Jiuzhaigou.
Synopsis
Kawasan Pemandangan Alam Jiuzhaigou terletak di Prefektur Aba, Sichuan, terkenal dengan air terjun bertingkat, danau berwarna-warni, dan puncak bersalju. Pada tahun 1992, kawasan ini terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dan dijuluki sebagai surga duniawi.
Ikhtisar
Kawasan Pemandangan dan Bersejarah Lembah Jiuzhaigou (Jiuzhaigou Valley Scenic and Historic Interest Area) terletak di Kabupaten Jiuzhaigou, Prefektur Otonom Tibet dan Qiang Aba, Provinsi Sichuan, Tiongkok. Ini adalah salah satu cagar alam dan taman nasional paling terkenal di Tiongkok. Jiuzhaigou dinamai demikian karena terdapat sembilan desa Tibet di dalam lembahnya, yang dalam bahasa Tibet berarti "lembah sembilan desa". Cagar alam seluas total 720 kilometer persegi (72.000 hektar) ini terkenal di dunia karena air terjun bertingkat, hutan berwarna-warni, danau hijau zamrud, dan puncak bersaljunya, sehingga dijuluki "surga duniawi".
Jiuzhaigou terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1992, menjadi Cagar Biosfer Dunia pada tahun 1997, dan juga merupakan Kawasan Wisata Tingkat AAAAA di Tiongkok. Pada tahun 2024, Jiuzhaigou dikunjungi oleh lebih dari 5,11 juta wisatawan, menjadikannya salah satu destinasi wisata paling populer di Tiongkok.
Jiuzhaigou terletak di bagian selatan Pegunungan Min, di tepi timur Dataran Tinggi Tibet, dengan ketinggian berkisar dari 2.000 hingga 4.764 meter di atas permukaan laut. Kawasan ini memiliki ekosistem hutan yang beragam, termasuk hutan berdaun lebar beriklim sedang, hutan campuran konifer-daun lebar, dan padang rumput alpen. Danau-danau di kawasan ini, karena kaya akan mineral seperti kalsium karbonat, memancarkan warna-warna biru, hijau, kuning yang seperti mimpi, sehingga terkenal dengan ungkapan "setelah melihat Jiuzhaigou, tidak perlu lagi melihat air di tempat lain".
Atraksi Utama
Kawasan wisata Jiuzhaigou terdiri dari tiga lembah utama yang membentuk pola "Y": Lembah Shuzheng, Lembah Rize, dan Lembah Zechawa.
Lembah Shuzheng adalah lembah utama Jiuzhaigou, dengan panjang sekitar 14 km. Sepanjang lembah ini terdapat atraksi seperti Shuzheng Lakes (Shuzheng Qunhai), Air Terjun Shuzheng, Spark Lake (Huohua Hai), dan Reed Lake (Luwei Hai). Shuzheng Lakes terdiri dari beberapa danau (haizi) dengan ukuran berbeda, airnya jernih dan dikelilingi hutan primer. Air Terjun Shuzheng adalah air terjun terlebar di Jiuzhaigou, dengan lebar sekitar 62 meter. Airnya mengalir deras melalui pepohonan, menciptakan pemandangan yang megah. Spark Lake, saat terkena sinar matahari, permukaannya seolah memancarkan kilauan cahaya biru seperti percikan api.
Lembah Rize memiliki panjang sekitar 18 km dan merupakan lembah dengan atraksi paling padat di Jiuzhaigou. Pearl Shoal Waterfall (Zhenzhu Tan Pubu) adalah salah satu atraksi paling terkenal di sini, dengan lebar sekitar 310 meter. Air mengalir deras dari hamparan berbatu seperti mutiara, menciptakan pemandangan yang sangat perkasa. Serial TV "Journey to the West" edisi 1986 pernah mengambil gambar di lokasi ini. Five Flower Lake (Wuhua Hai) adalah salah satu danau terindah di Jiuzhaigou. Karena perbedaan sedimen dan alga di dasar danau, airnya memancarkan berbagai warna seperti kuning pucat, hijau tua, biru tua, dan biru navy. Dari ketinggian, danau ini terlihat seperti bunga mekar berwarna-warni. Air Terjun Nuorilang memiliki lebar sekitar 270 meter dan tinggi 24,5 meter, menjadikannya salah satu air terjun travertin terlebar di Tiongkok dan juga landmark ikonik Jiuzhaigou.
Lembah Zechawa memiliki panjang sekitar 18 km. Atraksi utamanya termasuk Long Lake (Chang Hai) dan Five-Color Pond (Wucai Chi). Long Lake adalah danau terbesar dan terdalam di Jiuzhaigou, dengan ketinggian sekitar 3.100 meter di atas permukaan laut dan panjang sekitar 7 km. Airnya berwarna biru tua dan dikelilingi pegunungan bersalju. Five-Color Pond adalah danau (haizi) terkecil di Jiuzhaigou, tetapi memiliki warna paling kaya, sehingga dijuluki "esensi Jiuzhaigou".
