🎬

Teras Sawah Honghe

红河梯田
Views
14

Synopsis

Ikhtisar

Lahan Bertingkat Hani di Sungai Merah, terletak di wilayah Kabupaten Yuanyang, Honghe, Jinping, Luchun, dan lainnya di Prefektur Otonom Hani dan Yi Honghe, Provinsi Yunnan, Tiongkok, adalah warisan pertanian yang diciptakan oleh berbagai kelompok etnis, terutama etnis Hani, dengan memanfaatkan kondisi geografis dan iklim setempat yang unik, "satu gunung memiliki empat musim, sepuluh li cuaca berbeda", melalui pembukaan lahan selama lebih dari 1300 tahun...

Ikhtisar

Teras Sawah Hani Honghe terletak di wilayah Kabupaten Yuanyang, Honghe, Jinping, Luchun, dan lainnya di Prefektur Otonom Hani dan Yi Honghe, Provinsi Yunnan, Tiongkok. Ini adalah keajaiban peradaban pertanian yang dibangun selama lebih dari 1.300 tahun oleh berbagai kelompok etnis, terutama suku Hani, dengan memanfaatkan kondisi geografis dan iklim setempat yang unik, di mana "satu gunung memiliki empat musim, dan cuaca berbeda setiap sepuluh li". Area intinya terletak di Kabupaten Yuanyang, dengan total luas sekitar 1 juta mu (sekitar 66.667 hektar), di mana 170.000 mu (sekitar 11.333 hektar) di antaranya merupakan area teras yang berkesinambungan dan terkonsentrasi. Teras sawah mengikuti kontur pegunungan; di lereng landai, petak sawah besar dibuka, sementara di lereng curam, petak kecil dibuat, bahkan hingga di celah-celah batu di tepi parit. Oleh karena itu, ada teras yang luasnya beberapa mu, ada pula yang hanya sebesar tampah (nyiru), dan seringkali satu lereng memiliki ribuan bahkan puluhan ribu mu, menunjukkan skala yang megah dan pemandangan yang menakjubkan. Pada tahun 2013, Lanskap Budaya Teras Sawah Hani Honghe dimasukkan ke dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO, menjadi warisan dunia ke-45 di Tiongkok.

Sejarah

Sejarah Teras Sawah Hani Honghe dapat ditelusuri kembali ke periode Dinasti Sui dan Tang. Pada abad ke-7 Masehi, leluhur suku Hani bermigrasi dari Dataran Tinggi Tibet ke daerah Pegunungan Ailao dan sepanjang Sungai Honghe di Yunnan. Untuk bertahan hidup, dengan kecerdasan dan ketekunan yang luar biasa, mereka menciptakan sistem pertanian berkelanjutan yang disebut "Hutan - Permukiman - Teras Sawah - Sistem Air" di daerah pegunungan dengan ketinggian sekitar 200 hingga 2000 meter di atas permukaan laut dan kemiringan hingga 75 derajat, dengan memanfaatkan sistem hidrologi dan ekosistem hutan yang kompleks. Hutan di puncak gunung berfungsi sebagai daerah tangkapan air, permukiman di lereng gunung menjadi tempat tinggal, teras sawah bertingkat dibuka di bawah permukiman, dan air sungai dialirkan melalui saluran untuk irigasi bertingkat sebelum akhirnya bermuara ke Sungai Honghe. Sistem ini secara sempurna mencerminkan konsep harmonisasi antara manusia dan alam, dan merupakan perwujudan material dari kehidupan sosial, budaya, dan spiritual suku Hani. Kelangsungan sejarah, keunikan budaya, dan kearifan ekologisnya sangat langka di dunia.

Atraksi Utama

Teras Sawah Hani Honghe memiliki banyak situs wisata, dengan beberapa area pemandangan utama di Kabupaten Yuanyang yang paling terkenal:
* Area Pemandangan Bada: Terkenal dengan pemandangan matahari terbenam. Hampir 10.000 mu teras sawah bertumpuk-tumpuk, membentang dari lembah pada ketinggian 1.100 meter hingga puncak gunung di atas 2.000 meter. Saat matahari terbenam, permukaan air teras memantulkan cahaya senja yang berwarna-warni, menciptakan pemandangan yang sangat megah.
* Area Pemandangan Duoyishu: Terkenal dengan pemandangan matahari terbit dan laut awan. Ini adalah tempat terbaik untuk memotret matahari terbit di teras sawah. Di pagi hari, saat sinar matahari pertama menembus awan dan menyinari teras sawah yang penuh air, laut awan, cahaya senja, teras sawah, dan permukiman saling berpadu, bagaikan negeri dongeng.
* Area Pemandangan Laohuzui (Mulut Harimau): Pernah menjadi area pemandangan dengan topografi paling curam dan pemandangan paling megah di antara teras sawah Yuanyang, dinamai demikian karena bentuknya menyerupai mulut harimau. Garis teras sawahnya berkelok-kelok dan sangat tiga dimensi. Harap Diperhatikan: Karena risiko bencana geologi, area pemandangan ini telah ditutup untuk umum sejak 2019. Pengunjung disarankan untuk memperhatikan pemberitahuan resmi terbaru.
* Desa Adat Hani Qingkou: Terletak di tengah teras sawah, pengunjung dapat mengalami secara dekat rumah jamur (Mogu Fang), hutan dewa desa, penggilingan air, penumbuk air, kincir air, dan fasilitas kehidupan produktif lainnya suku Hani, serta merasakan budaya rakyat dan festival tradisional seperti "Angmatu" (upacara persembahan kepada dewa desa).
* Teras Sawah Biru Aichun: Terletak di dekat Duoyishu, antara pukul 9:00 dan 11:00 pagi, ketika langit cerah, permukaan air teras akan memantulkan warna biru murni, menjadi favorit para fotografer.

