Istana Kuno

Istana Kuno

故宫
Rating
9.6 / 10
Views
58

Synopsis

Istana Kerajaan Dinasti Ming dan Qing di Tiongkok, kompleks istana kuno terbesar di dunia. Luasnya 72 hektar, dengan lebih dari 980 bangunan, menyimpan 1,86 juta artefak budaya. Warisan Budaya Dunia UNESCO pada tahun 1987, dikunjungi 17 juta wisatawan per tahun.

Ikhtisar

Kota Terlarang, juga dikenal sebagai Istana Kuno, terletak di pusat kota Beijing, Tiongkok. Ini adalah istana kekaisaran dari Dinasti Ming dan Qing, serta kompleks istana kuno terbesar dan paling terpelihara di dunia. Kota Terlarang mencakup area sekitar 72 hektar (720.000 meter persegi), dengan lebih dari 980 bangunan dan lebih dari 8.700 ruangan, menjadikannya istana kuno terbesar di dunia.

Pembangunan Kota Terlarang dimulai pada tahun 1406 (tahun ke-4 Kaisar Yongle dari Dinasti Ming) atas perintah Kaisar Yongle (Zhu Di), dan selesai pada tahun 1420. Selama lebih dari 500 tahun dari 1420 hingga 1924, total 24 kaisar (14 dari Dinasti Ming, 10 dari Dinasti Qing) tinggal dan memerintah di sini, menjadikannya pusat kekuasaan politik Tiongkok. Pada 10 Oktober 1925, Museum Istana secara resmi didirikan dan dibuka untuk umum.

Pada tahun 1987, Kota Terlarang dimasukkan ke dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO, disebut sebagai "contoh tertinggi perkembangan arsitektur istana kuno Tiongkok." Kota Terlarang menarik lebih dari 17 juta pengunjung setiap tahunnya, menjadikannya salah satu museum yang paling banyak dikunjungi di dunia. Kota Terlarang bukan hanya permata peradaban Tiongkok, tetapi juga warisan budaya bersama umat manusia.

Sejarah Perkembangan

Masa Yongle dari Dinasti Ming (1406-1420): Kaisar Yongle (Zhu Di) memindahkan ibu kota ke Beijing dan memerintahkan pembangunan Kota Terlarang. Proyek ini berlangsung selama 14 tahun, melibatkan sekitar 100.000 pengrajin dan sekitar 1 juta pekerja. Dibangun berdasarkan model Istana Nanjing, tetapi dengan skala yang lebih besar.

Dua Dinasti Ming dan Qing (1420-1912): Selama lebih dari 500 tahun, Kota Terlarang mengalami beberapa kali renovasi dan perluasan besar. Kaisar Jiajing dari pertengahan Dinasti Ming, serta Kaisar Kangxi dan Qianlong dari Dinasti Qing, semuanya melakukan renovasi besar-besaran terhadap Istana Kuno.

Masa Republik Tiongkok (1912-1925): Setelah turun takhta Kaisar Qing pada tahun 1912, berdasarkan syarat-syarat perlakuan istimewa, anggota keluarga kekaisaran seperti Puyi masih tinggal di Istana Dalam. Pada tahun 1924, Feng Yuxiang melancarkan kudeta dan mengusir Puyi dari Kota Terlarang. Museum Istana didirikan pada tahun 1925.

Perlindungan Modern: Setelah tahun 1949, Kota Terlarang mengalami beberapa kali renovasi besar-besaran. Dalam beberapa tahun terakhir, dilaksanakan "Proyek Renovasi dan Perlindungan Menyeluruh Kota Terlarang" yang bertujuan memulihkan penampilan sejarahnya. Pada tahun 2019, memperingati 600 tahun Kota Terlarang, area terbuka untuk umum diperluas dari 30% menjadi lebih dari 80%.

Tata Letak Arsitektur

Tata letak arsitektur Kota Terlarang secara ketat mengikuti prinsip simetri tradisional Tiongkok dan desain sumbu tengah:

Istana Luar (Bagian Depan): Berpusat pada Tiga Aula Besar, yaitu Aula Taihe, Aula Zhonghe, dan Aula Baohe, tempat kaisar mengadakan upacara-upacara besar. Aula Taihe adalah bangunan terbesar di Kota Terlarang, dengan luas 2.377 meter persegi dan tinggi 35 meter, merupakan aula kayu terbesar yang masih ada di Tiongkok.

