Garis waktu sejarah LGBT - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke isi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bagian dari
seri
tentang
LGBT
lesbian
gay
biseksual
transgender
Orientasi seksual
dan
gender
Aromantisisme
Aseksualitas
Aseksualitas abu-abu
Biologi
Biseksualitas
Panseksualitas
Bissu
Calabai
Calalai
Demografi
Indonesia
Fluiditas gender
Fluiditas seksual
Homoseksualitas
Gay
Lesbian
Identitas gender
Identitas seksual
Interseks
Kwir
Lingkungan
Nonbiner
Nonheteroseksual
Nonkonformitas gender
Peran gender
Perbedaan seks dan gender
Questioning
Transgender
Transpria
Transpuan
Transseksual
Waria
Sejarah
Global
Garis waktu
Pernikahan sesama jenis
Gerakan sosial
Pembebasan gay
Kerusuhan Stonewall
Homoseksualitas
Perserikatan sesama jenis
Lesbian
Biseksual
Transgender
Interseks
Indonesia
Garis waktu
Homoseksualitas
Transgender
LGBT dan Indonesia
Budaya
Acara
Peringatan tahunan
Gender di Bugis
Homososialisasi
Hubungan kwirplatonis
Hubungan sesama jenis
Kebanggaan
Bulan kebanggaan
Pawai kebanggaan
Seni kwir
Kampung gay
Kampung transpuan
Komunitas LGBT
Afrika-Amerika
Lengger
Literatur
Media
Film
Indonesia
New Queer Cinema
Terbitan
GAYa Nusantara
Yuri
Yaoi
Bara
Melela
Mukhannats
Pawai
Dyke
Pariwisata
Pondok pesantren waria
Slang
Binan
Simbol
Takatāpui
Hak
Dekriminalisasi
Dinas militer
Hak interseks
Hak transgender
Hukum di seluruh dunia
Identifikasi gender sendiri
Pengakuan nonbiner
Pengangkatan anak
Pengasuhan anak
Pernikahan dan perkawinan
Persatuan
Prinsip-Prinsip Yogyakarta
Kesehatan
Bunuh diri pemuda
The Trevor Project
Kesehatan mental
LSL
dan
Restriksi donor darah
HIV
Organisasi medis
Perawatan kesehatan transgender
Terapi hormon
Operasi afirmasi gender
Transisi
Status hukum
Teknologi reproduksi berbantu
Sikap masyarakat
Agama dan homoseksualitas
Agama dan transgender
Alonormatif
Amatonormatif
Cisnormatif
Heteronormatif
Comphet
Keanekaragaman seksual
Penggambaran media
Stereotip
Isu dan permasalahan
Asfobia
Bifobia
Closeted
Memperlela
Diskriminasi interseks
Diskriminasi pria gay
Heteropatriarki
Heteroseksisme
Homofobia
Homofobia liberal
Homonasionalisme
KDRT
Kekerasan
Kriminalisasi
Lesbofobia
Migrasi
Penghapusan kwir
Penjajaan seksual
Pernikahan orientasi campuran
Perundungan
Penyensoran
Pinkwashing
Retorika anti-LGBT
Seksualisme
Stigma AIDS
Transfobia
Nonbiner
Transpria
Transpuan
Bidang akademik & diskursus
Anarkisme kwir
Dekolonisasi kwir
Feminisme lesbian
Gender sebagai konstruksi sosial
Kajian gender
Kajian kwir
Komunisme & hak LGBTQ
Konservatisme LGBTQ
Linguistik LGBT
Pancasila & hak LGBTQ
Sosialisme & hak LGBTQ
Teori kwir
Transfeminisme
Portal LGBT
Berikut ini adalah garis waktu sejarah orang
lesbian
gay
biseksual
transgender
, dan
kwir
LGBTQ
).
Sebelum Masehi
sunting
sunting sumber
Milenium ke-9 SM – milenium ke-3 SM
sunting
sunting sumber
Abad ke-101 SM – abad ke-50 SM
sunting
sunting sumber
ca
9.600 SM
– ca 5.000 SM
seni cadas
zaman
mesolitikum
pada
Grotta dell'Addaura
di
Sisilia
menggambarkan figur lelaki di gua yang telah ditafsirkan secara beragam, termasuk sebagai pemburu, akrobat, inisiasi agama, hingga seks gay.
Abad ke-70 SM – abad ke-17 SM
sunting
sunting sumber
ca 7.000 SM
– 1.700 SM
– di antara penggambaran jenis kelamin pada gambar dan patung
neolitikum
dan
zaman perunggu
di wilayah
Laut Tengah
, sebagaimana yang dijelaskan oleh salah seorang penulis, terdapat figur manusia dengan "
jenis kelamin ketiga
" yang mempunyai payudara perempuan dan alat kelamin laki-laki ataupun tanpa ciri-ciri kelamin yang jelas. Pada
Italia
neolitikum
, gambar perempuan ditemukan dalam konteks
domestik
, sedangkan gambar yang mengombinasikan karakteristik seksual muncul pada penguburan ataupun latar keagamaan. Pada
Yunani
dan
Siprus
neolitikum
, figur yang ditemukan sering kali berkelamin ganda ataupun tanpa adanya ciri-ciri kelamin yang jelas.
Milenium ke-3 SM
sunting
sunting sumber
Abad ke-29 SM – abad ke-25 SM
sunting
sunting sumber
ca
2.900 SM
– 2.500 SM
– pada
kuburan
di pinggiran kota
Praha
Republik Ceko
, seorang pria dimakamkan dengan pakaian yang biasa dikenakan oleh perempuan. Para
arkeolog
berspekulasi bahwa makam tersebut milik seorang
transgender
, atau seseorang dengan
jenis kelamin ketiga
Abad ke-24 SM
sunting
sunting sumber
ca
2.400 SM
Khnumhotep dan Niankhkhnum
diyakini beberapa pengamat sebagai sebagai pasangan sesama jenis pertama dalam catatan sejarah, meski yang lain berpendapat bahwa mereka hanya saudara.
Abad ke-23 SM atau abad ke-23 SM – abad ke-22 SM
sunting
sunting sumber
2.284 SM
– 2246 SM
Pepi II Neferkare
, yang memerintah
Kerajaan Mesir
sebagai raja absolut dengan gelar
Firaun Mesir
, diyakini memiliki interpretasi
homoseksual
terkait dengan kunjungan malamnya ke
Jenderal Sasenet
, meskipun yang lain berpendapat bahwa mungkin cerita itu dimaksudkan untuk mencoreng reputasi Firaun dengan mengaitkan homoseksualitas padanya.
Milenium ke-2 SM
sunting
sunting sumber
Abad ke-18 SM
sunting
sunting sumber
ca
1775 SM
ca
1761 SM
Pada masa pemerintahan Raja
Zimri-Lim
dari
Kerajaan Mari
, ia tercatat memiliki kekasih laki-laki.
10
Abad ke-15 SM
sunting
sunting sumber
ca
1500 SM
ca
1101 SM
Undang-Undang Assura
dari
Kekaisaran Asyur Kuno
atau
Kekaisaran Asyur Pertengahan
, menetapkan ketentuan berikut mengenai pemerkosaan terhadap laki-laki:
11
12
13
14
15
16
"Jika seorang lelaki berkata pada lelaki lain, baik secara pribadi ataupun dalam perkelahian, "Istrimu berzina; aku sendiri yang akan menuntutnya," tetapi ia tak dapat mendalilkan tuduhannya, dan tidak dapat membuktikannya, ia harus dicambuk, dihukum kerja paksa selama sebulan untuk raja, dipotong (bagian tubuhnya), dan membayar satu talenta timah."
Undang-Undang Assura
, §18
"Jika seorang pria diam-diam telah memulai rumor tentang tetangganya dengan mengatakan, "Ia (yang laki-laki) telah mengizinkan pria untuk berhubungan seks dengannya," ataupun dalam suatu pertengkaran ia telah berkata di hadapan orang lain, "laki-laki pernah berhubungan seks denganmu," dan kemudian (ia berkata), "Aku sendiri yang akan mengajukan tuntutan kepadamu," tetapi kemudian ia tak dapat mendalilkan tuduhan itu, dan tidak dapat membuktikannya, pria itu harus dicambuk, dihukum kerja paksa selama satu bulan untuk raja, dipotong (bagian tubuhnya), dan membayar satu talenta timah."
Undang-Undang Assura
, §19
"Jika seorang lelaki pernah berhubungan seks dengan tetangganya, ia telah didakwa dan dihukum, dia harus dianggap najis dan dijadikan kasim."
Undang-Undang Assura
, §20
Milenium pertama SM
sunting
sunting sumber
Abad ke-10 SM – Abad ke-6 SM
sunting
sunting sumber
ca 1000 SM
– ca 500 SM
Kitab Videvdat
berasal dari periode ini
17
18
dan dalam teksnya disebutkan hal berikut:
Ahura Mazda
menjawab: 'Lelaki yang tidur dengan lelaki sebagaimana lelaki tidur dengan perempuan, atau sebagaimana perempuan tidur dengan lelaki, lelaki itu adalah
Daeva
; ini adalah lelaki yang menyembah para Daeva, itu adalah lelaki
simpanan
-nya Daeva, itu adalah perempuannya para Daeva, itu adalah istrinya Daeva; ini adalah lelaki yang sama buruknya dengan sesosok Daeva, yang dalam seluruh keberadaannya adalah Daeva; ini adalah lelaki yang telah menjadi Daeva sebelum ia mati, dan menjadi salah satu dari para Daeva yang tak terlihat selepas kematiannya: begitulah dia, baik bila ia telah tidur dengan lelaki sebagai lelaki, ataupun sebagai perempuan.'"
19
Avesta
Vendidad
, Fargard 8. Pemakaman dan pemurnian, seks terlarang, Bagian V (32) Nafsu terlarang.
Orang yang bersalah menurut kitab ini dapat dibunuh oleh siapa saja, tanpa perintah dari
Dastur
. Dengan eksekusi ini, kejahatan berat biasa dapat ditebus.
19
Abad ke-7 SM
sunting
sunting sumber
ca 700 SM
– Kebiasaan mengebiri budak dan pembantu rumah tangga yang homoseksual (dan heteroseksual) diperkenalkan ke
Anshan
dari wilayah taklukan
Kerajaan Asyur Baru
dan
Kekaisaran Media
20
ca 630 SM
– Bangsawan
Doria
di
Kreta
mengadopsi hubungan formal di antara aristokrat dewasa dan remaja laki-laki; sebuah catatan institusi sosial tertua mengenai
paiderastia
di antara
Bangsa Yunani
21
Perkawinan antar-lelaki di Yunani tidak diakui secara hukum, tetapi lelaki dapat membentuk hubungan sehidup-semati yang berasal dari
pederasti
. Kemitraan tersebut tidak berbeda dengan perkawinan heteroseksual, terkecuali lelaki yang lebih tua berperan sebagai pendidik atau mentor.
