Synopsis
Kota Tua Lijiang terletak di Provinsi Yunnan, dibangun pada akhir Dinasti Song dan awal Dinasti Yuan, memiliki sejarah lebih dari 800 tahun, dan pada tahun 1997 dimasukkan ke dalam daftar Warisan Dunia. Kota ini merupakan tempat tinggal suku Naxi, terkenal di dunia karena gaya arsitektur yang unik dan pemandangan kota airnya.
Ikhtisar
Kota Tua Lijiang terletak di tengah Cekungan Lijiang di barat laut Provinsi Yunnan, dengan ketinggian 2.416 meter di atas permukaan laut. Kota ini didirikan pada akhir Dinasti Song dan awal Dinasti Yuan, berkembang pesat pada masa Dinasti Ming dan Qing, serta telah memiliki sejarah panjang lebih dari 800 tahun. Pada 4 Desember 1997, Kota Tua Lijiang dimasukkan ke dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO, menjadi salah satu kota tua etnis minoritas yang paling terpelihara dengan baik di Tiongkok.
Kota Tua Lijiang terdiri dari tiga bagian: Kota Tua Dayan, Kelompok Bangunan Rumah Penduduk Baisha, dan Kelompok Bangunan Rumah Penduduk Shuhe. Kota tua ini tidak memiliki tembok kota, dalam bahasa Naxi disebut "Gongbenzhi", yang berarti "pasar tempat orang membawa barang untuk diperdagangkan", mencerminkan posisi historisnya sebagai pusat perdagangan penting di Jalur Kuda dan Teh. Kota tua ini menarik wisatawan dari seluruh dunia dengan bangunan tradisional suku Naxi yang terpelihara dengan baik, jaringan sistem air yang unik, dan kekayaan budaya yang mendalam.
Sejarah Perkembangan
Sejarah Kota Tua Lijiang dapat ditelusuri kembali hingga akhir Dinasti Song Selatan. Saat itu, leluhur suku Naxi mendirikan permukiman di Cekungan Lijiang, yang secara bertahap berkembang menjadi pusat politik, ekonomi, dan budaya di wilayah barat laut Yunnan. Pada masa pemerintahan Kaisar Hongwu dari Dinasti Ming (abad ke-14), Tusi Mu membangun Mu Mansion di dalam kota tua, yang menjadi pusat pemerintahan Tusi suku Naxi.
Masa kejayaan kota tua ini terjadi pada Dinasti Qing, ketika berfungsi sebagai pos perhentian penting di Jalur Kuda dan Teh. Lijiang menjadi pusat perdagangan yang menghubungkan Yunnan, Sichuan, dan Tibet. Kafilah kuda bolak-balik antara Lijiang dan Lhasa, mengangkut barang-barang seperti teh, garam, dan sutra ke berbagai daerah, menjadikan Lijiang kota paling makmur di barat laut Yunnan.
Gempa bumi besar Lijiang tahun 1996 menyebabkan kerusakan parah pada kota tua, tetapi melalui upaya rekonstruksi dan restorasi besar-besaran, wajah sejarah kota tua berhasil dipulihkan. Pada tahun 2011, Lijiang ditetapkan sebagai Kawasan Wisata Tingkat 5A Nasional.
Atraksi Utama
| Atraksi | Ciri Khas | Keterangan |
|---|---|---|
| Sifang Street | Alun-alun pusat kota tua | Tempat perayaan festival tradisional dan pasar suku Naxi |
| Mu Mansion | Kediaman Tusi Naxi | Dijuluki "Kota Terlarang Lijiang", arsitektur Dinasti Ming |
| Wangulou | Titik tertinggi kota tua | Menawarkan pemandangan seluruh kota tua dan Gunung Yulong (Gunung Naga Giok) |
| Black Dragon Pool (Heilongtan) | Kolam mata air alami | Terkenal dengan bayangan Gunung Yulong di airnya |
| Kota Tua Shuhe | Kota tua yang lebih tenang | Lebih sunyi daripada Dayan, mempertahankan penampilan aslinya |
| Lukisan Dinding Baisha | Lukisan dinding Dinasti Ming | Memadukan gaya seni Han, Tibet, dan Naxi |
| Kincir Air Besar | Ikon kota tua | Kincir air besar di pintu masuk |
Budaya Suku Naxi
Kota Tua Lijiang adalah tempat tinggal utama suku Naxi. Suku Naxi memiliki tradisi budaya yang unik:
- Budaya Dongba: Aksara Dongba suku Naxi adalah satu-satunya sistem tulisan piktografik yang masih digunakan di dunia, dimasukkan ke dalam Daftar Memori Dunia UNESCO pada tahun 2003.
- Musik Kuno Naxi: Dijuluki "fosil musik", mempertahankan elemen musik dari periode Dinasti Tang dan Song.
- Tiga Sayap dan Satu Dinding Penghalang (Sanfang Yizhaobi): Pola arsitektur rumah tradisional suku Naxi, mencerminkan kebijaksanaan hunian yang unik.
- Budaya Pakaian: Wanita Naxi mengenakan mantel kulit domba "Bintang dan Bulan" yang melambangkan kerja keras.
Informasi Praktis
| Item | Detail |
|---|---|
| Alamat | Distrik Kota Tua, Kota Lijiang, Provinsi Yunnan |
| Ketinggian | 2.416 meter di atas permukaan laut |
| Waktu terbaik berkunjung | Musim semi (Maret-Mei) dan musim gugur (September-November) |
| Transportasi | Bandara Lijiang, Stasiun Kereta Api Lijiang |
| Biaya Pemeliharaan Kota Tua | 50 RMB (termasuk Black Dragon Pool) |
| Durasi kunjungan yang disarankan | 2-3 hari |
| Atraksi sekitar | Gunung Yulong (Gunung Naga Giok), Ngarai Harimau Melompat (Tiger Leaping Gorge), Danau Lugu |
| Warisan Dunia | Dimasukkan tahun 1997 (Nomor 811) |
Perlindungan dan Pewarisan
Sementara pariwisata berkembang pesat, Kota Tua Lijiang juga menghadapi tantangan komersialisasi berlebihan dan berkurangnya penduduk asli. Pemerintah setempat telah mengambil serangkaian langkah untuk melindungi wajah sejarah kota tua dan budaya suku Naxi:
- Membatasi ketinggian dan gaya bangunan baru di dalam kota tua untuk mempertahankan penampilan arsitektur tradisional.
- Mendorong penduduk Naxi untuk tetap tinggal di kota tua guna mempertahankan warisan budaya yang hidup.
- Merestorasi dan melindungi bangunan kuno, memastikan restorasi sesuai aslinya.
- Mengembangkan pariwisata budaya, mempromosikan budaya Dongba dan musik kuno Naxi.
Kota Tua Lijiang bukan hanya sebuah Situs Warisan Dunia, tetapi juga museum hidup budaya suku Naxi, yang menyimpan memori sejarah perpaduan budaya multietnis bangsa Tiongkok.
Stills & Gallery
Comments (0)