Synopsis
Mie Regan Wuhan adalah hidangan sarapan paling representatif di Hubei, terbuat dari mie alkali yang dicampur dengan saus wijen. Dijuluki sebagai salah satu dari lima mie terbaik di Tiongkok, hidangan ini mewakili jiwa budaya sarapan pagi masyarakat Wuhan.
Ikhtisar
Mie Regan Wuhan (Wuhan Reganmian) adalah hidangan sarapan ikonik dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei. Bersama dengan Mie Dao Xiao Shanxi, Mie Lanzhou, Mie Dandan Sichuan, dan Mie Zha Jiang Beijing, mie ini dijuluki sebagai Lima Mie Terkenal Tiongkok. Pada tahun 2013, China Network Television menobatkan Reganmian sebagai mie nomor satu di Tiongkok. Keunikan hidangan mi ini terletak pada penyajiannya tanpa kuah, dimakan panas dengan cara diaduk kering, sehingga dinamakan "regan" (panas kering).
Asal-usul Sejarah
Asal-usul Reganmian dapat ditelusuri kembali ke era 1930-an di Hankou. Konon, saat itu ada seorang pedagang kaki lima bernama Cai Mingwei yang berjualan mie di sekitar Jalan Changdi, Hankou. Cai Mingwei lahir di Jalan Caijiazha, Huangpi pada tahun 1912. Ia pernah bekerja di sebuah apotek di Hankou selama enam tahun sebelum beralih berjualan mie. Untuk meningkatkan efisiensi penyajian, ia merebus mie terlebih dahulu, merendamnya dalam air dingin, mencampurnya dengan minyak, dan membiarkannya dingin. Saat pelanggan membeli, mie hanya perlu direndam sebentar dalam air panas dan diberi bumbu, sehingga mempercepat layanan secara signifikan. Kemudian, ia menambahkan garam dan soda kue ke dalam adonan mie untuk meningkatkan kekenyalan, serta meracik bumbu unik seperti saus wijen dan cuka aromatik, yang akhirnya menciptakan resep klasik Reganmian modern.
Setelah kemenangan Perang Perlawanan terhadap Jepang pada tahun 1945, Cai Mingwei membuka kedai mie terkenal bernama "Cai Lin Ji" di sudut Jalan Zhongshan Dadao dan Jalan Manchun, yang menjadi merek paling representatif untuk Reganmian.
Proses Pembuatan
| Langkah | Penjelasan |
|---|---|
| Pembuatan Mie | Air alkali, garam, dan tepung terigu dicampur dengan perbandingan 2:1:250, diuleni menjadi mie dengan diameter 1.5-1.6 mm |
| Perebusan Awal | Mie direbus dalam air mendidih, diangkat, lalu dicampur dengan minyak wijen dan didinginkan untuk mencegah lengket |
| Pemanasan | Sebelum disajikan, mie dimasukkan ke dalam saringan kerucut dan direndam cepat dalam air mendidih |
| Pencampuran Bumbu | Ditambahkan saus wijen, kecap asin, acar lobak, minyak cabai, daun bawang cincang, dan bumbu lainnya, lalu diaduk rata dan siap disantap |
Bahan Inti
Jiwa Reganmian terletak pada saus wijennya—dibuat dari wijen murni yang digiling, menghasilkan rasa yang kental dan kaya. Mienya adalah mie alkali khusus dengan tekstur kenyal dan elastis. Bahan pelengkap klasik meliputi kecap asin, minyak cabai, kacang panjang asam, potongan lobak, bawang putih cincang, daun bawang, dll. Seporsi Reganmian autentik biasanya berharga antara 5 hingga 10 RMB, menjadikannya hidangan rakyat yang sesungguhnya.
Makna Budaya
Masyarakat Wuhan menyebut sarapan sebagai "guozao", dan Reganmian adalah simbol inti dari budaya "guozao" ini. Kebiasaan "guozao" Wuhan telah dimasukkan ke dalam daftar Warisan Budaya Nonbendawi. Setiap pagi mulai pukul 5, aroma Reganmian menyebar di jalan-jalan Wuhan. Kios dan restoran Reganmian bertebaran di setiap sudut kota, membawa ritme kehidupan dan nuansa keseharian yang unik dari kota ini.
Comments (0)