22
Sapfo
, seorang penyair lirik Yunani dari pulau
Lesbos
lahir di antara tahun 630 dan 612 SM, dan wafat sekitar tahun 570 SM. Bangsa
Aleksandria
menyertakannya dalam daftar
sembilan penyair lira
. Ia terkenal dengan tema-tema lesbian-nya, yang menjadikan namanya dan nama tanah airnya sebagai definisi
lesbianisme
(dan "
sapphism
"). Dia diasingkan pada ca 600 SM tanpa ada hubungannya dengan lesbianisme. Ia kemudian diizinkan untuk kembali.
Abad ke-6 SM
sunting
sunting sumber
534 – 492 SM
– Adipati
Ling dari Wey
dan
Mizi Xia
menjalin hubungan cinta sesama jenis, dengan berbagai drama dan cerita mengenang kisah cinta mereka melalui frasa, "buah persik yang digigit" (餘桃).
ca 540 – 530 SM
– Lukisan dinding dari
Makam Lembu
Etruria
Italia
: Tomba dei Tori). ditemukan pada tahun 1892 di
nekropolis Monterozzi
Tarquinia
– menggambarkan hubungan seksual sesama jenis. Makam ini dinamai demikian berdasarkan gambar sepasang banteng yang menonton adegan seks manusia, salah satu di antaranya ialah seorang pria dengan seorang wanita, dan satunya lagi ialah antara dua orang pria. Kedua gambar itu barangkali dimaksudkan sebagai
sihir apotropaik
, atau pewujudan aspek siklus regenerasi dan kehidupan setelah kematian. Makam bertiga ruang itu bertuliskan nama almarhum yang menyemayami makam tersebut – Aranth Spurianas atau Arath Spuriana. Makan tersebut pula menggambarkan
Akhilles
yang membunuh pangeran
Troya
Troilus
, bersama dengan petunjuk pemujaan
Apollo
521 SM
Kekaisaran Akhemeniyah
menyalib
Polikrates
dan memberantas
pederasti
di
Samos
, yang menyebabkan penyair
Ibikus
dan
Anakreon
yang melakukan pederasti melarikan diri dari Samos.
Abad ke-5 SM
sunting
sunting sumber
ca 486 SM
Raja
Darius I
mengadopsi
Hukum Kekudusan
dari
Kitab Imamat
untuk
Yahudi Persia
pada
Kekaisaran Akhemeniyah
, memberlakukan hukuman mati pertama yang disahkan negara untuk hubungan sesama jenis.
23
ca 440 SM
Herodotus
menerbitkan
Historia
, yang menyatakan bahwa orang
Persia
menerima adat asing, termasuk
pederasti
dari
bangsa Yunani
24
Abad ke-4 SM
sunting
sunting sumber
385 SM
– Plato menerbitkan
Simposium
– yang di dalamnya
Paedrus
Eriksimakus
Aristofanes
, dan intelektual Yunani lain berpendapat bahwa cinta antar-lelaki adalah adalah bentuk cinta tertinggi, sedangkan seks dengan perempuan bersifat penuh nafsu dan utilitarian.
25
Meskipun demikian,
Sokrates
, berpendapat lain.
26
Ia menunjukan pengendalian diri yang ekstrem ketika dirayu oleh
Alkibiades
yang menawan.
27
350 SM
– Plato menerbitkan
Hukum
– yang di dalamnya orang asing Athena dan teman-temannya mengkritisi homoseksualitas sebagai kenafsuan dan salah bagi masyarakat karena hal tersebut tidak meneruskan spesies dan dapat menciptakan warga negara yang tidak bertanggung jawab.
28
346 SM
– Pidato
Aiskhines
Menggugat Timarkhus
yang diadili karena prostitusi lelaki, mengungkapkan sikap
Orang Athena
mengenai homoseksualitas.
29
338 SM
– Pangeran
Aleksander III (yang Agung)
berjumpa dengan
Hefaistion
yang kala itu sama-sama berusia tiga belas tahun – yang kelak akan menjadi teman hidupnya.
30
338 SM
Askar Suci Thebes
, batalion elit yang sebelumnya tak terkalahkan – yang terdiri dari 150 pasangan pederastik – dihancurkan oleh pasukan
Filipus II dari Makedonia
yang meratapi kekalahan mereka dan memuji kehormatan mereka.
31
Abad ke-3 atau ke-2 SM
sunting
sunting sumber
227 SM
226 SM
216 SM
, atau
149 SM
– Selama masa
Republik Romawi
Lex Scantinia
menjatuhkan hukuman kepada mereka yang melakukan kejahatan seks
stuprum
terhadap pemuda yang lahir merdeka; hukuman ini jarang disebutkan maupun ditegakkan, tetapi mungkin juga digunakan untuk mengadili
warga negara lelaki
yang berperan pasif dalam hubungan homoseksual.
32
Tidak jelas apakah hukumannya hukuman mati ataukah denda. Yang jelas, bagi warga negara lelaki dewasa, menginginkan dan melibatkan diri dalam hubungan sesama jenis kala itu dianggap wajar dan dapat diterima secara sosial (khususnya jika perannya aktif), selama pasangannya adalah
pelacur
laki-laki,
budak
, ataupun
infamia
– orang yang dikecualikan dari perlindungan hukum yang diberikan kepada warga negara. Pada
masa Kekaisaran
Lex Scantinia
dihidupkan kembali oleh
Domitianus
sebagai bagian dari program reformasi hukum dan moralnya.
33
Abad pertama SM
sunting
sunting sumber
ca 90-an
– 80-an SM
Quintus Lutatius Catulus
termasuk dalam kelompok penyair yang membuat puisi
Hellenestik
yang ringan dan pendek – yang menjadi tren pada
akhir masa republik
. Kedua
epigramnya
yang masih terselamatkan hingga saat ini membahas laki-laki sebagai objek hasrat – menandakan estetika homoerotik baru dalam budaya Romawi.
34
57
– 54 SM
Catullus
menulis Carmina, termasuk puisi cinta untuk Juventius, membanggakan kehebatan seksual dengan pemuda, dan cercaan keras terhadap orang homoseksual "pasif".
ca 50 SM
Lex Julia de vi publica
, hukum
Republik Romawi
disahkan untuk mendefinisikan pemerkosaan sebagai pemaksaan seks terhadap "anak laki-laki, perempuan, atau siapapun" dan pemerkosanya dapat dihukum mati. Lelaki yang diperkosa dibebaskan dari status hukum atau sosial yang hilang – yang umumnya dialami oleh mereka yang menyerahkan tubuh mereka demi kesenangan orang lain; pria pelacur atau pria penghibur termasuk dalam
infami
dan dikecualikan dari perlindungan hukum yang diberikan pada warga negara yang berstatus baik. Secara hukum, seorang
budak
tidak bisa diperkosa; sebab orang tersebut dianggap sebagai properti dan
tidak dianggap "orang" secara hukum
. Meski demikian, pemilik budak dapat menuntut pemerkosa atas kerusakan propertinya.
34
35
36
37
46 SM
Lusius Antonius,
adik Markus Antonius, menuduh
Gaius Octavius
telah "menyerahkan dirinya kepada
Aulus Hirtius
dari
Spanyol
demi tiga ratus ribu
sestertius
."
38
44 SM
– Setelah
pembunuhan
sang
Diktator
dan
Konsul
Gaius Julius Caesar
, Gaius Octavius secara terbuka disebutkan dalam surat wasiat Caesar sebagai anak angkat dan ahli warisnya. Menurut
Markus Antonius
, ia menuduh bahwa Octavius mendapatkan hak adopsi dari Caesar melalui hubungan pelayanan seksual.
38
42
– 39 SM
Virgil
menulis
Eclogue
, dengan Eclogue 2 merupakan contoh penting dari sastra Latin homoerotis.
27 SM
Kekaisaran Romawi
didirikan di bawah pemerintahan
Augustus
. Pernikahan sesama jenis tercatat pertama kali sepanjang sejarah pada masa pemerintahannya, prostitusi homoseksual dikenakan pajak, dan bila seseorang melakukan hubungan seksual dengan peran pasif bersama pria lain, warga negara Romawi dapat kehilangan kewarganegaraannya.
39
26, 25 dan 18 SM
Tibullus
menulis elegi-eleginya, yang bereferensikan homoseksualitas.
– 1 SM
Kaisar Ai dari Han
menjalin hubungan cinta sesama-jenis dengan
Dong Xian
. Dalam satu catatan sejarah, Kaisar Ai rela memotong lengan bajunya sendiri agar ia tak membangunkan Dong Xian yang terkasih.
40
Masa Umum (Masehi)
sunting
sunting sumber
Milenium pertama
sunting
sunting sumber
Abad pertama
sunting
sunting sumber
Filo dari Aleksandria
dan
Markus Manilius
memberikan gambaran tentang orang-orang transpuan pada masa awal
Kekaisaran Romawi
. Filo menyatakan: "Dengan mencurahkan segala upaya untuk menghias penampilan luar mereka, mereka bahkan tidak malu mengerahkan segala cara untuk secara artifisial mengubah kodrat mereka sebagai laki-laki menjadi perempuan."
41
42
Dia juga menyatakan bahwa beberapa orang dari kelompok tersebut, demi tujuan ini, mengangkat penis mereka (dengan operasi).
42
–15 M
Cawan Warren
dibuat – sebuah cawan minum perak Romawi yang dihiasi oleh relief dua gambar hubungan sesama jenis antar-pria.
37
– 41
– Di bawah pemerintahan
Kaisar Romawi
Gaius Julius Caesar Augustus Germanicus
, pajak prostitusi diberlakukan di seluruh
Kekaisaran Romawi
. Caligula juga mengasingkan atau mempertimbangkan pengasingan
spintriae
dari
Roma
Gaius Suetonius Tranquillus
melaporkan bahwa Caligula hanya dapat ditahan dengan susah payah agar tidak membuang
spintriae
ke lautan setelah permohonan yang panjang.
34
43
54
Nero
menjadi
Kaisar Romawi
. Nero menikah dengan dua lelaki –
Pythagoras
dan
Sporus
– dalam upacara yang legal. Bahkan,
Sporus
diberikan tanda kebesaran yang digunakan oleh istri-istri Kaisar.
44
Juvenal
dan
Martial
mencatat (dengan ketidaksetujuan) bahwa pasangan lelaki mengadakan upacara pernikahan secara tradisional.
Lukisan dinding pasangan perempuan dari Pemandian Pinggir Kota di Pompeii
79
– Letusan
Gunung Vesuvius
mengubur pesisir
Pompeii
dan
Herculaneum
, yang melestarikan kekayaan koleksi
seni erotis Romawi
, termasuk representasi
hubungan sesama-jenis antarpria dan antarperempuan
98
Trajanus
, salah satu kaisar Romawi yang paling dicintai rakyatnya memulai pemerintahannya. Trajanus terkenal dengan homoseksualitasnya dan kesukaannya dengan lelaki muda. Hal ini dimanfaatkan oleh Raja
Edessa
Abgar VII
– yang setelah memancing kemarahan Trajanus karena suatu kesalahan – dengan mengirim putranya yang tampan untuk meminta maaf, sehingga ia memperoleh pengampunan.
