif dalam masyarakat perencanaan target indikator (pesimis) 1.535% aktif 2. Cenderung sangat tidak efisien dalam berolahraga perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 7 Program Jumlah 1. Cenderung tidak efektif dalam Pengembangan dan prestasi 78,08% perencanaan target indikator (pesimis) Pembinaan Olahraga olahraga 356% 2. Cenderung sangat tidak efisien dalam yang perencanaan anggaran (kurang realistis) diperoleh 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Persentase Kombinasi 7 pemenuhan 1. Cenderung tidak efektif dalam 125% kebutuhan perencanaan target indikator (pesimis) sarana dan 2. Cenderung sangat tidak efisien dalam II-129 Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Program Program Program Perencanaan (%) (%) prasarana perencanaan anggaran (kurang realistis) olahraga 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Program Peningkatan indeks dan Pengelolaan kepuasan Kantor Urusan N/a 75,30% N/a pelayanan kepemudaan dan olah kantor raga Program Pengelolaan indeks Kendaraan kepuasan Operasional Urusan pelayanan N/a 67,89% N/a kepemudaan dan olah kendaraan raga operasional Sumber : Hasil Analisis Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa secara umum Dinas Pemudan dan Olahraga cenderung tidak efektif dalam perencanaan target indikator atau dengan kata lain pesimis, hal ini seluruh realisasi indikator program memiliki capaian yang sangat tinggi bahkan 10x lebih tinggi dari target awal. Selanjutnya Dinas Pemuda dan Oiahraga cenderung tidak efisien dalam perencanaan anggaran (kurang realistis). Dalam perspektif perencanaan selanjutnya dapat dipertimbangkan untuk menyusun target indikator program lebih tinggi, atau mengusulkan perubahan standar harga agar perencanaan lebih efektif dan efisien. Untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Dinas Pemuda dan Olahraga disajikan sample lima kegiatan yang memiliki anggaran tertinggi sebagaimana disajikan dalam tabel di bawah ini. II-130 Tabel 2.48 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Dinas Pemudan dan Olahraga Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 1 sangat sangat Rehabilitasi Gedung Serbaguna X 7.696.471.820 100% 27,93% 1 gedung 100% 100% rendah tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Terehabilitasinya Gedung Serbaguna X, terdiri dari : rehab lantai menggunakan Vynil dan Homogenous Tiles, Tribun, Lampu/ME, Atap, fasilitas dan akses untuk Disabilitas ( Ramp, Toilet, Hand Rail) serta penambahan selasar penghubung dengan Gedung Senam/Gedung Utama. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : - Solusi : - 2 1500 sangat Dukungan Pelaksanaan X 15.156.346.083 100% 64% rendah 100% 100% orang tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : X Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : - Solusi : - 3 sangat sangat Persiapan dan Pelaksanaan X 2.151.655.715 100% 35,40% 300 orang 100% 100% rendah tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : terlaksananya pelaksanaan X Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : 1. Pengadaan Kaos Oblong yang direncanakan akan dilelang, namun setelah mendapat kajian dari Tim PPBJ Pokja Balaikota terkait timeline yang dibuat diperkiraan akan melebihi waktu pelaksanaan X sehingga direkomendasikan untuk dilakukan penunjukkan langsung dengan menyerap anggaran dibawah 200 juta. 2. Komponen makan dan minum tidak jadi diserap karena sudah diakomodir oleh panitia X, sehingga menghindari duplikasi. 3. Sisa anggaran dari komponen pengadaan Dokumentasi, Dekorasi, dan Publikasi adalah hasil efisiensi negosiasi penawaran harga. Solusi : Solusi yang dilakukan adalah Efissiensi anggaran semaksimal mungkin. Diusulkannya komponen harga satuan yang bervariasi dalam E-Budgeting agar dapat membuat rencana kerja kegiatan dengan pilihan harga yang sesuai kebutuhan. 4 149.999.708.97 sangat Pembinaan Olahraga Prestasi Berkelanjutan 100% 72,90% sedang 350 orang 100% 100% 5 tinggi II-131 Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Jumlah awal atlet yang dibina 350 orang berdasarkan jumlah peraih medali emas dan perak pada PON 2016. Namun pada realisasinya jumlah atlet yang dibina oleh Dispora sebnayak +/- 1600 atlet, pelatih dan asisten pelatih. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : - Solusi : - 5 sangat Pembangunan Gelanggang Olahraga Pondok Bambu 30.238.001.000 100% 68,69% sedang 1 kegiatan 100% 100% tingi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Terbangunannya Fasilitas olahraga Lapangan Futsal, Basket, Tenis, Outdoor Fitnes, dan Area Bermain serta Terehabilitasinya Gedung Olahraga Volly Indoor. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : - Solusi : - Sumber : Emonev 2018 dan Hasil DDW Dinas Pemuda dan Olahraga II-132 Berdasarkan tabel di atas ditemukan bahwa terdapat (1) Kegiatan Rehabilitasi Gedung Serbaguna X yang memiliki realisasi anggaran 27,93% namun realisasi fisik mencapai 100%, dan (2) Kegiatan Persiapan dan Pelaksanaan XX yang memiliki realisasi anggaran 35,40% namun realisasi fisik mencapai 100%. Kondisi tersebut dapat terjadi dikarenakan adanya perbedaan penilaian realisasi fisik versi XXXXX dengan versi Permendagri 86/2017. Versi XXXXX perhitungan realisasi fisik diperoleh dari alur proses kegiatan yang dilaksanakan, tanpa mengacu pada realisasi anggaran, sebagai contoh proses penyusunan TOR, Persiapan Lelang, dan seterusnya meskipun proses tersebut belum menggunakan anggaran namun secara otomatis perhitungan realisasi fisik meningkat. Sementara itu versi Permendagri 86/2017 perhitungan realisasi fisik mengacu pada besaran anggaran yang dikeluarkan, bobotnya disesuaikan dengan progres ketercapaian sasaran kegiatan yang ditargetkan. Adapun terdapat kelemahan penilaian realisasi fisik versi XXXXX karena berpotensi terjadi kekeliruan perhitungan, sebagai contoh suatu kegiatan memiliki target fisik 2 unit, proses kegiatan untuk mencapai target 2 unit tersebut telah dilaksanakan dan telah dikonversi menjadi bobot perhitungan realisasi fisik, namun karena suatu hal target fisik hanya terealisasi 1 unit. Karena perhitungan mengacu pada proses pelaksanaan kegiatan (bukan pada target “fisik 2 unit”) maka sangat berpotensi mengakibatkan tercatatnya persentase realisasi fisik 100%, meskipun target fisik kegiatan yang tercapai hanya 1 unit. Lebih lanjut, potensi kekeliruan pencatatan realisasi fisik maupun keuangan dapat diakibatkan dari aspek human error yang tidak tepat waktu dalam penginputan, atau tidak melakukan input sesuai kondisi real. II-133 17. DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN Pada Tahun 2018 Dinas Pariwisata dan Kebudayaan XXXXX melaksanakan 9 (sembilan) program dan 100 kegiatan dengan total anggaran program Rp199.797.569.503. Secara umum rata-rata realisasi anggaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan masuk dalam kategori sedang, sedangkan rata-rata realisasi indikator kinerja program (outcome) masuk dalam kategori sangat tinggi. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program Pengembangan Destinasi Pariwisata Tinggi 82.19 Program Pembinaan dan Pengembangan… Rendah 65.82 Program Pengelolaan Kendaraan… Sangat Rendah 40.27 Program Peningkatan dan Pengelolaan… Tinggi 90.86 Program penyediaan dan pemeliharaan… Sedang 72.33 Program Pemeliharaan dan Pengembangan… Sangat TInggi 94.86 Program Pembinaan dan pemberdayaan… Tinggi 87.07 Program Pengelolaan Kendaraan… Sangat Rendah 35.12 Program Peningkatan dan Pengelolaan… Tinggi 90.61 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Realisasi Anggaran Program Dinas Pariwisata dan Budaya (%) Grafik 2.17 Realisasi Anggaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan Grafik 2.17 dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran program Dinas Pariwisata dan Kebudayaan masuk dalam kategori sedang (66% ≤ 75%). Kondisi tersebut dipengaruhi oleh realisasi anggaran dengan kategori sangat rendah dari (1) Program Pengelolaan KDO Urusan Pariwisata dan (2) Program Pengelolaan KDO Urusan Kebudayaan, serta realisasi anggaran dengan kategori rendah dari (3) Program Pembinaan dan Pengembangan Industri Pariwisata. II-134 Untuk kedua program administrasi umum/penunjang, yakni Program Pengelolaan KDO Urusan Pariwisata dan Program Pengelolaan KDO Urusan Kebudayaan yang tidak secara langsung mewujudkan sasaran indikator kinerja outcome, sifat dari penggunaan anggarannya adalah menyesuaikan dengan kebutuhan operasional instansi, sehingga program ini tidak dapat dituntut terealisasi 100%. Sementara itu Program Pembinaan dan Pengembangan Industri Pariwisata yang merupakan prioritas Dinas Pariwisata, realisasi anggaran nya berpengaruh terhadap pencapaian target indikator program/outcomes, sehingga realisasi perlu mencapai target yang direncanakan. Adapun penyebab realisasi anggaran Program Pembinaan dan Pengembangan Industri Pariwisata, tidak mencapai target dipengaruhi oleh beberapa kegiatan dengan anggaran besar yang tidak mencapai target, antara lain : Kegiatan Pembinaan dan Pengawasan Industri Pariwisata yang memiliki anggaran Rp 466.082.000, namun hanya terealisasi 53% dikarenakan penyerapan uang perjalanan dalam kota dilaksanakan mulai bulan Agustus 2018 karena rekomendasi dari BPKD berlaku pada bulan Agustus. Selanjutnya untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program/outcome Dinas Pariwisata dan Kebudayaan disajikan pada tabel di bawah ini. Tabel 2.49 Realisasi Indikator Kinerja Program Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Target Realisasi Persentase Program Indikator Program Interpretasi 2018 2018 Realisasi Program Peningkatan dan indeks kepuasan Sangat Pengelolaan Kantor Urusan 4 (indeks) 4 indeks 100% pelayanan kantor tinggi Kebudayaan Program Pengelolaan indeks kepuasan Sangat Kendaraan Operasional pelayanan kendaraan 4 (indeks) 2 indeks 50% rendah Urusan Kebudayaan operasional Jumlah Pelaku Seni 8040 Sangat Program Pembinaan dan 9.260 115% Budaya yang dilatih orang tinggi pemberdayaan pelaku seni Jumlah Pelaku Seni 16080 Sangat budaya 17.820 110% Budaya yang tampil orang tinggi Program Pemeliharaan dan Persentase Cagar Budaya 45% 145% Sangat 31 % Pengembangan yang berhasil (18) tinggi II-135 Target Realisasi Persentase Program Indikator Program Interpretasi 2018 2018 Realisasi Pemanfaatan Cagar Budaya direvitalisasi Program penyediaan dan pemeliharaan sarana Persentase Kelengkapan Sangat 22 % 22% 100% prasarana seni budaya dan Sarana Prasarana tinggi pariwisata Program Peningkatan dan indeks kepuasan Sangat Pengelolaan Kantor Urusan 4 indeks 4 indeks 100% pelayanan kantor tinggi Pariwisata Program Pengelolaan indeks kepuasan Sangat Kendaraan Operasional pelayanan kendaraan 4 indeks 2 indeks 50% rendah Urusan Pariwisata operasional Persentase Industri Pariwisata yang memiliki 108% Sangat 92 % 100% TDUP (Tanda Daftar tinggi Program Pembinaan dan Usaha Pariwisata) Pengembangan Industri Persentase SDM Industri 58% 59,77% Sangat Pariwisata 103% Pariwisata bersertifikat (6.923) (7.528) tinggi Jumlah usaha pariwisata 1.669 Sangat 11.674 669% hiburan Industri tinggi Jumlah Wisatawan 2.800.00 2.813.44 Sangat 100% Mancanegara 0 orang 1 tinggi Program Pengembangan Jumlah Wisatawan 36,000.00 34.192.5 Sangat Destinasi Pariwisata 95% Nusantara 0 orang 77 tinggi Jumlah Objek Wisata 2 Objek Sangat 2 100% Baru wisata tinggi Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata realisasi indikator kinerja program Dinas Pariwisata dan Kebudayaan masuk dalam kategori Sangat tinggi (91% ≤ 100%). Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. II-136 Tabel 2.50 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Indikator Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) Kombinasi 5 Program Peningkatan 1. Cenderung efektif dalam dan Pengelolaan indeks kepuasan 100% 90,61% perencanaan target indikator Kantor Urusan pelayanan kantor 2. Cenderung efisien Perencanaan Kebudayaan anggaran Kombinasi 1 1. Cenderung Tidak Efektif dalam perencanaan target indikator Program Pengelolaan indeks kepuasan (ambisius) Kendaraan pelayanan 50% 35,12% 2. Cenderung tidak efisien dalam Operasional Urusan kendaraan perencanaan anggaran (kurang Kebudayaan operasional realisastis) 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan/kelebihan anggaran Kombinasi 7 1. Cenderung tidak efektif dalam perencanaan target indikator Jumlah Pelaku Seni (pesimis) Budaya yang 115% 2. Cenderung sangat tidak efisien dilatih dalam perencanaan anggaran (kurang realistis) Program Pembinaan 3. Kemungkinan terdapat kelebihan dan pemberdayaan 87,07% anggaran pelaku seni budaya Kombinasi 4 1. Cenderung efektif dalam perencanaan target indikator Jumlah Pelaku Seni 2. Cenderung tidak efisien dalam Budaya yang 110% perencanaan anggaran (kurang tampil realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 8 1. Cenderung tidak efektif dalam perencanaan target indikator Program Pemeliharaan Persentase Cagar (pesimis) dan Pengembangan Budaya yang 145% 94,86% 2. Cenderung tidak efisien dalam Pemanfaatan Cagar berhasil perencanaan anggaran (kurang Budaya direvitalisasi realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 4 1. Cenderung efektif dalam Program penyediaan perencanaan target indikator Persentase dan pemeliharaan 2. Cenderung tidak efisien dalam Kelengkapan 100% 72,33% sarana prasarana seni perencanaan anggaran (kurang Sarana Prasarana budaya dan pariwisata realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran II-137 Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Indikator Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) Kombinasi 5 Program Peningkatan 1. Cenderung efektif dalam dan Pengelolaan indeks kepuasan perencanaan target indikator 100% 90,86% Kantor Urusan pelayanan kantor 2. Cenderung efisien Perencanaan Pariwisata anggaran Kombinasi 1 1. Cenderung Tidak Efektif dalam perencanaan target indikator Program Pengelolaan indeks kepuasan (ambisius) Kendaraan pelayanan 50% 40,27% 2. Cenderung tidak efisien dalam Operasional Urusan kendaraan perencanaan anggaran (kurang Pariwisata operasional realisastis) 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan/kelebihan anggaran Kombinasi 4 Persentase 1. Cenderung efektif dalam Industri Pariwisata perencanaan target indikator yang memiliki 108% 2. Cenderung tidak efisien dalam TDUP (Tanda perencanaan anggaran (kurang Daftar Usaha realistis) Pariwisata) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 4 1. Cenderung efektif dalam perencanaan target indikator Persentase SDM Program Pembinaan 2. Cenderung tidak efisien dalam Industri Pariwisata 103% dan Pengembangan 65,82% perencanaan anggaran (kurang bersertifikat Industri Pariwisata realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 7 1. Cenderung tidak efektif dalam perencanaan target indikator (pesimis) Jumlah usaha 669% 2. Cenderung sangat tidak efisien pariwisata hiburan dalam perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 4 1. Cenderung efektif dalam perencanaan target indikator Jumlah Wisatawan 2. Cenderung tidak efisien dalam 100% Mancanegara perencanaan anggaran (kurang Program realistis) Pengembangan 82,19% 3. Kemungkinan terdapat kelebihan Destinasi Pariwisata anggaran Kombinasi 4 Jumlah Wisatawan 1. Cenderung efektif dalam 95% Nusantara perencanaan target indikator 2. Cenderung tidak efisien dalam II-138 Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Indikator Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 4 1. Cenderung efektif dalam perencanaan target indikator Jumlah Objek 2. Cenderung tidak efisien dalam 100% Wisata Baru perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Sumber : Hasil Analisis Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa terdapat beberapa indikator program dengan realisasi >100% namun realisasi anggarannya <70%, hal ini dapat bermakna penetapan target indikator program terlalu pesimis, atau penetapan anggaran terlalu tinggi sehingga dalam perspektif perencanaan selanjutnya dapat dipertimbangkan untuk menyusun target indikator program lebih tinggi, atau mengusulkan perubahan standar harga agar perencanaan lebih efektif dan efisien. Untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan disajikan sample lima kegiatan yang memiliki anggaran tertinggi sebagaimana disajikan dalam tabel di bawah ini . II-139 Tabel 2.51 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 1 sangat 1 sangat Pembelian Rumah X 82.784.109.411 100% 97,51 100% 100% tinggi Bangunan tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Terselenggaranya pembelian / pembebasan rumah peninggalan X Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : Sesuai jadwal dan ketepatan anggaran. 2 sangat sangat Apresiasi dan Lomba Seni Nuansa Religi 2.070.056.258 100% 29,16 90 orang 100% 100% rendah tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Terselenggaranya Lomba Seni Nuansa Religi dengan peserta 90 group. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Adanya 2 (dua) Kubu DPP LASQI yang saling mengakui, sehingga rencana dukungan untuk Lomba Bintang Vokalis Gambus melalui APBD-P Tahun 2018 tidak dipergunakan. Solusi : Mengembalikan anggaran sejumlah Rp. 1.421.788.408. 3 Pengadaan perangkat keras dan perangkat sangat lunak penunjang data dan informasi 3.390.443.440 100% 73,53 sedang 73 Unit 100% 100% tinggi pariwisata dan kebudayaan KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : - Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : - Solusi : - 4 Keikutsertaan pada Event Promosi Pariwisata sangat 3.044.910.220 100% 63,85 rendah 1 kegiatan 100% 100% dan Budaya di Dalam Negeri tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 1 kegiatan Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : - Solusi : II-140 Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 - 5 sangat sangat Penyelenggaraan Familliarization Trip 2.614.158.250 100% 49,03 8 negara 100% 100% rendah tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 8 negara Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : - Solusi : - Sumber : Emonev 2018 dan Hasil DDW Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (diolah) II-141 Berdasarkan tabel di atas ditemukan bahwa terdapat kegiatan yang memiliki realisasi keuangan dengan kriteria sangat rendah ( ≤ 50%), namun memiliki realisasi fisik kegiatan 100%. Kondisi demikian dapat terjadi karena adanya perbedaan penilaian realisasi fisik versi XXXXX dengan versi Permendagri 86/2017. Versi XXXXX perhitungan realisasi fisik diperoleh dari alur proses kegiatan yang dilaksanakan, tanpa mengacu pada realisasi anggaran, sebagai contoh proses penyusunan TOR, Persiapan Lelang, dan seterusnya meskipun proses tersebut belum menggunakan anggaran namun secara otomatis perhitungan realisasi fisik meningkat. Sementara itu versi Permendagri 86/2017 perhitungan realisasi fisik mengacu pada besaran anggaran yang dikeluarkan, bobotnya disesuaikan dengan progres ketercapaian sasaran kegiatan yang ditargetkan. Adapun terdapat kelemahan penilaian realisasi fisik versi XXXXX karena berpotensi terjadi kekeliruan perhitungan, sebagai contoh suatu kegiatan memiliki target fisik 2 unit, proses kegiatan untuk mencapai target 2 unit tersebut telah dilaksanakan dan telah dikonversi menjadi bobot perhitungan realisasi fisik, namun karena suatu hal target fisik hanya terealisasi 1 unit. Karena perhitungan mengacu pada proses pelaksanaan kegiatan (bukan pada target “fisik 2 unit”) maka sangat berpotensi mengakibatkan tercatatnya persentase realisasi fisik 100%, meskipun target fisik kegiatan yang tercapai hanya 1 unit. Lebih lanjut, potensi kekeliruan pencatatan realisasi fisik maupun keuangan dapat diakibatkan dari aspek human error yang tidak tepat waktu dalam penginputan, atau tidak melakukan input sesuai kondisi real. II-142 18. DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN Pada Tahun 2018 Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan XXXXX melaksanakan 4 (empat) program dan 66 kegiatan dengan total anggaran program Rp107.171.971.636. Secara umum rata-rata realisasi anggaran Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan masuk dalam kategori tinggi, kemudian untuk rata-rata realisasi indikator kinerja program (outcome) masuk dalam kategori sangat tinggi. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program Pelayanan dan Pengembangan Rendah 63.20 Kearsipan Program Pengelolaan Kendaraan Tinggi 81.70 Operasional Urusan Perpustakaan Program Peningkatan dan Pengelolaan Tinggi 81.58 Kantor Urusan Perpustakaan Program Pelayanan dan Pengembangan Tinggi 86.32 Perpustakaan 0 20 40 60 80 100 Realisasi Anggaran Program Perpustakaan dan Kearsipan (%) Grafik 2.18 Realisasi Anggaran Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan Grafik 2.18 dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran program Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan masuk dalam kategori tinggi (76% ≤ 90%). Namun demikian terdapat satu program dengan kategori rendah (51% ≤ 65%) yakni Program Pelayanan dan Pengembangan Kearsipan dengan serapan 63,20%. Kondisi demikian disebabkan adanya kegiatan-kegiatan dalam program tersebut yang memiliki anggaran tinggi namun realisasi-nya rendah, yakni : II-143 1. Kegiatan Pengadaan Lemari Arsip memiliki anggaran Rp8.803.877.720, namun realisasi hanya mencapai 37,71%, disebabkan (1) harga komponen e- budgeting jauh lebih tinggi dari HPS dan penawaran pada saat tender dan (2) adanya penetapan harga komponen e-Budgeting berdasarkan dokumen penawaran Penyedia (harga pabrik) yang diajukan pada fase pengusulan komponen e-Budgeting tahun 2017; 2. Kegiatan Pengadaan Rak Arsip Bertingkat memiliki anggaran Rp4.840.000.000, namun realisasi hanya mencapai 34,61%, disebabkan (1) harga komponen e-Budgeting jauh lebih tinggi dari HPS dan penawaran pada saat tender, selanjutnya (2) penetapan harga komponen eBudgeting berdasarkan dokumen penawaran Penyedia (harga pabrik) yang diajukan pada fase pengusulan komponen eBudgeting tahun 2017, kemudian (3) tender dimenangkan oleh penyedia dengan kualifikasi harga penawaran terendah; 3. Kegiatan Pembinaan Pengelolaan Kearsipan bagi Lembaga/Instansi Pemerintah, Pemerintah Daerah, Swasta dan Masyarakat memiliki anggaran Rp1.167.360.203, namun realisasi hanya mencapai 58,48%, disebabkan ANRI selaku penyelenggara Diklat Kearsipan memberlakukan pembatasan kuota peserta diklat kearsipan dari setiap XXXXX, sehingga sebagian peserta yang direncanakan akan diikutsertakan tidak dapat didaftarkan sebagai peserta diklat; 4. Kegiatan Pengadaan Boks dan Map Arsip SKPD/XXX memiliki anggaran Rp2.714.222.280, namun realisasi hanya mencapai 69,44%, disebabkan harga komponen e-Budgeting lebih tinggi dari harga penawaran pada saat tender. Selanjutnya untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program/outcome Dinas Perpustakaan Arsip Daerah disajikan pada tabel di bawah ini. II-144 Tabel 2.52 Realisasi Indikator Kinerja Program Dinas Perpustakaan Arsip Daerah Indikator Realisasi Persentase Program Target 2018 Interpretasi Program 2018 Realisasi Rasio pengunjung 19.98% 33,85% 169% perpustakaan Sangat tinggi Persentase Program perpustakaan Pelayanan dan binaan yang Pengembangan memenuhi 20% 20% 100% Sangat tinggi Perpustakaan SNP (Standar Nasional Perpustakaan) Indeks minat 30% 57,01 190% Sangat tinggi baca Program indeks Peningkatan dan kepuasan Pengelolaan 4 (indeks) 4 indeks 100% Sangat tinggi pelayanan Kantor Urusan kantor Perpustakaan Program indeks Pengelolaan kepuasan Kendaraan pelayanan 4 (indeks) 4 indeks 100% Sangat tinggi Operasional kendaraan Urusan operasional Perpustakaan Persentase Pengelolaan Kearsipan di 25.93% 25,93 100% Sangat tinggi SKPD/XXX dan BUMD sesuai Program standar Pelayanan dan Persentase Pengembangan Arsip yang Siap 14.44% 16,48 114% Sangat tinggi Kearsipan Layan (e-arsip) Indeks kepuasan 75% 98% 130% Sangat tinggi layanan kearsipan Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata realisasi indikator kinerja program Dinas dan Perpustakaan Arsip Daerah masuk dalam kategori Sangat tinggi (91% ≤ 100%). II-145 Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Dinas Perpustakan dan Arsip Daerah yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. Tabel 2.53 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Indikator Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) Kombinasi 7 1. Cenderung tidak efektif dalam perencanaan target indikator (pesimis) Rasio pengunjung 169% 2. Cenderung sangat tidak efisien perpustakaan dalam perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 2 1. Cenderung Tidak Efektif dalam Persentase perencanaan target indikator perpustakaan Program Pelayanan (ambisius) binaan yang dan Pengembangan 100% 86.32 2. Cenderung tidak efisien dalam memenuhi SNP Perpustakaan perencanaan anggaran (kurang (Standar Nasional realisastis) Perpustakaan) 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan anggaran Kombinasi 7 1. Cenderung tidak efektif dalam perencanaan target indikator (pesimis) Indeks minat baca 190% 2. Cenderung sangat tidak efisien dalam perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 4 1. Cenderung efektif dalam Program Peningkatan perencanaan target indikator dan Pengelolaan indeks kepuasan 2. Cenderung tidak efisien dalam 100% 81.58 Kantor Urusan pelayanan kantor perencanaan anggaran (kurang Perpustakaan realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Program Pengelolaan indeks kepuasan 100% 81.70 Kombinasi 4 II-146 Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Indikator Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) Kendaraan pelayanan 1. Cenderung efektif dalam Operasional Urusan kendaraan perencanaan target indikator Perpustakaan operasional 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 4 Persentase 1. Cenderung efektif dalam Pengelolaan perencanaan target indikator Kearsipan di 2. Cenderung tidak efisien dalam 100% SKPD/XXX dan perencanaan anggaran (kurang BUMD sesuai realistis) standar 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 7 1. Cenderung tidak efektif dalam perencanaan target indikator Persentase Arsip (pesimis) Program Pelayanan yang Siap Layan (e- 114% 2. Cenderung sangat tidak efisien dan Pengembangan 63.20 arsip) dalam perencanaan anggaran Kearsipan (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 7 1. Cenderung tidak efektif dalam perencanaan target indikator (pesimis) Indeks kepuasan 130% 2. Cenderung sangat tidak efisien layanan kearsipan dalam perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Sumber : Hasil Analisis Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa terdapat beberapa indikator program dengan realisasi >100% namun realisasi anggarannya <70%, hal ini dapat bermakna penetapan target indikator program terlalu pesimis, atau penetapan anggaran terlalu tinggi sehingga dalam perspektif perencanaan selanjutnya dapat dipertimbangkan untuk menyusun target indikator program lebih tinggi, atau mengusulkan perubahan standar harga agar perencanaan lebih efektif dan efisien. II-147 Untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah disajikan sample lima kegiatan yang memiliki anggaran tertinggi sebagaimana disajikan dalam Tabel 2.54. II-148 Tabel 2.54 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 1 Sangat Sangat Pengadaan lemari arsip 8.803.877.720 100% 37,71% 20 unit 100% 100% Rendah Tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Tersedianya 20 unit lemari arsip Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : 1. Harga komponen e-Budgeting jauh lebih tinggi dari harga HPS dan penawaran pada saat tender. Penetapan harga komponen eBudgeting berdasarkan dokumen penawaran Penyedia (harga pabrik) yang diajukan pada fase pengusulan komponen eBudgeting tahun 2017. 2. Tender dimenangkan oleh Penyedia dengan kualifikasi harga penawaran terendah. Solusi : Usul update harga komponen e-Budgeting. 2 Sangat Sangat Pengadaan Rak Arsip Bertingkat 4.840.000.000 100% 34,61% 20 unit 100% 100% Rendah Tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Tersedianya 20 unit rak arsip bertingkat untuk kebutuhan Depo Arsip Pulomas Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : 1. Harga komponen e-Budgeting jauh lebih tinggi dari harga HPS dan penawaran pada saat tender. Penetapan harga komponen eBudgeting berdasarkan dokumen penawaran Penyedia (harga pabrik) yang diajukan pada fase pengusulan komponen eBudgeting tahun 2017. 2. Tender dimenangkan oleh Penyedia dengan kualifikasi harga penawaran terendah. Solusi : Usul update harga komponen e-Budgeting. 3 Sangat Pengadaan Boks dan Map Arsip SKPD/XXX 2.714.222.280 100% 69,44 Rendah 1 tahun 100% 100% Tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Tersedianya boks dan map arsip sebanyak 283.820 buah (map arsip 183.820 buah dan 100.000 boks arsip) untuk kebutuhan 1 tahun. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Harga komponen e-Budgeting lebih tinggi dari harga penawaran pada saat tender. Solusi : Usul update harga komponen e-Budgeting. 4 Sangat Layanan Pelaksanaan Kegiatan X 3.047.790.900 100% 59,72 Rendah 20 Lokasi 100% 99,60 TInggi II-149 Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Tersedianya reading corner pada X. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Dalam menyesuaikan kebutuhan bacaan X, maka direncanakan disediakan buku-buku tentang Indonesia dan XXXX yang berbahasa Inggris. Penyerapan buku tidak maksimal (Rp.501.400.000 atau 38,6% dari anggaran pengadaan buku sebesar Rp.1.299.100.000), karena terbatasnya ketersediaan buku berbahasa Inggris dengan tema ke-Indonesia-an dan ke-XXXX-an. Solusi : - 5 Peningkatan Sarana Perpustakaan Digital 1.351.459.339 100% 61,79% Rendah 1 aplikasi 100% 56,44% Rendah (XXXX) KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Terlaksananya pembelian server iXXXX. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Sulitnya untuk menemukan tenaga ahli yang dibutuhkan untuk iXXXX sehingga kegiatan migrasi tidak dapat dilaksanakan, dan tentunya berpengaruh juga pada belanja sewa collocation. Solusi : Dianggarkan di tahun berikutnya. Sumber : Emonev 2018 dan Hasil DDW Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (diolah) II-150 19. DINAS PERINDUSTRIAN DAN ENERGI Pada Tahun 2018 Dinas Perindustrian dan Energi XXXXX melaksanakan 9 (sembilan) program dan 52 kegiatan dengan total anggaran program Rp983.718.355.323. Secara umum rata-rata realisasi anggaran Dinas Perindustrian dan Energi masuk dalam kategori sedang, sedangkan rata-rata realisasi indikator kinerja program (outcome) masuk dalam kategori sangat tinggi. Berdasarkan kondisi tersebut, dapat dipertimbangkan untuk menetapkan target indikator kinerja program (outcome) lebih tinggi pada tahun berikutnya. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program Pengelolaan Kendaraan… Rendah 55.93 Program Peningkatan dan Pengelolaan… Tinggi 78.41 Program Pengawasan dan Pengendalian… Sedang 75.46 Program Pembinaan dan Pengembangan… Tinggi 85.93 Program Konservasi air tanah dan… Rendah 59.56 Program Pengelolaan Kendaraan… Sedang 74.19 Program Peningkatan dan Pengelolaan… Tinggi 85.82 Program Peningkatan Pencahayaan Kota Sedang 74.66 Program Pembinaan, pengembangan dan… Rendah 65.85 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Realisasi Anggaran Program Dinas Perindustrian dan Energi (%) Grafik 2.19 Realisasi Anggaran Dinas Perindustrian dan Energi Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran per program pada Dinas Perindustrian dan Energi masuk dalam kategori sedang (66% ≤ 75%). Program yang berkontribusi signifikan terhadap tidak tercapainya target realisasi anggaran tersebut adalah : II-151 2. Program Konservasi Air Tanah dan Pengendalian Penurunan Muka Tanah, karena terdapat kegiatan yang secara signifikan memiliki realisasi anggaran rendah, antara lain : c. Kegiatan pembangunan sumur resapan yang memiliki realisasi anggaran hanya 24%, dikarenakan tiga dari total empat paket mengalami gagal lelang; d. Kegiatan pemeliharaan sumur resapan yang tidak terealisasi (0%) karena proses serah terima aset masih belum selesai (kewenangan pemeliharaan sumur resapan berada pada Dinas Perindustrian dan Energi, namun aset nya masih menjadi aset Dinas Sumber Daya Air. 3. Program Pembinaan, Pengembangan dan Pengendalian Energi dan Ketenagalistrikan, karena terdapat kegiatan yang secara signifikan memiliki realisasi anggaran rendah antara lain : Kegiatan Pemeriksaan Kelaikan Operasi Genset Milik Pemda yang memiliki realisasi hanya 68%, dikarenakan adanya penawaran dari peserta lelang yang sangat rendah; Kegiatan Pemeliharaan Jaringan Tegangan Menengah yang tidak terealisasi (0%) dikarenakan tidak ada kerusakan kabel bawah laut. 4. Program Pengelolaan Kendaraan Operasional Urusan Perindustrian memiliki realisasi anggaran rendah. Program ini adalah program administrasi umum/penunjang yang tidak secara langsung mewujudkan sasaran indikator kinerja outcome, dan juga penggunaan anggarannya menyesuaikan dengan kebutuhan operasional instansi, sehingga program ini bersifat tidak ideal jika dituntut untuk terealisasi 100%. Selanjutnya untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program Dinas Perindustrian dan Energi disajikan pada tabel di bawah ini. II-152 Tabel 2.55 Realisasi Indikator Kinerja Program Dinas Perindustrian dan Energi Indikator Target Realisasi Persentase Program Realisasi Interpretasi Program 2018 2018 Persentase Program bangunan/gedung Pembinaan, /sarana/prasaran 20 % 20 % 100% Sangat tinggi pengembangan a milik pemda dan yang memiliki SLO pengendalian ketenagalistrikan Energi dan Persentase daya ketenagalistrikan listrik terpasang 67 % 67 % 100% Sangat tinggi di xxxxx Persentase cakupan 71,9 % 81,19% 112% Sangat tinggi Program pencahayaan kota Peningkatan persentase Pencahayaan pencahayaan kota Kota hemat energi 100 % 92,51% 92,51% Sangat tinggi berbasis smart system Program Peningkatan dan Pengelolaan indeks kepuasan Kantor Urusan 4 (Indeks) 4 100% Sangat tinggi pelayanan kantor energi dan Indeks sumber daya mineral Program Pengelolaan indeks kepuasan Kendaraan pelayanan Operasional 4 (Indeks) 3 75% Sedang kendaraan Urusan energi Indeks operasional dan sumber daya mineral Jumlah bangunan Program gedung yang Konservasi air mematuhi tanah dan peraturan 80% 80,17% 100,21% Sangat tinggi pengendalian pencatatan dan penurunan muka pengambilan air tanah tanah 2000 Jumlah wirausaha Wiraus 2.009 100,45% Sangat tinggi industri baru Program aha Wirausaha Pembinaan dan Persentase Pengembangan jumlah IKM yang 7,04 % 7,04 % 100% Sangat tinggi Industri berkualitas Persentase 14,6 % 14,6 % 100% Sangat tinggi pertumbuhan II-153 Indikator Target Realisasi Persentase Program Realisasi Interpretasi Program 2018 2018 jumlah Industri Kreatif Persentase produk industri Program 72 % 88.51% 122% Sangat tinggi dengan standar Pengawasan dan SNI Pengendalian Persentase Industri 15,03 produk IKM bebas 15,11% 100,53% Sangat tinggi % bahan berbahaya Program Peningkatan dan indeks kepuasan Pengelolaan 4 (indeks) 4 Indeks 100% Sangat tinggi pelayanan kantor Kantor Urusan Perindustrian Program Pengelolaan indeks kepuasan Kendaraan pelayanan 4 (indeks) 3 Indeks 75% Sedang Operasional kendaraan Urusan operasional Perindustrian Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata realisasi indikator kinerja program Dinas Perindustrian dan Energi masuk dalam kategori kategori Sangat tinggi (91% ≤ 100%). Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Dinas Perindustrian dan Energi yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. Tabel 2.56 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan II-154 Dinas Perindustrian dan Energi Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Indikator Program Program Program Perencanaan (%) (%) Persentase Kombinasi 4 bangunan/gedung 1. Cenderung efektif dalam perencanaan Program /sarana/prasaran a target indikator Pembinaan, 100% milik pemda yang 2. Cenderung tidak efisien dalam pengembangan memiliki SLO 65,85% perencanaan anggaran (kurang dan pengendalian ketenagalistrikan realistis) Energi dan Persentase daya 3. Kemungkinan terdapat kelebihan ketenagalistrikan listrik terpasang di 100% anggaran xxxxx Kombinasi 4 1. Cenderung efektif dalam perencanaan target indikator Persentase cakupan 2. Cenderung tidak efisien dalam 112% pencahayaan kota perencanaan anggaran (kurang realistis) Program 3. Kemungkinan terdapat kelebihan Peningkatan anggaran 74,66% Pencahayaan Kombinasi 4 Kota 1. Cenderung efektif dalam perencanaan persentase target indikator pencahayaan kota 2. Cenderung tidak efisien dalam hemat energi 92,51% perencanaan anggaran (kurang berbasis smart realistis) system 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 4 Program 4. Cenderung efektif dalam perencanaan Peningkatan dan target indikator Pengelolaan indeks kepuasan 5. Cenderung tidak efisien dalam Kantor Urusan 100% 85.82% pelayanan kantor perencanaan anggaran (kurang energi dan realistis) sumber daya 6. Kemungkinan terdapat kelebihan mineral anggaran Kombinasi 1 1. Cenderung Tidak Efektif dalam Program perencanaan target indikator Pengelolaan (ambisius) Kendaraan indeks kepuasan 2. Cenderung tidak efisien dalam Operasional pelayanan kendaraan 75% 74,19% perencanaan anggaran (kurang Urusan energi operasional realisastis) dan sumber daya 3. Kemungkinan Terdapat mineral kekurangan/kelebihan anggaran Kombinasi 4 Program Jumlah bangunan 4. Cenderung efektif dalam perencanaan Konservasi air gedung yang target indikator tanah dan mematuhi peraturan 100,21% 59,56% 5. Cenderung tidak efisien dalam pengendalian pencatatan dan perencanaan anggaran (kurang penurunan muka pengambilan air realistis) tanah tanah 6. Kemungkinan terdapat kelebihan II-155 Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Indikator Program Program Program Perencanaan (%) (%) anggaran Kombinasi 4 1. Cenderung efektif dalam perencanaan target indikator Jumlah wirausaha 2. Cenderung tidak efisien dalam 100,45% industri baru perencanaan anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 4 1. Cenderung efektif dalam perencanaan Program target indikator Pembinaan dan Persentase jumlah 2. Cenderung tidak efisien dalam 100% 85,93% Pengembangan IKM yang berkualitas perencanaan anggaran (kurang Industri realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 4 1. Cenderung efektif dalam perencanaan target indikator Persentase 2. Cenderung tidak efisien dalam pertumbuhan jumlah 100% perencanaan anggaran (kurang Industri Kreatif realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 7 1. Cenderung tidak efektif dalam perencanaan target indikator (pesimis) Persentase produk 2. Cenderung sangat tidak efisien dalam industri dengan 122% perencanaan anggaran (kurang standar SNI realistis) Program 3. Kemungkinan terdapat kelebihan Pengawasan dan anggaran 75,46% Pengendalian Kombinasi 4 Industri 1. Cenderung efektif dalam perencanaan target indikator Persentase produk 2. Cenderung tidak efisien dalam IKM bebas bahan 100,53% perencanaan anggaran (kurang berbahaya realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 4 1. Cenderung efektif dalam perencanaan Program target indikator Peningkatan dan indeks kepuasan 2. Cenderung tidak efisien dalam Pengelolaan 100% 78,41% pelayanan kantor perencanaan anggaran (kurang Kantor Urusan realistis) Perindustrian 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Program indeks kepuasan Kombinasi 1 Pengelolaan pelayanan kendaraan 75% 55,93% 1.Cenderung Tidak Efektif dalam Kendaraan operasional perencanaan target indikator II-156 Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Indikator Program Program Program Perencanaan (%) (%) Operasional (ambisius) Urusan 2.Cenderung tidak efisien dalam Perindustrian perencanaan anggaran (kurang realisastis) 3.Kemungkinan Terdapat kekurangan/kelebihan anggaran Sumber : Hasil Analisis Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa terdapat beberapa indikator program dengan realisasi >100% namun realisasi anggarannya <75%, hal ini dapat bermakna penetapan target indikator program terlalu pesimis, sehingga dalam perspektif perencanaan selanjutnya dapat dipertimbangkan untuk menyusun target indikator program lebih tinggi. Lebih jauh lagi, kondisi demikian dapat pula bermakna kurang tepatnya penentuan indikator program, sehingga tidak adanya korelasi antara kegiatan yang dilaksanakan dengan indikator programnya (alat ukur keberhasilan kegiatan-kegiatan dalam suatu program), dengan kata lain dapat saja realisasi suatu indikator program sangat tinggi tanpa ada kegiatan-kegiatan yang berkontribusi secara signifikan terhadap realisasi program tersebut (karena kurang tepatnya penentuan indikator program) sehingga dalam perspektif perencanaan selanjutnya dapat dipertimbangkan untuk menelaah kembali apakah indikator-indikator program relevan dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan (apakah telah terbentuk kerangka logis pada setiap arsitektur kinerja perangkat daerah). Secara skematik disajikan ilustrasi penjelasan di bawah ini. II-157 Program Indikator Realisasi Kegiatan Realisasi Fisik Program Pelaksanaan audit 100% Jumlah Penggunaan Air Tanah Konserva bangunan si Airn gedung yang Tanah mematuhi Pembangunan Sumur dan 0% peraturan 100,21% Resapan Pengenda pencatatan lian dan Penuruna Pemeliharaan Sumur pengambilan 0% n Muka Resapan air tanah Tanah Dst…. Dst… Program di atas terdiri dari 9 kegiatan namun hanya memiliki satu indikator outcome, sehingga indikator outcome tersebut jelas tidak dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan seluruh kegiatan. Satu kegiatan berwarna hitam berkorelasi dengan indikator program, namun dua indikator kegiatan berwarna merah jelas tidak berkorelasi terhadap capaian indikator outcome di atas, sehingga program di atas perlu tambahan indikator outcome atau perlu penyesuaian jenis dan jumlah kegiatan. Untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Dinas Perindustrian dan Energi disajikan sample lima kegiatan yang memiliki anggaran tertinggi sebagaimana disajikan dalam tabel di bawah ini. II-158 Tabel 2.57 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Dinas Perindustrian dan Energi Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 1 531.186.822.54 Sangat Pengadaan Armatur Pencahayaan Kota 100% 71,42 sedang 1 Set 100 100 0 Tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Tersedianya armatur lampu LED dengan smart system sebanyak 57.101 unit. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Nilai E-katalog yang lebih rendah dari nilai e-budgeting. Solusi : - 2 Pembayaran Biaya Penyambungan Daya Listrik Tingkat 31.672.386.000 sangat 1 Tahun 100% 26,31 100 83 Tinggi XXXXX rendah KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Biaya penyambungan daya listrik selam 12 bulan. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Pembayaran sesuai kebutuhan (sesuai dengan realita penyambungan daya listrik) Solusi : - 3 1 set sangat sangat Pembangunan Sumur Resapan 5.475.673.050 100 24,01 sumur 100 35,06 rendah rendah resapan KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Sumur resapan sebanyak 140 titik. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : 3 dari 4 paket gagal lelang Solusi : Perlu dianggarkan pada TA 2019 4 Sangat Pemeriksaan Kelaikan Operasi Genset Milik Pemda 3.035.835.000 100 68,88 sedang 1 set 100 100 Tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Sertifikasi laik operasi genset sebanyak 100 genset Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Terdapat penawaran dari peserta lelang yang lebih rendah. II-159 Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 Solusi : Satuan target output seharusnya lebih rinci (tidak menggunakan satuan Paket) sehingga dalam penganggaran dapat lebih terkontrol untuk menghindari penganggaran yang terlalu tinggi. 5 Sangat Pengadaan Material Pendukung Pencahayaan Kota 2.817.424.632 100 60,21 rendah 1 set 100 100 Tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Tersedianya material pendukung pencahayaan kota (Gembok, kerangkeng panel, magnetic contactor, Surge Protection Device dan Time Switch) Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Terdapat penawaran dari peserta lelang yang lebih rendah. Solusi : Satuan target output seharusnya lebih rinci (tidak menggunakan satuan Paket) sehingga dalam penganggaran dapat lebih terkontrol untuk menghindari penganggaran yang terlalu tinggi. Sumber : Emonev 2018 dan Hasil DDW Dinas Perindustrian dan Energi II-160 20. BADAN PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH Pada Tahun 2018 Badan Pajak Dan Retribusi Daerah XXXXX melaksanakan 3 (tiga) program dan 240 kegiatan dengan total anggaran program Rp197.388.442.338. Secara umum rata-rata realisasi anggaran Badan Pajak Dan Retribusi Daerah masuk dalam kategori tinggi, begitu pula dengan rata-rata realisasi indikator kinerja program (outcome) yang masuk dalam kategori sangat tinggi. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program Pengelolaan dan Pelayanan Rendah 62.85 Pajak Daerah Program Pengelolaan Kendaraan Operasional SKPD/UKPD Pajak dan Tinggi 80.44 Retribusi Daerah Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor SKPD/UKPD Pajak dan Retribusi Tinggi 78.83 Daerah 0 20 40 60 80 100 Realisasi Anggaran Program Badan Pajak dan Retribusi Daerah (%) Grafik 2.20 Realisasi Anggaran Badan Pajak dan Retribusi Daerah Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran per program pada Badan Pajak Dan Retribusi Daerah masuk dalam kategori tinggi (76% ≤ 90%). Namun demikian masih terdapat program dengan kategori realisasi rendah, yakni Program Pengelolaan dan Pelayanan Pajak Daerah. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh adanya kegiatan dengan anggaran yang tinggi (>2miliar) tapi tidak terlaksana. Adapun kegiatan yang dimaksud yakni (1) Kegiatan Pembangunan X dan II-161 (2) Kegiatan Pembangunan X dengan alasan proses lelang, tidak diperbolehkan untuk melakukan perubahan anggaran APBD-P Tahun 2018 sesuai dengan pekerjaannya, dikarenakan sasaran fungsionalnya maka yang dilaksanakan hanya tahap perencanaannya, sedangkan (3) Kegiatan Pengadaan Perangkat Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor pada Unit Pelayanan PKB dan BBN-KB tidak terlaksana dengan alasan ATPM tidak mempunyai barang yang compatible dikarenakan system yang saat ini ada tidak sesuai dengan tipe computer yang tersedia di ATPM. Selanjutnya untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program Badan Pajak dan Retribusi Daerah disajikan pada tabel di bawah ini. Tabel 2.58 Realisasi Indikator Kinerja Program Badan Pajak Dan Retribusi Daerah Indikator Persentase Program Target 2018 Realisasi 2018 Interpretasi Program Realisasi Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor indeks kepuasan 4 (indeks) 4 (indeks) 100% Sangat Tinggi SKPD/XXX Pajak dan pelayanan kantor Retribusi Daerah Program Pengelolaan indeks kepuasan Kendaraan Operasional pelayanan 4 (indeks) 4 (indeks) 100% Sangat Tinggi SKPD/XXX Pajak dan kendaraan Retribusi Daerah operasional Jumlah 39,77 37,56 Program Pengelolaan dan Penerimaan Pajak Triliun Triliun 94,44% Sangat Tinggi Pelayanan Pajak Daerah Daerah Rupiah Rupiah Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata realisasi indikator kinerja program Badan Pajak dan Retribusi Daerah masuk dalam kategori kategori Sangat tinggi (91% ≤ 100%). Meskipun demikian, masih terdapat indikator yang belum mencapai target 100%, yakni indikator Jumlah Penerimaan Pajak Daerah. Adapun kendala penyebab tidak tercapainya target penerimaan pajak antara lain : 1. Pajak Hiburan II-162 (a) Adanya penutupan beberapa objek pajak hiburan malam yang memiliki omzet cukup besar seperti Xdan (b) Ditemukannya praktik penyalahgunaan Napza oleh BNNP XXXXX di tempat hiburan malam, sehingga berpengaruh terhadap penurunan jumlah pengunjung dan penerimaan pajak dari objek pajak hiburan malam. Kondisi demikian berkontribusi terhadap tidak tercapainya target penerimaan pajak. 2. Pajak Parkir Pertumbuhan objek Pajak Parkir Tahun 2018 turut berkontribusi terhadap tidak tercapainya target penerimaan pajak, yakni semula terdapat 106 OP Parkir di Tahun 2017, kemudian menurun menjadi 114 OP Parkir di Tahun 2018, dimana pertumbuhan tersebut tidak sepenuhnya Wajib Pajak Baru melainkan pergantian Nama Manajemen atau perubahan nama pengelola parkir. 3. Pajak Air Tanah (PAT) (a) Keterbatasan petugas pencatat meter air dan Masih terdapat meter air yang tidak berfungsi/belum terpasang serta (b) Adanya pemanfaatan air tanah ilegal yang tidak terdeteksi berkontribusi terhadap tidak tercapainya target penerimaan pajak. 4. Pajak Reklame (a) Adanya ketidakpastian penerbitan perijinan reklame di Dinas PM-PTSP dan (b) belum adanya pemutakhiran data Reklame Belum Daftar Ulang (BDU) sehingga data tidak akurat serta (c) adanya Revisi Pergub 148 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Reklame yang belum selesai sehingga menghambat perijinan. Kondisi demikian berkontribusi terhadap tidak tercapainya target penerimaan pajak. 5. Pajak Penerangan Jalan Terdapat kesulitan mendapatkan data jumlah pelanggan sebagai salah satu dokumen pelengkap pelaoran SPTPD dan sebagai sarana II-163 perhitungan potesi riil. Kondisi demikian berkontribusi terhadap tidak tercapainya target penerimaan pajak. 6. BPHTB (a) Masih banyaknya apartemen yang belum dilakukan pemecahan; (b) Belum adanya perubahan Peraturan Daerah tentang Pengenaan BPHTB Terhadap PPJB dan Pertelaan; (c) Adanya penghindaran BPHTB dari Wajib Pajak melalui Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB); (d) Adanya kecenderungan transaksi masih menggunakan NJOP (bukan harga transaksi sebenarnya); (e) Penurunan pembelian/pembangunan apartemen sebagai imbas dari Peraturan Pemerintah XXXX terkait dengan PPnBM. Kondisi demikian berkontribusi terhadap tidak tercapainya target penerimaan pajak. Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Badan Pajak dan Retribusi Daerah yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. Tabel 2.59 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan Badan Pajak dan Retribusi Daerah Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Program Program Program Perencanaan (%) (%) Kombinasi 4 4. Cenderung efektif dalam perencanaan Program Peningkatan indeks target indikator dan Pengelolaan Kantor kepuasan 100% 78,83% 5. Cenderung tidak efisien dalam SKPD/XXX Pajak dan pelayanan perencanaan anggaran (kurang realistis) Retribusi Daerah kantor 6. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Program Pengelolaan indeks Kombinasi 4 Kendaraan Operasional kepuasan 100% 80,44% 4. Cenderung efektif dalam perencanaan SKPD/XXX Pajak dan pelayanan target indikator II-164 Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Program Program Program Perencanaan (%) (%) Retribusi Daerah kendaraan 5. Cenderung tidak efisien dalam operasional perencanaan anggaran (kurang realistis) 6. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 4 4. Cenderung efektif dalam perencanaan Program Pengelolaan Jumlah target indikator dan Pelayanan Pajak Penerimaan 94,44% 62,85% 5. Cenderung tidak efisien dalam Daerah Pajak Daerah perencanaan anggaran (kurang realistis) 6. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Sumber : Hasil Analisis Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa terdapat beberapa indikator program dengan realisasi 91%≤100% namun realisasi anggarannya 66%≤75%, hal ini dapat bermakna penetapan target indikator program terlalu pesimis, atau penetapan anggaran terlalu tinggi, sehingga dalam perspektif perencanaan selanjutnya dapat dipertimbangkan untuk menyusun target indikator program lebih tinggi, atau menyusun anggaran yang tidak terlalu tinggi. Untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Badan Pajak dan Retribusi Daerah disajikan sample lima kegiatan yang memiliki anggaran tertinggi sebagaimana disajikan dalam tabel di bawah ini. II-165 Tabel 2.60 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Badan Pajak dan Retribusi Daerah Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 1 Sangat Pengembangan Sistem Pelayanan Pajak Daerah 42.305.594.645 100% 86,84 Tinggi 2 Kegiatan 100% 100% Tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Pengembangan Sistem Pelayanan Pajak Daerah 20 Sistem. Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - 2 Sangat Sangat Pengadaan kendaraan samsat keliling 12.102.750.000 100% 91,41 10 unit 100% 100% Tinggi Tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Pengadaan 10 Unit Kendaraan Samsat Keliling Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - 3 Sangat Sangat Implementasi Sistem Pelayanan Pajak Daerah 2.390.182.825 100% 95% 5 Wilayah 100% 100% Tinggi Tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Implementasi Sistem Pelayanan Pajak Daerah terdiri dari Database Security (1 paket) sebanyak 20 sistem. Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - 4 2 Lokasi Sangat Perbaikan Gedung Samsat 1.932.123.083 100% 62,22 Rendah 100 100 Tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Perbaikan Gedung Samsat 2 Gedung Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Terdapat selisih harga penawaran lelang yang besar. Solusi : - 5 Sangat Sertifikasi ISO Pelayanan Pajak 1.732.604.500 100% 64,31 Rendah 48 Unit 100% 100% Tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Sertifikasi ISO pelayanan Pajak sejumlah 48 unit. II-166 Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Terdapat selisih harga penawaran lelang yang besar. Solusi : - Sumber : Emonev 2018 dan Hasil DDW Badan Pajak dan Retribusi Daerah II-167 21. BIRO TATA PEMERINTAHAN Pada Tahun 2018 Biro Tata Pemerintahan XXXXX melaksanakan 4 (empat) program dan 15 kegiatan dengan total anggaran program Rp4.219.178.720. Secara umum rata-rata realisasi anggaran Biro Tata Pemerintahan masuk dalam kategori sangat tinggi, begitu pula dengan rata-rata realisasi indikator kinerja program (outcome) yang masuk dalam kategori sangat tinggi. Berdasarkan kondisi tersebut dapat dikatakan bahwa kinerja Biro Tata Pemerintahan pada tahun 2018 telah mencapai target yang direncanakan. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program koordinasi Kebijakan Tata Sangat Tinggi 100 Pemerintah Daerah Program Peningkatan Kerjasama Antar Pemerintah Daerah dan Tinggi 85.61 Lembaga/Badan Program Penguatan Akuntabilitas Sangat Tinggi 99.95 Kinerja Program Peningkatan dan Pengelolaan Tinggi 90.71 Kantor Biro Tata Pemerintahan 75 80 85 90 95 100 Realisasi Anggaran Program Biro Tata Pemerintahan (%) Grafik 2.21 Realisasi Anggaran Biro Tata Pemerintahan Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran per program pada Biro Tata Pemerintahan masuk dalam kategori tinggi (79% ≤ 90%). Selanjutnya untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program Biro Tata Pemerintahan disajikan pada tabel di bawah ini. Tabel 2.61 Realisasi Indikator Kinerja Program Biro Tata Pemerintahan II-168 Indikator Realisasi Persentase Program Target 2018 Realisasi Interpretasi Program 2018 Program Peningkatan indeks dan Pengelolaan kepuasan 4 (indeks) 4 100% Sangat Tinggi Kantor Biro Tata pelayanan Pemerintahan kantor Skor EKPPD 3,100 Skor 3,145 skor 101,45% Sangat Tinggi Program Penguatan Peringkat Akuntabilitas Kinerja 4 Peringkat Peringkat4 100% Sangat Tinggi LPPD Jumlah Program Peningkatan Kerjasama Kerjasama Antar yang 100% 100% 100% Sangat Tinggi Pemerintah Daerah dilaksanakan dan Lembaga/Badan dan berhasil Program Koordinasi Kebijakan Tata - - - - - Pemerintah Daerah Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata realisasi indikator kinerja program Biro Tata Pemerintahan masuk dalam kategori sangat tinggi (91% ≤ 100%). Namun demikian masih terdapat Program Koordinasi Kebijakan Tata Pemerintah Daerah yang tidak tercantum indikator dan target serta realisasinya pada sistem emonev, hal ini perlu menjadi catatan terkait komitmen perangkat daerah dalam berkontribusi terhadap terwujudnya akuntabilitas dalam pemerintahan yang mutlak diwujudkan dalam ketaatan penginputan data dan informasi pembangunan seperti data realisasi ini. Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Biro Tata Pemerintahan yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. Tabel 2.62 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan Biro Tata Pemerintahan II-169 Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Indikator Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) Program Kombinasi 5 Peningkatan 1. Cenderung efektif dalam dan indeks kepuasan perencanaan target indikator 100% 90,71% Pengelolaan pelayanan kantor 2. Cenderung efisien Perencanaan Kantor Biro Tata anggaran Pemerintahan Kombinasi 5 1. Cenderung efektif dalam Skor EKPPD 101,45% perencanaan target indikator Program 2. Cenderung efisien Perencanaan Penguatan anggaran 99,95% Kombinasi 5 Akuntabilitas Kinerja 1. Cenderung efektif dalam Peringkat LPPD 100% perencanaan target indikator 2. Cenderung efisien Perencanaan anggaran Kombinasi 4 Program 1. Cenderung efektif dalam Peningkatan perencanaan target indikator Kerjasama Jumlah Kerjasama 2. Cenderung tidak efisien dalam Antar yang dilaksanakan 100% 85,61 perencanaan anggaran (kurang Pemerintah dan berhasil realistis) Daerah dan 3. Kemungkinan terdapat Lembaga/Badan kelebihan anggaran Program Koordinasi Kebijakan Tata - - 100% - Pemerintah Daerah Sumber : Hasil Analisis Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa Biro Tata Pemerintahan didominasi Kombinasi 5 yang menggambarkan dalam perencanaan target indikator cenderung efektif dan cenderung efisien dalam perencanaan anggaran. II-170 Untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Biro Tata Pemerintahan disajikan sample lima kegiatan yang memiliki anggaran tertinggi sebagaimana disajikan dalam tabel di bawah ini. II-171 Tabel 2.63 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Biro Tata Pemerintahan Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 1 Sangat Rapat kerja X 2.449.938.595 100% 88,91 Tinggi 1 paket 100% 100% Tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Pelaksanaan kegiatan Rapat Kerja Xselama 3 (tiga) hari dan 1 (satu) laporan hasil rapat kerja X Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Tidak optimalnya penyerapan anggaran untuk kegiatan ini adalah adanya efisiensi pada saat pengadaan barang/jasa dimana harga satuan komponen disesuaikan dengan nilai HPS/harga pasar, sehingga nilai kontrak menjadi lebih rendah dibandingkan dengan pagu yang tersedia pada DPA untuk komponen-komponen tertentu. Solusi : - 2 Penyusunan Kebijakan di bawah koordinasi Biro Tata Sangat Sangat 368,610,066 100% 100% 1 tahun 100% 100% Pemerintahan Tinggi Tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Satu Laporan Kegiatan Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : pengembalian anggaran pada APBD-P karena adanya kebijakan pimpinan 3 Sangat Sangat Pelaksanaan Teknis Penyusunan Naskah Kerja Sama 201,049,000 100% 100% 1 tahun 100% 100% Tinggi Tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Terfasilitasinya penyusunan 1 KB dan 1 PKS dengan XXXXX/Kabupaten lain, 3 X Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : Meningkatnya partisipasi stakeholder dalam pembangunan XXXXX XXXXX 4 Sangat Sangat Pelaksanaan Keikutsertaan MPU dan APPSI 200,000,000 100% 100% 1 tahun 100% 100% Tinggi Tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Pembayaran iuran MPU (Rp50000000) dan uang APPI (Rp.150000000) Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : Penagihan iuran APPSI dan MPU 5 Penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah 117,900,000 Sangat Sangat 100% 100% 1 tahun 100% 100% Daerah (LPPD) XXXXX XXXXX Tahun 2017 Tinggi Tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : II-172 Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 1 dokumen LPPD Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : Ketepatan dan kecepatan SKPD/XXX dalam memenuhi data-data pendukung. Sumber : Emonev 2018 dan Hasil DDW Biro Tata Pemerintahan (diolah) II-173 22. BIRO PEREKONOMIAN Pada Tahun 2018 Biro Perekonomian XXXXX melaksanakan 2 (dua) program dan 22 kegiatan dengan total anggaran program Rp1.315.283.244. Secara umum rata-rata realisasi anggaran Biro Perekonomian masuk dalam kategori sangat tinggi, begitu pula dengan rata-rata realisasi indikator kinerja program (outcome) yang masuk dalam kategori sangat tinggi. Berdasarkan kondisi tersebut dapat dikatakan bahwa kinerja Biro Perekonomian pada tahun 2018 telah mencapai target yang direncanakan. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program Peningkatan dan Pengelolaan… Tinggi 89.00 Program Koordinasi kebijakan perekonomian Sangat Tinggi 97.45 84 86 88 90 92 94 96 98 100 Realisasi Anggaran Program Biro Perekonomian (%) Grafik 2.22 Realisasi Anggaran Biro Perekonomian Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran per program pada Biro Perekonomian masuk dalam kategori sangat tinggi (91% ≤ 100%). Selanjutnya untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program Biro Perekonomian disajikan pada tabel di bawah ini. Tabel 2.64 Realisasi Indikator Kinerja Program Biro Perekonomian Indikator Realisasi Persentase Program Target 2018 Realisasi Interpretasi Program 2018 Jumlah Program ketidaksesuaian Koordinasi antara 0 kasus 0 kasus 100% Sangat tinggi kebijakan peraturan perekonomian dengan pelaksanaan II-174 Indikator Realisasi Persentase Program Target 2018 Realisasi Interpretasi Program 2018 Jumlah ketidaksesuaian antara 0 kasus 0 kasus 100% Sangat tinggi kebijakan dengan peraturan Program Peningkatan indeks dan kepuasan 4 indeks 4 indeks 100% Sangat tinggi Pengelolaan pelayanan Kantor Biro kantor Perekonomian Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata realisasi indikator kinerja program Biro Perekonomian masuk dalam kategori sangat tinggi (91% ≤ 100%). Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Biro Perekonomian yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. Tabel 2.65 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan Biro Perekonomian Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Indikator Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) Jumlah Kombinasi 5 ketidaksesuaian 1. Cenderung efektif dalam antara peraturan 100% perencanaan target indikator Program dengan 2. Cenderung efisien Perencanaan Koordinasi pelaksanaan anggaran 97,45% kebijakan Kombinasi 5 Jumlah perekonomian 1. Cenderung efektif dalam ketidaksesuaian 100% perencanaan target indikator antara kebijakan 2. Cenderung efisien Perencanaan dengan peraturan anggaran Program indeks kepuasan 100% 89% Kombinasi 4 II-175 Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Indikator Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) Peningkatan pelayanan kantor 1. Cenderung efektif dalam dan perencanaan target indikator Pengelolaan 2. Cenderung tidak efisien dalam Kantor Biro perencanaan anggaran (kurang Perekonomian realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Sumber : Hasil Analisis Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa Biro perekonomian didominasi Kombinasi 5 yang menggambarkan dalam perencanaan target indikator cenderung efektif dan cenderung efisien dalam perencanaan anggaran. Untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Biro Perekonomian disajikan sample lima kegiatan yang memiliki anggaran tertinggi sebagaimana disajikan dalam tabel di bawah ini . II-176 Tabel 2.66 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Biro Perekonomian Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 1 Penyusunan Kajian Aktivitas Bidang Perekonomian 148.500.000 100% 96,76 sangat tinggi 1 Paket 100% 100% sangat tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 1 laporan Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - 2 Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Perdagangan di XXXXX XXXXX 35.500.000 100% 100% sangat tinggi 1 laporan 100% 100% sangat tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 1 laporan Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - 3 Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Pariwisata dan Kebudayaan di 34.650.000 100% 89,93 tinggi 1 laporan 100% 100% sangat tinggi XXXXX XXXXX KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 1 laporan Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - 4 Tim Pengendalian Inflasi Daerah 33.900.000 100 97,05 sangat tinggi 1 laporan 100 100% sangat tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 1 laporan Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - 5 Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Perikanan dan Kelautan di 34.650.000 100% 100% sangat tinggi 1 laporan 100 100% sangat tinggi XXXXX XXXXX KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 1 laporan Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - Sumber : Emonev 2018 dan Hasil DDW Biro Perekonomian (diolah) II-177 23. BIRO ADMINISTRASI SEKRETARIAT DAERAH Pada Tahun 2018 Biro Administrasi Sekretariat Daerah XXXXX melaksanakan 3 (tiga) program dan 17 kegiatan dengan total anggaran program Rp88.928.757.217. Secara umum rata-rata realisasi anggaran Biro Administrasi Sekretariat Daerah masuk dalam kategori tinggi, sementara itu rata-rata realisasi indikator kinerja program (outcome) masuk dalam kategori sangat tinggi. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program Pengelolaan Kendaraan Operasional Rendah 55.37 Biro Administrasi Sekretariat Daerah Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor Tinggi 83.11 Biro Administrasi Sekretariat Daerah Program Pengelolaan Keuangan Perjalanan Sangat Tinggi 99.57 Dinas 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Realisasi Anggaran Program Biro Administrasi Sekretariat Daerah (%) Grafik 2.23 Realisasi Anggaran Biro Administrasi Sekretariat Daerah Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran per program pada Biro Administrasi Sekretariat Daerah masuk dalam kategori tinggi (79% ≤ 90%). Namun demikian untuk Program Pengelolaan KDO memiliki realisasi rendah, hal ini dikarenakan Program Pengelolaan KDO merupakan program administrasi umum/program penunjang yang penggunaan anggarannya menyesuaikan dengan kebutuhan instansi, dan tidak berkontribusi langsung terhadap outcomes sehingga realisasinya tidak dapat dituntut 100%. II-178 Selanjutnya untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program Biro Administrasi Sekretariat Daerah disajikan pada tabel di bawah ini. Tabel 2.67 Realisasi Indikator Kinerja Program Biro Administrasi Sekretariat Daerah Indikator Realisasi Persentase Program Target 2018 Realisasi Interpretasi Program 2018 Indeks Program Kepuasan Pengelolaan Layanan Keuangan Administrasi 3 (indeks) 3,41 indeks 113% sangat tinggi Perjalanan Keuangan Dinas Perjalanan Dinas Program Peningkatan dan indeks Pengelolaan kepuasan 4 (indeks) 4 indeks 100% sangat tinggi Kantor Biro pelayanan Administrasi kantor Sekretariat Daerah Program Pengelolaan indeks Kendaraan kepuasan Operasional pelayanan 4 (indeks) 3 indeks 75% sedang Biro kendaraan Administrasi operasional Sekretariat Daerah Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata realisasi indikator kinerja program Biro Administrasi Sekretariat Daerah masuk dalam kategori sangat tinggi (91% ≤ 100%). Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Biro Administrasi Sekretariat Daerah yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran II-179 program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. Tabel 2.68 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan Biro Administrasi Sekretariat Daerah Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Indikator Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) Program Indeks Kepuasan Kombinasi 5 Pengelolaan Layanan 1. Cenderung efektif dalam Keuangan Administrasi 113% 99,57% perencanaan target indikator Perjalanan Keuangan 2. Cenderung efisien Perencanaan Dinas Perjalanan Dinas anggaran Program Kombinasi 4 Peningkatan 1. Cenderung efektif dalam dan perencanaan target indikator Pengelolaan indeks kepuasan 2. Cenderung tidak efisien dalam 100% 83,11% Kantor Biro pelayanan kantor perencanaan anggaran (kurang Administrasi realistis) Sekretariat 3. Kemungkinan terdapat Daerah kelebihan anggaran Kombinasi 1 Program 1. Cenderung Tidak Efektif dalam Pengelolaan perencanaan target indikator Kendaraan indeks kepuasan (ambisius) Operasional pelayanan 75% 55,37% 2. Cenderung tidak efisien dalam Biro kendaraan perencanaan anggaran (kurang Administrasi operasional realisastis) Sekretariat 3. Kemungkinan Terdapat Daerah kekurangan/kelebihan anggaran Sumber : Hasil Analisis Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa secara umum Biro Administrasi Sekretariat Daerah cenderung efektif dalam perencanaan target indikator, namun cenderung tidak efektif dalam perencanaan anggaran (kurang realistis). Dengan demikian dalam perspektif perencanaan selanjutnya perlu ditelaah kembali penyusunan target indikator II-180 program (outcome) serta perlu ditelaah kembali target anggaran atau dilakukan pemutakhiran standar harga agar tercipta perencanaan yang efektif dan efisien. Untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Biro Adminstrasi Sekretariat Daerah disajikan sample lima kegiatan yang memiliki anggaran tertinggi sebagaimana disajikan dalam tabel di bawah ini. II-181 Tabel 2.69 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Biro Administrasi Sekretariat Daerah Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 1 sangat Penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintahan 3.786.150.000 100% 56,91 rendah 1 tahun 100% 100% tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : pelaksanaan 12 bulan Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Penggunaan komponen anggaran jasa konsultansi / tenaga ahli S1 dan S2 yang kurang berimbang dan berdasarkan permohonan SKPD/XXX yang bersifat kebijakan pimpinan. Solusi : Penyesuaian bobot anggaran pada komponen akan disesuaikan dengan kebutuhan yang lebih dominan dan berkoordinasi dengan SKPD/XXX. 2 sangat sangat Pelaksanaan Kunjungan Kerja Pejabat dan Staf 54.585.470.000 100% 99,57% 1 tahun 100% 100% tinggi tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Pelaksanaan sebanyak 410 perjalanan. Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : Pertanggungjawaban pelaku perjalanan dinas tepat dan sesuai. 3 sangat sangat Penyediaan Jasa Telepon, Air, Listrik dan Internet (TALI) 21.848.025.933 100% 90,81% 1 tahun 100% 100% tinggi tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Pelaksanaan 12 Bulan. Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : Tagihan pembayaran oleh penyedia jasa tepat waktu dan benar. 4 sangat sangat Penyediaan sewa mesin foto copy 840.000.084 100% 39,97% 1 tahun 100% 100% rendah tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Pelaksanaan sebanyak 14 Unit. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Harga Sewa Mesin Fotocopy hasil pelelangan lebih kecil dibandingkan dengan harga pada DPA Solusi : Penyesuaian harga sewa mesin fotocopy pada DPA. 5 Penyediaan Jasa Petugas Kantor/Lapangan 551.476.453 sangat sangat 100% 99,43% 1 tahun 100% 100% tinggi tinggi KETERANGAN : II-182 Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Pelaksanaan sebanyak 11 Orang. Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : Pembayaran dilakukan sesuai dengan jadwal. Sumber : Emonev 2018 dan Hasil DDW Biro Administrasi Sekretariat Daerah (diolah) II-183 24. BIRO PENATAAN KOTA DAN LINGKUNGAN HIDUP Pada Tahun 2018 Biro Penataan Kota dan Lingkungan Hidup XXXXX melaksanakan 2 (dua) program dan 20 kegiatan dengan total anggaran program Rp1.142.192.323. Secara umum rata-rata realisasi anggaran Biro Penataan Kota dan Lingkungan Hidup masuk dalam kategori sangat tinggi, begitu pula dengan rata-rata realisasi indikator kinerja program (outcome) yang masuk dalam kategori sangat tinggi. Berdasarkan kondisi tersebut dapat dikatakan bahwa kinerja Biro Penataan Kota dan Lingkungan Hidup pada tahun 2018 telah mencapai target yang direncanakan. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program Peningkatan dan Pengelolaan Sangat Tinggi 94.25 Kantor Biro Penataan Kota dan… Program Koordinasi Penataan Kota & Sangat Tinggi 97.38 Lingkungan Hidup 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 Realisasi Anggaran Program Biro Penataan Kota dan Lingkungan Hidup (%) Grafik 2.24 Realisasi Anggaran Biro Penataan Kota dan Lingkungan Hidup Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan Grafik 2.24 dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran program Biro Penataan Kota dan Lingkungan Hidup masuk dalam kategori sangat tinggi (91% ≤ 100%). Selanjutnya untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program Biro Penataan Kota dan Lingkungan Hidup disajikan pada tabel di bawah ini. II-184 Tabel 2.70 Realisasi Indikator Kinerja Program Biro Penataan Kota dan Lingkungan Hidup Indikator Target Realisasi Persentase Program Interpretasi Program 2018 2018 Realisasi Peningkatan Upaya Pengendalian Pelaksanaan 40% Na Na Na Pembangunan Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Peningkatan Program Pengendalian Koordinasi Pemenuhan 6,39% Penataan Kota Kewajiban Surat 5% 127% Sangat TInggi (179 SIPPT) & Lingkungan Izin Penunjukan Hidup Penggunaan Tanah (SIPPT) Kesesuaian Implementasi Pembangunan Infrastruktur 40% 40% 100% Sangat Tinggi Terhadap Rencana Tata Ruang Program Peningkatan dan Pengelolaan indeks kepuasan 4 (indeks) 4 Indeks 100% Sangat Tinggi Kantor Biro pelayanan kantor (94,25%) Penataan Kota dan Lingkungan Hidup Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata realisasi indikator kinerja program Biro Penataan Kota dan Lingkungan Hidup masuk dalam kategori kategori sangat tinggi (91% ≤ 100%). Namun demikian masih terdapat indikator yang tidak memiliki realisasi yakni indikator Peningkatan Upaya Pengendalian Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur dan Lingkungan Hidup, hal ini perlu menjadi catatan terkait komitmen perangkat daerah dalam berkontribusi terhadap terwujudnya akuntabilitas dalam pemerintahan yang mutlak diwujudkan dalam ketaatan penginputan data dan informasi pembangunan seperti data realisasi ini. II-185 Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Biro Penataan Kota dan Lingkungan Hidup yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. Tabel 2.71 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan Biro Penataan Kota dan Lingkungan Hidup Realisasi Realisasi Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Indikator Program Program Program Perencanaan (%) (%) Peningkatan Upaya Pengendalian Pelaksanaan Na Na Pembangunan Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Kombinasi 8 Peningkatan 1. Cenderung tidak efektif dalam Pengendalian Program perencanaan target indikator (pesimis) Pemenuhan Koordinasi 2. Cenderung tidak efisien dalam Kewajiban Surat Izin 127% 94,25% Penataan Kota & perencanaan anggaran (kurang Penunjukan Lingkungan Hidup realistis) Penggunaan Tanah 3. Kemungkinan terdapat kelebihan (SIPPT) anggaran Kesesuaian Kombinasi 5 Implementasi 1. Cenderung efektif dalam perencanaan Pembangunan target indikator 100% Infrastruktur 2. Cenderung efisien Perencanaan Terhadap Rencana anggaran Tata Ruang Program Kombinasi 5 Peningkatan dan 1. Cenderung efektif dalam perencanaan Pengelolaan target indikator indeks kepuasan Kantor Biro 100% 97,38% 2. Cenderung efisien Perencanaan pelayanan kantor Penataan Kota anggaran dan Lingkungan Hidup Sumber : Hasil Analisis Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa secara umum Biro Penataan Kota dan Lingkungan Hidup telah efektif dalam perencanaan target indikator, namun masih kurang efisien dalam II-186 perencanaan anggaran, sehingga dalam perspektif perencanaan berikutnya dapat dipertimbangkan untuk menelaah kembali standar harga agar perencanaan anggaran tidak terlalu ambisius. Untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Biro Penataan Kota dan Lingkungan Hidup disajikan sample yang memiliki anggaran >35 juta sebagaimana disajikan dalam Tabel 2.72. II-187 Tabel 2.72 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Biro Penataan Kota dan Lingkungan Hidup Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 1 Pemantauan implementasi pengembangan Sangat Sangat 42.633.250 100% 98,28% 4 laporan 100% 100% kawasan tinggi tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : I. Kawasan Strategis XXXXX Kepentingan Ekonomi 1. X Pengoordinasian stakeholders dalam rangka penyusunan Masterplan dan Panduan Rancang Kota Kawasan X dengan pendekatan perencanaan kolaboratif. Integrasi Panduan Rancang Kota Kawasan X. Integrasi moda transportasi yang ada di kawasan X Inventarisasi Kewajiban Izin Pemanfaatan Ruang di Kawasan TOD X Penyusunan list infratstruktur kawasan yang harus dibangun pada kawasan TOD X. 2. X Rencana penataan kawasan X dengan konsep konsolidasi tanah. Penjajakan kerjasama dengan XXXX X untuk menyusun perencanaan penataan kawasan. peningkatan aksesibilitas dari dan menuju kawasan perencanaan pembangunan hunian vertikal dan fasilitasnya. 