Geografi dan Ekologi
Jiuzhaigou terletak di utara Provinsi Sichuan, sekitar 330 km dari ibu kota provinsi, Chengdu, dan berbatasan dengan Provinsi Gansu. Luas kawasan wisata adalah 720 km², dengan zona penyangga seluas 600 km². Suhu tahunan rata-rata adalah 7,8°C, dengan rata-rata suhu Januari -3,7°C dan Juli 16,8°C. Curah hujan tahunan sekitar 761 mm.
Ekosistem Jiuzhaigou termasuk hutan berdaun lebar beriklim sedang, dengan area inti sekitar 300 km² ditutupi hutan campuran primer. Pada musim gugur, hutan berubah menjadi warna-warni emas, oranye, dan merah yang menakjubkan, menjadikannya salah satu musim terbaik untuk berkunjung. Jiuzhaigou adalah habitat satwa langka seperti panda raksasa dan monyet emas, serta memiliki berbagai spesies tumbuhan endemik, termasuk rhododendron dan bambu khas.
Sejarah dan Perlindungan
Wilayah Jiuzhaigou sejak zaman kuno telah menjadi tempat tinggal masyarakat Tibet dan Qiang. Karena lokasinya yang terpencil dan sulit diakses, surga duniawi ini baru mendapat perhatian luas dari dunia luar pada tahun 1975. Saat itu, ahli kehutanan terkenal Wu Zhonglun, setelah melakukan survei komprehensif di Jiuzhaigou, sangat terkesima dengan keindahan alamnya. Ia segera menulis surat kepada Pemerintah Provinsi Sichuan dan Departemen Kehutanan, mendesak perlindungan tanah murni ini dan melarang penebangan liar.
Departemen Kehutanan Provinsi Sichuan merespons dengan cepat, menetapkan pembatasan penebangan dalam radius 200 meter di Lembah Zechawa dan Rize. Selanjutnya, pemerintah provinsi menjadikan perlindungan Jiuzhaigou sebagai prioritas, menghentikan seluruh aktivitas penebangan di dalam lembah. Pada tahun 1980, Cagar Alam Jiuzhaigou secara resmi didirikan. Pada tahun 1984, Jiuzhaigou secara resmi dibuka untuk pariwisata. Pada tahun 1992, ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Pada tahun 1997, menjadi Cagar Biosfer Dunia.
Pada 8 Agustus 2017, gempa bumi berkekuatan 7,0 SR mengguncang Jiuzhaigou, menyebabkan kerusakan pada beberapa lanskap, termasuk bendungan alami Air Terjun Nuorilang dan Spark Lake. Kawasan wisata sempat ditutup, tetapi dibuka kembali pada 3 Maret 2018 setelah perbaikan. Yang menggembirakan, pemulihan pascagempa Jiuzhaigou berjalan baik, dan sebagian besar atraksi telah pulih atau bahkan melampaui keindahannya sebelum gempa.
Informasi Praktis
| Item | Informasi |
|---|---|
| Alamat | Kota Zhangzha, Kabupaten Jiuzhaigou, Prefektur Otonom Tibet dan Qiang Aba, Provinsi Sichuan |
| Jam Buka | Musim Puncak (Apr-Nov) 8:30-17:00; Musim Sepi (Des-Mar) 9:00-16:30 |
| Harga Tiket | Musim Puncak 169 RMB/orang, Musim Sepi 80 RMB/orang (tiket bus wisata terpisah) |
| Musim Terbaik | Musim Gugur (Sep-Nov), saat hutan berwarna paling spektakuler |
| Transportasi | Sekitar 8 jam perjalanan darat dari Chengdu; Bandara Jiuzhai Huanglong memiliki penerbangan domestik; Kereta Api Sichuan-Qinghai telah beroperasi |
| Batas Pengunjung Harian | 41.000 orang (perlu reservasi tiket dengan pembagian waktu) |
| Cara Berkeliling | Bus wisata ramah lingkungan di dalam kawasan + berjalan di jalur papan |
Signifikansi Budaya
Jiuzhaigou bukan hanya keajaiban alam, tetapi juga bagian penting dari budaya Tibet. Hingga kini, masih ada tujuh desa Tibet yang dihuni di dalam lembah. Penduduk Tibet setempat hidup dari pariwisata dan subsidi pemerintah. Pesona Tibet, arsitektur tradisional, dan gaya hidup unik Jiuzhaigou menambah warna budaya yang kaya pada pemandangan alam yang menakjubkan ini.
Jiuzhaigou bersama dengan Kawasan Pemandangan Huanglong di sekitarnya membentuk kelompok lanskap alam paling megah di Tiongkok, menjadi jendela yang sangat baik untuk memahami warisan alam dan perlindungan ekologi Tiongkok.
Referensi
- Wikipedia - Jiuzhaigou
- UNESCO World Heritage - Jiuzhaigou Valley
- Baidu Baike - 九寨沟
- Situs Web Resmi Jiuzhaigou - Panduan Wisata
- China Meteorological Data Network - Data Iklim Jiuzhaigou
Stills & Gallery
Comments (0)