45
Publius Cornelius Tacitus
menulis
Germania
. Dalam
Germania
, Tacitus menulis bahwa hukuman bagi orang-orang yang terlibat dalam "aib jasmani" (seperti homoseksualitas lelaki) antar
orang Jermanik
ialah dengan "mengubur mereka hidup-hidup dalam lumpur dan rawa di bawah tumpukan pagar kayu." Tacitus juga menulis dalam
Germania
tentang para kepala suku prajurit Jerman dan pengiringnya pada masa itu, "Di masa damai, (mereka adalah definisi dari) keindahan, dan di masa perang, (mereka adalah definisi dari) pertahanan". Tacitus lebih lanjut menulis di
Germania
bahwa para pendeta dari sub-suku
Swabia
– orang Naharvali
46
atau
Naharnavali
– mengenakan pakaian wanita untuk melaksanakan tugas keimamatan mereka.
47
Abad ke-2
sunting
sunting sumber
ca
200
Garis Besar Pyrrhonisme
diterbitkan. Dalam buku tersebut,
Sextus Empiricus
menyatakan bahwa "pada
orang Persia
, melakukan hubungan seksual antarlelaki adalah kebiasaan, sedangkan pada
orang Romawi
, hal tersebut dilarang secara hukum". Ia juga menyatakan dalam buku tersebut bahwa "di antara kita,
sodomi
dianggap memalukan atau bahkan ilegal. Namun, bagi
orang-orang Jermanik
, hal tersebut tak dianggap memalukan, tetapi dianggap hal biasa. Dikatakan pula bahwa di
Thebes
dahulu kala, praktik ini tidak dianggap memalukan, dan mereka bilang sendiri bahwa
Meriones
dari
Kreta
disebutkan (melakukan praktik yang) demikian untuk menunjukkan kebiasaan orang Kreta, dan beberapa orang menyebut hal tersebut sebagai cinta yang membara dari
Akhilles
teruntuk
Patroklos
. Dan apa yang mengherankan, ketika bagi penganut
filsafat Sinis
dan pengikut
Zenon dari Kition
Kleanthes
, dan
Krisipos
, menyatakan bahwa praktik ini tidak penting?".
48
49
Abad ke-2
– ke-3
sunting
sunting sumber
193
– 211
Kaisar Romawi
Septimius Severus
menetapkan hukuman mati untuk pemerkosaan homoseksual di seluruh
Kekaisaran Romawi
50
Abad ke-3
sunting
sunting sumber
218
– 222
– Pemerintahan kekaisaran Romawi
Elagabalus
dimulai. Pada waktu yang berbeda, Elagabalus menikahi lima wanita dan satu pria bernama
Zoticus
, dan seorang atlet dari
Smirna
, dalam sebuah upacara perkawinan yang mewah di Roma;
51
tetapi hubungan yang paling stabil dari orang Suriah itu adalah dengan pengemudi kereta perang bernama
Hierocles
, dan
Cassius Dio
berkata bahwa Elagabalus senang dipanggil sebagai gundik, istri, dan ratunya Hierocles.
52
Kaisar itu memakai riasan wajah dan wig, lebih suka dengan sebutan nyonya dan bukan
lord
(tuan), serta menawarkan sejumlah besar uang pada tiap dokter yang bisa memberinya vagina;
52
53
karena alasan ini, sang kaisar dipandang oleh beberapa penulis sebagai tokoh transgender awal dan salah satu dari awal catatan sejarah yang mencari pelayanan
operasi ganti kelamin
52
53
54
55
222
– 235
– Kaisar romawi
Severus Alexander
mendeportasi kaum homoseksual yang aktif secara sosial dalam kehidupan publik. Menurut Christius, Alexander meningkatkan hukuman bagi homoseksualitas di seluruh
Kekaisaran Romawi
. Menurut
Historia Augusta
, Alexander menetapkan bahwa pajak germo, pelacur, dan
exoleti
tidak boleh disetorkan ke kas negara; sebaliknya, ia memerintahkan pajak tersebut perlu digunakan untuk merestorasi
Teater Marcellus
Circus Maximus
amfiteater
, dan stadion yang dibangun oleh
Domitian
di
Campus Martius
. Menurut
Ælius Lampridus
, Alexander bahkan mempertimbangkan untuk mengilegalkan prostitusi lelaki.
34
56
57
244
– 249
– Kaisar Romawi
Marcus Julius Philippus
pernah mengupayakan atau menetapkan pelarangan prostitusi lelaki di seluruh
Kekaisaran Romawi
28
Abad ke-4
sunting
sunting sumber
305
– 306
Konsili Elvira
(sekarang
Granada
, Spanyol). Konsili ini merupakan perwakilan Gereja Eropa Barat dan antara lain, dewan ini melarang kaum pederas untuk menerima Komuni.
314
Konsili Ancyra
(sekarang
Ankara
, Turki). Konsili ini merupakan perwakilan Gereja Eropa Timur dan melarang pemberian
Sakramen
selama 15 tahun bagi lelaki di bawah usia 20 tahun yang belum menikah dan tertangkap melakukan tindakan homoseksual, serta melarang pemberian sakramen seumur hidup jika ia telah menikah dan berusia di atas 50 tahun.
58
306
– 337
Riwayat Hidup Konstantinus
menyebutkan sebuah kuil yang berdiri di
Afqa
Fenisia
– pada puncak terpencil di Gunung Libanus – digunakan oleh para pendeta pagan homoseksual yang keperempuan-perempuanan. Ia juga menyebutkan bahwa kuil tersebut dihancurkan di bawah perintah
Kaisar Romawi
Konstantinus I
. Disebutkan pula bahwa Konstantinus mengeluarkan undang-undang yang memerintahkan pemusnahan para pendeta pagan homoseksual yang keperempuan-perempuanan di
Mesir
34
59
337
Konstantius II
dan
Konstans I
menjadi
Kaisar Ke-62
dari
Kekaisaran Romawi
. Selama masa pemerintahan, mereka berdua terlibat dalam hubungan sesama jenis.
60
61
62
342
– Kaisar Romawi Konstantius II dan Konstans I mengeluarkan dekrit kekaisaran berikut yang berlaku untuk seantero
Kekaisaran Romawi
63
64
"Tatkala seorang pria kawin layaknya wanita, wanitalah yang 'kan meninggalkan pria, apa yang ia harapkan, kala seks sudah hilang semua maknanya; kala kejahatan menjelma jadi perkara yang tak perlu disingkap; kala Venus berganti rupa; kala cinta dicari dan tak jua ditemu? Kami perintahkan undang-undang 'tuk ditegakkan, hukum 'tuk dipersenjatai dengan pedang pembalasan, hingga mereka yang tercela kini, ataupun nanti, dijatuhi hukuman yang sangat berat."
Kodeks Theodosianus
9.7.3
ca 380-an
Ammianus Marcellinus
menerbitkan
Res Gestae
. Dalam
Res Gestae
, Marcellinus menuliskan bahwa
orang Persia
"amat gemar berfoya-foya, dan hampir tidak puas dengan banyaknya selir-selir; mereka jauh dari hubungan tak bermoral dengan anak lelaki." Juga dalam
Res Gestae
, Marcellinus menuliskan bahwa "Kami sudah tahu bahwa orang
Taifal
itu adalah orang-orang yang memalukan, betul-betul tenggelam dalam kehidupan yang memalukan dan cabul – hingga di negara mereka, anak lelaki dikawinkan dengan pria dalam ikatan nafsu yang tak bisa terucapkan, yang melahap bunga masa muda mereka dalam hubungan yang tercemar dengan para bini-binian itu."
65
66
390
– Kaisar Romawi
Valentinianus II
Theodosius I
dan
Arkadius
mengeluarkan dekrit kekaisaran berikut yang berlaku untuk seantero
Kekaisaran Romawi
67
"Kita tak bisa membiarkan kota
Roma
, ibu dari segala kebajikan, ternoda lebih lama lagi oleh lelaki kemayu yang mencemar, tidak pula kita bisa membiarkan kekuatan agraria, yang diturunkan oleh para pendiri bangsa, 'tuk dihancurkan dengan lembutnya oleh rakyat kita sendiri, dengan demikian (kita) menimbun aib kepada para pendiri dan pangeran kita selama berabad-abad lamanya, Orientus, yang tersayang, dan tercinta, dan sangat dikagumi. Pengalamanmu yang mulia akan menghukum (mereka) ditengah api dendam, di hadapan para rakyat, sesuai dengan kenajisan tindak kejahatannya, semua yang telah menyerahkan dirinya pada aib karena mengutuk tubuh lelaki mereka sendiri, yang diubah menjadi tubuh perempuan, untuk melakukan praktik-praktik yang seharusnya dilakukan pada lawan jenis, yang tiada bedanya dengan perempuan, yang dilakukan
– kiranya memalukan 'tuk disebutkan
– rumah pelacuran pria, agar kita semua tahu bahwasannya rumah berjiwa lelaki haruslah suci bagi semua, dan ia yang dengan hinanya membuang jenis kelaminnya sendiri tidaklah boleh menginginkan jenis kelamin orang lain tanpa menjalani hukuman tertinggi."
Collatio Mosaicarum et Romanarum Legum
34
"Semua orang yang memiliki kebiasaan memalukan dengan menghinakan tubuh lelaki, memainkan peran perempuan untuk menerima seks yang menyimpang (sebab mereka tampak tak berbeda dari perempuan), harus menebus kejahatan semacam ini dengan api pembalasan di hadapan orang banyak"
Kodeks Theodosianus
9.7.6
390
– 405
Dionisiaka
oleh
Nonnus
adalah karya sastra barat terakhir yang merayakan gairah homoseksual dalam hampir 1.000 tahun lamanya pada catatan sejarah.
28
Abad ke-6
sunting
sunting sumber
506
Kode Visiogoth
oleh
Alarik II
memerintahkan untuk membakar hidup-hidup pasangan sesama jenis di
Kerajaan Visigoth
. Hukuman lain yang diterapkan antara lain
ostrakisme
, pencukuran, hukuman
cambuk
, dan
pengebirian
56
68
533
Badan Hukum Sipil
mulai berlaku efektif di
Kekaisaran Bizantium
, yang memberlakukan hal-hal berikut:
69
"Dalam kasus pidana, penuntutan umum dilakukan berdasarkan berbagai undang-undang, termasuk
Lex Julia de adulteris
, "...yang menghukum mati, tidak hanya mereka yang melanggar pernikahan orang lain, tetapi juga mereka yang berani melakukan tindakan nafsu hina dengan lelaki."
