🎬

Menara Diaolou Kaiping

开平碉楼
Views
31

Synopsis

Ikhtisar

Menara Diaolou Kaiping, terletak di Kota Kaiping di bawah yurisdiksi Kota Jiangmen, Provinsi Guangdong, adalah jenis arsitektur vernakular Tiongkok yang sangat unik, menggabungkan fungsi pertahanan, tempat tinggal, dan seni arsitektur Timur-Barat. Ini bukan merujuk pada satu bangunan tertentu, melainkan mengacu pada 1.833 menara diaolou yang masih ada di pedesaan Kaiping (hingga 2023...

Ikhtisar

Menara Diaolou Kaiping, terletak di Kota Kaiping di bawah yurisdiksi Kota Jiangmen, Provinsi Guangdong, adalah tipe arsitektur vernakular Tiongkok yang sangat unik, mengintegrasikan fungsi pertahanan, tempat tinggal, dan seni arsitektur Timur-Barat. Istilah ini tidak merujuk pada satu bangunan tunggal, melainkan merupakan sebutan kolektif untuk 1.833 menara diaolou (data hingga 2023) yang masih ada di pedesaan Kaiping. Menara-menara ini sebagian besar dibangun pada awal abad ke-20 hingga tahun 1930-an oleh perantau Kaiping yang pulang kampung setelah mencari nafkah di luar negeri. Mereka memadukan teknik tradisional Tiongkok seperti tanah padat dan batu bata biru dengan elemen-elemen arsitektur Barat seperti kolonnade Yunani Kuno, lengkungan Romawi Kuno, jendela lengkung daun dari Islam, serta elemen kastil Eropa Abad Pertengahan, membentuk pemandangan unik "Pameran Arsitektur Dunia". Karena nilai sejarah, seni, dan ilmiahnya yang luar biasa, Menara Diaolou dan Desa Kaiping dimasukkan ke dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2007, menjadi Warisan Dunia ke-35 di Tiongkok.

Sejarah

Kemunculan Menara Diaolou Kaiping terkait erat dengan kondisi geografis, sejarah, dan sosial setempat. Kaiping terletak di barat daya Delta Sungai Mutiara, yang secara historis rawan perampokan, ditambah dengan topografi rendah dan seringnya banjir. Penduduk setempat sejak lama memiliki tradisi membangun struktur tinggi untuk menghindari bencana. Pada pertengahan hingga akhir abad ke-19, banyak orang Kaiping merantau ke Amerika Utara, Australia, dan Asia Tenggara untuk bekerja dan berdagang. Meski berada di negeri orang, mereka tetap merindukan kampung halaman. Setelah mengumpulkan kekayaan, mereka membawa pulang konsep, gambar, dan material bangunan Barat untuk mendirikan diaolou yang berfungsi sebagai pertahanan dari perampok sekaligus tempat tinggal. Menara-menara ini tidak hanya menjadi simbol kekayaan dan status, tetapi juga perwujudan budaya perantau, menjadi saksi sejarah imigrasi Tiongkok modern, pertukaran budaya Tiongkok-asing, serta perubahan sosial pedesaan. Dari "Yinglong Lou" yang tertua (dibangun pada masa Kaisar Jiajing Dinasti Ming, merupakan diaolou tertua yang masih ada) hingga puncak pembangunannya pada masa Republik Tiongkok, diaolou membentuk garis langit yang unik di pedesaan Kaiping.

Objek Wisata Utama

Menara Diaolou Kaiping tersebar luas, terutama terkonsentrasi di kota-kota seperti Tangkou, Baihe, Xiangang, dan Chikan. Pengunjung biasanya memilih beberapa area inti untuk dikunjungi:

