Synopsis
Dim sum Kanton adalah budaya kuliner paling representatif dalam masakan Kanton, dengan sejarah lebih dari 1000 tahun, terkait erat dengan tradisi minum teh, dan menjadi cara penting keluarga Kanton berkumpul di akhir pekan.
Ikhtisar
Dim sum Kanton (Yue pin: dim2 sam1), juga dikenal sebagai dim sum Guangdong, adalah salah satu dari Delapan Kuliner Besar Tiongkok dan merupakan budaya kuliner paling representatif dalam masakan Kanton. Istilah "dim sum" secara harfiah berarti "sedikit perhatian", berasal dari Provinsi Guangdong, dan memiliki sejarah lebih dari 1000 tahun. Dim sum Kanton erat terkait dengan budaya "yum cha" (minum teh), dan merupakan tradisi penting bagi keluarga Kanton dalam berkumpul di akhir pekan.
Dim sum Kanton terkenal karena ukurannya yang kecil dan penampilannya yang halus, biasanya hanya tersaji tiga hingga empat potong per porsi, memungkinkan para penikmat mencicipi berbagai rasa. Metode memasaknya meliputi mengukus, menggoreng, menumis, dan lain-lain, dengan bahan-bahan yang mencakup makanan laut, daging babi, daging sapi, sayuran, dan sebagainya. Diperkirakan ada lebih dari 2000 jenis dim sum di seluruh Tiongkok, dengan Guangdong saja memiliki lebih dari 1000 jenis, jauh melampaui daerah lain.
Dim Sum Klasik
| Nama Dim Sum | Nama Bahasa Tionghoa | Karakteristik |
|---|---|---|
| Har Gow | 虾饺 (haa1 gaau2) | Kulit transparan seperti kristal membungkus udang segar, dikukus |
| Siu Mai | 烧卖 (siu1 maai6) | Isian daging babi dan udang, dihiasi telur kepiting di atasnya |
| Char Siu Bao | 叉烧包 (caa1 sau1 baau1) | Roti putih lembut membungkus daging char siu dengan saus madu |
| Egg Tart | 蛋挞 (daan6 taat1) | Kulit pastry renyah dengan isian custard telur yang lembut dan halus |
| Cheong Fun | 肠粉 (coeng2 fan2) | Gulungan tepung beras setipis sayap jangkrik, disajikan dengan kecap |
| Phoenix Claws | 豉汁蒸凤爪 | Cakar ayam dikukus dengan saus kacang hitam, meleleh di mulut |
Sejarah dan Budaya
Budaya dim sum Kanton berkembang pesat di Guangzhou pada paruh kedua abad ke-19. Catatan paling awal dapat ditelusuri kembali ke "Buku Tang" (907-979 M), di mana "dim sum" digunakan sebagai kata kerja yang berarti "sekadar mengisi perut". Legenda lain menunjuk ke periode Dinasti Jin Timur (317-420 M), di mana seorang jenderal, untuk menghadiahi pasukannya, memerintahkan rakyat membuat pangsit dan kue untuk dikirim ke garis depan; "sedikit demi sedikit perhatian" kemudian disingkat menjadi "dim sum".
Rumah teh di Guangzhou secara tradisional menawarkan "tiga teh dua makan", yaitu sarapan, teh sore, dan teh malam dengan dim sum, serta makan siang dan makan malam. Iklim subtropis membuat orang Kanton lebih menyukai makan sedikit-sedikit tapi sering, daripada tiga kali makan besar sehari.
Rumah Teh Terkenal
| Nama Rumah Teh | Tahun Berdiri | Ciri Khas |
|---|---|---|
| Tao Tao Ju | 1880 | Salah satu rumah teh tertua di Guangzhou |
| Guangzhou Restaurant | 1935 | Masakan Kanton dan dim sum otentik |
| Dian Dou De | Modern | Dim sum tradisional dengan inovasi |
Keterampilan pembuatan dim sum Kanton telah dimasukkan ke dalam Warisan Budaya Takbenda Provinsi Guangdong. Saat ini, "yum cha" telah menjadi gaya hidup di komunitas Tionghoa global, dari Hong Kong hingga New York, London, Sydney, toko-toko dim sum tersebar di seluruh dunia.
Referensi
- https://en.wikipedia.org/wiki/Dim_sum
- https://en.wikipedia.org/wiki/Yum_cha
- https://en.wikipedia.org/wiki/Cantonese_cuisine
Comments (0)