Institusi IV. xviii .4, Badan Hukum Sipil
576
– Meninggalnya
Anastasia sang Patricia
yang sebelumnya telah meninggalkan kehidupan sebagai dayang istana
Yustinianus I
di Konstantinopel untuk menghabiskan sisa dua-puluh-delapan tahunnya (hingga ia meninggal dunia) dengan berpakaian sebagai biarawan lelaki dalam pengasingan diri di
Mesir
70
dan ia telah diadopsi oleh komunitas
LGBTQ
saat ini sebagai contoh dari santo "
transgender
".
71
72
589
– Kerajaan
Visigoth
di
Spanyol
, beralih dari
Arianisme
ke
Katolisisme
. Peralihan ini menyebabkan revisi hukum yang lebih sesuai dengan hukum-hukum negara
Katolik
. Revisi-revisi ini mencakup tentang persekusi kepada kaum homoseksual dan
orang Yahudi
73
Abad ke-7
sunting
sunting sumber
654
Kerajaan Visigoth
mengkriminalisasi
sodomi
dengan hukuman
kebiri
. Ini adalah hukum sekuler Eropa pertama yang mengkriminalisasi sodomi.
74
75
693
– Di
Iberia
, penguasa Visigoth
Egica
dari Hispania dan Septimania, menuntut agar konsili Gereja menanggapi kejadian homoseksualitas pada Kerajaan tersebut.
Konsili ke-16 dari Toledo
mengeluarkan pernyataan sebagai tanggapan, yang diadopsi oleh Egica, yang menyatakan bahwa tindakan homoseksualitas harus dihukum dengan
kebiri
, pengucilan dari Komuni, pencukuran rambut, pencambukan seratus kali, dan
pengasingan
28
Abad ke-8
sunting
sunting sumber
ca 750
– Dengan terbentuknya
Kekhalifahan Abbasiyah
, muncul para pujangga
Muslim
yang menggambarkan homoerotisme dan pemuda-pemuda tampan, seperti penyair
Abu Nawas
yang berdarah
Persia
Arab
10
Abad ke-9
sunting
sunting sumber
800
– 900
– Selama masa
Renaisans Karoling
Alkuin dari York
yang merupakan seorang
abas
menuliskan puisi cinta kepada
Biarawan
lain meskipun banyak hukum Gereja yang mengutuk homoseksualitas.
76
997
– King Mokjong dari Goryeo, yang dikenal memiliki kekasih pria, naik takhta di
Korea
77
Milenium ke-2
sunting
sunting sumber
Abad ke-11
sunting
sunting sumber
1007
– Dekretum
Burchard dari Worms
menyamakan tindakan homoseksual dengan pelanggaran seksual seperti
perzinaan
dan oleh karenanya ia berpendapat bahwa tindakan tersebut perlu memiliki
penebusan dosa
yang serupa (umumnya
berpuasa
).
28
1051
Peter Damian
menulis risalah
Liber Gomorrhianus
, yang di sana ia menganjurkan hukuman yang lebih berat bagi para rohaniwan yang gagal menjalankan tugas mereka melawan "keburukan alam".
78
1061
– Pedro Dias dan Muño Vandilas dinikahkan oleh seorang pendeta di sebuah kapel di
Kerajaan Leon
79
1100
Ivo dari Chartres
mencoba meyakinkan
Paus Urbanus II
mengenai risiko homoseksualitas. Ivo menuduh Rodolfo – uskup agung
Tours
– telah meyakinkan Raja Perancis untuk mengangkat Giovanni sebagai uskup
Orléans
. Giovanni dikenal sebagai kekasih Rodolfo dan memiliki hubungan dengan sang raja itu sendiri, yang merupakan sebuah fakta yang sang raja bangga-banggakan secara terbuka. Meski demikian, Paus Urbanus tidak menganggap hal ini sebagai fakta penentu: Giovanni memerintah sebagai uskup selama hampir empat-puluh tahun, sementara Rodolfo terus dikenal dan dihormati.
80
Abad ke-12
sunting
sunting sumber
1102
Konsili London
mengambil tindakan untuk memastikan bahwa masyarakat Inggris tahu homoseksualitas itu
dosa
butuh rujukan
1120
Baudouin II dari Kerajaan Yerusalem
mengadakan
Konsili Nablus
untuk membahas tindak kejahatan yang terjadi di Kerajaan. Konsili menyerukan pembakaran hidup-hidup kepada individu yang terus melakukan sodomi.
28
1140
– Biarawan Italia Gratinus menyusun karyanya
Concordia discordantium canonum
– di sana, ia berpendapat bahwa sodomi adalah dosa seksual terburuk karena melibatkan penggunaan anggota tubuh dengan cara yang tak wajar.
28
1164
– Biarawan Inggris
Aelred dari Rievaulx
menulis
De spiritali amicita
, memberikan ungkapan mendalam tentang cinta sesama jenis.
1179
Konsili Lateran III
mengeluarkan dekrit untuk melakukan
ekskomunikasi
kepada pelaku sodomi.
Abad ke-13
sunting
sunting sumber
1232
Paus Gregorius IX
memulai
Inkuisisi
di Negara-Kota Italia. Beberapa kota menyerukan pengasingan dan/atau
amputasi
sebagai hukuman bagi pelaku sodomi yang melanggar pertama dan keduakalinya, serta pembakaran hidup-hidup bagi pelanggar ketiga atau bagi
bramacorah
butuh rujukan
1260
– Di
Kerajaan Prancis
, pelaku sodomi pelanggaran pertama dihilangkan testisnya, pelaku pelanggaran kedua dihilangkan anggota tubuhnya, dan pelaku pelanggaran ketiga dibakar hidup-hidup. Perempuan yang yang tertangkap melakukan hubungan sesama jenis juga dapat dimutilasi dan dieksekusi.
28
1265
Thomas Aquinas
berpendapat bahwa sodomi berada di peringkat dua setelah
bestialitas
dalam dosa hawa nafsu.
1283
Coutumes de Beauvaisis
menetapkan bahwa para pelaku sodomi yang dihukum tidak hanya harus dibakar, tetapi harta benda mereka harus disita pula.
Abad ke-14
sunting
sunting sumber
1308–14
Filipus IV dari Perancis
memerintahkan penangkapan seluruh
Kesatria Haikal
atas tuduhan bid'ah, penyembahan berhala, dan sodomi, tetapi tuduhan ini hanyalah dalih untuk merampas kekayaan ordo tersebut. Para pemimpin ordo dijatuhi hukuman mati dan dibakar di tiang pancang pada tanggal 18 Maret 1314 oleh
Notre Dame
1321
Inferno
karya Dante menempatkan pelaku sodomi pada Lingkar Ketujuh.
1347
– Rolandino Roncaglia diadili atas tuduhan sodomi, sebuah peristiwa yang menimbulkan sensasi di Italia. Ia mengaku bahwa ia "tidak pernah berhubungan seksual, baik dengan istrinya maupun perempuan lain, sebab ia tak pernah merasakan nafsu berahi, dan ia juga tidak pernah bisa ereksi dengan alat kelamin jantannya". Setelah istrinya meninggal karena wabah, Rolandino mulai melakukan kerja seks dengan mengenakan pakaian perempuan sebab "ia punya penampilan, suara dan gerak-gerik perempuan
– meski ia tak memiliki kelamin perempuan, tetapi memiliki alat kelamin lelaki dan testis
– banyak orang yang menganggapnya sebagai perempuan karena penampilannya".
81
1351
– Mural kuil Buddha yang menggambarkan hubungan sesama jenis dipesan dan dilukis di
Thailand
82
1357
– Raja Gongmin dari Goryeo, yang dikenal memiliki banyak kekasih lelaki, naik takhta di
Korea
77
1370-an
– Jan van Aersdone dan Willem Case adalah dua lelaki yang dieksekusi di
Antwerp
pada tahun 1370-an. Dakwaan terhadap mereka adalah hubungan sesama jenis yang ilegal dan sangat dicemooh di
Eropa Pertengahan
butuh rujukan
Kasus Aersdone dan Case menonjol sebab catatan nama mereka masih ada hingga kini. Satu pasangan lain yang masih dikenal namanya dari abad ke-14 adalah Giovanni Braganza dan Nicoleto Marmagna dari
Venesia
83
1395
John Rykener
, yang juga dikenal sebagai Johannes Richer dan Eleanor, ialah seorang
pekerja seks
transvestit
yang bekerja terutama di
London
(dekat
Cheapside
), tetapi ia juga aktif di
Oxford
. Ia ditangkap pada tahun 1395 karena
berlintas-busana
dan ia diinterogasi.
Abad ke-15
sunting
sunting sumber
1424
Bernardino dari Siena
berkhotbah selama tiga hari di
Firenze
, Italia, menentang homoseksualitas dan bentuk nafsu birahi lainnya, yang berpuncak pada pembakaran kosmetik, wig, dan segala macam barang untuk mempercantik diri. Ia menyerukan para pelaku
sodomi
untuk diasingkan dari masyarakat, dan khotbah-khotbah ini bersamaan dengan tindakan yang dilakukan oleh pendeta lain pada masa itu memperkuat pendapat yang menentang kaum homoseksual dan mendorong pihak berwenang untuk memperparah tindakan penganiayaan.
83
84
1431
Nezahualcoyotl
Tlatoani
dari
Texcoco
, memberlakukan undang-undang yang mengganjar homoseksualitas dengan hukuman mati dengan cara digantung di Texcoco.
85
86
1432
– Di Firenze, organisasi pertama yang dimaksudkan untuk mengadili pelaku sodomi didirikan, yakni "Night Officials", yang selama 70 tahun berikutnya menangkap 10.000 pria dan anak lelaki, berhasil menghukum 2.000 orang dengan sebagian besar hukuman ialah berupa denda.
1436
Selir Kerajaan Sun
diusir dari istana
Joseon
setelah diketahui bahwa ia telah tidur dengan pembantunya. Keputusan resmi menyatakan bahwa ia diturunkan pangkatnya karena ia telah menerima tamu tanpa seizin suaminya dan memerintahkan pembantunya untuk menyanyikan lagu-lagu pria.
87
1451
Paus Nikolaus V
memberi wewenang kepada Inkuisisi kepausan untuk menganiaya orang-orang yang melakukan sodomi.
1471
1493
– Menurut
Komentar Kerajaan tentang suku Inca
karya
Garcilaso de la Vega
selama masa pemerintahan
Sapa Inca
Topa Inca Yupanqui
atau Túpac Inca Yupanqui, ia mempersekusi kaum homoseksual. Jenderal Yupanqui, Auqui Tatu, membakar hidup-hidup di alun-alun semua orang terlibat sodomi yang bahkan hanya berdasar bukti secara tidak langsung di lembah [H]acari, seraya mengecam akan membakar seluruh kota jika ada yang terlibat dalam sodomi. Di
Chincha
, Yupanqui membakar hidup-hidup manusia dalam jumlah yang besar, merobohkan rumah-rumah mereka dan menebang pohon-pohon yang mereka tanam.
88
1475
– Di
Peru
, sebuah kronik yang ditulis di bawah pemerintahan Capac Yupanqui menggambarkan persekusi terhadap kaum homoseksual dengan pembakaran di depan umum dan peruntuhan rumah-rumah (praktik yang biasanya dilakukan pada suku-suku taklukan).