3. X Pengoordinasian SKPD teknis dan pengelola kawasan X dalam rangka revitalisasi jalan, saluran (X), taman dan jalur hijau serta beautifikasi kawasan dalam mendukung X. 4. X Penataan kawasan X melalui pengintegrasian sarana angkutan umum massal. 5. X Optimalisasi peran Stasiun X sebagai hub transportasi perkeretapian Kota XXXX. II. Kawasan Strategis XXXXX Kepentingan Sosial Budaya 1. X Revitaliasi X Revitalisasi X melalui penataan kawasan Kali X sebagai focal point baru untuk meningkatkan daya tarik kawasan. Pelaksanaan kegiatan revitalisasi kawasan X melalui dana kompensasi pelampauan X. Pengoordinasian dalam rangka percepatan proses serah terima dari X XXXXX XXXXX untuk pencatatan sebagai aset. Mitigasi Pembangunan Konstruksi XXX di X Skema dan mekanisme kerja tim yang akan memitigasi temuan benda cagar budaya pada saat konstruksi. Intensifikasi pertemuan dengan Tim Sidang Pemugaran (TSP) dan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Prov. XXXXX melalui pembentukan tim kerja. II-188 Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 Penyiapan ruang gallery X untuk tempat etalase temuan benda cagar budaya. Perhitungan konstruksi underground tunnel yang melintasi X. Penyempurnaan Rencana Induk X (Pergub No. 36 Tahun 2014) Penyempurnaan deliniasi kawasan yang masuk dalam areal dalam dan luar tembok. Insentif ketataruangan bagi para pemilik bangunan di X . 2. Kawasan X Koordinasi dengan pemerintah XXXX dalam rangka penataan kawasan X Koordinasi Keputusan Gubernur tentang penetapan lokasi jalur XXX XXXX dan rencana Groud Breaking Konstruksi stasiun XXX dan fasilitasnya di Kawasan Monas. III. Kawasan Strategis XXXXX Kepentingan Lingkungan (X Koordinasi rencana penataan X Xxxxx (BKB) dari X sebagai pilot project konsep naturalisasi. IV. Kawasan Pantai Xxxxx XXXX Pasca Pembangunan Tanggul Pantai Pengoordinasian tanah timbul pasca Pembangunan Tanggul Pantai di X Penetapan patok batas, perhitungan luasan, identifikasi pola dan struktur ruang dalam rangka pemanfaatan ruang. Peningkatan akses dari dan menuju X. pengoordinasian dalam rangka pensertifikatan X menjadi Sertifikat Hak Pengelolaan (HPL) atas nama Pemprov XXXXX Pengamanan tanah timbul dari ancaman okupasi pihak yang tidak bertanggung jawab. V. Kawasan X Potensi Ekonomi KawasanX Perhitungan potensi Non Farebox (NFB) untuk PT. XXX XXXX sebagai operator utama pengelola kawasan X. (pengusahaan sarana dan prasarana XXX) Proyeksi Land Value Capture (LVC) untuk kawasan X. Pengoordinasian dan perhitungan potensi pendapatan dari penerapan naming right (penamaan stasiun XXX) untuk XXX I pada 6 (enam) stasiun. Penyempurnaan Pergub No.44 Tahun 2017 tentang Pengembangan X Penyempurnaan Definisi kawasan X, pengelola dan operator utama, kewenangan, ketentuan umum dan teknis pengembangan kawasan. Penerapan konsep urban renewal dan people near transit dalam substansi pergub. Penyempurnaan Pergub No.140 Tahun 2017 tentang Penugasan PT. XXX XXXX sebagai operator utama pengelola KawasanX Kewenangan PT XXX XXXX skema dan mekanisme pengembangan Kawasan X VI. Kawasan Permukiman Pengoordinasian untuk implementasi konsolidasi tanah pada kawasan permukiman di perkotaan melalui penetapan potensi kawasan, penyediaan tanah dan peningkatan kualitas permukiman di perkotaan dengan menghadirkan nara sumber baik profesional maupun dari instansi Pemerintah XXXX. Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : 1. Anggaran yang mencukupi; II-189 Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 2. Sumber daya manusia yang mencukupi; 3. Sarana dan Prasarana yang mendukung; 4. Koordinasi antar SKPD dan pihak-pihak yang berkepentingan berjalan dengan baik II-190 25. BIRO PENDIDIKAN DAN MENTAL SPIRITUAL Pada Tahun 2018 Biro Pendidikan Mental dan Spiritual XXXXX melaksanakan 3 (tiga) program dan 22 kegiatan dengan total anggaran program Rp8.427.311.215. Secara umum rata-rata realisasi anggaran Biro Pendidikan Mental dan Spiritual masuk dalam kategori sangat tinggi, begitu pula dengan rata-rata realisasi indikator kinerja program (outcome) yang masuk dalam kategori sangat tinggi. Berdasarkan kondisi tersebut dapat dikatakan bahwa kinerja Biro Pendidikan Mental dan Spiritual pada tahun 2018 telah mencapai target yang direncanakan. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program Pengelolaan, Pengawasan dan Sangat Tinggi 97.75 Pembinaan Mental Spiritual Program Koordinasi Kebijakan Pendidikan, Perpustakaan dan Sangat Tinggi 91.84 Kearsipan, Pemuda dan Olahraga, serta Mental Spiritual Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor Biro Pendidikan dan Mental Sangat Tinggi 96.72 Spiritual 86 88 90 92 94 96 98 100 Realisasi Anggaran Program Biro Pendidikan dan Mental Spiritual (%) Grafik 2.25 Realisasi Anggaran Biro Pendidikan Mental dan Spiritual Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan Grafik 2.25 dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran program Biro Pendidikan Mental dan Spiritual masuk dalam kategori sangat tinggi (91% ≤ 100%). Adapun untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program Biro Pendidikan Mental dan Spiritual disajikan pada tabel di bawah ini. II-191 Tabel 2.73 Realisasi Indikator Kinerja Program Biro Pendidikan Mental dan Spiritual Target Realisasi Persentase Program Indikator Program Realisasi Interpretasi 2018 2018 Program Peningkatan dan Pengelolaan indeks kepuasan Sangat Kantor Biro 4 (indeks) 4 indeks 100% pelayanan kantor Tinggi Pendidikan dan Mental Spiritual Program Koordinasi Jumlah Kebijakan Ketidaksesuaian 0 0 Sangat 100% Pendidikan, Antara Kebijakan kebijakan kebijakan Tinggi Perpustakaan dan Dengan Peraturan Kearsipan, Pemuda Jumlah dan Olahraga, serta Ketidaksesuaian 0 0 Sangat 100% Mental Spiritual antara Peraturan kebijakan kebijakan Tinggi dengan Pelaksanaan Program Indeks kepuasan Pengelolaan, jemaah haji XXXXX Sangat Pengawasan dan 80% 90% 112% terhadap layanan Tinggi Pembinaan Mental petugas haji daerah Spiritual Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata realisasi indikator kinerja program Biro Pendidikan Mental dan Spiritual masuk dalam kategori kategori sangat tinggi (91% ≤ 100%). Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Biro Pendidikan Mental dan Spiritual yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. Tabel 2.74 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan Biro Pendidikan Mental dan Spiritual Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) Program Peningkatan Kombinasi 5 indeks kepuasan dan Pengelolaan Kantor 100% 96.72 1. Cenderung efektif dalam pelayanan kantor Biro Pendidikan dan perencanaan target indikator II-192 Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) Mental Spiritual 2. Cenderung efisien Perencanaan anggaran Jumlah Kombinasi 5 Ketidaksesuaian 1. Cenderung efektif dalam Program Koordinasi Antara Kebijakan 100% perencanaan target indikator Kebijakan Pendidikan, Dengan 2. Cenderung efisien Perencanaan Perpustakaan dan Peraturan anggaran Kearsipan, Pemuda dan 91.84 Jumlah Kombinasi 5 Olahraga, serta Mental Ketidaksesuaian 1. Cenderung efektif dalam Spiritual antara Peraturan 100% perencanaan target indikator dengan 2. Cenderung efisien Perencanaan Pelaksanaan anggaran Kombinasi 8 1. Cenderung tidak efektif dalam Indeks kepuasan perencanaan target indikator Program Pengelolaan, jemaah haji (pesimis) Pengawasan dan XXXXX terhadap 112% 97.75 2. Cenderung tidak efisien dalam Pembinaan Mental layanan petugas perencanaan anggaran (kurang Spiritual haji daerah realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Sumber : Hasil Analisis Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa secara rata-rata Biro Pendidikan Mental dan Spiritual berada pada Kombinasi 5 yang bermakna perencanaan target indikator cenderung efektif dan perencanaan anggaran cenderung efisien. Selanjutnya untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Biro Pendidikan Mental dan Spiritual disajikan sample kegiatan yang memiliki anggaran tinggi (>1miliar) sebagaimana disajikan dalam tabel di bawah ini . II-193 Tabel 2.75 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Biro Pendidikan Mental dan Spiritual Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 1 Pembayaran Biaya Perjalanan Ibadah Haji Sangat Sangat 5,612,000,000 100% 100% 65 orang 100% 94% (BPIH) Petugas Haji Daerah XXXXX XXXXX TInggi Tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Terfasilitasinya keberangkatan para petugas haji daerah XXXXX XXXXX sebanyak 61 orang. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Penetapan Kuota Petugas Haji Daerah ditetapkan dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 109 Tahun 2018 pada tahun anggaran berjalan. Solusi : - 2 Tersedianya Posko petugas haji daerah XXXXX XXXXX sebagai tempat koordinasi dan Sangat 1 musim Sangat 1,093,421,752 100% 98,36% 100% 100% konsolidasi jemaah asal XXXXX XXXXX selama TInggi haji TInggi 1 musim haji KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Tersedianya Posko petugas haji daerah XXXXX XXXXX sebagai tempat koordinasi dan konsolidasi jemaah asal XXXXX XXXXX selama 1 musim haji. Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : Adanya UU Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Pasal 11 Adanya Permenag Nomor 20 Tahun 2016 pasal 26b dan 26c Adanya Pergub Nomor 45 Tahun 2017 tentang Pedoman Pembentukan Petugas Haji XXXXX XXXXX 3 1180 Pengadaan Perlengkapan dan Sarana 719,614,212 Sangat Sangat 100% 91,22% orang 100% 100% Penunjang Petugas Haji Daerah TInggi TInggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Tersedianya perlengkapan dan sarana penunjang petugas haji daerah untuk 1180 orang. Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : Adanya UU Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Pasal 11 Adanya Permenag Nomor 20 Tahun 2016 pasal 26b dan 26c Adanya Pergub Nomor 45 Tahun 2017 tentang Pedoman Pembentukan Petugas Haji XXXXX XXXXX Sumber : Emonev 2018 dan Hasil DDW Biro Pendidikan Mental dan Spiritual II-194 26. BIRO KESEJAHTERAAN SOSIAL Pada Tahun 2018 Biro Kesejahteraan Sosial XXXXX melaksanakan 2 (dua) program dan 23 kegiatan dengan total anggaran program Rp777.907.285. Secara umum rata- rata realisasi anggaran Biro Kesejahteraan Sosial masuk dalam kategori sangat tinggi, begitu pula dengan rata-rata realisasi indikator kinerja program (outcome) yang masuk dalam kategori sangat tinggi. Berdasarkan kondisi tersebut dapat dikatakan bahwa kinerja Biro Kesejahteraan Sosial pada tahun 2018 telah mencapai target yang direncanakan. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program Koordinasi Kebijakan Kesehatan, Sangat Tinggi 99.70 Sosial, Pemberdayaan Masyarakat,… Program Peningkatan dan Pengelolaan Tinggi 87.65 Kantor Biro Kesejahteraan Sosial 80 85 90 95 100 Realisasi Anggaran Program Biro Kesejahteraan Sosial (%) Grafik 2.26 Realisasi Anggaran Biro Kesejahteraan Sosial Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan Grafik 2.26 dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran program Biro Kesejahteraan Sosial masuk dalam kategori sangat tinggi (91% ≤ 100%). Selanjutnya untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program Biro Kesejahteraan Sosial disajikan pada tabel di bawah ini. Tabel 2.76 Realisasi Indikator Kinerja Biro Kesejahteraan Sosial Indikator Realisasi Persentase Program Target 2018 Realisasi Interpretasi Program 2018 Program Peningkatan indeks kepuasan dan pelayanan 4 (indeks) 4 indeks 100% Sangat Tinggi Pengelolaan kantor Kantor Biro Kesejahteraan II-195 Indikator Realisasi Persentase Program Target 2018 Realisasi Interpretasi Program 2018 Sosial Program Jumlah ketidak Koordinasi sesuaian antara Kebijakan kebijakan 0 kebijakan 0 kebijakan 100% Sangat Tinggi Kesehatan, dengan Sosial, peraturan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Jumlah Perempuan dan ketidaksesuaian Perlindungan antara peraturan 0 persen 0 persen 100% Sangat Tinggi Anak serta dengan Pengendalian pelaksanaan Penduduk dan Keluarga Berencana Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata realisasi indikator kinerja program Biro Kesejahteraan Sosial masuk dalam kategori kategori sangat tinggi (91% ≤ 100%). Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Biro Kesejahteraan Sosial yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. Tabel 2.77 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan Biro Kesejahteraan Sosial Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Program Program Program Perencanaan (%) (%) Program Kombinasi 5 Peningkatan 1. Cenderung efektif dalam perencanaan dan target indikator indeks kepuasan Pengelolaan 100% 99,70 2. Cenderung efisien Perencanaan pelayanan kantor Kantor Biro anggaran Kesejahteraan Sosial II-196 Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Program Program Program Perencanaan (%) (%) Program Kombinasi 4 Koordinasi 1. Cenderung efektif dalam perencanaan Jumlah ketidak Kebijakan target indikator sesuaian antara Kesehatan, 100% 2. Cenderung tidak efisien dalam kebijakan dengan Sosial, perencanaan anggaran (kurang realistis) peraturan Pemberdayaan 3. Kemungkinan terdapat kelebihan Masyarakat, anggaran Pemberdayaan Kombinasi 4 87,65 Perempuan 1. Cenderung efektif dalam perencanaan dan Jumlah target indikator Perlindungan ketidaksesuaian 2. Cenderung tidak efisien dalam Anak serta antara peraturan 100% perencanaan anggaran (kurang realistis) Pengendalian dengan 3. Kemungkinan terdapat kelebihan Penduduk dan pelaksanaan anggaran Keluarga Berencana Sumber : Hasil Analisis Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa secara umum Biro Kesejahteraan Sosial telah efektif dalam perencanaan target indikator, namun masih kurang efisien dalam perencanaan anggaran, sehingga dalam perspektif perencanaan berikutnya dapat dipertimbangkan untuk menelaah kembali standar harga agar perencanaan anggaran tidak terlalu ambisius. Untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Biro Kesejahteraan Sosial disajikan sample yang memiliki anggaran >75 juta sebagaimana disajikan dalam tabel di bawah ini. II-197 Tabel 2.78 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Biro Kesejahteraan Sosial Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 1 sangat sangat Penyediaan makanan dan minuman 135967000 100% 98% 1 paket 100% 100% tinggi tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Tersedianya konsumsi snack dan makan rapat-rapat. Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : Penyediaan makan dan minum rapat terpenuhi walaupun ada selisih harga penawaran. 2 sangat sangat Penyediaan alat tulis kantor 99908024 100% 99% 1 paket 100% 100% tinggi tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Terpenuhinya alat tulis kantor. Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : Tersedianya alat tulis kantor sesuai kebutuhan yang direncanakan. Sumber : Emonev 2018 dan Hasil DDW Biro Kesejahteraan Sosial II-198 27. BADAN PELAYANAN PENGADAAN BARANG JASA Pada Tahun 2018 Badan Pelayanan Pengadaan Barang Jasa XXXXX melaksanakan 3 (tiga) program dan 18 kegiatan dengan total anggaran program Rp 6.130.906.236. Secara umum rata-rata realisasi anggaran Badan Pelayanan Pengadaan Barang Jasa masuk dalam kategori tinggi, sementara itu rata-rata realisasi indikator kinerja program (outcome) masuk dalam kategori sangat tinggi. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program Peningkatan Kualitas Pengadaan Tinggi 89.47 Barang/Jasa Program Pengelolaan Kendaraan Operasional Tinggi 77.58 SKPD/UKPD Pelayanan Pengadaan Barang Jasa Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor Tinggi 82.89 SKPD/UKPD Pelayanan Pengadaan Barang Jasa 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Realisasi Anggaran Program Badan Pelayanan Pengadaan Barang Jasa (%) Grafik 2.27 Realisasi Anggaran Badan Pelayanan Pengadaan Barang Jasa Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan Grafik 2.27 dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran program Badan Pelayanan Pengadaan Barang Jasa masuk dalam kategori tinggi (76% ≤ 90%). Selanjutnya untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program Badan Pelayanan Pengadaan Barang Jasa disajikan pada tabel di bawah ini. Tabel 2.79 Realisasi Indikator Kinerja Program Badan Pelayanan Pengadaan Barang Jasa Indikator Target Realisasi Persentase Program Interpretasi Program 2018 2018 Realisasi Program Peningkatan indeks 4 (indeks) 4 indeks 100% Sangat tinggi II-199 Indikator Target Realisasi Persentase Program Interpretasi Program 2018 2018 Realisasi dan Pengelolaan kepuasan Kantor SKPD/XXX pelayanan Pelayanan Pengadaan kantor Barang Jasa Program Pengelolaan indeks Kendaraan kepuasan Operasional SKPD/XXX pelayanan 4 (indeks) 4 indeks 100% Sangat tinggi Pelayanan Pengadaan kendaraan Barang Jasa operasional Persentase pengadaan 85% 100% 117% Sangat tinggi Barang/Jasa Program Peningkatan tepat waktu Kualitas Pengadaan Persentase Barang/Jasa Penyelesaian 90% 100% 111% Sangat tinggi Pengadaan Barang/Jasa Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata realisasi indikator kinerja program Badan Pelayanan Pengadaan Barang Jasa masuk dalam kategori kategori sangat tinggi (91% ≤ 100%). Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Badan Pelayanan Pengadaan Barang Jasa yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. Tabel 2.80 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan Badan Pelayanan Pengadaan Barang Jasa Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Program Program Program Perencanaan (%) (%) Program Peningkatan Kombinasi 4 indeks dan Pengelolaan 1. Cenderung efektif dalam perencanaan kepuasan Kantor SKPD/XXX 100% 82,89% target indikator pelayanan Pelayanan Pengadaan 2. Cenderung tidak efisien dalam kantor Barang Jasa perencanaan anggaran (kurang realistis) II-200 Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Program Program Program Perencanaan (%) (%) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 4 Program Pengelolaan indeks 1. Cenderung efektif dalam perencanaan Kendaraan kepuasan target indikator Operasional SKPD/XXX pelayanan 100% 77,58% 2. Cenderung tidak efisien dalam Pelayanan Pengadaan kendaraan perencanaan anggaran (kurang realistis) Barang Jasa operasional 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 7 1. Cenderung tidak efektif dalam Persentase perencanaan target indikator (pesimis) pengadaan 117% 2. Cenderung sangat tidak efisien dalam Barang/Jasa perencanaan anggaran (kurang realistis) tepat waktu 3. Kemungkinan terdapat kelebihan Program Peningkatan anggaran Kualitas Pengadaan 89,47% Kombinasi 7 Barang/Jasa 1. Cenderung tidak efektif dalam Persentase perencanaan target indikator (pesimis) Penyelesaian 111% 2. Cenderung sangat tidak efisien dalam Pengadaan perencanaan anggaran (kurang realistis) Barang/Jasa 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Sumber : Hasil Analisis Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa secara umum cenderung tidak efektif dalam perencanaan target indikator (pesimis) dan cenderung kurang efisien dalam perencanaan anggaran (kurang realistis). Sehingga dalam perspektif perencanaan selanjutnya dapat dipertimbangkan menelaah kembali target indikator program maupun penetapan anggaran. Untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Badan Pelayanan Pengadaan Barang Jasa disajikan sample kegiatan pada program prioritas yang memiliki anggaran tertinggi sebagaimana disajikan dalam tabel di bawah ini. II-201 Tabel 2.81 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Badan Pelayanan Pengadaan Barang Jasa Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 1 sangat sangat Implementasi Sistem Informasi Pengadaan Barang/Jasa 865.130.000 100% 93,37% 12 bulan 100% 100% tinggi tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Gaji Helpdesk 14 orang dan IT Support 2 orang. Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : Konsistensi pengadministrasian secara rutin dan tepat waktu. 2 Peningkatan dan Pembinaan SDM pengadaan pada sangat 593.860.000 100% 78,99% tinggi 1 Kegiatan 100% 100% SKPD/XXX tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 1.140 Orang, Kompetensi : 6 Kegiatan, FGD : 5 Kegiatan. Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : Partisipasi peserta sangat baik dan Nara Sumber yang kompeten. 3 sangat sangat Pengembangan sistem pengadaan barang/jasa 552.408.160 100% 94,65% 1 sistem 100% 100% tinggi tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 5 Modul : e-order, elangv. 1.1, e-forum, perencanaan dan manajemen kontrak ; Storage 1 Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : Proses pengadaan tepat waktu Sumber : Emonev 2018 dan Hasil DDW Badan Pelayanan Pengadaan Barang Jasa (diolah) II-202 28. BADAN PENGELOLA ASET DAERAH Pada Tahun 2018 Badan Pengelola Aset Daerah XXXXX melaksanakan 4 (empat) program dan 35 kegiatan dengan total anggaran program Rp57.485.475.111. Secara umum rata-rata realisasi anggaran Badan Pengelolaan Aset Daerah masuk dalam kategori sedang, sementara itu rata-rata realisasi indikator kinerja program (outcome) masuk dalam kategori sangat tinggi. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program Pemanfaatan Aset Daerah Rendah 59.77 Program Pembinaan Pengelolaan dan Sedang 74.66 Penatausahaan Aset Daerah Program Pengelolaan Kendaraan Operasional Tinggi 83.39 SKPD/UKPD Pengelola Aset Daerah Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor Sedang 75.82 SKPD/UKPD Pengelola Aset Daerah 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Realisasi Anggaran Program Badan Pengelola Aset Daerah (%) Grafik 2.28 Realisasi Anggaran Badan Pengelola Aset Daerah Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan Grafik 2. dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran program Badan Pengelola Aset Daerah masuk dalam kategori sedang (66% ≤ 75%). Kondisi tersebut dipengaruhi oleh realisasi anggaran dengan kategori rendah dari (1) Program Pemanfaatan Aset Daerah dan realisasi anggaran dengan kategori sedang dari (2) Program Pembinaan Pengelolaan dan Penatausahaan Aset Daerah, serta (3) Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor. II-203 Adapun penyebab Program Pemanfaatan Aset Daerah tidak mencapai target antara lain : 1. Kegiatan Peningkatan penagihan piutang aset daerah yang dikerjasamakan memiliki anggaran Rp81.900.000, namun hanya terealisasi 16,48% disebabkan (belum ada penjelasan dari OPD terkait). Selanjutnya, penyebab Program Pembinaan Pengelolaan dan Penatausahaan Aset Daerah tidak mencapai target antara lain : 1. Kegiatan Sertifikasi tanah milik Pemerintah XXXXX XXXXX memiliki anggaran Rp4.018.598.260, namun hanya terealisasi 17,75% disebabkan (1) belum adanya kejelasan mengenai patok batas tanah, (2) dokumen kurang lengkap serta (3) penguasaan aset tidak didukung dengan dokumen pendukung yang kuat; 2. Kegiatan Rekonsiliasi dan Inventarisasi Aset Daerah memiliki anggaran Rp2.510.221.119, namun hanya terealisasi 73,83% disebabkan (1) kurangnya pemahaman pengurus Barang SKPD/XXX dalam hal penatusahaan BMD serta (2) belum terintegrasinya sistem penatausahaan BMD dengan SIPKD; 3. Kegiatan Penghapusan Barang Tidak Bergerak Milik Pemerintah Prov. XXXXX memiliki anggaran Rp945.800.000, namun hanya terealisasi 40,94% disebabkan adanya ketidaksesuaian pencatatan KIB C dengan Bangunan/Gedung yang ada di lapangan memperlambat proses pemindahtanganan. Untuk Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor yang merupakan program administrasi umum/penunjang dan tidak secara langsung mewujudkan sasaran indikator kinerja outcome, sifat dari penggunaan anggarannya adalah menyesuaikan dengan kebutuhan operasional instansi, sehingga program ini tidak dapat dituntut terealisasi 100%. II-204 Selanjutnya untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program/outcome Badan Pengelola Aset Daerah disajikan pada tabel di bawah ini. Tabel 2.82 Realisasi Indikator Kinerja Program Badan Pengelola Aset Daerah Indikator Target Realisasi Persentase Program Interpretasi Program 2018 2018 Realisasi Program Peningkatan indeks dan Pengelolaan kepuasan Sangat 4 (indeks) 4 Indeks 100% Kantor SKPD/XXX pelayanan TInggi Pengelola Aset Daerah kantor indeks Program Pengelolaan kepuasan Kendaraan Sangat pelayanan 4 (indeks) 4 Indeks 100% Operasional SKPD/XXX TInggi kendaraan Pengelola Aset Daerah operasional Persentase Aset Daerah yang Sangat 100 % 100% 100% teridentifikasi TInggi dan tercatat Persentase Penyelesaian Sangat Aset Fasos 99% 100% 101% Program Pembinaan TInggi Fasum dari Pengelolaan dan pihak lain Penatausahaan Aset Jumlah SKPD Daerah tertib 720 720 Sangat 100% pengelolaan SKPD/XXX SKPD/XXX TInggi aset daerah Persentase penyelesaian Sangat 100 % 100% 100% temuan audit TInggi terkait aset Jumlah penerimaan Sangat hasil aset 30 PKS 41 PKS 136% TInggi daerah yang Program Pemanfaatan dikerjasamakan Aset Daerah Jumlah piutang atas aset Sangat 10 PKS 16 PKS 160% daerah yang TInggi dikerjasamakan Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata realisasi indikator kinerja program Badan Pengelola Aset Daerah masuk dalam kategori Sangat tinggi (91%≤100%). II-205 Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Badan Pengelola Aset Daerah yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. Tabel 2.83 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan Badan Pengelola Aset Daerah Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Program Program Program Perencanaan (%) (%) Program Kombinasi 4 Peningkatan dan indeks 1. Cenderung efektif dalam perencanaan target Pengelolaan kepuasan indikator 100% 75,82% Kantor SKPD/XXX pelayanan 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan Pengelola Aset kantor anggaran (kurang realistis) Daerah 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Program Kombinasi 4 Pengelolaan indeks 1. Cenderung efektif dalam perencanaan target Kendaraan kepuasan indikator Operasional pelayanan 100% 83,39% 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan SKPD/XXX kendaraan anggaran (kurang realistis) Pengelola Aset operasional 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Daerah Persentase Kombinasi 4 Aset 1. Cenderung efektif dalam perencanaan target Daerah indikator yang 100% 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan teridentifik anggaran (kurang realistis) asi dan 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran tercatat Persentase Kombinasi 4 Penyelesaia 1. Cenderung efektif dalam perencanaan target Program n Aset indikator 101% Pembinaan Fasos 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan Pengelolaan dan Fasum dari 74,66% anggaran (kurang realistis) Penatausahaan pihak lain 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Aset Daerah Kombinasi 4 Jumlah 1. Cenderung efektif dalam perencanaan target SKPD tertib indikator pengelolaa 100% 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan n aset anggaran (kurang realistis) daerah 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Persentase Kombinasi 4 penyelesai 1. Cenderung efektif dalam perencanaan target 100% an temuan indikator audit 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan II-206 Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Program Program Program Perencanaan (%) (%) terkait aset anggaran (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Jumlah Kombinasi 7 penerimaa 1. Cenderung tidak efektif dalam perencanaan n hasil aset target indikator (pesimis) daerah 136% 2. Cenderung sangat tidak efisien dalam yang perencanaan anggaran (kurang realistis) dikerjasam 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Program akan Pemanfaatan Aset 59,77 Jumlah Kombinasi 7 Daerah piutang 1. Cenderung tidak efektif dalam perencanaan atas aset target indikator (pesimis) daerah 160% 2. Cenderung sangat tidak efisien dalam yang perencanaan anggaran (kurang realistis) dikerjasam 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran akan Sumber : Hasil Analisis Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa Badan Pengelola Aset Daerah didominasi Kombinasi 4 yang bermakna perencanaan target indikator cenderung efektif, namun penganggaran cenderung sangat tidak efisien (penganggaran terlalu tinggi). Dalam perspektif perencanaan selanjutnya dapat dipertimbangkan untuk menyusun penganggaran dengan pemutakhiran standar satuan harga atau dapat pula dengan meningkatkan target indikator program. Untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Badan Pengelola Aset Daerah disajikan sample lima kegiatan yang memiliki anggaran tertinggi sebagaimana disajikan dalam tabel di bawah ini. II-207 Tabel 2.84 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Badan Pengelolaan Aset Daerah Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 1 Pengasuransian gedung/bangunan 13.591.517.902 Sangat 1.000 Sangat 100% 91,95% 100 100 Pemerintah XXXXX XXXXX TInggi gedung tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Telah diasuransikan BMD Gedung/Bangunan sebanyak 1.902 unit, berdasarkan permohonan dari SKPD/XXX Pemerintah XXXXX XXXXX. Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : Himpunan Data BMD SKPD/XXX yang diasuransikan lengkap. 2 Pengasuransian aset bergerak Pemerintah Sangat 1.000 Sangat 12.494.942.219 100% 92,27% 100% 100% XXXXX XXXXX Tinggi KDO tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Telah diasuransikan BMD Aset bergerak/KDO sebanyak 1.102 unit, berdasarkan permohonan dari SKPD/XXX Pemerintah XXXXX XXXXX. Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : Himpunan Data BMD SKPD/XXX yang diasuransikan lengkap. 3 151 Penilaian Barang Milik Daerah dan Permohon Sangat sangat Penyusunan RKBMD 2019 8.085.600.000 100% 98,79% an dan 1 100% 100% TInggi tinggi Buku RKBMD KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Penilaian dilakukan oleh 28 KJPP, 159 Paket APBD dan 31 Paket Non APBD, Penilaian oleh KPKNL dan DJKN sebanyak 3 Paket. Telah dilakukan konsultasi/Sosialisasi kepada seluruh SKPD/XXX tanggal 08 Oktober s.d 26 November 2018 dan saat ini masih dalam tahap koreksi, rekap penetapan RKBMD 2019 sebagai dasar SKPD/XXX dalam mengajukan Usulan Anggaran Tahun 2020. Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - 4 Sertifikasi tanah milik Pemerintah XXXXX sangat 300 sangat 4.018.598.260 100% 17,75% 100% 32% XXXXX rendah bidang rendah II-208 Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Terbitnya sertifikat tanah Pemprov XXXXX sebanyak 9 bidang dan dalam proses pengukuran sebanyak 89 bidang. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Patok batas tanah tidak jelas, dokumen kurang lengkap serta penguasaan aset tidak didukung dengan dokumen pendukung yang kuat. Solusi : Diharapkan penunjuk batas tanah yang sepenuhnya mengetahui informasi atas obyek tanah yang akan disertifikatkan serta ketersediaan dokumen pendukung yang lengkap, asli dan sah. 5 Penghapusan Barang Tidak Bergerak Milik sangat sangat 945.800.000 100% 40,94% 1 Tahun 100% 100% Pemerintah XXXXX XXXXX rendah tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Selama Tahun 2018 telah dilakukan Pemindahtanganan Bangunan/Gedung milik/dikuasai Pemerintah XXXXX XXXXX secara lelang sebanyak 148 Lokasi. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Ketidaksesuaian pencatatan KIB C dengan Bangunan/Gedung yang ada di Lapangan memperlambat proses pemindahtanganan. Solusi : Sebelum mengajukan Usulan Pemindahtanganan agar SKPD/XXX melakukan Rekonsiliasi kesesuaian data antara KIB C dengan Bangunan/Gedung yang ada secara fisik dimulai dari X-1. Sumber : Emonev 2018 dan Hasil DDW Badan Pengelolaan Aset Daerah (diolah) II-209 Berdasarkan tabel di atas ditemukan bahwa terdapat kegiatan Penghapusan Barang Tidak Bergerak Milik Pemerintah XXXXX XXXXX yang realisasi anggarannya hanya 40,94% namun memiliki realisasi fisik 100%. Kondisi tersebut dapat terjadi dikarenakan adanya perbedaan penilaian realisasi fisik versi XXXXX dengan versi Permendagri 86/2017. Versi XXXXX perhitungan realisasi fisik diperoleh dari alur proses kegiatan yang dilaksanakan, tanpa mengacu pada realisasi anggaran, sebagai contoh proses penyusunan TOR, Persiapan Lelang, dan seterusnya meskipun proses tersebut belum menggunakan anggaran namun secara otomatis perhitungan realisasi fisik meningkat. Sementara itu versi Permendagri 86/2017 perhitungan realisasi fisik mengacu pada besaran anggaran yang dikeluarkan, bobotnya disesuaikan dengan progres ketercapaian sasaran kegiatan yang ditargetkan. Adapun terdapat kelemahan penilaian realisasi fisik versi XXXXX karena berpotensi terjadi kekeliruan perhitungan, sebagai contoh suatu kegiatan memiliki target fisik 2 unit, proses kegiatan untuk mencapai target 2 unit tersebut telah dilaksanakan dan telah dikonversi menjadi bobot perhitungan realisasi fisik, namun karena suatu hal target fisik hanya terealisasi 1 unit. Karena perhitungan mengacu pada proses pelaksanaan kegiatan (bukan pada target “fisik 2 unit”) maka sangat berpotensi mengakibatkan tercatatnya persentase realisasi fisik 100%, meskipun target fisik kegiatan yang tercapai hanya 1 unit. Lebih lanjut, potensi kekeliruan pencatatan realisasi fisik maupun keuangan dapat diakibatkan dari aspek human error yang tidak tepat waktu dalam penginputan, atau tidak melakukan input sesuai kondisi real. II-210 29. BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAERAH Pada Tahun 2018 Badan Pengelola Keuangan Daerah XXXXX melaksanakan 3 (tiga) program dan 37 kegiatan dengan total anggaran program Rp11.829.257.330. Secara umum rata-rata realisasi anggaran Badan Pengelola Keuangan Daerah masuk dalam kategori tinggi, sedangkan rata-rata realisasi indikator kinerja program (outcome) masuk dalam kategori sangat tinggi. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program Pembinaan dan pengembangan pengelolaan keuangan Tinggi 86.34 daerah Program Pengelolaan Kendaraan Operasional SKPD/UKPD Pengelola Tinggi 78.36 Keuangan Daerah Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor SKPD/UKPD Pengelola Keuangan Tinggi 85.93 Daerah 0 20 40 60 80 100 Realisasi Anggaran Program Badan Pengelola Keuangan Daerah (%) Grafik 2.29 Realisasi Anggaran Badan Pengelola Keuangan Daerah Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan Grafik 2.29 dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran program Badan Pengelola Keuangan Daerah masuk dalam kategori tinggi (76% ≤ 90%). Selanjutnya untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program/outcome Badan Pengelola Keuangan Daerah disajikan pada tabel di bawah ini. II-211 Tabel 2.85 Realisasi Indikator Kinerja Program Badan Pengelola Keuangan Daerah Indikator Target Realisasi Persentase Program Interpretasi Program 2018 2018 Realisasi Program Peningkatan dan indeks Pengelolaan kepuasan Sangat Kantor 4 (indeks) 4 indeks 100% pelayanan tinggi SKPD/XXX kantor Pengelola Keuangan Daerah Program Pengelolaan indeks Kendaraan kepuasan Operasional Sangat pelayanan 4 (indeks) 4 indeks 100% SKPD/XXX tinggi kendaraan Pengelola operasional Keuangan Daerah Opini Laporan Sangat 3 nilai 3 nilai 100% Keuangan tinggi Daerah Jumlah Program Modul Pembinaan Aplikasi dan 11 modul 9 modul 81% tinggi Pengelolaan pengembangan Keuangan pengelolaan Daerah keuangan Persentase daerah Laporan Keuangan 100% 99,86% 99,86% Sangat tinggi SKPD sesuai SAP dan tepat waktu Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata realisasi indikator kinerja program Badan Pengelola Keuangan Daerah masuk dalam kategori Sangat tinggi (91% ≤ 100%). II-212 Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Badan Pengelola Keuangan Daerah yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. Tabel 2.86 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan Badan Pengelola Keuangan Daerah Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) Kombinasi 4 1. Cenderung efektif dalam Program indeks perencanaan target indikator Peningkatan dan kepuasan 2. Cenderung tidak efisien dalam Pengelolaan Kantor 100% 85,93% pelayanan perencanaan anggaran SKPD/XXX Pengelola kantor (kurang realistis) Keuangan Daerah 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 4 Program 1. Cenderung efektif dalam indeks Pengelolaan perencanaan target indikator kepuasan Kendaraan 2. Cenderung tidak efisien dalam pelayanan 100% 78,36% Operasional perencanaan anggaran kendaraan SKPD/XXX Pengelola (kurang realistis) operasional Keuangan Daerah 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 4 1. Cenderung efektif dalam perencanaan target indikator Opini Laporan 2. Cenderung tidak efisien dalam Keuangan 100% perencanaan anggaran Daerah (kurang realistis) Program Pembinaan 3. Kemungkinan terdapat dan pengembangan kelebihan anggaran 86,34% pengelolaan Kombinasi 1 keuangan daerah 1. Cenderung Tidak Efektif Jumlah Modul dalam perencanaan target Aplikasi indikator (ambisius) Pengelolaan 81% 2. Cenderung tidak efisien dalam Keuangan perencanaan anggaran Daerah (kurang realisastis) 3. Kemungkinan Terdapat II-213 Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas Program Program Program Program dalam Perencanaan (%) (%) kekurangan/kelebihan anggaran Kombinasi 4 1. Cenderung efektif dalam Persentase perencanaan target indikator Laporan 2. Cenderung tidak efisien dalam Keuangan SKPD 99,86% perencanaan anggaran sesuai SAP dan (kurang realistis) tepat waktu 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Sumber : Hasil Analisis Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa secara umum Badan Pengelola Keuangan Daerah cenderung efektif dalam perencanaan target indikator, namun cenderung tidak efisien dalam perencanaan anggaran. Sehingga dalam perspektif perencanaan tahun selanjutnya perlu dilakukan pemutakhiran standar harga untuk menciptakan perencanaan anggaran yang efektif dan efisien. Untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Badan Pengelola Keuangan Daerah disajikan sample lima kegiatan yang memiliki anggaran tertinggi sebagaimana disajikan dalam tabel di bawah ini. II-214 Tabel 2.87 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Badan Pengelola Keuangan Daerah Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 1 Pendampingan Dalam Rangka Implementasi sangat 302.200.000 100% 63,03% rendah 100% 100% 100% Kebijakan Pengelolaan Keuangan Daerah tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : FGD tentang pengelolaan keuangan daerah bersama kemenkeu, kemendagri, lkpp sebanyak 6 orang narasumber. Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : Efisiensi anggaran narasumber dan tenaga ahli kegiatan. 2 Pengembangan Kebijakan Belanja dan sangat 269.520.000 100% 44,34% 100% 100% 71,20% sedang Pembiayaan PPKD rendah KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Tersedianya laporan kajian lembaga pembiayaan Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : dilaksanakan FGD pembentukan BUMD lembaga pembiayaan namun perkembangannya menjadi pembentukan perusahaan sehingga FGD membahas raperda BUMD tidak dilaksanakan. Solusi : penganggaran sesuai kebutuhan 3 Penyusunan/Penyempurnaan Peraturan sangat berkaitan dengan Pengelolaan Keuangan 195.795.000 100% 16,93% 100% 100% 76% tinggi rendah Daerah KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Tersusunnya peraturan gubernur hibah bansos dan pedoman penyelesaian pekerjaan akhir tahun 2018 Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : belum adanya perubahan PP 58/2005 yang menjadi salah satu komponen kegiatan Solusi : penganggaran sesuai kebutuhan 4 Sangat Sangat Penyusunan Naskah Akademik Revisi Perda 189.585.000 100% 0% 100% 100% 0% rendah rendah KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : - Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : belum terbitnya revisi PP 58/2005 tentang keuangan daerah Solusi : II-215 Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 - 5 Penyusunan Penetapan APBD Tahun 2 sangat 197.300.000 100% 56,52% rendah 100% 100% Anggaran 2019 peraturan tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Terbitnya peraturan daerah no 8/2018 dan peraturan gubernur no 150/2018 Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : anggaran makanan minuman kurang maksimal terserap Solusi : penganggaran sesuai kebutuhan Sumber : Emonev 2018 dan Hasil DDW Badan Pengelola Keuangan Daerah (diolah) II-216 30. DINAS SUMBER DAYA AIR Pada Tahun 2018 Dinas Sumber Daya Air XXXXX melaksanakan 5 (lima) program dan 67 kegiatan dengan total anggaran program Rp2.995.598.131.148. Secara umum rata-rata realisasi anggaran Dinas Perindustrian dan Energi masuk dalam kategori sedang, sedangkan rata-rata realisasi indikator kinerja program (outcome) masuk dalam kategori sangat tinggi. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program Pengelolaan Kendaraan Operasional Urusan pekerjaan umum dan penataan ruang Rendah 60.89 SKPD/UKPD Sumber Daya Air Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor Urusan pekerjaan umum dan penataan ruang Tinggi 80.94 SKPD/UKPD Sumber Daya Air Program Pengembangan dan Pengelolaan Air Sangat Rendah 45.78 Limbah Program Pengembangan dan Pengelolaan Air Sangat Rendah 29.10 Bersih Program Pengendalian Banjir Rendah 61.38 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Realisasi Anggaran Program Sumber Daya Air (%) Grafik 2.30 Realisasi Anggaran Dinas Sumber Daya Air Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan Grafik 2.30 dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran program Dinas Sumber Daya Air masuk dalam kategori rendah (51% ≤ 65%). Program yang berkontribusi signifikan terhadap tidak tercapainya target realisasi anggaran tersebut adalah : II-217 Program Pengembangan dan Pengelolaan Air Bersih, karena terdapat kegiatan yang secara signifikan memiliki realisasi anggaran rendah, antara lain : Kegiatan Pembangunan IPA X dengan anggaran sebesar Rp17.483.327.568, namun hanya terealisasi 24,66%, disebabkan pekerjaan tidak selesai dengan jadwal kontrak dan diberi kesempatan sampai tanggal 3 Februari 2019; Kegiatan Pembangunan IPA X dengan anggaran sebesar Rp21.575.383.094, namun hanya terealisasi 0,65%, disebabkan pembatalan lelang dikarenakan koreksi aritmatika (terjadi kesalahan penjumlahan sehingga dapat mempengaruhi hasil pelelangan); Kegiatan Pembangunan IPA X dengan anggaran sebesar Rp30.959.810.832, namun hanya terealisasi 0,75%, disebabkan dembatalan lelang karena kesalahan koreksi aritmatika dan waktu tidak mencukupi untuk lelang ulang; Kegiatan Pembangunan IPA X dengan anggaran sebesar Rp12.199.998.519, namun hanya terealisasi 1,11%, disebabkan pembatalan lelang dikarenakan koreksi aritmatika (terjadi kesalahan penjumlahan sehingga dapat mempengaruhi hasil pelelangan); Kegiatan Peningkatan Kualitas Air Permukaan Sebagai Sumber Air Baku, dengan anggaran sebesar Rp4.829.884.245, namun hanya terealisasi 2,01%, disebabkan batas-batas lahan dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman baru ditentukan di akhir tahun 2018 serta Trase dari Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan baru diterbitkan di akhir tahun 2018 sehingga kegitan yang dapat dilaksanakan oleh Dinas Sumber Daya Air di tahun 2018 adalah Perencanaan Pembangunan Waduk. II-218 Program Pengembangan dan Pengelolaan Air Limbah, karena terdapat kegiatan yang secara signifikan memiliki realisasi anggaran rendah, antara lain : Kegiatan Pembangunan Sistem Air Limbah Domestik skala Permukiman, dengan anggaran Rp13.039.215.134, namun hanya terealisasi 5,74%, disebabkan gagal lelang hingga 2 kali dan waktu pelaksanaan yang tidak memungkinkan untuk melelang ulang ((1) tidak ada penyedia yang memasukkan penawaran, kemudian setelah dilelang ulang masih tidak ada penawaran, sehingga waktu pelaksanaan tidak cukup, (2) tidak ada penyedia jasa yang mampu untuk memenuhi persyaratan jenis-jenis SBU yang termuat dalam KAK); Kegiatan Pengelolaan Sarana dan Prasarana Sistem Air Limbah Domestik, dengan anggaran Rp5.388.717.248, namun hanya terealisasi 41,86%, disebabkan pihak ATPM Aerator Solar Bee belum memperpanjang izin sehingga lelang gagal dilaksanakan; Kegiatan Pembangunan Sistem Air Limbah Domestik Skala Kawasan Tertentu, dengan anggaran Rp3.068.967.397, namun hanya terealisasi 3,84%, disebabkan gagal lelang dan waktu pelaksanaan yang tidak memungkinkan untuk melelang ulang ((1) tidak ada penyedia yang memasukkan penawaran, kemudian setelah dilelang ulang masih tidak ada penawaran, sehingga waktu pelaksanaan tidak cukup, (2) tidak ada penyedia jasa yang mampu untuk memenuhi persyaratan jenis-jenis SBU yang termuat dalam KAK). Program Pengendalian Banjir, karena terdapat kegiatan yang secara signifikan memiliki realisasi anggaran rendah, antara lain : Kegiatan Pengadaan Tanah Sungai/Saluran, dengan anggaran Rp853.394.789.334, namun hanya terealisasi 53,07%, disebabkan II-219 beberapa lokasi pengadaan tanah tidak dapat dilaksanakan karena (1) belum adanya kesepakatan harga; (2) dokumen tidak lengkap; Kegiatan Pengadaan Tanah untuk Penggantian Lahan Unit Peralatan dan Perbekalan Dinas Sumber Daya Air, dengan anggaran Rp450.000.000.000, namun tidak terealisasi (0%). Berdasarkan surat Dinas Sumber Daya Air nomor 8811/-1.711.37 tanggal 18 Desember 2018 hal Laporan Pengadaan Tanah Pengganti Lahan Alkal, disimpulkan bahwa pengadaan tanah untuk penggantian lahan Unit Peralatan dan Perbekalan Sumber Daya Air tidak dapat dilaksanakan karena keterbatasan waktu yang ada untuk tahapan proses pengadaan tanah dengan batas pengajuan SPM; Kegiatan Pembangunan Tanggul Pengaman Pantai NCICD Fase A system aliran xxxxx, dengan anggaran Rp27.871.140.858, namun hanya terealisasi 41,16%, disebabkan (1) keterlambatan pembayaran atas lahan yang menjadi area kerja (terlambat 2 bulan dari kontrak) sehingga jadwal mobilisasi alat ikut terlambat; (2) ditemukan tanah keras yang menghambat pemancangan dilokasi tersebut (meskipun sudah dilakukan preboring); (3) pemindahan utilitas tiang travo PLN yang memakan waktu; (4) masalah sosial masyarakat yang tinggi di kamal muara, sehingga pelaksanaan lapangan ikut terhambat; Kegiatan Pemeliharaan Waduk/situ/embung dan kelengkapannya di system aliran xxxxx, dengan anggaran Rp5.515.240.940, namun hanya terealisasi 28,96%, disebabkan terkendala ijin pihak terkait untuk pengerukan di Waduk Kodamar. 5. Untuk Program Pengelolaan KDO memiliki realisasi anggaran rendah. Program ini adalah program administrasi umum/penunjang yang tidak secara langsung mewujudkan sasaran indikator kinerja outcome, dan juga penggunaan anggarannya menyesuaikan dengan kebutuhan operasional instansi, sehingga program ini tidak dituntut untuk terealisasi 100%. II-220 Selanjutnya untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program Dinas Sumber Daya Air disajikan pada tabel di bawah ini. Tabel 2.88 Realisasi Indikator Kinerja Program Dinas Sumber Daya Air Indikator Target Realisasi Persentase Program Realisasi Interpretasi Program 2018 2018 Presentase Program penanganan Sangat Pengendalian genangan 77% 98% 127% Tinggi Banjir yang kurang dari 2 jam Program Presentase Pengembangan dan cakupan Sangat 60.99% 60,33% 98,91% Pengelolaan Air pelayanan air Tinggi Bersih bersih Presentase Program cakupan area Pengembangan dan yang terlayani Sangat 15.93% 19,51 122% Pengelolaan Air sistem Tinggi Limbah pengelolaan air limbah Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor indeks Urusan pekerjaan kepuasan 4 Sangat 4 indeks 100% umum dan pelayanan (indeks) Tinggi penataan ruang kantor SKPD/XXX Sumber Daya Air Program Pengelolaan indeks Kendaraan kepuasan Operasional Urusan 4 Sangat pelayanan 4 indeks 100% pekerjaan umum (indeks) Tinggi kendaraan dan penataan operasional ruang SKPD/XXX Sumber Daya Air Sumber : Emonev 2018 (diolah) II-221 Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata realisasi indikator kinerja program Dinas Perindustrian dan Energi masuk dalam kategori kategori Sangat tinggi (91% ≤ 100%). Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Dinas Sumber Daya Air yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. Tabel 2.89 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan Dinas Sumber Daya Air Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Program Program Program Perencanaan (%) (%) Kombinasi 7 1. Cenderung tidak efektif dalam Presentase perencanaan target indikator penangana Program (pesimis) n genangan Pengendalian 127% 61,38% 2. Cenderung sangat tidak efisien yang Banjir dalam perencanaan anggaran kurang dari 2 jam (kurang realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 4 1. Cenderung efektif dalam Program Presentase perencanaan target indikator Pengembangan cakupan 2. Cenderung tidak efisien dalam 98,91% 29,10 dan Pengelolaan pelayanan perencanaan anggaran (kurang Air Bersih air bersih realistis) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Presentase Kombinasi 7 cakupan 1. Cenderung tidak efektif dalam Program area yang perencanaan target indikator Pengembangan terlayani (pesimis) 122% 45,78 dan Pengelolaan sistem 2. Cenderung sangat tidak efisien Air Limbah pengelolaa n air dalam perencanaan anggaran limbah (kurang realistis) II-222 Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Program Program Program Perencanaan (%) (%) 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Program Kombinasi 4 Peningkatan dan 1. Cenderung efektif dalam Pengelolaan perencanaan target indikator indeks Kantor Urusan 2. Cenderung tidak efisien dalam kepuasan pekerjaan 100% 80,94 pelayanan perencanaan anggaran (kurang umum dan kantor realistis) penataan ruang SKPD/XXX 3. Kemungkinan terdapat kelebihan Sumber Daya Air anggaran Program Kombinasi 4 Pengelolaan 1. Cenderung efektif dalam Kendaraan perencanaan target indikator indeks Operasional 2. Cenderung tidak efisien dalam kepuasan Urusan pelayanan 100% 60,89 perencanaan anggaran (kurang pekerjaan kendaraan realistis) umum dan operasional 3. Kemungkinan terdapat kelebihan penataan ruang SKPD/XXX anggaran Sumber Daya Air Sumber : Hasil Analisis Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa terdapat beberapa indikator program dengan realisasi >100% namun realisasi anggarannya <70%, hal ini dapat bermakna penetapan target indikator program terlalu pesimis, atau penganggaran terlalu tinggi sehingga dalam perspektif perencanaan selanjutnya dapat dipertimbangkan untuk meninjau kembali target indikator dan penganggaran apakah telah sesuai. Lebih jauh lagi, kondisi demikian dapat pula bermakna kurang tepatnya penentuan indikator program, sehingga tidak adanya korelasi antara kegiatan yang dilaksanakan dengan indikator programnya (alat ukur keberhasilan kegiatan-kegiatan dalam suatu program), dengan kata lain dapat saja realisasi suatu indikator program sangat tinggi II-223 tanpa ada kegiatan-kegiatan yang berkontribusi secara signifikan terhadap realisasi program tersebut (karena kurang tepatnya penentuan indikator program) sehingga dalam perspektif perencanaan selanjutnya dapat dipertimbangkan untuk menelaah kembali apakah indikator-indikator program relevan dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan (apakah telah terbentuk kerangka logis pada setiap arsitektur kinerja perangkat daerah). Secara skematik disajikan ilustrasi penjelasan di bawah ini. Kegiatan Realisasi Fisik Program Indikator Realisasi Pembangunan sistem pengelolaan air limbah 14,10% skala permukiman Pembangunan sistem pengelolaan air limbah 9,75% skala kawasan Pengelolaan sarana dan Program Presentase prasarana air limbah 75% Pengem cakupan domestik bangan area yang terlayani dan sistem 122% Studi pendahuluan DSS 0% Pengelol zona 2 aan Air pengelolaa Limbah n air Studi pendahuluan DSS limbah 0% zona 5 Studi pendahuluan DSS 0% zona 8 Penilaian teknis 71% kelayakan desain SPALD Program di atas didominasi kegiatan-kegiatan yang memiliki realisasi fisik rendah, sementara realisasi indikator program mencapai 122% (melebihi target) sehingga dapat bermakna bahwa penentuan indikator program tidak tepat (perlu ditambah indikator program) atau perencanaan kegiatan tidak tepat (kegiatan perlu dirumuskan berdasarkan permasalahan/kebutuhan). II-224 Untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Dinas Sumber Daya Air disajikan sample lima kegiatan yang memiliki anggaran tertinggi sebagaimana disajikan dalam Tabel 2.90. II-225 Tabel 2.90 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Dinas Sumber Daya Air Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 1 Pengadaan tanah sungai/saluran 97963 m2 Sangat 853.394.789.334 100% 53,07 rendah 100% 35,32 Rendah KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : Pembayaran pelepasan hak pengadaan tanah Normalisasi Kali X Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Beberapa pengadaan lokasi pengadaan tanah tidak dapat dilaksanakan karena : 1. belum adanya kesepakatan harga 2. dokumen tidak lengkap 3. Realisasi fisik kurang dari 75% karena pada bulan Desember belum input realisasi fisik Solusi : - 2 Pengadaan tanah untuk penggantian lahan 450.000.000.000 sangat sangat unit Peralatan dan Perbekalan Dinas 100% 0% 60000 m2 100% 0% rendah rendah Sumber Daya Air KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : - Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Berdasarkan surat Dinas Sumber Daya Air nomor 8811/-1.711.37 tanggal 18 Desember 2018 hal Laporan Pengadaan Tanah Pengganti Lahan Alkal, disimpulkan bahwa pengadaan tanah untuk penggantian lahan Unit Peralatan dan Perbekalan Sumber Daya Air tidak dapat dilaksanakan karena keterbatasan waktu yang ada untuk tahapan proses pengadaan tanah dengan batas pengajuan SPM. Solusi : - 3 Pembangunan tanggul pengaman pantai 27.871.140.858 Sangat 284 m sangat 100% 41,16 100% 19,75 NCICD Fase A Sistem Aliran Xxxxx rendah rendah KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : - Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : 1. Keterlambatan pembayaran atas lahan yang menjadi area kerja (terlambat 2bulan dari kontrak) sehingga jadwal mobilisasi alat ikut terlambat 2. Ditemukan tanah keras yang menghambat pemancangan dilokasi tersebut (meskipun sudah dilakukan preboring), 3. pemindahan utilitas tiang travo pln yg memakan waktu, 4. masalah sosial masyarakat yg tinggi di kamar muara, sehingga pelaksanaan lapangan ikut terhambat Solusi : - II-226 Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 4 Pembangunan Instalasi Pengolahan Air 30.959.810.832 sangat sangat 100% 0,75% 1 lokasi 100% 12% (IPA) X rendah rendah KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : - Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Pembatalan Lelang karena kesalahan koreksi aritmatika, waktu tidak mencukupi untuk lelang ulang Solusi : Sudah di Anggarkan kembali di tahun 2019 5 Pembangunan Instalasi Pengolahan Air 21.575.383.094 sangat sangat (IPA) X 100% 0,65% 1 Lokasi 100% 12% rendah rendah KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : - Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Gagal lelang (Pembatalan Lelang dikarenakan Koreksi Aritmatika hasil koreksi Aritmatika terjadi kesalahan penjumlahan sehingga dapat mempengaruhi hasil pelelangan) Solusi : Sudah di Anggarkan kembali di tahun 2019 Sumber : Emonev 2018 dan Hasil DDW Dinas Sumber Daya Air (diolah) II-227 31. DINAS KEHUTANAN Pada Tahun 2018 Dinas Kehutanan XXXXX melaksanakan 5 (lima) program dan 58 kegiatan dengan total anggaran program Rp2.657.918.338.170. Secara umum rata- rata realisasi anggaran Dinas Kehutanan masuk dalam kategori sangat tinggi, begitu pula dengan rata-rata realisasi indikator kinerja program (outcome) yang masuk dalam kategori sangat tinggi. Analisis lebih rinci dijabarkan pada paragraf selanjutnya. Program Pengelolaan Pertamanan Sangat Tinggi 95.97 Program Pengelolaan Hutan Sangat Tinggi 95.94 Program Pengelolaan Kendaraan Tinggi 76.32 Operasional Urusan Kehutanan Program Peningkatan dan Pengelolaan Sedang 73.63 Kantor Urusan Kehutanan Program Pengelolaan Pemakaman Tinggi 90.40 0 20 40 60 80 100 Realisasi Anggaran Program Dinas Kehutanan (%) Grafik 2.31 Realisasi Anggaran Dinas Kehutanan Berdasarkan Program Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan Grafik 2.31 dapat diketahui bahwa rata-rata realisasi anggaran program Dinas Kehutanan masuk dalam kategori sangat tinggi (91% ≤ 100%). Meskipun demikian, masih terdapat program dengan kategori realisasi anggaran sedang, yakni pada Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor Urusan Kehutanan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh adanya kegiatan Penyediaan TALI dengan anggaran 29 miliar namun hanya terealisasi 42,99%%, hal ini dikarenakan kegiatan penyediaan TALI merupakan kegiatan penunjang yang bersifat rutin sehingga penggunaanya II-228 sangat dinamis menyesuaikan dengan kebutuhan, lebih lanjut kegiatan tersebut ada pada program administrasi umum yang tidak secara langsung berkontribusi pada pencapaian kinerja indikator outcomes, sehingga tidak dituntut mencapai target realisasi anggaran. Selanjutnya untuk mengetahui realisasi indikator kinerja program/outcome Dinas Kehutanan disajikan pada tabel di bawah ini. Tabel 2.91 Realisasi Indikator Kinerja Program Dinas Kehutanan Target Realisasi Persentae Program Indikator Program Interpretasi 2018 2018 Realisasi indeks kepuasan 80% 85,4% 106% Sangat tinggi Program Pengelolaan masyarakat Pemakaman Penambahan Rasio Sangat 0.014% 0,007% 50% RTH Makam Rendah Program Peningkatan dan Pengelolaan indeks kepuasan 4 (indeks) 4 indeks 100% Sangat tinggi Kantor Urusan pelayanan kantor Kehutanan Program Pengelolaan indeks kepuasan Kendaraan pelayanan kendaraan 3 (indeks) 3 indeks 100% Sangat tinggi Operasional Urusan operasional Kehutanan Penambahan Rasio 0,026% 0,0085% 305% Sangat tinggi RTH Hutan Program Pengelolaan Persentase lokasi Hutan RTH Hutan yang 95% 100% 105 Sangat tinggi terpelihara Penambahan Rasio 0,044% 0,039% 88% tinggi RTH Taman Program Pengelolaan Persentase lokasi Pertamanan RTH Taman yang 99% 100 Sangat tinggi 101% terpelihara Sumber : Emonev 2018 (diolah) Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata realisasi indikator kinerja program Dinas Kehutanan masuk dalam kategori kategori Sangat tinggi (91% ≤ 100%). Namun demikian masih terdapat 1 (satu) indikator yang masuk dalam kategori sangat rendah yakni Penambahan Rasio RTH Makam disebabkan permohonan pembebasan lahan untuk RTH Pemakaman tidak banyak. Selain itu II-229 untuk Indikator Penambahan Rasio RTH Taman tidak mencapai target (realisasi 88%) dikarenakan secara rasio luas RTH yang telah dibebaskan karena nilai NJOP setiap lokasi berbeda. Lebih lanjut, untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas secara umum dalam konteks perencanaan Dinas Kehutanan yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan target indikator program dan target anggaran program pada tahun berikutnya, disajikan analisis sebagaimana termuat dalam tabel di bawah ini. Tabel 2.92 Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Perencanaan Dinas Kehutanan Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Program Program Program Perencanaan (%) (%) Kombinasi 5 indeks 1. Cenderung efektif dalam perencanaan target kepuasan 106% indikator masyarakat 2. Cenderung efisien Perencanaan anggaran Program Kombinasi 2 Pengelolaan 90,40% 1. Cenderung Tidak Efektif dalam perencanaan Pemakaman Penambahan target indikator (ambisius) Rasio RTH 50% 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan Makam anggaran (kurang realisastis) 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan anggaran Program Kombinasi 4 Peningkatan indeks 1. Cenderung efektif dalam perencanaan target dan kepuasan indikator 100% 73,63% Pengelolaan pelayanan 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan Kantor Urusan kantor anggaran (kurang realistis) Kehutanan 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Program Kombinasi 4 indeks Pengelolaan 1. Cenderung efektif dalam perencanaan target kepuasan Kendaraan indikator pelayanan 100% 76,32% Operasional 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan kendaraan Urusan anggaran (kurang realistis) operasional Kehutanan 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Kombinasi 8 1. Cenderung tidak efektif dalam perencanaan Penambahan target indikator (pesimis) Rasio RTH 305% 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan Program Hutan anggaran (kurang realistis) Pengelolaan 95,94% 3. Kemungkinan terdapat kelebihan anggaran Hutan Persentase Kombinasi 5 lokasi RTH 1. Cenderung efektif dalam perencanaan target 105 Hutan yang indikator terpelihara 2. Cenderung efisien Perencanaan anggaran II-230 Realisasi Realisasi Indikator Indikator Anggaran Analisis Efisiensi dan Efektifitas dalam Program Program Program Program Perencanaan (%) (%) Kombinasi 2 1. Cenderung Tidak Efektif dalam perencanaan Penambahan target indikator (ambisius) Rasio RTH 88% 2. Cenderung tidak efisien dalam perencanaan Program Taman anggaran (kurang realisastis) Pengelolaan 95,97% 3. Kemungkinan Terdapat kekurangan anggaran Pertamanan Persentase Kombinasi 5 lokasi RTH 1. Cenderung efektif dalam perencanaan target 101% Taman yang indikator terpelihara 2. Cenderung efisien Perencanaan anggaran Sumber : Hasil Analisis Setelah dilakukan analisis efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan yang mengkorelasikan antara realisasi indikator program dengan realisasi anggaran dapat diketahui bahwa secara umum cenderung efektif dalam perencanaan target indikator namun cenderung tidak efisien dalam perencanaan anggaran. Namun demikian masih ditemukan realisasi indikator program yang memiliki capaian tinggi tapi realisasi fisik kegiatan yang mendukung program tersebut memiliki capaian rendah. Hal ini perlu mendapat perhatian pada perencanaan tahun berikutnya untuk menelaah kembali target-target indikator program yang terlalu pesimis. Secara skematik disajikan ilustrasi penjelasan di bawah ini. Program Indikator Realisasi Kegiatan Realisasi Fisik Pembangunan RTH 34% taman Program Pembangunan sarana Pengelola Penambaha 10,8% penyiraman an n Rasio RTH 88% Pertaman Taman Pembangunan pagar RTH 13,5% an taman Pengadaan taman dan 40,60% bahan dekorasi Ilustrasi di atas menjelaskan bahwa dengan realisasi fisik kegiatan yang sangat rendah, telah mampu menciptkan realisasi indikator program dengan kategori tinggi, sehingga dapat dipertimbangkan untuk menelaah kembali penetapan target-target pada tahun berikutnya. II-231 Untuk mengetahui realisasi kinerja indikator output dan realisasi anggaran kegiatan Dinas Kehutanan disajikan sample lima kegiatan yang memiliki anggaran tertinggi sebagaimana disajikan dalam Tabel 2.93 di bawah ini. II-232 Tabel 2.93 Realisasi Kinerja Output dan Realisasi Anggaran Kegiatan Dinas Kehutanan Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 1 Pengadaan Tanah Ruang Terbuka Hijau 1.300.000.000. Sangat Sangat 100% 99,93% 12,50Ha 100% 100% Taman di Wilayah XXXXX 000 tinggi tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 12,50 Ha lahan Faktor Pendukung Ketercapaian Realisasi Output dan Anggaran Kegiatan : - 2 Pembangunan ruang terbuka hijau taman di Sangat 34.171 Sangat 27.361.050.241 100% 34,22% 100% 34,55% Wilayah XXXXX rendah m2 rendah KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 21.584 m2. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Terdapat 3 lokasi dari 10 lokasi yang gagal lelang dengan pagu anggaran tiap lokasi besar sehingga menyebabkan realisasi anggarannya kecil. Solusi : 3 lokasi gagal lelang dimasukan ke Anggaran 2019 untuk dilaksanakan pembangunan. 3 Penataan ruang terbuka hijau Makam di sangat Sangat 23.880.477.031 100% 27,58% 96m2 100% 100% Wilayah XXXXX rendah tinggi KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : 11.871,16 m2. Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : 1. Penataan X Solusi : 1. Penataan X akan dilaksanakan setelah hutang daerah dibayarkan; 2. Empat TPU akan dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2019. 4 Pembangunan Lampu Taman di RTH Makam Sangat sangat 12.100.607.548 100% 0% 81 titik 100% 10,80 Wilayah XXXXX rendah rendah KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : - Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Gagal lelang. Solusi : Untuk fisik akan dilakukan lelang pada tahun 2019. II-233 Realisasi Anggaran Realisasi Indikator Output Target Target Persentase Target Realisasi Realisasi No Indikator Kegiatan (Output) Anggaran Realisasi Realisasi Indikator Indikator Penilaian Indikator Penilaian 2018 Anggaran Anggaran output output output 2018 2018 2018 2018 2018 5 sangat sangat Penataan Kebun Bibit di Wilayah XXXXX 6.894.724.219 100% 1,25% 1.000m2 100% 15% rendah rendah KETERANGAN : Uraian Output dari Kegiatan Ini Adalah : - Faktor Penghambat Ketercapaian Realisasi Anggaran Kegiatan : Gagal lelang untuk pelakasanaan fisik, sehingga hanya terserap biaya perencanaan. Solusi : Untuk fisik akan dilakukan lelang pada tahun 2019. Sumber : Emonev 2018 dan Hasil DDW Dinas Kehutanan II-234 Berdasarkan tabel di atas ditemukan bahwa terdapat kegiatan Penataan RTH Makam dengan realisasi keuangan sangat rendah (27,58%) namun memiliki realisasi fisik 100%. Kondisi ini dapat terjadi dikarenakan adanya perbedaan penilaian realisasi fisik versi XXXXX dengan versi Permendagri 86/2017. Versi XXXXX perhitungan realisasi fisik diperoleh dari alur proses kegiatan yang dilaksanakan, tanpa mengacu pada realisasi anggaran, sebagai contoh proses penyusunan TOR, Persiapan Lelang, dan seterusnya meskipun proses tersebut belum menggunakan anggaran namun secara otomatis perhitungan realisasi fisik meningkat. Sementara itu versi Permendagri 86/2017 perhitungan realisasi fisik mengacu pada besaran anggaran yang dikeluarkan, bobotnya disesuaikan dengan progres ketercapaian sasaran kegiatan yang ditargetkan. Adapun terdapat kelemahan penilaian realisasi fisik versi XXXXX karena berpotensi terjadi kekeliruan perhitungan, sebagai contoh suatu kegiatan memiliki target fisik 2 unit, proses kegiatan untuk mencapai target 2 unit tersebut telah dilaksanakan dan telah dikonversi menjadi bobot perhitungan realisasi fisik, namun karena suatu hal target fisik hanya terealisasi 1 unit. Karena perhitungan mengacu pada proses pelaksanaan kegiatan (bukan pada target “fisik 2 unit”) maka sangat berpotensi mengakibatkan tercatatnya persentase realisasi fisik 100%, meskipun target fisik kegiatan yang tercapai hanya 1 unit. Lebih lanjut, potensi kekeliruan pencatatan realisasi fisik maupun keuangan dapat diakibatkan dari aspek human error yang tidak tepat waktu dalam penginputan, atau tidak melakukan input sesuai kondisi real. II-235 BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 3.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil evaluasi dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut : 1. Kegiatan-kegiatan yang tidak terlaksana, sebagian besar dikarenakan gagal lelang dengan alasan keterbatasan waktu dan belum adanya kesiapan administrasi serta kurangnya koordinasi dengan perangkat daerah lain yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan; 2. Pada beberapa perangkat daerah ditemukan tidak adanya sinkronisasi antara indikator program dengan kegiatan-kegiatan dalam program tersebut. Dengan kata lain kegiatan-kegiatan pada suatu program tidak berkontribusi terhadap capaian indikator programnya, ditemukan indikator program memiliki capaian tinggi, sementara itu kegiatan-kegiatan yang mendukung program tersebut memiliki realisasi fisik yang sangat rendah, sebaliknya juga ditemukan indikator program memiliki capaian rendah sementara kegiatan- kegiatan yang mendukung program tersebut memiliki realisasi fisik yang tinggi; 3. Berdasarkan realisasi fisik dan realisasi keuangan, ditemukkan bahwa sebagian besar perangkat daerah cenderung pesimis dalam menyusun target indikator program (realisasi indikator program >100% sementara realisasi anggaran <80%); 4. Berdasarkan realisasi fisik dan realisasi keuangan, ditemukan bahwa sebagaian besar perangkat daerah cenderung kurang efisien dalam II-236 perencanaan anggaran (realisasi anggaran >90% sementara realisasi fisik <70%); 5. Banyak ditemukan kegiatan dengan realisasi fisik >100% namun realisasi anggaran <80%, beberapa perangkat daerah memberi keterangan bahwa hal tersebut adalah efisiensi, namun hal ini perlu ditelaah kembali konteks efisiensi tersebut. Idealnya suatu kegiatan telah direncanakan secara efisien, dengan kata lain anggaran harus direncanakan dengan mengacu pada satuan harga yang benar (tidak terlalu tinggi) disertai target output yang sesuai (tidak pesimis). Sehingga Perangkat Daerah dapat mengalokasikan anggaran untuk menambah kegiatan guna menyelesaikan persoalan yang lebih banyak dan menghindari potensi peningkatan SILPA; 6. Pada beberapa kegiatan ditemukan bahwa realisasi fisik 100% ternyata tidak bermakna target output tercapai sesuai target, melainkan realisasi fisik 100% adalah realisasi proses penyelenggaraan kegiatan terlaksana 100% tanpa memperhatikan apakah target output nya tercapai atau tidak (contoh : target peserta pelatihan 100 orang, tertulis dalam emonev realisasi fisik mencapai 100%, namun pada kenyataanya peserta pelatihan hanya 60 orang). Dengan kata lain terdapat perbedaan persepsi mengenai realisasi fisik versi XXXXX dengan versi Permendagri 86/2017. Versi XXXXX perhitungan realisasi fisik diperoleh dari alur proses kegiatan yang dilaksanakan, tanpa mengacu pada realisasi anggaran, sebagai contoh proses penyusunan TOR, Persiapan Lelang, dan seterusnya meskipun proses tersebut belum menggunakan anggaran namun secara otomatis perhitungan realisasi fisik meningkat. Sementara itu versi Permendagri 86/2017 perhitungan realisasi fisik mengacu pada besaran anggaran yang dikeluarkan dan bobotnya memperhatikan ketercapaian target output kegiatan; II-237 7. Pada beberapa kegiatan ditemukan belum adanya kelengkapan data realisasi (data realisasi kosong), serta pada beberapa kegiatan ditemukan kesalahan penginputan realisasi fisik karena human error (contoh : seharusnya realisasi fisik 80% namun terjadi kesalahan input menjadi hanya tercantum 50%); 8. Saat ini perangkat daerah belum melakukan evaluasi secara triwulanan terhadap Renja nya yang meliputi evaluasi realisasi anggaran, realisasi output kegiatan dan realisasi outcome program. Saat ini perangkat daerah hanya melakukan evaluasi APBD saja. 3.2 Rekomendasi Rekomendasi dalam sub bab ini secara berurutan terkait dengan poin-poin kesimpulan pada penjabaran sub bab kesimpulan. Adapun rekomendasi disampaikan sebagai berikut : 1. Rekomendasi untuk poin 1 pada sub bab kesimpulan adalah : kegiatan yang direncanakan perlu memperhatikan kesiapan administrasi dalam pelaksanaanya, serta perlu teliti melakukan koordinasi dengan perangkat daerah terkait, sehingga potensi gagal lelang dapat diminimalkan (perlu menerapkan konsep hulu-hilir dalam merencanakan kegiatan, misalnya ketika akan melaksanakan pembangunan gedung kantor yang masih sengketa karena lahan dihuni masyarakat, maka perlu dilakukan kegiatan relokasi terlebih dahulu atau penertiban, baru dilakukan lelang kegiatan); 2. Rekomendasi untuk poin 2 pada sub bab kesimpulan adalah : perlu menelaah kembali apakah pada arsitektur perencanaan (program-indikator program- kegiatan-indikator kegiatan) dalam dokumen renstra setiap perangkat daerah telah membentuk kerangka logis (logical frame work). Kerangka logis ditujukkan untuk menjamin bahwa kegiatan yang direncanakan berkontribusi II-238 terhadap tercapainya indikator program, lebih jauh lagi untuk menjamin capaian indikator program berkontribusi terhadap capaian indikator sasaran renstra; 3. Rekomendasi untuk poin 3-4-5 pada sub bab kesimpulan masih terkait dengan poin 2 di atas, jika telah terbentuk kerangka logis dalam arsitektur perencanaan perangkat daerah, maka akan lebih mudah menentukan target fisik dan target anggaran. Selanjutnya perlu pemutakhiran standar harga secara berkala agar perencanaan dapat lebih efektif dan efisien; 4. Rekomendasi untuk poin 6 pada sub bab kesimpulan adalah : perlu membuat cara perhitungan baru untuk menghitung realisasi fisik. Jika perhitungan realisasi fisik yang digunakan saat ini (yang mengacu pada proses pelaksanaan kegiatan, tidak mengacu pada realisasi output) sebagai landasan penentuan tunjangan kinerja pegawai, maka perlu menetapkan cara khusus untuk menghitung realisasi fisik berdasarkan ketercapaian outputnya; 5. Rekomendasi untuk poin 7 pada sub bab kesimpulan adalah : perlu adanya cross check pada setiap data realisasi sebelum diinput kedalam sistem, serta perlu adanya cross check untuk memastikan realisasi indikator program terisi didalam sistem. Hal ini perlu menjadi perhatian karena merupakan bentuk komitmen perangkat daerah dalam berkontribusi terhadap akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan yang mutlak diwujudkan dengan ketaatan penginputan data dan informasi pembangunan seperti melengkapi data realisasi yang baik dan benar serta dapat dipertanggungjawabkan. II-239 6. Rekomendasi untuk poin 8 pada sub bab kesimpulan adalah : perangkat daerah perlu melakukan evaluasi secara triwulanan terhadap Renja nya yang meliputi evaluasi realisasi anggaran, realisasi output kegiatan dan realisasi outcome program. II-240 II-241
US