Informasi Praktis

Informasi berikut terutama ditujukan untuk area inti Teras Sawah Yuanyang. Disarankan untuk memverifikasi kembali sebelum berangkat.

Item Informasi Spesifik
Tiket Tiket Terusan (Harga Penuh): 70 Yuan RMB (biasanya mencakup area pemandangan seperti Bada, Duoyishu, Desa Adat Qingkou, dll.). Tiket untuk setiap area pemandangan tunggal juga dapat dibeli secara terpisah dengan harga yang bervariasi.
Jam Operasional Buka 24 jam (lanskapnya sendiri adalah pemandangan terbuka). Namun, platform pandang utama (seperti Duoyishu untuk matahari terbit, Bada untuk matahari terbenam) memiliki waktu terbaik untuk melihat. Disarankan tiba sebelum matahari terbit dan pergi setelah matahari terbenam.
Waktu Terbaik untuk Berkunjung Setiap tahun dari November hingga April tahun berikutnya, terutama Januari dan Februari. Pada saat ini, teras sawah telah dipanen dan diisi air untuk perawatan, permukaan airnya seperti cermin, menghasilkan efek cahaya terbaik. Setelah penanaman bibit (Mei-Juni) teras sawah menjadi hijau, dan sebelum panen (September-Oktober) menjadi keemasan, masing-masing memiliki ciri khasnya sendiri.
Cara Transportasi 1. Mobil Pribadi: Dari Kunming, melalui Expressway Kunmo dan Expressway Yuanman ke Yuanyang, perjalanan sekitar 5-6 jam. Jalan di area wisata berkelok-kelok, harap berkendara dengan hati-hati.
2. Bus Antar Kota: Naik bus dari Terminal Bus Selatan Kunming ke Kota Kabupaten Yuanyang yang baru (Kota Nansha), lalu transfer ke mobil van atau bus lokal menuju kota kabupaten lama (Kota Xinjie) dan berbagai area pemandangan.
3. Rute Umum: Kebanyakan wisatawan pertama tiba di Kunming, lalu naik kereta cepat ke Jianshui atau Mengzi, kemudian transfer dengan mobil ke Yuanyang. Rute ini lebih fleksibel waktunya.
Saran Akomodasi Banyak penginapan dan homestay tersedia di desa-desa seperti Duoyishu, Shengcun, Qingkou, mulai dari tipe ekonomis hingga hotel dengan pemandangan. Untuk memudahkan melihat matahari terbit, disarankan menginap di dekat area pemandangan Duoyishu.
Hal yang Perlu Diperhatikan 1. Iklim pegunungan berubah-ubah, perbedaan suhu siang dan malam besar, siapkan pakaian hangat dan payung/jas hujan.
2. Hormati adat istiadat kelompok etnis minoritas setempat, jangan memasuki rumah penduduk atau menginjak pematang sawah tanpa izin.
3. Perhatikan keselamatan saat memotret, terutama saat melihat matahari terbit/terbenam, platform pandang bisa ramai dan padat.
4. Beberapa ruas jalan mungkin ditutup sementara karena cuaca atau pemeliharaan, harap periksa kondisi jalan terbaru sebelum berangkat.

Referensi

  1. Pusat Warisan Dunia UNESCO - Pengenalan Lanskap Budaya Teras Sawah Hani Honghe:
    https://whc.unesco.org/en/list/1111/
  2. Situs Web Resmi Teras Sawah Yuanyang (disediakan oleh Biro Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Yuanyang):
    http://www.yyhntt.com/
  3. National Geographic China - Laporan Detail tentang Teras Sawah Hani Honghe:
    http://www.dili360.com/article/p5d35b7c5c5b6f82.htm

Available in other languages

Comments (0)