1476
– Catatan pengadilan Firenze tahun 1476 menunjukan bahwa
Leonardo da Vinci
dan tiga pemuda lain didakwa melakukan
sodomi
dua kali, lalu dibebaskan.
89
1483
Inkuisisi Spanyol
bermula. Pelaku sodomi dirajam, dikebiri, dan dibakar. Antara tahun 1540 dan 1700, lebih dari 1.600 orang dituntut atas tuduhan sodomi.
28
1492
Desiderius Erasmus
menulis serangkaian surat cinta kepada sesama biarawan saat ia berada di sebuah biara di Steyn, Belanda.
90
1497
– Di Spanyol,
Raja Aragon
Ferrando II
dan
Ratu Kastilia
León
Isabel
memperkuat hukum sodomi yang selama itu hanya berlaku di kota-kota. Tingkat keparahan kejahatan ditingkatkan, sehingga setara dengan pengkhianatan ataupun bid'ah, dan jumlah bukti yang diperlukan untuk pemidanaan pun dikurangi, dengan penyiksaan yang diizinkan untuk memperoleh pengakuan. Harta milik terdakwa juga disita.
Abad ke-15
– abad ke-16
sunting
sunting sumber
1493
1525
– Menurut
Komentar Kerajaan tentang suku Inca
karya
Garcilaso de la Vega
, dalam masa pemerintahannya, Sapa Inca
Huayna Capac
hanya "meminta" penduduk
Tumbez
untuk menghentikan sodomi dan tidak mengambil tindakan apapun pada suku Matna yang "melakukan sodomi secara lebih terang-terangan dan tanpa malu-malu dibandingkan suku-suku lain."
91
Abad ke-16
sunting
sunting sumber
1502
– Sebuah tuduhan diajukan kepada seniman Italia
Sandro Botticelli
atas dasar sodomi.
92
1505
1521
Kaisar Zhengde
dari
Dinasti Ming
menjalin hubungan sesama jenis dengan pemimpin Muslim Sayyid Husain dari
Hami
, meski tak ada bukti yang mendukung klaim ini dari sumber Tiongkok.
93
94
1512
– Pemberontakan Compagnacci di Firenze.
95
1513
Vasco Núñez de Balboa
, seorang
onquistador
di Panama modern digambarkan pernah melemparkan empat-puluh orang
penduduk asli Amerika
yang homoseksual ke anjing-anjingnya.
96
1519
Ferdinand Magellan
menjatuhkan hukuman mati pada krunya sendiri saat mereka tiba di Rio de Janeiro, setelah ia menganggap mereka memiliki hubungan homoseksual.
97
1523
– Tuduhan yang pertama dari beberapa tuduhan sodomi diajukan kepada seniman Firenze
Benvenuto Cellini
98
1526
– Pendiri dan kaisar pertama dari
Kekaisaran Mughal
, Kaisar
Babur
, menjalin hubungan asmara jangka panjang dengan kekasih lelakinya
Baburi Andijani
, yang telah dewasa saat Kaisar Babur mendirikan dinastinya.
99
1532
Kekaisaran Romawi Suci
menetapkan sodomi dapat diganjar hukuman mati.
28
1532
– Seniman Firenze
Michelangelo
mulai menulis lebih dari 300 surat cinta yang ia dedikasikan untuk
Tommaso dei Cavalieri
100
1533
– Raja
Henry VIII
meloloskan
Buggery Acts 1533
yang menetapkan bahwa hubungan seks anal dapat diganjar dengan hukuman mati di Inggris.
101
1542
– Alvar Nuñez Cabeza de Vaca mendokumentasikan pernikahan sesama jenis serta lelaki "yang berpakaian seperti perempuan dan melakukan tugas perempuan, tetapi ia menggunakan busur dan mengangkut beban berat" di antara suku Asli Amerika dalam publikasinya,
The Journey of Alvar Nuñez Cabeza de Vaca and His Companions from Florida to the Pacific 1528–1536
1543
– Henry VIII memberi persetujuan kerajaan terhadap
Hukum dalam Undang-Undang Wales 1542
, yang memperluas hukum sodomi ke Wales.
1553
Mary Tudor
naik takhta Inggris dan menghapus semua hukum yang telah disahkan oleh Henry VIII selama
Reformasi Inggris
tahun 1530-an.
1558–1563
Elizabeth I
memberlakukan kembali hukum lama Henry VIII, termasuk
Buggery Acts 1533
1561
– proses Wojciech z Poznania, yang menikahi Sebastian Słodownik, dan tinggal bersamanya selama dua tahun di
Poznań
. Keduanya sudah punya pasangan perempuan. Sepulangnya ke
Kraków
, ia lantas menikahi Wawrzyniec Włoszek. Wojciech sendiri, yang dianggap sebagai perempuan oleh masyarakat, dibakar hidup-hidup karena 'kejahatan terhadap hukum alam'.
102
1590
Kodeks Boxer
mencatat
perkawinan sejenis
sebagai hal yang lumrah di
Filipina
pada era pra-kolonial.
103
Abad ke-17
sunting
sunting sumber
Abad ke-17
– Hu Tianbao dari
Fujian
dieksekusi mati oleh pemerintah Tiongkok. Masyarakat Fujian kemudian menjadikannya sebagai dewa cinta homoseksual. Mereka juga membangun kuil untuk menghormatinya dan memanggilnya
Tu'er Shen
104
1608
– Hukum sekuler pertama di
Swedia
yang melarang sodomi pria diperkenalkan oleh
Karl IX
105
Hukuman yang diberlakukan ialah hukuman mati.
106
107
1610
Koloni Virginia
memberlakukan perintah militer yang mengkriminalisasi sodomi lelaki, hingga menjadikannya dapat dihukum mati.
108
Perintah ini berakhir pada tahun yang sama, kala darurat militer diakhiri setelah perubahan kendali atas Koloni Virginia.
108
1620
Brandenburg-Prusia
mengkriminalisasi sodomi, menjadikan tindakan tersebut dapat dihukum mati.
28
1624
Richard Cornish
dari
Koloni Virginia
diadili dan digantung karena sodomi.
109
1648
– Tuntutan pertama yang berkenaan dengan hubungan lesbian di Amerika Utara terjadi pada Maret saat
Sarah White Norman
didakwa atas "Perilaku cabul satu sama lain di atas ranjang" dengan
Mary Vincent Hammon
di
Plymouth, Massachusetts
. Hammon berusia di bawah 16 tahun dan tidak dituntut.
110
1648
– Dalam persidangan pidana pertama untuk kejahatan homoseksualitas, seorang penabuh drum militer gay yang ditugaskan pada
garnisun
Perancis di
Ville-Marie
Perancis Baru
dijatuhi hukuman mati oleh para pendeta
Sulpis
setempat.
111
Setelah adanya campur tangan dari para
Yesuit
di
Kota Quebec
, nyawa penabuh drum tersebut diampuni dengan syarat ia menerima posisi sebagai
algojo
permanen pertama di Perancis Baru.
111
1655
Koloni Connecticut
meloloskan undang-undang yang menentang sodomi, yang mencakup pula hukuman bagi hubungan seksual lesbian.
112
1661
Koloni Virginia
memberlakukan
hukum umum
Inggris
. Dengan demikian, sodomi antarlelaki dikriminalisasi kembali.
108
1672
Kehidupan dan Perjuangan Ibu Kami Wälättä P̣eṭros
(1672) merupakan referensi pertama homoseksualitas antara biarawati dalam
Literatur Etiopia
113
114
1683
Kerajaan Denmark
mengkriminalisasi "hubungan melawan alam" yang dapat diganjar hukuman mati.
115
1688
1704
– Kagemachaya(
ja
: 陰間茶屋) yang merupakan bar gay – pertama kali dibuka di Jepang.
116
Abad ke-18
sunting
sunting sumber
1721
Catharina Margaretha Linck
dieksekusi mati karena sodomi perempuan di Jerman.
1726
Molly house
milik
Bunda Clap
di
London
digrebek polisi, mengakibatkan tiga lelaki dieksekusi mati.
117
1730
– Di Belanda,
pengadilan sodomi Utrecht
dimulai, mengakibatkan eksekusi mati ratusan lelaki dan ratusan lainnya dikucilkan.
1740
Kaisar Kangxi
dari
Dinasti Qing
meloloskan legislasi pertama yang mengkriminalisasi seks homoseksual konsensual nonprofit dalam sejarah Tiongkok.
118
144
1781
Jens Andersson dari Norway
ditunjuk
sebagai perempuan saat lahir tetapi mengidentifikasi diri sebagai lelaki
– dipenjara dan diadili setelah menikah dengan Anne Kristine Mortensdotter di sebuah
gereja Lutheran
. Saat lelaki itu ditanyai mengenai gendernya, ia menjawab "Hand troer at kunde henhøre til begge Deele" ("Ia (lelaki) percaya bahwa dirinya termasuk keduanya").
119
1785
– Pangeran Kraison dari
Thailand
menjadi anggota
dinasti Chakri
pertama yang secara terbuka mengakui bahwa dirinya
kwir
sejak kenaikan takhta dinasti tersebut di bawah penguasa pertamanya,
Rama I
, yang merupakan ayah dari Pangeran Kraison. Ia menjalin hubunngan cinta dengan aktor teater Khun Thong dan Yaem.
120
1785
Jeremy Bentham
adalah salah satu orang pertama yang memperjuangkan dekriminalisasi sodomi di Inggris.
28
1786
– Raja
Frederick Agung
dari Prusia meninggal.
121
(Lihat pula:
Seksualitas Frederick Agung
1791
Kerajaan Prancis
Andorra
dan
Haiti
) mengadopsi
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Prancis 1791
yang tidak lagi mengkriminalisasi sodomi. Dengan demikian, Perancis menjadi negara Eropa Barat pertama yang mendekriminalisasi tindakan homoseksual konsensual antar-lelaki dewasa.
122
1791
– Novel
Impian di Bilik Merah
karya Cao Xueqin diterbitkan di Tiongkok. Kisah ini mencakup karakter biseksual yang
open
dan kisah
perundungan gay
123
1793
Monako
mendekriminalisasi sodomi.
1794
Kerajaan Prusia
menghapus hukuman mati untuk sodomi.
28
1794
Luksemburg
mendekriminalisasi sodomi.
1795
Belgia
mendekriminalisasi sodomi.
Abad ke-19
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Hak LGBT di abad ke-19
Abad ke-20
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Garis waktu sejarah LGBT, abad ke-20
Milenium ke-3
sunting
sunting sumber
Abad ke-21
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Garis waktu sejarah LGBT, abad ke-21
Lihat pula
sunting
sunting sumber
Portal Sejarah
Portal LGBT
Garis waktu pernikahan sesama jenis
Garis waktu sejarah LGBT di Indonesia
Homoseksualitas di Indonesia
Interseks dalam sejarah
Sejarah biseksualitas
Sejarah LGBT
Sejarah lesbianisme
Sejarah persatuan sesama jenis
Sejarah transgender
Catatan Kaki
sunting
sunting sumber
Mussi, Margherita (31 October 2001).