Istana Dalam (Bagian Belakang): Berpusat pada Istana Qianqing, Aula Jiaotai, dan Istana Kunning, merupakan tempat tinggal kaisar dan selir-selirnya. Istana Qianqing adalah tempat tidur kaisar dan tempat menangani urusan pemerintahan sehari-hari, sedangkan Istana Kunning adalah tempat tidur permaisuri.

Enam Istana Timur dan Barat: Terletak di kedua sisi Istana Dalam, merupakan tempat tinggal selir-selir, masing-masing memiliki halaman yang independen.

Taman Kekaisaran: Terletak di ujung paling utara Istana Dalam, adalah taman kekaisaran dengan pepohonan kuno yang menjulang tinggi dan batu-batu aneh yang bertebaran.

Parit Pertahanan dan Menara Sudut: Kota Terlarang dikelilingi oleh parit pertahanan selebar 52 meter dan tembok setinggi 10 meter. Di setiap sudutnya terdapat menara sudut yang indah, merupakan salah satu siluet kota paling ikonik di Beijing.

Koleksi Budaya

Museum Istana menyimpan lebih dari 1,86 juta item (set) peninggalan budaya, menjadikannya museum seni dan budaya kuno terbesar di Tiongkok:

Lukisan dan Kaligrafi: Mengoleksi karya-karya lukisan dan kaligrafi master dari berbagai dinasti dari Jin hingga Qing, termasuk harta nasional seperti "Sepanjang Sungai Saat Festival Qingming" dan "Pemandangan Gunung dan Sungai Seribu Li".

Keramik: Mengoleksi sekitar 360.000 porselen, mencakup berbagai periode sejarah dari Zaman Neolitik hingga Dinasti Qing, dengan porselen dari Lima Tungku Terkenal Dinasti Song dan tungku kekaisaran Ming dan Qing yang paling berharga.

Giok: Mengoleksi sekitar 30.000 benda giok, mulai dari cong giok budaya Liangzhu Zaman Neolitik hingga ornamen giok hijau Dinasti Qing.

Perunggu: Mengoleksi sekitar 16.000 benda perunggu, termasuk ritual seperti ding, gui, dan jue dari periode Shang dan Zhou.

Jam: Mengoleksi sekitar 1.500 jam dari dalam dan luar negeri, dengan jam mekanis berlapis tembaga emas yang dibuat oleh Kantor Pembuatan Istana Qing yang sangat indah.

Informasi Praktis

Jam Buka: Musim ramai (Apr-Okt) 8:30-17:00, musim sepi (Nov-Mar) 8:30-16:30. Tutup setiap hari Senin (kecuali hari libur nasional).

Tiket: Musim ramai 60 yuan, musim sepi 40 yuan. Disarankan untuk memesan tiket terlebih dahulu melalui situs web resmi Museum Istana. Pembatasan pengunjung harian 80.000 orang.

Transportasi: Turun di Stasiun Tian'anmen Timur atau Tian'anmen Barat Jalur 1 Kereta Bawah Tanah, dapat dicapai dengan berjalan kaki.

Rute Rekomendasi: Gerbang Meridian (Wumen) → Aula Taihe → Aula Zhonghe → Aula Baohe → Istana Qianqing → Aula Jiaotai → Istana Kunning → Taman Kekaisaran → Gerbang Kemuliaan Ilahi (Shenwumen) (sekitar 2-3 jam).

Hal yang Perlu Diperhatikan: Dilarang membawa ransel besar dan hewan peliharaan. Beberapa ruang pameran memerlukan reservasi terpisah. Disarankan memakai sepatu yang nyaman untuk berjalan.

Referensi

  1. Wikipedia - Forbidden City https://en.wikipedia.org/wiki/Forbidden_City
  2. UNESCO World Heritage https://whc.unesco.org/en/list/439
  3. Situs web resmi Museum Istana https://www.dpm.org.cn/
  4. China Discovery https://www.chinadiscovery.com/beijing/forbidden-city.html

Stills & Gallery

Available in other languages

Comments (0)