  1. Kelompok Menara Diaolou Zilicun: Salah satu area inti Situs Warisan Dunia, objek wisata paling terkenal. Di desa ini terdapat 15 menara diaolou dan "Lu" (vila bergaya Barat) dengan berbagai gaya yang terpelihara dengan baik, berdiri dengan harmonis di antara sawah, kolam lotus, dan hutan bambu, membentuk pemandangan pedesaan yang indah. Di antaranya, Mingshi Lou dengan interior mewah dan perabotan hidup yang terawat baik, merupakan jendela sempurna untuk memahami kehidupan perantau masa lalu.
  2. Kelompok Menara Diaolou Majianglong: Dijuluki sebagai "salah satu desa terindah di dunia". Terdiri dari lima desa alami seperti Yong'an dan Nan'an, dengan latar belakang Gunung Baizu dan menghadap Sungai Tanjiang. Tiga belas menara diaolou dan Lu tersembunyi di antara hutan bambu yang lebat, lingkungannya tenang, mencerminkan harmoni antara manusia dan alam.
  3. Kelompok Menara Diaolou Jinjiangli: Di desa ini berdiri berdampingan tiga menara diaolou: Ruishi Lou, Shengfeng Lou, dan Jinjiang Lou. Ruishi Lou setinggi 9 lantai adalah menara diaolou tertinggi dan paling megah yang masih ada di Kaiping, sering disebut sebagai "Menara Nomor Satu Kaiping". Pengerjaan arsitekturnya sangat halus, dengan perpaduan gaya Timur-Barat yang sangat menonjol.
  4. Liyuan: Bukan diaolou dalam arti sebenarnya, melainkan taman pribadi yang dibangun selama sepuluh tahun oleh Tn. Xie Weili, seorang perantau di Amerika. Taman ini memadukan dengan cerdas nuansa taman Tiongkok dengan gaya arsitektur Barat, dengan paviliun, menara, jembatan, dan aliran air yang unik, merupakan karya representatif seni taman perantau.
  5. Kota Tua Chikan Perantau: Memiliki jalan tua dengan deretan rumah toko (shophouse) sepanjang sekitar 3 km, sekitar 600 bangunan rumah toko membentang di sepanjang kedua tepi Sungai Tanjiang, penuh dengan suasana khas era Republik dan nuansa Nanyang (Asia Tenggara). Tempat ini cocok untuk merasakan budaya pasar kota kelahiran perantau Kaiping dan menikmati makanan khas seperti nasi belut.

Informasi Praktis

Informasi berikut berdasarkan rilis resmi Kawasan Wisata Budaya Menara Diaolou Kaiping, disarankan untuk verifikasi ulang sebelum bepergian.

Item Informasi Spesifik
Tiket Objek Wisata Utama Objek Wisata Zilicun: 78 RMB
Objek Wisata Majianglong: 60 RMB
Objek Wisata Jinjiangli: 50 RMB
Objek Wisata Liyuan: 100 RMB
Kota Tua Chikan Perantau: 60 RMB (area jalan tua gratis, beberapa bangunan bersejarah dan pameran dikenakan biaya)
Tiket Terusan: Biasanya 180 RMB (termasuk tiket untuk Liyuan, Zilicun, Majianglong, Jinjiangli, dan Kota Tua Chikan), berlaku 2 hari. Harga tiket dapat berubah sesuai musim.
Jam Operasional Berbeda-beda di setiap objek wisata, umumnya 08:30 - 17:30 (waktu masuk terakhir sekitar 17:00). Area jalan Kota Tua Chikan buka 24 jam, fasilitas internal memiliki jam operasional tetap.
Waktu Kunjungan yang Disarankan 1-2 hari. Jika waktu terbatas, dapat memilih paket wisata satu hari kombinasi Zilicun + Liyuan + Kota Tua Chikan.
Cara Transportasi Transportasi Umum: Dari Guangzhou, Jiangmen, dll., dapat naik bus antarkota ke Terminal Bus Yici Kaiping, lalu transfer ke bus shuttle objek wisata atau bus pedesaan menuju berbagai objek wisata.
Menyetir: Navigasi ke nama masing-masing objek wisata. Dari kota-kota utama di Delta Sungai Mutiara dapat dicapai via Jalan Tol Shenhai (G15) atau Zhongkai, terdapat jalan wisata yang menghubungkan antar objek wisata, fasilitas parkir lengkap.
Musim Kunjungan Terbaik Musim semi dan gugur (Maret-Mei, September-November), cuaca nyaman. Musim panas sawah hijau, lotus bermekaran, pemandangan unik, tetapi perlu memperhatikan pencegahan panas dan sinar matahari.
Aktivitas Khas Mengunjungi interior dan perabotan diaolou, fotografi (terutama direkomendasikan saat matahari terbit/terbenam), menikmati makanan khas kota kelahiran perantau (nasi belut, tahu goreng, bubur bebek Chikan, dll.), naik perahu dayung di Kota Tua Chikan.
Hal yang Perlu Diperhatikan Tangga beberapa diaolou cukup curam, berhati-hatilah saat naik/turun; harap jaga benda budaya, jangan sentuh atau panjat komponen bangunan; perhatikan pencegahan nyamuk/serangga di area pedesaan.

Referensi

  1. Pusat Warisan Dunia UNESCO - Halaman Pengenalan Menara Diaolou dan Desa Kaiping:
    https://whc.unesco.org/en/list/1112/
  2. Situs Web Resmi Kawasan Wisata Budaya Menara Diaolou Kaiping (menyediakan informasi tiket, transportasi, dan aktivitas terbaru):
    http://www.kaipingdiaolou.com/
  3. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Guangdong - Pengenalan Topik Menara Diaolou dan Desa Kaiping:
    http://whly.gd.gov.cn/service_wwhychild/content/post_4013705.html

Available in other languages

Comments (0)