Earliest Italy: An Overview of the Italian Paleolithic and Mesolithic
. Kluwer Academic. hlm.
343–
344.
ISBN
978-0-306-46463-8
Schott, Landon (2016). "In the Beginning: Sexual History".
Gay Awareness: Discovering the Heart of the Father and the Mind of Christ On Sexuality
. Austin, Texas: Famous Publishing.
ISBN
978-1942306481
Talalay, Lauren E. (2005). "The Gendered Sea: Iconography, Gender, and Mediterranean Prehistory".
The Archaeology of Mediterranean Prehistory
. Blackwell. hlm.
130–
148, especially p. 136.
ISBN
978-0-631-23267-4
"Grave of stone age transsexual excavated in Prague"
Archeology News Network
. Czech Positions. 5 April 2011. Diarsipkan dari
asli
tanggal 4 February 2014.
Greenberg, David F. (2008).
The Construction of Homosexuality
. University of Chicago Press.
ISBN
978-0-226-21981-3
Parkinson, R.B. (1995). "
'Homosexual' Desire and Middle Kingdom Literature".
Journal of Egyptian Archaeology
81
57–
76.
doi
10.2307/3821808
JSTOR
3821808
Montserrat, Dominic
(2000).
Akhenaten: History, Fantasy and Ancient Egypt
. Routledge.
ISBN
978-1-134-69034-3
When writing about homosexuality, Meskell calls it "Another well documented example"
Meskell, Lynn
(1999).
Archaeologies of Social Life: Age, Sex, Class Etcetra in Ancient Egypt
. Wiley-Blackwell. hlm.
95.
ISBN
978-0-631-21298-0
More details at
PDF
The Construction of Homosexuality - Free Download PDF"
pdfsecret.com
Homoeroticism in the Biblical World: A Historical Perspective, by Martti Nissinen, Fortress Press, 2004,
p.
24–28
Halsall, Paul.
"The Code of the Assura"
Internet History Sourcebooks Project
Fordham University
. Diarsipkan dari
asli
tanggal 11 September 2015
. Diakses tanggal
16 November
2015
"Internet History Sourcebooks"
Wilhelm, Amara Das (18 May 2010).
Tritiya-Prakriti: People of the Third Sex
. Xlibris Corporation.
ISBN
9781453503164
Pritchard 1969
, hlm.
181.
"Homosexuality in the Ancient Near East, beyond Egypt by Bruce Gerig in the Ancient Near East, beyond Egypt"
epistle.us
Rose, Jenny (2014). "Appendix 1".
Zoroastrianism: An Introduction
(dalam bahasa Inggris). I.B.Tauris.
ISBN
9780857735485
Boyce, Mary (2001).
Zoroastrians: Their Religious Beliefs and Practices
(dalam bahasa Inggris). Psychology Press. hlm.
40.
ISBN
9780415239028
"Vendidad: Fargard 8"
Section V (32) Unlawful lusts.
Avesta
Wilhelm, Amara Das (8 May 2014).
"A Timeline of Gay World History"
galva108
. Gay & Lesbian Vaishnava Association. Diarsipkan dari
asli
tanggal 25 February 2017.
Kenneth Dover
Greek Homosexuality
(Harvard University Press, 1978, 1898), pp. 205–7
Boswell, John (1994).
Same-Sex Unions in Pre-Modern Europe.
New York: Vintage Books
Dynes, Wayne R. (22 March 2016).
"Search: 'Holiness Code of Leviticus'
Encyclopedia of Homosexuality
. Vol.
II. Routledge.
ISBN
9781317368120
via Google Books.
Herodotus (15 May 2010).
The History
. University of Chicago Press.
ISBN
9780226327754
via Google Books.
Plato.
Symposium
. Diterjemahkan oleh Benjamin Jowett. 189c
. Diakses tanggal
18 September
2011
via Internet Classics Archive.
Plato.
Symposium
. Diterjemahkan oleh Benjamin Jowett. 201d
. Diakses tanggal
18 September
2011
via Internet Classics Archive.
Plato.
Symposium
. Diterjemahkan oleh Benjamin Jowett. 214e
. Diakses tanggal
18 September
2011
via Internet Classics Archive.
10
11
12
13
Fone, Byrne R. S. (2000).
Homophobia: a history
. New York:
Metropolitan Books
ISBN
0-8050-4559-7
Joseph Roisman,
Ancient Greece from Homer to Alexandria
, Blackwell, 2011
"Alexander the Great and Hephaestion: Censorship and Bisexual Erasure in Post-Macedonian Society"
(PDF)
. Diarsipkan dari
asli
(PDF)
tanggal 2022-01-20.
Haggerty, George E. (2000).
Gay histories and cultures: an encyclopedia
. Taylor & Francis. hlm.
418.
ISBN
978-0-8153-1880-4
Thomas A.J. McGinn,
Prostitution, Sexuality and the Law in Ancient Rome
(Oxford University Press, 1998), pp. 140–141.
Amy Richlin
The Garden of Priapus: Sexuality and Aggression in Roman Humor
(Oxford University Press, 1983, 1992), pp. 86, 224.
John Boswell,
Christianity, Social Tolerance, and Homosexuality: Gay People in Western Europe from the Beginning of the Christian Era to the Fourteenth Century
(University of Chicago Press, 1980), pp. 63, 67–68.
Craig Williams,
Roman Homosexuality: Ideologies of Masculinity in Classical Antiquity
(Oxford University Press, 1999), p. 116.
Ben Nusbaum, "Some Myths and Anomalies in the Study of Roman Sexuality," in
Same-Sex Desire and Love in Greco-Roman Antiquity and in the Classical Tradition
(Haworth Press, 2005), p. 231.
Cantarella, Eva
(20 October 2017).
Bisexuality in the Ancient World
. Yale University Press.
ISBN
978-0300093025
via Google Books.
Digest
48.6.3.4 and 48.6.5.2.
Richlin, "Not before Homosexuality," pp. 562–563.
perlu rujukan lengkap
See also
Digest
48.5.35 [34] on legal definitions of rape that included boys.
Richlin, "Not before Homosexuality," pp. 558–561.
perlu rujukan lengkap
Suetonius,
Augustus
68
71
Myers, JoAnne (19 September 2013).
Historical Dictionary of the Lesbian and Gay Liberation Movements
. Scarecrow Press.
ISBN
9780810874688
via Google Books.
Hinsch, Bret. (1990). Passions of the Cut Sleeve. University of California Press.
Denny, Dallas (2013-05-13).
Current Concepts in Transgender Identity
(dalam bahasa Inggris). Routledge. hlm.
4–
5.
ISBN
978-1-134-82110-5
Chrystal, Paul (2015-10-15).
In Bed with the Romans
(dalam bahasa Inggris).
Amberley Publishing
ISBN
978-1-4456-4352-6
Younger, John (7 October 2004).
Sex in the Ancient World from A to Z
. Routledge. hlm.
165.
ISBN
9781134547029
via Google Books.
Ornamentis
Augustarum
Suetonius
Life of Nero
28–29
, discussed by Craig A. Williams,
Roman Homosexuality
(Oxford University Press, 1999), p. pp. 284, 400, 424.
Dio Cassius
, Epitome of Book 68.6.4; 68.21.2–6.21.3
For the spelling
, see Hans-Werner Goetz, Jörg Jarnut, Walter Pohl (eds.),
Regna and Gentes: The Relationship Between Late Antique and Early ...
(2003,
ISBN
9004125248
), page 62.
"Homosexuality and the Weerdinge Bog Men"
www.connellodonovan.com
. Diarsipkan dari
asli
tanggal 27 October 2016.
"Internet History Sourcebooks Project"
sourcebooks.fordham.edu
. Diarsipkan dari
asli
tanggal 19 October 2016.
Younger, John (7 October 2004).
Sex in the Ancient World from A to Z
. Routledge. hlm.
93.
ISBN
9781134547029
via Google Books.
Prioreschi, Plinio (20 October 1996).
A History of Medicine: Roman medicine
. Horatius Press.
ISBN
9781888456035
via Google Books.
Augustan History
, Life of Elagabalus
10
Varner, Eric (2008). "Transcending Gender: Assimilation, Identity, and Roman Imperial Portraits".
Memoirs of the American Academy in Rome. Supplementary Volume
. Ann Arbor, Michigan: University of Michigan Press:
200–
201.
ISSN
1940-0977
JSTOR
40379354
OCLC
263448435
Elagabalus is also alleged to have appeared as Venus and to have depilated his entire body. ... Dio recounts an exchange between Elagabalus and the well-endowed Aurelius Zoticus: when Zoticus addressed the emperor as 'my lord,' Elagabalus responded, 'Don't call me lord, I am a lady.' Dio concludes his anecdote by having Elagabalus asking his physicians to give him the equivalent of a woman's vagina by means of a surgical incision.
Tess de'Carlo (2018)
Trans History
. Lulu.com.
ISBN
978-1-387-84635-1
, p. 32.
rujukan terbitan sendiri
Godbout, Louis (2004).
"Elagabalus"
(PDF)
GLBTQ: An Encyclopedia of Gay, Lesbian, Bisexual, Transgender, and Queer Culture
. Chicago: glbtq, Inc
. Diakses tanggal
6 August
2007
Benjamin, Harry; Green, Richard (1966).
The Transsexual Phenomenon, Appendix C: Transsexualism: Mythological, Historical, and Cross-Cultural Aspects
. New York: The Julian Press, Inc. Diarsipkan dari
asli
tanggal 2007-07-17
. Diakses tanggal
3 August
2007
"A History of Homophobia: 3 The Later Roman Empire & The Early Middle Eages"
rictornorton.co.uk
. Diarsipkan dari
asli
tanggal 21 January 2017.
rujukan terbitan sendiri
Hirschfeld, Magnus (20 October 2017).
The Homosexuality of Men and Women
Prometheus Books
ISBN
9781615926985
via Google Books.
MEĐU NAMA 2014
, hlm.
28-29.
"Internet History Sourcebooks"
sourcebooks.fordham.edu
. Diarsipkan dari
asli
tanggal 19 October 2016.
DiMaio,
Constans I (337–350 A.D.)
Canduci
, hlm.
131.
"The Historic Origins of Church Condemnation of Homosexuality"
. Well.com
. Diakses tanggal
2018-06-12
Theodosian Code
9.7.3: "When a man marries and is about to offer himself to men in womanly fashion (quum vir nubit in feminam viris porrecturam), what does he wish, when sex has lost all its significance; when the crime is one which it is not profitable to know; when Venus is changed to another form; when love is sought and not found? We order the statutes to arise, the laws to be armed with an avenging sword, that those infamous persons who are now, or who hereafter may be, guilty may be subjected to exquisite punishment."
"People with a History: Lesbian, Gay, Bisexual, and Trans* History Sourcebook — Justinian I: Novel 77 (538) and Novel 141 (544 CE)"
Internet History Sourcebooks Project
Fordham University
"LacusCurtius • Ammianus Marcellinus — Book XXIII"
penelope.uchicago.edu
"LacusCurtius • Ammianus Marcellinus — Book XXXI"
penelope.uchicago.edu
Theodosian Code
9.7.6: "All persons who have the shameful custom of condemning a man's body, acting the part of a woman's to the sufferance of alien sex (for they appear not to be different from women), shall expiate a crime of this kind in avenging flames in the sight of the people."
Dynes, Wayne R. (22 March 2016).
"Search: 'Visigothic 506'
Encyclopedia of Homosexuality
. Vol.
II. Routledge.
ISBN
9781317368120
via Google Books.
"Corpus Iuris Civilis: The Digest and Codex: Marriage Laws"
(PDF)
Laura Swan,
The Forgotten Desert Mothers
(2001,
ISBN
0809140160
), pages 72–73
Dale Albert Johnson,
Corpus Syriacum Johnsoni I
(2015,
ISBN
1312855347
), page 344-8
Conner, Randy P.; Sparks, David Hatfield; Sparks, Mariya; Anzaldúa, Gloria (1997),
Cassell's Encyclopedia of Queer Myth, Symbol, and Spirit: Gay, Lesbian, Bisexual, and Transgender Lore
, Cassell, hlm.
57,
ISBN
0-304-33760-9
Visigothic Code 3.5.5, 3.5.6
"The doctrine of the orthodox faith requires us to place our censure upon vicious practices, and to restrain those who are addicted to carnal offences. For we counsel well for the benefit of our people and our country, when we take measures to utterly extirpate the crimes of wicked men, and put an end to the evil deeds of vice. For this reason we shall attempt to abolish the horrible crime of sodomy, which is as contrary to Divine precept as it is to chastity. And although the authority of the
Holy Scriptures
, and the censure of earthly laws, alike, prohibit offences of this kind, it is nevertheless necessary to condemn them by a new decree; lest if timely correction be deferred, still greater vices may arise. Therefore, we establish by this law, that if any man whosoever, of any age, or race, whether he belongs to the clergy, or to the laity, should be convicted, by competent evidence, of the commission of the crime of
sodomy
, he shall, by order of the king, or of any judge, not only suffer
emasculation
, but also the penalty prescribed by
ecclesiastical
decree for such offences, and promulgated in the third year of our reign."
"SGS – Europe and homosexuality"
"Burned for Sodomy"
Queer Saints and Martyrs
. 9 October 2012. Diarsipkan dari
asli
tanggal 13 March 2016.
David Bromell. Who's Who in Gay and Lesbian History, London, 2000 (Ed. Wotherspoon and Aldrich)
Hyung-Ki Choi; et
al.
"South Korea (Taehan Min'guk)"
International Encyclopedia of Sexuality
Continuum Publishing Company
. Diarsipkan dari
asli
tanggal 2007-01-10
. Diakses tanggal
2007-01-01
PETRI DAMIANI Liber gomorrhianus, ad Leonem IX Rom. Pon. in Patrologiae Cursus completus...accurante J.P., MIGNE, series secunda, tomus CXLV, col. 161; CANOSA, Romano, Storia di una grande paura La sodomia a Firenze e a Venezia nel quattrocento, Feltrinelli, Milano 1991, pp.13–14
M.J.A. (27 February 2011).
"El primer matrimonio homosexual de Galicia se ofició en 1061 en Rairiz de Veiga"
The first homosexual marriage in Galicia was held in 1061 in Rairiz de Veiga
FarodeVigo
(dalam bahasa Spanyol)
. Diakses tanggal
27 February
2011
Opera Omnia
Diarsipkan
22 October 2007 di
Wayback Machine
"storia completa qui"
. Diarsipkan dari
asli
tanggal 11 May 2015
. Diakses tanggal
6 October
2014
Osthananda, Kamori (June 29, 2021).
"Thai LGBTQ+ history through the looking glass: religious freedom and LGBTQ+ rights in Thailand"
. Thai Enquirer
. Diakses tanggal
19 August
2023
Crompton, Louis (2003).
Homosexuality and Civilization
. Cambridge & London: Belknap Press of Harvard University Press.
For more documented detail about Bernardino's lengthy campaign against homosexuality, see
Franco Mormando (1999). "Chapter 3: Even The Devil Flees in Horror at the Sight of This Sin: Sodomy and Sodomites".
The Preacher's Demons: Bernardino of Siena and the Social Underworld of Early Renaissance Italy
. Chicago: University of Chicago Press.
Lee, Jongsoo (2008).
The Allure of Nezahualcoyotl: Pre-Hispanic History, Religion, and Nahua Poetics
. UNM Press.
ISBN
978-0826343376
"Nezahualcoyotl's Law Code (1431)"
Duhaime.org
. Diarsipkan dari
asli
tanggal 27 February 2017.
世宗實錄
Veritable Records of Sejong
. Vol.
75. 1454.
Dynes, Wayne R. (22 March 2016).
Encyclopedia of Homosexuality
. Vol.
I. Routledge.
ISBN
9781317368151
via Google Books.
halaman
dibutuhkan
della Chiesa, Angela Ottino (1967).
The Complete Paintings of Leonardo da Vinci
. hlm.
83.
Diarmaid MacCulloch (2003). Reformation: A History. pg. 95. MacCulloch says "he fell in love" and further adds in a footnote "There has been much modern embarrassment and obfuscation on Erasmus and Rogerus, but see the sensible comment in J. Huizinga, Erasmus of Rotterdam (London, 1952), pp. 11–12, and from Geoffrey Nutuall, Journal of Ecclesiastical History 26 (1975), 403"
Dynes, Wayne R. (22 March 2016).
Encyclopedia of Homosexuality
. Vol.
I. Routledge.
ISBN
9781317368151
via Google Books.
halaman
dibutuhkan
Michael Rocke,
Forbidden Friendships: Homosexuality and Male culture in Renaissance Florence
, Oxford University Press, 1996
Bret Hinsch (1992).
Passions of the cut sleeve: the male homosexual tradition in China
. University of California Press. hlm.
142.
ISBN
0-520-07869-1
. Diakses tanggal
November 28,
2010
Société française des seiziémistes (1997).
Nouvelle revue du XVIe siècle, Volumes 15–16
. Droz. hlm.
14
. Diakses tanggal
November 28,
2010
Michael Rocke,
Forbidden Friendships: Homosexuality and Male culture in Renaissance Florence
, Oxford University Press, 1996, 228-229.
Alfonso G. Jiménez de Sandi Valle, Luis Alberto de la Garza Becerra and Napoleón Glockner Corte. LGBT Pride Parade in Mexico City. National Autonomous University of Mexico (UNAM), 2009. 25 p.
Fernández-Armesto, Felipe (2022). Straits: Beyond the Myth of Magellan. Bloomsbury Publishing.
I. Arnaldi, La vita violenta di Benvenuto Cellini, Bari, 1986
Babur, Emperor of Hindustan (2002).
The Baburnama: Memoirs of Babur, Prince and Emperor
. translated, edited and annotated by W. M. Thackston. Modern Library. hlm.
89.
ISBN
0-375-76137-3
Michelangelo Buonarroti; Symonds, John Addington (1904).
Sonnets. now for the first time translated into rhymed English
. London: Smith, Elder, & Co.
R v Jacobs
(1817) Russ & Ry 331 confirmed that buggery related only to intercourse
per anum
by a man with a man or woman or intercourse
per anum
or
per vaginum
by either
a man or a woman with an animal
. Other forms of "unnatural intercourse" may amount to
indecent assault
or
gross indecency
, but do not constitute buggery. See generally, Smith & Hogan,
Criminal Law
(10th ed),
ISBN
0-406-94801-1
Lewandowski, Piotr (2014).
Grzech sodomii w przestrzeni politycznej, prawnej i społecznej Polski nowożytnej
. e-bookowo.
ISBN
9788378594239
Donoso, et al. (2021). Boxer Codex: A Modern Spanish Transcription and English Translation of 16th-Century Exploration Accounts of East and Southeast Asia and the Pacific. Academica Filipina+.
Szonyi, Michael (June 1998). "The Cult of Hu Tianbao and the Eighteenth-Century Discourse of Homosexuality". Late Imperial China. 19 (1): 1–25.
Malcolm, Noel (2024).
Forbidden Desire in Early Modern Europe: Male-male Sexual Relations, 1400-1750
(dalam bahasa Inggris). Oxford University Press. hlm.
244.
ISBN
978-0-19-888633-4
Roelens, Jonas (2024-02-06).
Citizens and Sodomites: Persecution and Perception of Sodomy in the Southern Low Countries (1400–1700)
(dalam bahasa Inggris). BRILL. hlm.
37.
ISBN
978-90-04-68617-5
Leofstreom, Jan (2014-02-04).
Scandinavian Homosexualities: Essays on Gay and Lesbian Studies
(dalam bahasa Inggris). Routledge. hlm.
16.
ISBN
978-1-317-95757-7
"The History of Sodomy Laws in the United States – Virginia"
Godbeer, Richard (2002).
Sexual revolution in early America
. Baltimore: Johns Hopkins University Press.
ISBN
0-8018-6800-9
p.123
Borris, Kenneth (2004).
Same-sex desire in the English Renaissance: a sourcebook of texts, 1470–1650
. New York: Routledge.
ISBN
0-8153-3626-8
p.113
"Looking back at Quebec queer life since the 17th century"
Diarsipkan
14 December 2014 di
Wayback Machine
Xtra!
, 15 December 2009.
Foster, Thomas (2007). Long Before Stonewall: Histories of Same-Sex Sexuality in Early America. New York University Press.
"UNPO: Ethiopia: Sexual Minorities Under Threat"
unpo.org
. 2 November 2009.
Diarsipkan
dari versi aslinya tanggal 9 May 2021
. Diakses tanggal
2021-05-09
Belcher, Wendy Laura (2016).
"Same-Sex Intimacies in the Early African Text Gädlä Wälättä P̣eṭros (1672): Queer Reading an Ethiopian Woman Saint"
Research in African Literatures
47
(2):
20–
45.
doi
10.2979/reseafrilite.47.2.03
ISSN
0034-5210
JSTOR
10.2979/reseafrilite.47.2.03
S2CID
148427759
"DENMARK, PIONEER IN RIGHTS FOR THE LGBT"
Denmark Today
. 4 December 2014. Diarsipkan dari
asli
tanggal 9 February 2016.
オトコノコのためのボーイフレンド (1986)
Norton, Rictor (5 February 2005).
"The Raid of Mother Clap's Molly House"
. Diakses tanggal
12 February
2010
Hinsch, Bret (1990).
Passions of the cut sleeve: the male homosexual tradition in China
. Internet Archive. Berkeley
: University of California Press.
ISBN
978-0-520-06720-2
Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (
link
"Et besynderligt givtermaal mellem tvende fruentimmer"
Skeivt arkiv
. 2014-12-16
. Diakses tanggal
2021-09-07
"การเล่นสวาท (ผู้ชายกับผู้ชาย) บังเกิดขึ้นในรั่ววัง"
Postjung.com
. October 2013
. Diakses tanggal
2017-11-08
Das Gupta, Oliver (23 January 2012).
"Der Schwule Fritz"
The Gay Fritz
Süddeutsche Zeitung
(dalam bahasa Jerman). Diarsipkan dari
asli
tanggal 17 February 2021.
Gunther, Scott (2009).
"The Elastic Closet: A History of Homosexuality in France, 1942–present"
Diarsipkan
3 June 2013 di
Wayback Machine
Book about the history of homosexual movements in France (sample chapter available online). Palgrave-Macmillan, 2009.
ISBN
0-230-22105-X
Jan Wong's China: Reports From A Not-So-Foreign Correspondent, Jan Wong. Doubleday Canada, 2011.
Sumber
sunting
sunting sumber
Sabo, Adriana; Vuletić, Aleksandra; Stolić, Ana; Burmaz, Branko; Zec, Dejan; Duišin, Dragana; Stojanović, Dragana; Đurić, Dubravka; Maljković, Dušan; Erdei, Ildiko; Barišić, Jasmina; Petrović, Jelena; Višnjić, Jelena; Blagojević, Jelisaveta; Lončarević, Katarina; Radulović, Lidija; Kapetanović, Milorad; Jovanović, Nebojša; Savić, Nebojša; Knežević, Nenad; Dimitrijević, Olga; Dimitrov, Slavčo; Gočanin, Sonja; Bojanin, Stanoje; Kalinić, Tanja; Bjeličić, Vladimir; Jovanović, Vladimir; Ivanović, Zorica (2014). Blagojević, Jelisaveta; Dimitrijević, Olga; Stolić, Ana; Đurić, Dubravka; Lončarević, Katarina; Ivanović, Zorica; Radmanović, Mane; Popović, Tatjana; Savanović, Aleksandra; Knežević, Nenad (ed.).
MEĐU NAMA: Neispričane priče gej i lezbejskih života -
zbornik tekstova
BETWEEN US: Untold stories of gay and lesbian lives
(dalam bahasa Kroasia). Belgrade: Hartefakt Fond.
ISBN
978-86-914281-4-3
. Diakses tanggal
26 July
2023
Pritchard, James B., ed. (1969). "The Middle Assyrian Laws".
Ancient Near Eastern Texts relating to the Old Testament
. Diterjemahkan oleh Theophile J. Meek (Edisi 3rd). Princeton University Press. hlm.
180–
188.
ISBN
0-691-03503-2
Bacaan lanjutan
sunting
sunting sumber
Archer, Bert (2004).
The End of Gay: And the Death of Heterosexuality
. Thunder's Mouth Press.
ISBN
1-56025-611-7
Bullough, Vern L. (2002).
Before Stonewall: Activists for Gay and Lesbian Rights in Historical Context
. New York, Harrington Park Press, an imprint of The Haworth Press.
ISBN
1-56023-193-9
Burleson, William E. (2005).
Bi America: Myths, Truths, and Struggles of an Invisible Community
. United Kingdom, Routledge.
ISBN
978-1560234791
Chauncey, George (1995).
Gay New York: Gender, Urban Culture, and the Making of the Gay Male World, 1890–1940
(Edisi Reprint).
Basic Books
ISBN
0-465-02621-4
Dapin, Mark, "If at first you don't secede...", The Sydney Morning Herald – Good Weekend, 12 February 2005, pp 47–50
Fone, Byrne R. S. (2000).
Homophobia: A History
. New York:
Metropolitan Books
ISBN
0-8050-4559-7
Gallo, Marcia M. (2007)
Different Daughters: A History of the Daughters of Bilitis and the Rise of the Lesbian Rights Movement.
California: Seal Press.
ISBN
1580052525
Hogan, Steve and Lee Hudson (1998).
Completely Queer: The Gay and Lesbian Encyclopedia
. New York, Henry Holt and Company.
ISBN
0-8050-3629-6
Lattas, Judy, "Queer Sovereignty: the Gay & Lesbian Kingdom of the Coral Sea Islands", Cosmopolitan Civil Societies journal, UTS September 2009
Miller, Neil (1995).
Out of the Past: Gay and Lesbian History from 1869 to the Present
. New York, Vintage Books.
ISBN
0-09-957691-0
Percy III, William Armstrong (1996).
Pederasty and pedagogy in archaic Greece
University of Illinois Press
ISBN
0-252-02209-2
Stryker, Susan
(2008).
Transgender History
. New York, Seal Press.
ISBN
978-1-58005-224-5
Pranala luar
sunting
sunting sumber
Chronicle of gay history
History of Gay Rights
LGBT History Timeline
Our Story (Another Timeline)
Lesbian
gay
biseksual
, dan
transgender
LGBT
Bidang akademik
Diskusi
Pendidikan dan komunitas LGBT
Studi gender
Linguistik LGBT
Feminisme lesbian
Sastra LGBT
Studi LGBT/Queer
Teori queer
Transfeminisme
Komunitas
Budaya
Lagu kebangsaan
Bar
Komunitas biseksual
Melela
Pusat komunitas
Raja drag
Ratu drag
Ramah gay
Ikon
Utopia lesbian
Literatur
Musik
Pemukiman
Organisasi
Media
Kebanggaan
Pawai kebanggaan
Kelompok keagamaan
Asosiasi rodeo
Hubungan sesama jenis
Slang
Daftar istilah slang
Slogan
Olahraga
Simbol
Pariwisata
Kategori:Budaya LGBT
Identitas gender
Identitas seksual
Keanekaragaman seksual
Identitas gender
Laki-laki
Perempuan
Androgini
Bigender
Boi
Cisgender
Gender bender
Genderqueer
Gender netral
Pangender
Pria trans
Transgender
Transseksual
Wanita trans
Womyn
Seks ketiga
Gender ketiga
Akava'ine
Androgynos
Bakla
Bissu
Burrnesha
Dua-jiwa
Fa'afafine
Fakaleiti
Femminielli
Hijra
Kathoey
Khanits
Köçek
Māhū
Maknyah
Mukhannatsun
Muxe
Orang kasim
Takatāpui
Tomboy
Travesti
Tumtum
Winkte
Identitas orientasi seksual
Orientasi seksual
Aseksual
Biseksual
Heteroseksual
Homoseksual
Non-biner
Ambifilia, Androfilia, Ginefilia
Dua-jiwa
Gender ketiga
Panseksualitas
Poliseksualitas
Lainnya
Banjee
Bekas gay
Bekas bekas gay
Bi-curious
Gay
Heterofleksibel
Lesbian
Ketertarikan terhadap orang transgender
Monoseksual
Mempertanyakan
Nonheteroseksual
Orientasi romantis
Panseksual
Poliamori
Percintaan sesama gender
Queer
Terkait
Erotic target location error
Hermafrodit
Interseks
Penunjukan seks
Peran gender
Perbedaan seks dan gender
Seksualitas manusia laki-laki
Seksualitas manusia perempuan
Sejarah
Sejarah LGBT
Sejarah lesbianisme
Garis waktu
Gerakan sosial
Sejarah Kekristenan dan homoseksualitas
Sejarah perkawinan sejenis
Perjantanan
Kategori:Sejarah LGBT
Masa pra-modern
Adelfopoiesis
Homoseksualitas di Yunani kuno
Homoseksualitas di Romawi kuno
Homoseksualitas di Mesir kuno
Homoseksualitas di Peru kuno
Homoseksualitas di Eropa abad pertengahan
Abad ke-16 hingga ke-19
Molly
Urning
Abad ke-20
Homoseksual dan Holokaus di Jerman Nazi
Ratu laut
Kerusuhan Stonewall
Aksi Festival Cahaya
Kerusuhan White Night
Abad ke-21
Garis waktu persatuan sejenis
Monumen Nasional Stonewall
Isu hak dan hukum
Hak LGBT menurut negara
Afrika
Amerika
Asia
Eropa
Oseania
Daftar artikel hak-hak LGBT berdasarkan wilayah
Topik hak-hak LGBT
Adopsi
Hak transgender
Dinas militer
Hukum sodomi
Hukum kejahatan kebencian
Persatuan sipil
La Francophonie
Negara-Negara Persemakmuran
Pengasuhan
PBB
Prinsip-Prinsip Yogyakarta
Perkawinan sejenis
Daftar
Garis waktu
Sosialisme
Gerakan hak-hak LGBT
Aktivis hak LGBT
Homofil
Kapitalisme merah jambu
Pembebasan gay
Organisasi hak LGBT
Orientasi seksual
– Kedokteran, ilmu pengetahuan, dan seksologi
Biologi
Dasar mental
Demografi
Homoseksualitas dan psikologi
Hormon pra-kelahiran
Identitas orientasi seksual
Ilmu saraf
Klein Grid
Lingkungan
Kontinum heteroseksual-homoseksual
Garis waktu orientasi seksual dan ilmu kedokteran
Skala Kinsey
Urutan kelahiran
Usaha mengubah orientasi seksual
Sikap masyarakat
Prasangka
Kekerasan
Sikap masyarakat
Agama dan homoseksualitas
Heteronormativitas
Kepanikan gay
Tentangan hak LGBT
Retorika anti-LGBT
Stereotip LGBT
Agama dan orang transgender
Prasangka
dan
diskriminasi
Stigma AIDS
Bifobia
Genderisme
Heteroseksisme
Homofobia
Homofobia internal
Lesbofobia
Diskriminasi nonbiner
Skala Riddle
Daftar usaha SPLC terhadap kelompok anti gay di AS
Transfobia
Kekerasan terhadap orang LGBT
Pemerkosaan korektif
Penindasan gay
Sejarah kekerasan di Inggris
Sejarah kekerasan di Amerika Serikat
Kekerasan yang signifikan terhadap kaum LGBT
Penindasan transseksual
Pembunuhan terhadap kaum transgender
Bunuh diri pada LGBT
Kategori:LGBT
Portal LGBT
Diperoleh dari "
Kategori
Accuracy disputes January 2024
Accuracy disputes December 2017
Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan March 2009
Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan May 2009
Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan July 2010
Artikel wikipedia yang memerlukan kutipan nomor halaman January 2024
Queer
LGBT
Sejarah
Kategori tersembunyi:
CS1 sumber berbahasa Inggris (en)
Artikel yang memerlukan referensi lebih detail
Artikel dengan paramater tanggal tidak valid pada templat
CS1 sumber berbahasa Spanyol (es)
Templat webarchive tautan wayback
Semua artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan
Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit
CS1 sumber berbahasa Jerman (de)
Articles with hatnote templates targeting a nonexistent page
CS1 sumber berbahasa Kroasia (hr)
Garis waktu sejarah LGBT
Bagian baru
US